NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Herman

Ayra sudah keluar dari rumah sakit. Tapi dia lebih memilih pulang ke rumah peninggalan orang tuanya. Meski kedua orang tua Rayyan mempertanyakan alasannya, tapi Ayra hanya mengatakan ingin merehatkan tubuh dan pikirannya dulu.

​"Halahhh, memangnya anakku itu monster yang sangat berbahaya sampai kamu tak ingin tinggal serumah dengannya?" ketus Elly sambil mencibir sinis.

​"Bu, Ayra tidak bilang dia tak ingin serumah dengan Rayyan, tapi dia ingin memulihkan dirinya juga hati dan pikirannya dulu. Beri Ayra kesempatan dan kita harus hormati keputusannya."

​"Tapi sebagai istri dia harus mengurus suaminya. Rasakan saja nanti kalau Rayyan benar-benar diurus oleh perempuan lain." Perkataan Elly semakin tajam dan provokatif. Andai saja Ayra masih punya tenaga, ingin sekali dia berteriak dan mengatakan kalau putra kebanggaan merekalah yang sudah membuat semuanya hancur. Dia sudah tak peduli lagi dengan rumah tangganya. Bahkan terang-terangan lebih memilih kekasih masa lalunya itu.

​Ayra memilih diam, mendengar perdebatan antara kedua mertuanya itu. Dia sudah terlalu lelah untuk menanggapi, apalagi membela diri. Tubuhnya belum sepenuhnya pulih, tapi ucapan Elly terasa jauh lebih menyakitkan daripada rasa perih di tubuhnya.

​Dia berdiri dan pamit tanpa banyak bicara. Tak ada lagi yang menahannya.

***

​Di rumah peninggalan orang tuanya, suasana masih sama seperti terakhir kali ia tinggali. Penuh kenangan dan terasa lebih nyaman. Meski sunyi, berdebu tipis, dan terlalu luas untuk seorang diri.

​Ayra meletakkan tasnya di sofa. Meskipun tubuhnya belum fit seratus persen, tapi ia tidak mungkin meninggali rumah yang berdebu dan sedikit bau lembap. Mau tak mau ia pun langsung mengambil penyedot debu dan mulai membersihkan rumahnya.

​Dari ruang tamu, kamar dirinya semasa gadis, kamar orang tuanya, kamar tamu, dan tempat-tempat lainnya. Semua ia bersihkan tanpa satu pun yang terlewat. Mengesampingkan tubuhnya yang masih lemah karena baru saja keluar dari rumah sakit.

​AKhirnya hal yang melelahkan itu pun selesai sudah. Ayra duduk di sofa dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Kepalanya mulai terasa berat, tapi pikirannya justru kosong.

​Saat itulah terdengar bunyi notifikasi dari ponselnya. Saat dilihat, itu bukan panggilan ataupun pesan, tapi notifikasi dari media sosialnya.

​Ayra pun membukanya dan mendapati unggahannya tadi pagi yang berisi kata-kata penyemangat hidupnya, sudah mendapatkan ribuan like. Selain itu ada juga DM yang masuk dari akun @z_zvn. Ayra mengernyitkan keningnya.

​"Siapa ini?" gumamnya penasaran. Lalu membukanya.

​"Ayra, kamu baik-baik saja kan? Saya khawatir tapi tak punya nomor teleponmu. Akhirnya saya mencari akun media sosialmu. Untungnya saat itu kamu menyebut nama lengkapmu. Dan syukurlah saya menemukan akun ini. Masih ingat saya kan, Zavian Zovano?"

​Ayra termenung. "Laki-laki ini bukan siapa-siapa. Dia hanya orang yang menolongku saat di supermarket. Tapi kenapa malah dia yang memberikan perhatian padaku, bukan suamiku?" bisik Ayra dengan hati yang terasa tersayat. Air matanya meleleh tanpa diminta. Tapi cepat-cepat ia hapus dengan gerakan kasar. Dia tak ingin lagi menangisi laki-laki yang jelas-jelas sudah berkhianat, menginjak-injak harga dirinya dan membuat lubang yang sangat dalam di hatinya.

​Ayra berpikir, mencari kalimat yang tepat untuk membalas DM tersebut. Kemudian mulai mengetik setelah beberapa saat.

​"Pak Zavian, Alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa bernapas (emoticon senyum). Bagaimana dengan Anda dan Kenzie? Titip salam untuknya dan terima kasih untuk semuanya." Setelah itu Ayra menekan send.

