NovelToon NovelToon
Cinta Untuk CINDERELLA

Cinta Untuk CINDERELLA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:276.6k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.

Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.

Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..

Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya

"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Izinkan Aku Menjadi Istrimu Seutuhnya

Acara resepsi yang terlaksana hari ini akhirnya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. Davin sebagai seorang suami mengajak Ella memasuki kamar hotel yang telah di sewa dari dua hari yang lalu.

Selama perjalanan menuju ke kamar, Davin tak membiarkan Ella berjalan sendiri. Davin yakin, Selelah-lelahnya dia lebih lelah Ella karena wanita itu memakai gaun yang cukup mewah dan berat pastinya.

Davin menggendong Ella selama dalam perjalanan. Ella tak menolak, Wanita diam seraya mengalungkan kedua lengannya di leher sang suami.

"Mas..

"Ya, Sayang.." Ella menunduk dengan tersenyum. Suara Davin ketika menyahut Mas sungguh mendebarkan jantung Ella. Mana suaranya lembut banget lagi..

" Mas Davin gak capek?" Itulah pertanyaan Ella pada suaminya. Davin melihat Ella dan tersenyum.

"Mumpung Mas masih muda, Mas bisa gendong kamu.. Kalo kita udah tua jangan minta gendong terus ya. Takut pas kamu minta gendong encok Mas kambuh lagi, Hahaha." Kata Davin tertawa di akhir kalimatnya. Ella terkekeh mendengar jawaban itu. Wanita itu sudah tak lagi bicara apapun sampai akhirnya seorang pelayan membantu membukakan pintu kamar pengantin mereka.

Dengan secara perlahan, Davin mendudukan sang istri di tepi tempat tidur. Ella memerhatikan sekeliling kamar, Sungguh ini adalah pernikahan impiannya.

Dulu dia pernah membaca sebuah novel dimana kamar pengantinnya di hias dengan sangat indah. Terdapat lilin serta aromanya yang khas, Dan selain itu begitu banyak kelopak bunga mawar merah yang ikut mengharumkan kamar tersebut.

"Kamu butuh sesuatu?" Ella menggelengkan kepalanya..

"Kalau kamu butuh sesuatu bilang.. Mas yang..

Tok..

Tok..

"Ck, Siapa lagi sih?

Ucapan Davin harus terhenti saat mendengar suara seseorang mengetuk pintu. Davin bangkit, Dia kembali membuka pintu.

"Ada apa?

"Ini Dek, Aku datang kesini membawa hadiah punya Adik ipar Ella yang ketinggalan di sofa.." Ucap Dylan, Putra Uncle Brian dan Aunty Arumi adik dari Marissa. Seperti di awal, Dari usia memang lebih tua Davin daripada Dylan. Akan tetapi pria itu lahir dari keluarga yang lebih tua.

Agar tidak merusak urutan persaudaraan orangtua mereka mengajarkan untuk memanggil sesuai urutan persaudaraan mereka, Tidak peduli siapa yang lebih tua dan siapa yang lebih muda.

"Hm, Sekarang kau pergilah..

"Yee malah di usir.. Aku ini kakakmu loo..

"Apa kau juga ingin tidur disini bersamaku?

"Ohoho.. Janganlah.. Malam ini adalah malam kesenanganmu.." Dylan menepuk pundak Davin lalu berbisik di telinga suami Ella itu.

"Mumpung masih capek Dek.. Di capek in aja sekalian.." Usai mengatakan itu, Dylan berlari. Mungkin saja takut Davin hajar. Pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

"Siapa Mas?

"Mas Dylan.. Ini dia nganterin hadiah dari nenek Cahya yang ketinggalan..." Davin memberikan kotak hadiah tersebut pada sang istri. Ella menerimanya lalu meletakkannya di atas pangkuannya..

"Mau di buka?

"Jangan dulu deh.. Aku mau mandi dulu.." Tak dapat di pungkiri, Ella sangat merasa lelah sekali. Seluruh tubuhnya terasa lengket dan itu sungguh tidak enak sama sekali..

"Kamu dulu apa mas dulu yang mandi?

"Aku dulu aja mas.. Sekalian mau hapus make up.." Davin mengangguk. Seperti biasa, Pria itulah yang membantu membuka hiasan di kepala sang istri.

"Sudah.." Pria itu membantu Ella berdiri.

"Gaunnya?

