Jika biasanya istri yang dikhianati suaminya, maka yang terjadi pada Rohan tidak demikian. Dia lah yang dikhianati oleh sang istri.
Pernikahan yang dibangun oleh cinta nyatanya tak selalu manis. Rohan harus menerima kenyataan pahit istrinya berselingkuh.
Perceraian pun tak terelakkan. Ia mendapatkan hak asuh putra putrinya yang baru berusia 5 dan 3 tahun.
Tak ingin berlarut dan mengingat sakit hatinya, Rohan menjual semua asetnya di kota dan berpindah ke desa.
Namun siapa sangka, di sana dia malah menjadi primadona.
"Om Dud, mau dibantuin nggak jemur bajunya? Selain jago dalam pekerjaan rumah, aku juga jago dalam hal lain lho."
Entah sejak kapan itu terjadi tapi yang jelas, gadis itu, gadis yang dijuluki Kembang Desa tersebut mulai mengusik kehidupan dan hati Rohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Idiih 05
Bestari mengusap wajahnya kasar ketika mendapat telepon dari ayahnya. Dia sungguh enggan menemui pria itu, tapi karena orangnya sudah ada di rumah mau tidak mau dia harus menemuinya.
"Sepuluh menit, nggak lebih dari itu," ucapnya dengan wajah penuh keengganan.
"Oke, nggak masalah. Pak, saya bicara dengan Bestari dulu ya," ucap si pria riang. Matanya berbinar karena mendapatkan kesempatan untuk bicara dengan Bestari.
Pria itu sudah berkali-kali menghubungi Bestari. Muali dari mengirim pesan ke ponsel, media sosial hingga menelpon langsung. Tapi Bestari sama sekali tidak merespon. Jangankan direspon, dibaca saja mungkin tidak. Alhasil dia nekat untuk datang ke rumah.
Siapa sangka cara terakhirnya berhasil. Gadis itu mau menemuinya meski dengan terpaksa.
"Cepet ngomong. Haaah, tapi apa juga yang mau diomongin, udah nggak ada. Udah lah Nan, aku udah males ngomong sama kamu. Antara kita udah selesai, kamu tahu itu," ucap Bestari memulai percakapan mereka.
"Nggak Best, aku nggak mau kita udahan. Aku cuma cinta sama kamu Bestari. Beneran. Aku berani bersumpah, cuma kamu yang aku cintai," ucap pria bernama Nanta itu. Dia ternyata adalah pria yang pernah jadi kelasih Bestari.
"Halah basi. Cintamu basi. Kamu pikir aku goblokk apa mau balikan sama cowo tukang selingkuh kek kamu. Idiih ogah," sahut Bestari dengan eskpresi jijiknya ke arah Nanta. Ya, dia sangat kesal, marah dan jijik kepada pria itu.
Bukan tanpa alasan Bestari bersikap demikian. Semua itu karena pria yang pernah dicintainya itu dan telah berjanji untuk menikah, berselingkuh dengan wanita lain.
Setelah mengetahuinya, Bestari langsung memutuskan Nanta. Bahkan melempar cincin lamaran yang diberikan Nanta kepadanya. Meski lamaran mereka belum resmi karena masih hanya sekedar lamaran personal tanpa membawa keluarga, tapi bagi Bestari mereka sudah punya ikatan yang begitu kuat.
Tapi Nanta mungkin masih ingin bersenang-senang. Bestari juga beranggapan bahwa Nanta pasti akan mengulangi perbuatannya meski mereka sudah menikah nanti.
"Keputusan untuk putus dari kamu adalah keputusan yang sudah paling pas. Lagian kamu ngapain nyariin aku, kamu kan udah punya cewek lain yang bisa kamu obok-obok. Pacaran sama aku bosen ya, karena aku nggak bisa diajak begituan?"ucapnya lagi dengan menggebu-gebu.
"Sayang, aku~"
"Jangan manggil aku sayang, jijik tahu nggak!" pekik Bestari dengan mata yang melotot. Dia sangat risih dengan mulut Nanta yang memanggil namanya, apalagi sampai kata-kata sayang itu meluncur. Ingin rasanya dia menyumpal mulut yang berkata manis tapi sangat beracun tersebut.
Greb
Nanta meraih tangan Bestari lalu menggenggamnya dengan erat. Ia juga berlutut di depan gadis itu.
"Aku minta maaf, Bestari. Sungguh aku khilaf. Aku benar-benar kehilangan kewarasan waktu itu. Aku, aku tergoda sesaat dengan wanita itu. Tapi, tapi aku beneran cinta sama kamu. Aku nggak mau kita putus kayak gini, Best. maafin aku,"ucap Nanta sambil meletakkan kepalanya ke punggung tangan Bestari.
Haaah
Bukannya terharu dengan pengakuan Nanta, Bestari malah semakin kesal. Dia membuang nafasnya kasar sambari mengibaskan tangan Nanta.
Sontak membuat Nanta terkejut bahkan hampir terjengkang. Dia tidak menyangka bahwa Bestari memperlakukannya sedemikian.
