NovelToon NovelToon
Rencana Gagal Mati

Rencana Gagal Mati

Status: tamat
Genre:Action / Mantan / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Tokoh utama nya adalah pria bernama Reza (30 tahun) .Dia bukan Pahlawan, dia bukan orang kaya ,dia cuma pria yang merasa hidupnya sudah tamat karena hutang, patah hati, Dan Rasa bosan.

dia memutuskan untuk pergi secara terencana .dia sudah menjual semua barang nya , menulis surat perpisahan yang puitis, dan sudah memilih Gedung paling tinggi. tapi setiap kali ia mencoba selalu ada hal konyol yang menggagal kan nya , misalnya pas mau lompat tiba tiba ada kurir paket salah alamat yang maksa dia tanda tangan. Pas mau minum obat, eh ternyata obatnya kedaluwarsa dan cuma bikin dia mulas-mulas di toilet seharian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun Dan siasat

Fajar Satria kini bukan lagi balita yang merangkak di lantai gudang. Ia adalah remaja berusia empat belas tahun yang tumbuh di era di mana kecepatan adalah segalanya. Baginya, kejujuran ayahnya adalah sebuah monumen yang agung, namun kadang terasa kuno di tengah dunia yang bergerak dengan logika instant gratification.

Sore itu, di depan sekolah menengah atas di Bogor, sebuah mobil listrik mewah berwarna perak berhenti tepat di depan gerbang. Elena Vance keluar, tanpa pengawalan ketat, hanya dengan senyum yang dipelajari dengan sempurna di sekolah-sekolah bisnis terbaik dunia.

"Fajar Satria?" panggil Elena dengan nada suara yang hangat, seolah ia adalah bibi yang sudah lama tidak bertemu.

Fajar menoleh, terkejut melihat sosok wanita yang sering muncul di majalah teknologi itu. "Anda... Elena Vance?"

"Panggil saja Elena. Aku adalah rekan ayahmu, meski kadang kami berbeda pendapat," Elena memberikan sebuah tablet transparan yang merupakan prototipe terbaru dari Nova.Link. "Aku dengar kamu sangat tertarik dengan desain sistem logistik otonom. Ayahmu sangat hebat, tapi dia terlalu sibuk menjaga masa lalu. Aku ingin menunjukkan padamu masa depan."

Itulah awal dari infiltrasi yang licin. Elena tidak menculik Fajar. Ia melakukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: ia memberikan "pengakuan". Ia memuji kecerdasan Fajar, memberinya akses ke laboratorium simulasi NovaL.ink yang canggih, dan perlahan menanamkan ide bahwa ayahnya sedang menghambat kemajuan dunia demi idealisme romantis yang sudah tidak relevan.

Malam harinya di rumah keluarga Aditya, suasana makan malam terasa berbeda. Reza, yang masih dalam masa pemulihan setelah aksi heroiknya di Puncak, mencoba mencairkan suasana.

"Bagaimana sekolahmu hari ini, Jar? Ayah dengar kamu masuk tim olimpiade informatika?" tanya Reza sambil memotong tempe goreng kesukaannya.

Fajar tidak langsung menjawab. Ia menatap ayahnya, lalu menatap kerangka logam Exo-Frame yang bersandar di sudut ruangan alat yang bagi Fajar tampak seperti barang loak jika dibandingkan dengan robotik Nova.Link.

"Ayah tahu? Elena bilang, kalau kita pakai sistem AI penuh, tidak akan ada kurir yang harus hampir mati di Puncak seperti Ayah kemarin. Semuanya bisa dikontrol dari satu tombol. Kenapa Ayah begitu keras kepala membiarkan orang-orang itu lelah di jalanan?"

Reza terhenti. Ia meletakkan garpunya. Anya, yang merasakan ketegangan, mencoba menengahi. "Fajar, Ayahmu melakukan itu untuk menjaga martabat mereka, bukan sekadar kecepatan."

"Martabat tidak membayar tagihan listrik, Bu!" sahut Fajar ketus. "Elena bilang, K.KJ itu seperti mencoba mengantar surat pakai burung merpati di zaman internet. Kita ketinggalan zaman, Yah."

Reza merasakan denyut di pelipisnya. Bukan karena marah pada anaknya, tapi karena ia menyadari betapa lihainya Elena. Elena tidak hanya menyerang bisnisnya; dia sedang mencuri hati penerusnya.

"Fajar," kata Reza dengan suara rendah namun tegas. "Mesin bisa mengantar barang lebih cepat, itu benar. Tapi mesin tidak punya jiwa. Saat terjadi longsor kemarin, drone Nova.Link jatuh dan ditinggalkan begitu saja. Ayah menyelamatkan teknisi mereka bukan karena itu efisien, tapi karena itu adalah hal yang benar dilakukan sebagai manusia. Apakah mesinmu bisa diajarkan untuk berkorban?"