"Aku bisa sendiri Mas.." Davin pasrah saja. Dia membiarkan istrinya pergi ke kamar mandi seorang diri.

...****************...

Ella keluar dari kamar mandi Usai membersihkan diri. Wanita cantik itu keluar menggunakan jubah mandi sembari mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil berwarna putih.

Davin terdiam di tempatnya, Tatapan matanya tak lepas dari sang istri. Mulai dari kaki perlahan naik ke atas. Sungguh istrinya itu memang cantik sekali, Meski tanpa make up pun Ella terlihat sangat cantik alami. Pria mana yang tak terpesona, Sudah cantik, Baik pula.

"Mas, Aku udah selesai.. " Davin tersadar dari lamunannya. Dia tersenyum lalu mendekati sang istri..

"Ya udah, Mas tinggal mandi dulu ya..." Ella mengangguk. Davin berlalu, Ella memandang punggung Davin yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Ella menghela nafas panjang..

Dia duduk di tepi tempat tidur lalu meraih kotak hadiah dari Nenek Cahya. Merasa penasaran, Ella segera membukanya..

"Ini apa ya?" Ella meraih surat yang tertera di dalam sana..

"Di pakai ya, Nak... Bahagiakan suamimu.."

Begitulah isi surat yang Nenek Cahya tulis. Ella meletakkan kertas tersebut kemudian mulai meraih hadiah apa yang di berikan oleh Nenek mantan tunangannya itu.

"Nenek.." Ella membuka mulutnya, Dan ternyata hadiah dari Nenek Cahya ialah sebuah gaun malam khusus pengantin baru yang indah. Ah, Ralat. Atau lebih tepatnya adalah gaun malam pertamanya.

Gaun tersebut berwarna merah, Sangat cocok dengan malam pengantin ini.

"Kak Ella itu sudah tidak gadis lagi...

Ucapan Lentera tiba-tiba saja terngiang di telinga Ella. Adiknya berkata bahwa dia bukan gadis lagi. Tapi malam ini, Dia akan buktikan kalau dia bukanlah wanita yang seperti itu.

"Aku memang bukan gadis lagi malam ini.. Aku tidak akan menjadi gadis lagi di tangan suamiku.."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tekad Ella benar-benar sudah bulat. Malam ini Ella akan menyerahkan seluruh hidupnya untuk sang suami termasuk tubuhnya yang masih sangat suci ini.

Di dalam kamar hotel itu, Ella duduk di depan meja rias. Wanita itu memoles wajahnya tipis-tipis agar terlihat lebih cantik di mata suaminya. Tak lupa Ella juga menambahkan mewangian di tubuhnya agar Davin semakin suka.

Ella menatap meja tersebut yang di penuhi oleh banyak alat make up. Mungkin semuanya sudah di sediakan khusus untuknya. Dan semua rata-rata make yang telah tersedia berasal dari merk ternama yang mulai dari harga dan kualitasnya sudah terjamin.

Ella mengatur nafas, Jangan tanya seperti apa detak jantungnya sekarang. Yang jelas berdetak lebih cepat dari yang biasanya..

"Huuuffft! Tenang Ella.. Dia adalah suamimu..

Ceklek..

Terdengar suara pintu terbuka. Davin keluar dari kamar mandi dengan hanya bertelanjang dada. Bagian bawahnya terdapat handuk putih yang melilit di pinggangnya.

Ella menelan salivanya. Setelah dia sah menjadi seorang Davin, Baru kali ini Davin berani bertelanjang dada.

Tubuh yang kokoh, Lengan yang berotot, Dada yang bidang serta perutnya yang sixpack di tambah lagi air dari rambut pria itu yang menetes. Sungguh, Ella seolah tak sanggup untuk membayangkan.

Wajar Ella tercengang dengan pemandangan indah itu karena selama hidup Ella belum pernah melihat pria bertelanjang dada seperti itu. Pernah dia melihat tetangganya bertelanjang dada, Sayangnya tidak segagah suaminya. Perutnya saja buncit dan Ella sungguh muak sekali, Tapi ini? Jangankan Ella yang istrinya, Wanita lain juga pasti melongo menatapnya.

Langkah Davin terhenti begitu melihat sang istri yang terdiam. Tatapan pria itu tak lepas dari wajah cantik itu, Di tambah lagi gaun yang melekat di tubuh wanita itu sungguh membuat siapapun akan terpana.