Selama ini yang pria itu tahu, Bestari adalah gadis yang lemah lembut. Dan mudah terpengaruh dengan ucapan yang manis. Nanta sama sekali tidak pernah menduga bahwa Bestari bisa bersikap keras kepala seperti ini.
"Kamu tega banget sama aku, best?" ucap Nanta sambil membersihkan celana bagian belakangnya yang kotor karena tanah.
"Hahaha, tega kamu bilang? Mbok ya kamu tuh mikir lagi, siapa yang tega di sini. Kita pacaran udah dua tahun, kamu udah ngelamar aku tapi kamu kaawin sama wanita yang nggak lain adalah karyawanmu sendiri. Kamu pikir aku cewek goblook yang mau nerima pria tukang celap celup. Iuhhh, aku yakin nggak hanya satu cewek yang udah kamu masukin,"sahut Bestari. Bicaranya sama sekali tidak di saring membuat mulut nanta menganga lebar.
"Bestari, diem! Jangan keras-keras ngomongnya,"ucap Nanta panik terlebih ada orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. Memang benar saat ini mereka tengah berada di kebun sayur yang tak jauh dari rumah, tapi sebelahnya ada jalan yang mana dilewati warga.
Nanta kalang kabut ketika Bestari bicara demikian.
"Kenapa, fakta kok. Itu kenyataan. Biar orang di sini tahu, aku putus sama kamu ada sebabnya. Biar nggak dibilang goblook karena mutusin pria yang katanya spek dewa. Cih, cowok tukan celap celup nggak tahu diri,"ucap Bestari semakin menggebu-gebu. Prinsip Bestari adalah semakin dilarang maka semakin diterabas.
Hmpp
"Diem aku bilang! Kamu beneran nggak bisa dibilangin ya!" Pekik Nanta sambil membungkam mulut Bestari.
Mata Bestari membulat sempurna ketika merasakan tangan pria itu yang menempel pada mulutnya. Bayangan bagaimana Nanta menyentuh wanita lain dengan tangannya semakin membuat wanita itu jijik.
Hmmp!
Pekik Bestari, dia melotot ke arah Nanta meminta untuk tangan itu menjauh dari mulutnya. Tapi agaknya Nanta tidak akan melakukan apa yang diinginkan bestari.
"Nggak akan, aku nggak akan nglepasin tanganku ini,"ucap Nanta dengan senyum mengejek.
Bagi Bestari itu tidak masalah. Dia bisa melakukan sesuatu untuk menyingkirkan tangan itu dari mulutnya. Hanya saja Bestari masih ingin bersikap baik. Tapi ternyata sikap baiknya tidak diterima oleh Nanta. Pria itu malah semakin erat membungkam mulut Bestari sambil mendekatkan wajahnya.
"Kamu cantik, Bestari. Aku nggak mau putus dari mu,"ucap Nanta.
Nafas Bestari berhembus kasar, dan Nanta bisa merasakan itu dari telapak tangannya. Pria tersebut menganggap bahwa Bestari pasrah karena dia.
Namun itu hanya anggapan yang tak berlangsung lama. Bestari memejamkan matanya sejenak, tangannya mengayun, mencengkeram tangan Nanta dan memelintirnya. Pria itu yang awalnya menghadap ke arah Bestari kini membelakangi karena apa yang baru saja Bestari lakukan.
"Aaaarghh sakit sakit sakit. Bestari lepasin! Oke oke, aku minta maaf,"pekik Nanta. Tangannya sungguh sakit karena dipelintir oleh Bestari.
"Asal kamu tahu ya Nanta, selama ini aku masih diem karena aku males urusan sama kamu. Tapi kalau kamu masih nyari gara-gara terus dan nggak mau berhenti, bukan cuma tangan mu yang aku pelintir. Tapi burungmu yang suka menclok (hinggap) sana-sini yang bakalan aku plintir." Bestari bicara demikian dengan sangat santai tapi cukup membuat Nanta merinding sebadan-badan.
Plok plok plok
"Waaah Kakak cantik hebat!"
Eh?
Bestari terkejut mendengar suara anak kecil sambil bertepuk tangan. Dia pun langsung melepaskan tangan Nanta sambil sedikit mendorong pria itu.
"Maaf Bestari, kami nggak sengaja lihat. Silakan di teruskan."
"Eh nggak kok Om Dud, ini udah selesai kok urusannya. Mau kemana ini sama anak-anak?"
Mata Bestari berbinar, dia langsung berjalan mendekati Rohan yang tengah melintas bersama kedua anaknya. Dia bahkan tidak peduli dengan Nanta yang berusaha memanggilnya.
"Ini mau ngembaliin barang punya kamu?" jawab Rohan sambil menunjukkan nampan berisi mangkok dan cangkir yang tadi dibawanya.
"Oh gitu, sini biar saya aja yang bawa. Om Dud pasti repot karena sambil gendong Riesha,"tukas Bestari cepat, dia mengambil alih nampan yang dibawa oleh Rohan.
Keduanya berjalan bersamaan menuju ke rumah Bestari, meninggalkan Nanta yang masih berdiri di sana sembari menatap tajam ke arah Rohan.
"Siapa cowok itu. Kenapa Bestari ramah banget sama dia?" tanya Nanta kepada rumput yang bergoyang.
TBC