NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:884.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Tikus yang meresahkan

.

“Sial! Benar-benar sial!” Di ruang tamu, Bu Sundari mengumpat kesal. Suaminya sudah berangkat ke sawah untuk mengantar kiriman sarapan sekaligus memantau para pekerja yang sedang memulai penggarapan lahan. Raka juga sudah berangkat ke kantor desa untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang kepala desa.

Pembicaraan semalam tentang Raka yang berniat untuk menikahi Amelia benar-benar membuatnya kesal dan marah. Apalagi, secara terang-terangan Raka telah menunjukkan kebenciannya. Anak tirinya itu sama sekali tidak menunjukkan sikap hormat sedikitpun. Tidak seperti sebelumnya, yang masih bisa bersikap halus. Sekarang sikapnya telah benar-benar berubah.

Bicara pada suaminya juga percuma, karena suaminya sama sekali tidak mau memberikan nasihat pada anaknya. Padahal dulu dia mengejar Wiranto bahkan sampai menjebak pria itu dengan tujuan agar dia bisa hidup enak dan menjadi Nyonya kaya raya. Tapi, apa yang dia dapat? Posisinya sebagai istri dari Wiranto sama sekali tidak ada artinya di rumah itu. Dia seperti seekor kucing yang tidak memiliki kuku untuk mencakar.

Tak hanya itu, di mata Raka dia hanya orang yang numpang hidup. Raka sama sekali tak menghargai keberadaannya. Jangankan menguasai harta Wiranto, uang belanja saja diatur secara ketat oleh Raka.

“Ibu lagi ngapain, sih? Kok dari tadi aku lihat bete gitu mukanya?"

Widuri yang tiba-tiba duduk di sofa di sampingnya dan bahkan menepuk pahanya dengan keras membuatnya terkejut.

"Kamu ini,” sentak Bu Sundari sambil melotot tajam. "Bisa gak sih gak usah ngingetin Ibu?” marahnya. Widuri sendiri adalah anak bu Sundari dari suami pertama. Pria desa yang oleh Sundari dianggap miskin lalu diceraikan demi mengejar pak Wiranto.

"Maaf, Bu. Widuri kan cuma mau tanya. Habisnya Ibu sih dari tadi mukanya kaya koran lecek gitu,” ucap Widuri merasa bersalah.

"Ibu itu lagi kesal sama bapakmu," ucap Bu Sundari yang wajahnya ditekuk.

"Kenapa lagi, Bu?" tanya Widuri. "Perasaan Bapak nurut-nurut aja sama Ibu?” Widuri menatap ibunya dengan kening berkerut.

"Apanya yang nurut?" tanya Bu Sundari balik, dengan nada sinis. "Bapakmu itu sekarang sudah gak pernah mau lagi omongan ibu. Dia seperti sama sekali tidak memiliki kekuatan di depan Raka. Dia itu kan kepala keluarga. Seharusnya dia bisa menekan Raka, bukan malah membiarkan Raka seenaknya sendiri."

"Lalu kita sekarang harus bagaimana, Bu?" tanya Widuri, cemas. "Kalo kita gak bisa menerima Amelia malah kita yang akan diusir dari rumah ini. Aku gak mau, Bu. Aku gak mau hidup susah kayak dulu.”

Bu Sundari berpikir sejenak. Ia mungkin tidak bisa menghalangi niat Raka untuk menikahi Amelia, tapi dia juga tidak mungkin menyerah begitu saja.

"Untuk sementara, kita harus bersikap baik pada Amelia, terutama jika ada Raka di rumah," ucap Bu Sundari. "Tapi jika Raka tidak ada di rumah, kita bisa melakukan apapun agar mantan pembantu itu merasa tidak nyaman di rumah ini. Dengan begitu, dia akan menyerah dan meninggalkan rumah ini.”

Widuri mengangguk setuju. Ia juga tidak suka dengan Amelia. Karena dia merasa Safitri yang paling cocok dengan Raka, kakak tirinya. Jika Raka menikah dengan Safitri, maka statusnya di lingkungan pertemanan akan meningkat. Bukan hanya hanya memiliki kakak seorang kepala desa, tapi juga ipar yang merupakan anak juragan beras.

*

Sementara itu, di kantor desa, di sela-sela mengerjakan tugasnya, Raka berbincang dengan para perangkat lain, termasuk Amelia dan Safitri.

Mereka sedang membahas masalah hama tikus yang saat ini sedang menyerbu sawah. Padahal padi yang mereka tanam baru saja berumur sepuluh hari.

"Tapi di sawahku itu parah banget loh, Mas Kades," keluh Pak Imron salah satu perangkat desa sambil menghela nafas berat "Kok rasanya kita yang manusia ini bisa kalah sama tikus."

"Iya, Pak, sama," timpal Bu Laras, yang terlihat seperti orang frustasi. "Padahal udah macem-macem dicoba, tetep aja nggak mempan. Gimana ya, ini?"