"Sayang..

"Mas.." Ella langsung berdiri, Dia menatap sang suami yang terlihat lebih segar, Dan juga tampan. Ella yang telah punya tekad pun takkan mundur. Kaki jenjangnya perlahan melangkah mendekat ke arah Davin yang mematung.

Sama yang terjadi pada Ella, Davin pun sama. Berulang kali pria itu menelan salivanya, Bagaimana tidak. Gaun yang di pakai oleh sang istri membuat miliknya yang berada di bawah sana kedat kedut. Dia adalah seorang pria normal yang melihat pemandangan indah seperti di hadapannya ini jelas tergerak.

"Sayang, Kamu..

"Ini adalah hadiah dari Nenek Cahya, Gimana? Cantik kan di tubuh aku?.." Kata Ella memamerkan gaun yang melekat indah di tubunya itu. Wanita tua itu memang sangat pengertian sekali. Gaun yang di berikan pada Ella sungguh pas di tubuhnya, Di tambah tubuh Ella yang putih mulus tanpa cacat cela.

Davin tak mengatakan apapun. Jangan di tanya, Jelas tatapan matanya tak lepas dari makhluk Tuhan paling sempurna yang berdiri di hadapannya ini.

Gaun malam dengan model menerawang di bagian depan. Serta jelas bagian dalam milik Ella terlihat meski terhalang kain tipis itu. Namun bukan berarti tidak terlihat..

"Mas.." Davin tak menjawab, Jantungnya yang semula biasa saja itu berdetak tak karuan.

"Mas, Malam ini adalah malam pengantin kita. Mas bilang kalau Mas tidak akan meminta hak kalau aku belum siap.. Tapi malan ini, Aku siap Mas..

Ella semakin maju hingga keduanya tidak berjarak. Apa yang dia katakannya barusan memang benar, Ella siap malam ini. Bukan karena ucapan Lentera atau karena apapun tapi murni dari hatinya.

"Tolong jangan menolak lagi Mas.. Tolong Izinkan aku menjadi istrimu seutuhnya.." Ucap Ella bersamaan dengan handuk Davin yang terjatuh ke lantai.

TBC

1
Teh Euis Tea
nyesel sampe ke jantung tuh si araka😁
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Ambil hikmahnya, araka. setelah ini harus lebih cerdas.
Les Tary
bina tidak semua org pikirannya kyk kamu
Ebhot Dinni
penyesalan mu terlambat
Ita rahmawati
dengerin tuh araka apa yg nenek bilang
Ariany Sudjana
skak mat, kamu bodoh soalnya araka, kamu lebih percaya omongan si pelacur murahan itu daripada Ella. jadi terima saja konsekuensinya, itulah hukum tabur tuai, menyesal pasti ada di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran 🤣🤣
Ita rahmawati
seperti kata orang² loh araka,,percaya diri itu baik tp sadar diri jauh lebih baik 🤣🤣
Evi alvian
biasa menyesal belakangan🤭 ingat araka kata" nenek cahya ada benarnya tuh dengerin..
Ita rahmawati
jalang kalo udah bgtu mah berarti
Ita rahmawati
walaupun kaya kalo utang mah ya utang lah ya vin
Sri Rahayu
betul itu kt nenek Cahya....kamu hrs berubah Araka....lanjut Thorr 😘😘😘
Ayudya
nyesel kan sekarang ke hilangan Ella kamu araka
Salim ah
🖕🖕😃😃😃🤣🤣 rasakan 😂😂
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kePDanmu over dosis araka. makanya kena PLAK biar sadar... 🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah minta maaf mang kata maaf bisa buat Ella ga sakit lagi.dasar araka bego bin tolol🤣🤣🤣🤣
Sri Rahayu
😆😆😆🤪🤪🤪....kepedean jamy Araka ngira Ella msh mencintai mu...benar Davin dikasih kasih ini🖕ke kamu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr 😘😘😘
Les Tary
ha ha ha kalah saing loe araka🤣
Risma Hye Chan
sudah aku vote yaa kak
Nice1808
hahaha araka menyesal setelah ella menikah dgn davin dan tiada cinta lagi😃😃
Evi alvian
ye kacian gigit jari dach dikira Ella masih cinta araka...huhuu pede yg ada kamu menyesal araka tela menyia"kan Ella dlu🤭😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!