NovelToon NovelToon
Maximilien

Maximilien

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kisah Pencinta Yang Asing

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi

Max tidak menunggu sedetik pun. Matanya merah, bukan karena air mata, tapi karena tekanan darah yang memuncak. Dia segera menghubungi Danesh.

​"Lacak sinyal terakhir ponsel itu. Sekarang!" perintah Max tanpa salam. Suaranya bergetar karena emosi yang tertahan.

​Danesh, yang jarang mendengar Max seputus asa ini, segera menggunakan koneksinya di perusahaan telekomunikasi. "Max, ada apa? Tenanglah..."

​"Lakukan saja, Danesh! Ponsel itu... ponsel itu memegang seluruh hidupku!"

​Hanya butuh waktu lima belas menit bagi Danesh untuk mengirimkan titik koordinat terakhir di daerah kumuh dekat pelabuhan Brooklyn. Max memacu mobil Aston Martin-nya melintasi jembatan dengan kecepatan gila.

Pikirannya kacau. Setiap kali bayangan Guzzel muncul, dia teringat pesan-pesan manis dari Lia.

​Bagaimana bisa? batinnya menjerit. Bagaimana bisa tangan yang menumpahkan kopi itu adalah tangan yang sama yang mengetik bahwa dia mencintaiku?

​Max sampai di sebuah gang sempit. Dia melihat pria dari panggilan video tadi sedang mencoba menjual ponsel itu di sebuah toko barang loak ilegal. Tanpa basa-basi, Max keluar dari mobil dan menerjang pria itu.

Max bukan hanya seorang pewaris takhta bisnis, dia adalah pria yang terlatih dalam bela diri sejak kecil untuk melindungi dirinya sendiri.

​Pencopet itu tersungkur. Max merampas ponsel itu dari tangannya, lalu mencengkeram kerah baju pria itu. "Kau mencuri ini dari siapa?!"

​"A-aku hanya menemukannya di mall! Sumpah!" pria itu merintih ketakutan melihat tatapan Max yang seperti iblis.

​Max melepaskannya dengan kasar.

Dia menggenggam ponsel itu erat-erat. Dengan tangan gemetar, dia membuka kunci ponsel yang memang tidak dipasangi sandi. Matanya terpaku pada riwayat percakapan Veloce.

​Dia men-scroll ke atas. Ribuan pesan. Ribuan curahan hatinya yang paling gelap. Dan di sana, di galeri foto, ada foto-foto Guzzel yang tidak pernah dikirimkan kepadanya. Foto Guzzel yang sedang tertawa, foto Guzzel saat sedih.

​Max tertawa pahit, tawa yang terdengar sangat menyakitkan di tengah gang sepi itu. "Kau hebat sekali, Guzzel. Kau pasti sangat puas melihatku mengemis cinta padamu setiap malam sementara kau menertawakanku di kampus."

​Guzzel sedang duduk lemas di ruang tamunya yang megah di Upper East Side. Lampu-lampu kristal yang mewah tidak bisa menghangatkan hatinya yang beku karena kehilangan ponselnya.

Dia takut. Dia takut rahasianya terbongkar oleh orang asing.

​Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari pintu depan. Guzzel tersentak. Dia melihat pelayan rumahnya berlari ketakutan saat pintu ganda yang besar itu terbuka paksa.

​Maximilien Vance berdiri di sana.

​Napasnya memburu, rambutnya berantakan karena angin malam, dan tangannya menggenggam ponsel milik Guzzel.

Matanya menatap Guzzel dengan kebencian yang begitu murni hingga Guzzel merasa napasnya berhenti.

​"M-Max?" Guzzel berdiri, kakinya lemas.

​Max berjalan mendekat, setiap langkahnya seperti detak jam kematian. Dia melemparkan ponsel itu ke meja marmer di depan Guzzel hingga menimbulkan suara benturan yang keras.

​"Apakah ini lucu bagimu, Delisa Guzzalie Dante?" suara Max rendah, namun sangat tajam. "Apakah menyenangkan melihat pria dingin yang ditakuti seluruh kampus berlutut secara virtual padamu? Apakah kau merasa menang setiap kali aku menceritakan traumaku, sementara di siang hari kau bersikap seolah kau adalah korban dari tempramenku?"

​"Max, dengarkan aku... ini tidak seperti yang kau pikirkan," Guzzel mencoba mendekat, air mata mulai mengalir.

​"Jangan berani-berani mendekat!" Max membentak, membuat Guzzel terlonjak. "Selama ini aku berpikir Lia adalah satu-satunya alasan aku tidak membenci dunia ini. Aku mencurahkan segalanya! Aku memberitahumu tentang ibuku, tentang ketakutanku... dan ternyata kau hanya... kau hanya seorang Guzzel yang sombong yang ingin punya mainan baru!"

​"Aku tidak pernah menganggapmu mainan, Max! Aku mencintaimu!" jerit Guzzel.

​Max tertawa sinis, matanya berkaca-kaca karena rasa kecewa yang luar biasa. "Cinta? Kau membohongiku selama berbulan-bulan! Kau melihatku menderita di perpustakaan, kau melihatku kacau di kantin, dan kau hanya diam sambil mengetik pesan-pesan palsu itu?", "Kau lebih kejam dari ibuku, Guzzel. Dia setidaknya pergi terang-terangan. Tapi kau... kau membunuhku perlahan-lahan dari dalam."

​"Aku takut, Max! Aku tahu kau membenci wanita di dunia nyata. Jika aku mengaku sebagai Guzzel, kau pasti akan langsung pergi!" Guzzel mencoba meraih tangan Max, tapi Max menepisnya dengan sangat kasar.

​"Memang seharusnya aku pergi!" Max berteriak. "Aku mendambakan kehadiran Lia setiap malam. Aku membayangkan memeluknya, menciumnya... dan sekarang setiap kali aku mengingat itu, aku merasa ingin muntah karena wajah yang muncul adalah wajahmu!"

​Max membalikkan badan, tidak tahan lagi melihat wajah Guzzel. Rasa kecewanya terlalu dalam. Dia merasa ditelanjangi, dipermalukan, dan dikhianati oleh satu-satunya orang yang ia beri izin untuk menyentuh hatinya.

​"Mulai detik ini, jangan pernah bicara padaku lagi. Di kampus, di pesta bisnis, atau di mana pun. Bagiku, Lia sudah mati. Dan kau... kau hanyalah orang asing yang paling aku benci di dunia ini."

​Max melangkah keluar dari rumah mewah itu tanpa menoleh lagi. Di belakangnya, Guzzel jatuh berlutut, menangis tersedu-sedu di atas lantai marmer yang dingin, meratapi kehancuran dunia yang ia bangun dengan kebohongan demi cinta.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading 🥰

1
ren_iren
pliss jangan rusak aurelia dgn dendam ke saudaranya kak....
iluh asrini
cerita yang sangat menarik terimakasih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!