Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.
Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.
Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.
Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cakar Naga Penghancur
Hutan Kabut Ungu tidak dinamakan tanpa alasan. Begitu Li Tian melangkah lebih dalam melewati batas luar, sinar matahari mulai terhalang oleh kanopi daun raksasa yang rapat. Kabut tipis berwarna ungu melayang di udara, membawa aroma manis yang menipu. Bagi manusia biasa, menghirup kabut ini terlalu lama akan menyebabkan halusinasi, tetapi bagi kultivator yang telah membuka meridiannya, ini hanyalah gangguan kecil.
Li Tian bergerak dengan hati-hati. Kakinya melangkah ringan di atas akar-akar pohon yang menonjol, hampir tanpa suara. Sutra Kaisar Naga Matahari tidak hanya memperkuat tubuhnya, tetapi juga menajamkan kelima indranya. Dia bisa mendengar gemerisik daun yang jatuh lima puluh meter di depannya.
"Jejak kaki," gumam Li Tian, berlutut di tanah yang lembap.
Di depannya, terdapat jejak kaki yang dalam dan lebar, seolah-olah tanah itu baru saja diinjak oleh batu penggilingan yang berat. Di batang pohon di dekatnya, kulit kayu yang keras terkelupas, memperlihatkan goresan dalam.
"Hanya binatang dengan kulit sekeras besi yang bisa menggores Pohon Besi Hitam seperti ini," pikir Li Tian. "Babi Hutan Besi ada di dekat sini."
"Hati-hati, Bocah," suara Zu-Long terdengar di benaknya. "Babi itu mungkin bodoh, tapi kulitnya tebal. Jangan meremehkan pertahanan fisiknya."
Li Tian mengangguk. Dia mengikuti jejak itu selama sepuluh menit lagi hingga dia mendengar suara dengusan kasar dan bunyi krutuk-krutuk seperti batu yang dikunyah.
Di sebuah tanah lapang kecil, targetnya terlihat.
Babi Hutan Besi itu berukuran dua kali lipat sapi dewasa. Bulu di tubuhnya bukan bulu biasa, melainkan duri-duri logam hitam yang berkilau tajam. Kulitnya yang berwarna abu-abu gelap tampak seperti baju zirah pelat yang ditempa kasar. Taringnya yang melengkung keluar dari mulutnya berwarna putih perak, memancarkan aura dingin yang mematikan.
Binatang itu sedang asyik mengunyah akar pohon yang mengandung bijih besi.
"Kesempatan," batin Li Tian.
Dia tidak ragu. Mengambil napas dalam, Li Tian melesat keluar dari persembunyiannya.
Wush!
Kecepatannya sebagai Tempa Tubuh Tingkat 7 Puncak sangat luar biasa. Dalam sekejap, dia sudah berada di samping babi hutan itu.
"Haa!"
Li Tian melayangkan tinju kanannya yang terbungkus sarung tangan perunggu ke arah rusuk binatang itu. Dia tidak menggunakan Gandakan, dia ingin menguji kekuatan dasarnya.
DANG!
Suara yang terdengar bukan suara daging yang dipukul, melainkan suara palu menghantam lonceng besi raksasa.
Li Tian merasakan getaran hebat menjalar balik ke lengannya. Babi Hutan Besi itu terdorong mundur satu meter, menguik kaget, tapi tidak terlihat terluka sama sekali.
"Keras sekali!" Li Tian meringis, mengibaskan tangannya yang sedikit kebas.
Babi Hutan Besi itu memutar tubuhnya dengan gesit yang mengejutkan. Mata merahnya menatap Li Tian dengan amarah murni.
NGOOOOK!
Tanpa peringatan, babi itu menyeruduk. Tanah bergetar saat beban ratusan kilo itu meluncur seperti bola meriam hidup.
Li Tian melompat ke samping, menghindari serudukan maut itu. Pohon besar di belakangnya hancur berantakan ditabrak babi itu.
BRAK!
"Gila... kalau kena itu, tulangku pasti remuk," gumam Li Tian, keringat dingin menetes di pelipisnya.
Babi itu tidak memberi jeda. Dia memutar kepala dan menyabetkan taring besinya ke arah kaki Li Tian.
Li Tian melompat mundur, lalu melancarkan tendangan ke kepala babi itu.
Duk!
Sekali lagi, rasanya seperti menendang tembok baja. Babi itu hanya menggelengkan kepala sedikit pusing, lalu kembali menyerang dengan lebih ganas.
Li Tian mulai terdesak. Serangannya tidak mempan, sementara satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal baginya.
"Gandakan!" teriak Li Tian dalam hati.
DUM!
Jantungnya berpacu. Kekuatannya melipat ganda. Li Tian meninju dahi babi itu dengan kekuatan penuh.
BAM!
Kali ini dampaknya terlihat. Babi Hutan Besi itu terpelanting dan jatuh berguling. Ada penyok kecil di kulit kepalanya, dan darah segar mengalir dari hidungnya.
Tapi binatang itu segera bangkit lagi, mengibas-ngibaskan kepalanya, dan meraung lebih keras. Kemarahan membuatnya semakin kuat. Kulit besinya mulai bersinar kemerahan—tanda dia mengaktifkan Qi Pelindung bawaannya.