​Sambil melepas lelahnya, Ayra masih asyik me-scroll media sosialnya, hingga matanya terasa berat dan ketiduran di sofa.

***

​Tiba di rumah Rayyan, Herman langsung menelepon putranya. Raut wajah lelaki paruh baya itu merah padam dengan rahang mengeras menahan amarah.

​"Rayyan, pulang sekarang! Bapak dan Ibu tunggu di rumahmu. Tidak ada alasan apapun!" tegas Herman begitu telepon diangkat. Dan langsung mematikan sambungan telepon, bahkan sebelum Rayyan sempat menjawab.

​"Bapak kenapa kasar begitu? Dia itu anakmu, bukan bawahan yang bisa disuruh-suruh!" Elly langsung menyalak tidak terima. Matanya yang kecil melotot pada Herman.

​"Justru karena dia anakku! Laki-laki yang tidak punya rasa tanggung jawab terhadap istrinya memang sudah sepantasnya dihajar kalau sudah tidak mempan dinasihati. Apa Ibu mau kalau Sherly dan Anika diperlakukan seperti itu juga kelak oleh suami-suami mereka?"

​Jawaban Herman yang telak membuat Elly bungkam. Herman menatap istrinya dengan sorot kecewa karena Elly selalu saja memanjakan dan membela kesalahan putra pertama mereka.

​Elly tidak menjawab lagi, meski dalam hatinya ia masih terus ngedumel

"Awas kalau nanti bapak menasehati anak itu, Ibu masih membelanya." Ancam Heeman sebelum pergi le kamar tamu.

Elly mendelik, menatap lesal punggung suaminya.

"Kamu enak saja memarahi putra yang kukandung dengan susah payah dan kulahirkan dengan bertaruh nyawa." Sungutnya, sambil meninju-ninju bantal kursi dengan hati kesal.

***

Rayyan keluar dari ruangan manajer setelah menerima telepon dari ayahnya. Wajah lelaki itu terlihat cemas sekaligus menahan amarah.

"Ini pasti ulah Ayra yang mengadu pada Bapak. Awas kamu, Ayra!" Umpatnya dalam hati, sambil terus melangkah menuju ruangan staf marketing, dimana kekasihnya Liztha berada.

Dari luar ruangan yang semua dindingnya terbuat dari kaca, ia berdiri. Tatapannya mengarah ke dalam, pada sosok Liztha yang tengah tertunduk menekuni pekerjaannya. Tapi teman Liztha yang duduk di sisinya dan kebetulan menengok ke luar ruangan, langsung menyenggol lengan Liztha dan menunjuk pada Rayyan dengan dagunya.

"Sebentar." Kata Liztha pada Rayyan, tanpa suara. Cepat-cepat ia menyelesaikan laporannya yang tinggal beberapa kalimat. Lalu beranjak dari kursinya dan menghampiri Rayyan.

"Ada apa? Kenapa kamu seperti panik gitu?" Tanyanya memperhatikan wajah kekasih gelapnya.

"Barusan Bapak meneleponku. Dia minta aku pulang sekarang juga. Ini pasti ada hubungannya dengan Ayra. Aku yakin dia sudah mengadu pada Bapak."

Liztha mendesis geram, wajahnya seketika mengeras.

"Brengsek juga si Ayra! Dia yang sudah merebut kamu dari aku, sekarang dia juga yang merasa jadi korban. Dasar wanita munafik!"

Rayyan hanya diam, napasnya memburu selaras dengan makian Liztha yang terasa membenarkan posisinya.

"Bapak terdengar sangat marah. Aku tidak tahu apa saja yang sudah dia bicarakan. Mungkin sebagian dia mengarang bebas, membuat cerita yang memojokkan aku, sampai suara bapak terdengar berapi-api." Ucap Rayyan, tidak menyadari kesalahan fatalnya. Di otaknya, hanya Ayra lah yang bersalah.

"Ya sudah, temui saja dulu. Selesaikan secepatnya," sahut Liztha sambil melipat tangan di dada dengan angkuh.

"Tapi jangan sampai kamu kalah oleh drama air mata si Ayra. Kamu harus ingat siapa yang sebenarnya lebih dulu memilikimu sebelum dia datang menghancurkan semuanya."