Fajar tidak menjawab. Ia berdiri dan meninggalkan meja makan, masuk ke kamarnya dengan dentuman pintu yang keras.

Aris, yang bertugas memantau keamanan keluarga, segera melaporkan pertemuan Fajar dan Elena kepada Reza di kantor keesokan harinya.

"Mas, Elena mulai masuk ke area pribadi. Ini sudah melampaui batas bisnis," Aris mengepalkan tangannya. "Biar saya beri dia peringatan dengan cara saya."

"Jangan, Ris," Reza menahan tangan sahabatnya itu. "Jika kita menyerang dengan kekerasan, kita membenarkan kata-kata Elena bahwa kita adalah orang-orang dari masa lalu yang barbar. Dia ingin aku meledak marah di depan Fajar agar Reza berdiri dan mengambil jaketnya. "Kita akan melawan dengan cara yang berbeda. Jika Elena ingin menunjukkan masa depan pada Fajar, aku akan menunjukkan padanya apa yang terjadi jika masa depan itu tidak punya hati."

Reza mengajak Fajar pergi di akhir pekan. Bukan ke mal atau laboratorium, melainkan ke sebuah daerah pinggiran industri di Bekasi, tempat di mana ribuan buruh logistik dari perusahaan-perusahaan yang sudah terotomatisasi penuh kini menjadi pengangguran.

Di sana, mereka melihat pemandangan yang menyedihkan. Mantan kurir-kurir handal kini hanya duduk di depan rumah kontrakan mereka, menunggu bantuan sosial yang tidak pasti. Di tengah pemukiman itu, sebuah menara pemancar Nova.Link berdiri megah, mengontrol drone yang melintas di atas kepala mereka tanpa peduli pada kemiskinan di bawahnya.

"Lihat mereka, Fajar," bisik Reza. "Mereka dulu adalah orang-orang tercepat. Perusahaan mereka mengadopsi sistem seperti yang Elena tawarkan. Dalam semalam, sepuluh ribu orang diganti oleh algoritma. Perusahaan itu untung triliunan, tapi komunitas ini mati. Apakah itu masa depan yang kamu inginkan? Sebuah dunia yang sangat cepat, tapi tidak menyisakan tempat bagi manusia?"

Fajar terdiam, melihat seorang anak kecil yang ayahnya baru saja kehilangan pekerjaan sebagai penyortir paket. Ia teringat tablet canggih yang diberikan Elena. Tiba-tiba, tablet itu terasa sangat berat di tasnya.

Namun, Elena tidak tinggal diam. Saat Reza dan Fajar sedang di sana, sebuah undangan untuk menghadiri peluncuran "Zion", AI logistik terbaru Nova.Link yang diklaim akan menghapus peran manusia dalam distribusi nasional.

"Ayah," Fajar bersuara setelah lama terdiam. "Aku akan datang ke acara Elena besok. Bukan karena aku setuju dengannya, tapi karena aku ingin melihat sendiri. Apakah dia benar-benar punya solusi untuk orang-orang ini, atau dia hanya peduli pada angka-angkanya."

Reza menatap anaknya. Ia menyadari Fajar sudah bukan anak kecil lagi. "Pergilah. Tapi ingat satu hal: di balik setiap data, ada detak jantung. Jangan pernah lupakan itu."

Di kantor pusat Nova.Link, Elena Vance sedang mempersiapkan presentasi besarnya. Ia tahu Fajar akan datang. Ia sudah menyiapkan sebuah skenario: ia akan mendemokan betapa mudahnya menyingkirkan hambatan di jalanan menggunakan AI.

Namun, Elena melakukan satu kesalahan fatal. Dalam ambisinya untuk membuktikan keunggulan Zion, ia memasukkan data

Operasional rahasia K.KJ yang ia dapatkan dari peretasan kecil-kecilan ke dalam simulasi untuk "dipermalukan" di depan publik.

Ia tidak tahu bahwa Aris dan tim IT K.KJ sudah memasang "umpan" di dalam data tersebut.

beberapa saat kemudian Fajar berdiri di depan gedung kaca Nova.Link yang megah, memegang tablet pemberian Elena, sementara di dalam gedung, Reza sedang mempersiapkan langkah hukum dan teknis yang akan membuat Elena menyadari bahwa kejujuran bukan hanya soal moral, tapi juga soal integritas sistem yang tidak bisa diretas oleh keserakahan.

1
magda lena
kalau di buat film pasti seru d, kyk mission impossible 👍
Night Watcher
🤭🤭🤭
zuwariyah c
novel yg inspiratif dan beda dr yg lain😍
Kal Ktria: terima kasih sudah membaca karya saya sampai akhir 🙏☺
total 1 replies
falea sezi
anya ne ngerepotin bgt tau hadeh jangan balik lah g rela q
falea sezi
gagal bundri y
oratakasinama
kek pernah baca di novel sebelah 🤣🤭
Kal Ktria: kak? mna , spil dong
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!