Raka menyimak sambil mengernyit. Lagi-lagi keluhan yang sama. Tikus dan petani sudah layaknya musuh bebuyutan. Dia sendiri sebenarnya juga sedang pusing, karena lahan yang baru tanam beberapa hari lalu juga rusak akibat serangan tikus. Entah bagaimana caranya mengusir tikus agar tidak kembali lagi.

Di saat semua sedang berpikir serius, dengan tenang Amelia bersuara.

"Maaf ya, Mas Kades, Bapak Ibu," kata Amelia sopan. "Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dicoba. Mungkin bisa jadi solusi.”

Semua mata langsung menatap ke arah Amelia. “Bagaimana caranya Mbak?" tanya Pak Burhan dengan antusias.

Amelia berdiri dari tempat duduknya lalu mendekat ke peta sawah desa yang tergantung di dinding. Dengan jari telunjuk, dia menunjuk area persawahan.

"Pertama, kita mulai harus menanam secara serentak, jangan ada lebih dulu atau ada yang terlambat. Soalnya, kalo ada yang telat, atau ada yang lebih dulu, tikus-tikus itu akan berkumpul di situ saja."

Pak Slamet, yang merupakan seorang kepala dusun mengangguk membenarkan ucapan Amelia. Karena hal itu pernah terjadi padanya. Hanya karena dia memiliki sumber air sendiri, dia menanam padi lebih dulu sebelum tetangga lainnya mulai penggarapan lahan, dan alhasil tanamannya benar-benar ludes.

“Kemudian soal pengairan," ucap Amelia. Selama masa pertumbuhan padi, usahakan airnya cukup dalam, sekitar 5-10 cm. Supaya tikus tidak masuk ke dalam lahan, karena tikus akan kesulitan bergerak di dalam air. Dan juga yang penting bersihkan gulma, rumput liar, atau sisa-sisa panen seperti jerami yang dibiarkan bertumpuk. Karena itu akan menjadi sarang yang nyaman buat tikus tikus itu.

"Wah, masuk akal juga ya, Mbak," sahut Bu Laras, seorang perangkat desa yang selalu bersemangat.

Amelia mengangguk. "Betul, Bu. Terus, ada lagi cara alami yang bisa dicoba. Bapak-Ibu bisa tanam tanaman yang tikus nggak suka di bagian pinggir pematang sawah, kayak bawang merah, bawang putih, atau serai wangi. Tikus tidak menyukai bau-bauan tersebut, jadi mereka akan enggan untuk datang."

"Wah… ternyata ada cara semacam itu. Baru tahu aku," celetuk Pak Kusni perangkat desa lainnya sambil menggaruk-garuk kepala.

Amelia tersenyum. "Kalau cara fisik, sepertinya para petani sudah menggunakannya. Yaitu menanam pagar penghalang di sekeliling sawah. Malah kalau malam, saya lihat ada yang pakai kabel listrik juga. Padahal itu sangat berbahaya, dan juga ada hukumnya kan?”

“Benar Mbak. Tahun lalu ada yang memasang jebakan tikus dengan listrik, dan tanpa sengaja ada warga yang meninggal karena jebakan itu. Dan dia terkena denda seperempat hektar sawah."

Amelia menarik napas sejenak. "Sampai saat ini tikus memang yang paling meresahkan di antara semua hama. Dan kalo semua cara sudah tak berhasil, terpaksa kita pake cara kimia, racun tikus. Tapi, kita juga harus hati-hati pilih. Jangan pake terlalu banyak, karena bisa mencemari air dan tanah. Apalagi kalau salah kita ada di sekitar perumahan, itu akan berbahaya bagi binatang piaraan yang suka cari makan di sawah.”

Raka yang sejak tadi hanya diam dan menyimak tanpa suara, memandang Amelia dengan tatapan takjub. Tanda tanya dalam hatinya semakin besar. Benarkah Amelia hanya seorang pembantu? Tapi kenapa ilmu pengetahuannya bahkan sekelas lulusan IPB?

“Sebenarnya, ada cara yang lebih alami dan ramah lingkungan, yaitu dengan memanfaatkan musuh alami tikus. Kita bisa lepaskan kucing liar di sawah.” Suara Amelia kembali terdengar di telinga Raka.

"Padahal kalau menurut dongeng zaman dulu, ular sawah dan burung hantu, adalah predator utama pemangsa tikus. Tapi sayangnya, sekarang burung hantu sudah musnah karena banyak diburu.”

1
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
betul, semarah apa pun orang tua pasti ada luluhnya juga tapi aku juga paham sih dengan ketakutan Amel karna pernah ngalamin juga di posisi nya Amel tp ketakutan itu ga seburuk yg di pikirkan ternyata... cuma karna rasa bersalah Amel saja.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!