Rayyan mengangguk singkat, merasa mendapatkan dukungan yang ia butuhkan untuk menghadapi ayahnya. Tanpa membuang waktu lagi, ia segera berbalik dan berjalan cepat menuju parkiran. Sepanjang jalan, tangannya mengepal kuat pada kemudi mobil. Di kepalanya kini hanya ada kebencian yang mendalam pada Ayra, sosok yang ia anggap telah mengusik kehidupannya dan kini mulai berani mengadu pada Bapaknya.

"Awas kau Ayra, aku tak akan menunda lagi untuk menceraikanmu!"

1
Tata Hayuningtyas
cerita nya pasti pergi ke toilet trs diculiklah...dibius lah....kaya ga ada yg lain gitu thor
Ma Em
Ayra kamu hrs percaya diri bersama Zavian jgn minder tunjukan aura dan pesonamu agar orang2 merasa kagum padamu dan tdk ada orang yg merendahkan mu .
Dini Yulianti
ayra kamu masih masa iddah mending jaga jarak dulu sama yg namanya laki laki bialng sama Zavian kalo mau jaga jarak sampe masa iddah selesai.
Brilliante Brillia: sudah slsai masa iddahnya kk🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Ayra jgn percaya kalau Marisa mendekatimu Ayra karena Marisa dekat dgn Ayra bkn bermaksud baik tapi mungkin ada yg akan Marisa lakukan pada Ayra , lbh baik jaga jarak jgn mau diajak untuk berteman takut nanti Marisa mencelakai atau mungkin jebak Ayra .
Erchapram
Bagus banget
kalea rizuky
sejauh ini bagus MC gk menye menye g lemah
Dede Dedeh
ulat keket mah gigih.......
Dewi Anjani
ayra perempuan yg tangguh ya,,keren
Yani
ayra jadi janda harus berkelas,jgn kayak si artis viral ,dijandakan suami malah jual diri Ama laki org,ga inget rasanya sakit diselingkuhin.tolong ya min,ayra biar bisa disandingin ama zavian yg ganteng+ CEO 🥰🥰
lanjut min ceritanya
aku
definisi cerdas bnr 👍👍👍
partini
lanjut
Brilliante Brillia
Assalamualaikum wrwb.

Tak terasa buku ini sudah hampir mencapai 20 bab. Terimakasih othor haturkan untuk para readers, semoga kedepannya novel ini akan lebih seru dan lebih diterima oleh penyuka cerita drama rumah tangga. Dan juga lebih banyak komen serta like 🙏
Yuk follow akun othor untuk bisa mengikuti cerita-cerita berikutnya yang akan launching dan tentu dengan cerita yang lebih seru lagi.
Dini Yulianti
semoga rumahnya kebakaran dan mobilnya di gondol maling
Ma Em
Semangat Ayra , semoga kamu dapatkan harta Gono gini yg Rayyan pertahankan dan menang dgn hasil yg memuaskan , hancurkan kesombongan Rayyan dan ibunya juga selingkuhan nya .
Brilliante Brillia: Doain ya🤭
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ayra berjodoh dgn Zavian setelah cerai dgn Rayyan .
partini
wah ada bocil
Brilliante Brillia: bocilnya ganteng ky papanya 🤭
total 1 replies
partini
lebih cepat lebih baik
partini
mau menggatal lagi ni Kunti,so kita lihat MR CEO apa dia berkualitas atau Gampng kerayu Kunti
Brilliante Brillia
Bayangkan, bagaimana rasanya hamil di tengah pernikahan yang dingin?

Hanya karena alasan dijodohkan, Rayyan berhak berlaku semena-mena pada istrinya dan terang-terangan lebih memilih cinta lamanya?

Disakiti, diinjak-injak harga dirinya dan dibuang seolah Ayra adalah barang yang tidak berharga, membuat batin Ayra terguncang dan harus kehilangan bayinya.

Lalu apakah Ayra akan tahan dalam kubangan ketidak adilan yang dia terima?

Tentu saja tidak!

Tak akan ada yang tahan dalam satu hubungan toxic. Di balik kelembutannya, bagaimana Ayra bangkit dan melawan ketidak adilan yang ia terima?

Temukan jawabannya hanya di, "Aku Menyerah!"
Brilliante Brillia
Assalamualaikum, para readers yang berkesempatan singgah di cerita ini. terimakasih banyak. ini cerita pertama saya di apk NovelToon ini. semoga karya saya bisa diterima dengan baik. terimakasih🙏🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!