"Sial! Bahkan dengan kekuatan ganda, aku hanya membuatnya mimisan?!" Li Tian frustrasi. "Staminaku akan habis duluan kalau begini!"
"Dasar bodoh," cemooh Zu-Long. "Kau mencoba menghancurkan batu dengan memukulnya menggunakan papan kayu. Kau hanya menyebarkan tenagamu ke permukaan yang luas."
Li Tian melompat ke atas dahan pohon untuk mengambil napas sejenak. "Lalu aku harus apa, Guru? Kulitnya terlalu tebal!"
"Naga tidak memukul dengan kepalan tangan, Li Tian. Kami memiliki Cakar."
Sarung tangan perunggu di tangan kanan Li Tian tiba-tiba memancarkan cahaya hijau.
"Fokuskan seluruh tenagamu bukan pada 'benturan', tapi pada 'penetrasi'. Padatkan Qi-mu ke ujung jari-jari sarung tangan ini. Jadikan tanganmu seperti pedang, bukan palu."
Zu-Long mengirimkan visualisasi teknik ke dalam pikiran Li Tian. Itu adalah teknik sederhana namun brutal: memusatkan daya hancur ke lima titik kecil untuk merobek pertahanan terkeras sekalipun.
Teknik Tempur Cakar Naga: Cakar Penghancur.
Li Tian memejamkan mata sesaat, merasakan aliran Qi di tubuhnya. Dia tidak lagi menyebarkannya ke seluruh lengan, tapi memadatkannya ke ujung-ujung jari sarung tangan perunggu itu.
Ujung jari sarung tangan itu mulai berpendar tajam, seolah-olah jari-jari logam itu memanjang menjadi cakar energi yang mematikan.
Di bawah, Babi Hutan Besi itu menabrak pohon tempat Li Tian bertengger hingga hampir roboh.
Li Tian membuka matanya. Kilatan hijau tajam melintas di pupilnya.
"Baiklah. Ayo kita coba."
Li Tian melompat turun. Dia tidak mendarat di tanah, tapi langsung menerjang ke arah punggung babi hutan itu.
Babi itu merasakan bahaya. Dia mengeraskan kulit punggungnya hingga maksimal, membuatnya sekeras baja murni.
Li Tian tidak ragu. Dia merenggangkan kelima jarinya membentuk cakar.
"Gandakan!"
Kekuatan fisiknya meledak dua kali lipat. Ditambah dengan momentum jatuh dan pemadatan Qi di ujung jari...
"CAKAR PENGHANCUR!"
KRAAAK!
Suara logam yang sobek terdengar mengerikan.
Pertahanan mutlak Babi Hutan Besi itu tertembus seperti kertas basah. Kelima jari Li Tian menembus kulit tebal, otot, dan tulang punggung binatang itu, membenam dalam hingga ke organ vitalnya.
NGOOO—
Raungan babi itu terpotong. Li Tian mencengkeram tulang belakang binatang itu dan meremasnya.
Krek.
Babi Hutan Besi itu kejang sesaat, lalu ambruk ke tanah, mati seketika.
Hening.
Li Tian menarik tangannya keluar. Darah segar melumuri sarung tangan perunggunya, yang anehnya tidak menetes, melainkan perlahan terserap ke dalam logam itu, membuat kilaunya semakin terang.
Li Tian berdiri di atas bangkai binatang raksasa itu, napasnya memburu. Dia menatap tangannya sendiri dengan takjub.
"Aku... aku menembus kulit besi itu?"
"Tentu saja," kata Zu-Long bangga. "Itu baru teknik dasar. Pertahanan fisik tidak ada artinya di hadapan Cakar Naga."
Li Tian tersenyum lebar. Rasa lelah di tubuhnya tergantikan oleh kepuasan yang luar biasa. Dia telah mengalahkan binatang tingkat 8, sesuatu yang mustahil bagi murid tingkat 7 biasa.
"Taring Besi... target misi."
Li Tian memotong kedua taring perak itu dengan hati-hati. Dia juga mengambil jantung babi itu yang masih hangat.
"Guru, daging ini...?"
"Makanlah," perintah Zu-Long. "Daging binatang roh kaya akan energi. Bakar dan makan sebanyak yang kau bisa. Itu akan membantu mempercepat kultivasi Sutra Kaisar Naga Matahari-mu."
Malam itu, di tengah Hutan Kabut Ungu, aroma daging panggang yang lezat menguar ke udara. Li Tian makan dengan lahap di samping api unggun, merasakan setiap gigitan daging itu berubah menjadi aliran panas yang memperkuat otot-ototnya.
Dia tidak tahu bahwa di kejauhan, sepasang mata merah lain sedang mengawasinya dari balik kegelapan hutan. Namun kali ini, bukan mata binatang buas.
Melainkan mata seseorang yang mengenakan jubah hitam dengan lambang tengkorak samar di dadanya.
"Menarik..." bisik sosok itu. "Seorang murid luar bisa membunuh Babi Besi sendirian? Dan sarung tangan itu... menyerap darah?"
Li Tian telah memenangkan perburuan pertamanya, tapi tanpa sadar, dia telah menarik perhatian predator yang jauh lebih berbahaya.