NovelToon NovelToon
KELINCINYA ORION

KELINCINYA ORION

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Romantis / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ceye Paradise

Seraphina, gadis panti asuhan polos, mendapati hidupnya hancur saat ia menjadi bidak dalam permainan kejam Orion Valentinus, pewaris gelap yang haus kekuasaan. Diperkosa dan dipaksa tinggal di mansion mewah, Seraphina terjerat dalam jebakan hasrat brutal Orion dan keanehan Giselle, ibu Orion yang obsesif. Antara penyiksaan fisik dan kemewahan yang membutakan, Seraphina harus berjuang mempertahankan jiwanya. Namun, saat ide pernikahan muncul, dan sang ayah, Oskar, ikut campur, apakah ini akan menjadi penyelamat atau justru mengunci Seraphina dalam neraka kejam yang abadi? Kisah gelap tentang obsesi, kepemilikan, dan perjuangan seorang gadis di tengah keluarga penuh rahasia. Beranikah kau menyelami kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceye Paradise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB DUA PULUH TIGA: BELENGGU

Beberapa hari berikutnya berlalu bagaikan sebuah parade kemewahan yang palsu. Giselle benar-benar mewujudkan ambisinya. Ia memanggil para perancang busana ternama, ahli perhiasan, hingga penata rias terbaik. Seraphina diseret dari satu butik ke butik lain, dipaksa untuk mencoba berbagai gaun pengantin yang harganya bisa membiayai seluruh panti asuhannya selama bertahun-tahun.

"Nana, pilih yang ini! Model ini akan memperlihatkan lekuk tubuhmu dengan sangat sempurna," ucap Giselle sambil memegang gaun sutra dengan belahan dada rendah. "Orion pasti akan sangat tergoda melihatmu berjalan di altar dengan gaun ini. Dia pasti tidak sabar untuk segera merobeknya di malam pengantin nanti."

Seraphina hanya bisa menunduk, wajahnya memerah padam karena rasa malu yang luar biasa. Ia merasa seperti objek pajangan, setiap inci tubuhnya dinilai dan dikomentari seolah-olah ia tidak memiliki jiwa. Namun, di balik keramaian persiapan itu, Orion memastikan kehadirannya tetap menghantui Seraphina setiap malam. Tidak peduli seberapa lelah Seraphina setelah seharian mengikuti keinginan Giselle, Orion akan selalu memanggilnya.

Suatu malam, setelah Giselle tertidur pulas di kamarnya, Seraphina diperintahkan untuk datang ke kamar Orion. Dengan langkah kaki yang berat dan hati yang dipenuhi kecemasan, ia memasuki ruangan luas yang dipenuhi aroma maskulin yang kuat itu. Orion sudah menunggunya, duduk di tepi ranjang dengan hanya mengenakan celana panjang, memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang terpahat sempurna.

"Kau datang, milikku," Orion mendesis.

Tanpa basa-basi, Orion menarik Seraphina ke atas ranjang. Kekuatannya yang dominan membuat Seraphina tidak berdaya. Ia merenggut piyama sutra Seraphina dari arah bahu, membuat kain itu melorot dan memperlihatkan payudara Seraphina yang masih memiliki bekas tanda merah dari perlakuan sebelumnya.

"Putingmu masih bengkak," Orion bergumam dengan suara yang sangat rendah. Ia mencondongkan tubuhnya, menghisap puting Seraphina dengan sangat kuat dan rakus. Ia memainkan lidahnya di sana, memberikan sensasi nyeri yang bercampur dengan getaran aneh yang menjalar ke seluruh saraf Seraphina. Suara hisapan yang basah memenuhi keheningan kamar, membuat Seraphina merintih pelan.

"A-ahh... Orion... sakit... mohon..." rintih Seraphina, tangannya meremas sprei sutra di bawahnya.

Orion mengabaikan permohonan itu. Ia justru berpindah ke puting yang satunya, memperlakukannya dengan cara yang sama kasarnya. Sambil terus menghisap, tangan Orion meluncur ke bawah, meraih pinggang Seraphina yang ramping dan mengangkat tubuhnya dengan sangat mudah. Orion memposisikan Seraphina di atas pundaknya, membuat tubuh gadis itu terbalik. Punggung Seraphina menghadap ke arah wajah Orion, sementara area pribadinya yang sudah mulai basah karena reaksi tubuh yang tidak terkendali kini terpampang jelas.

"Aku sangat suka melihatmu dalam posisi ini," Orion menggeram. Ia memegang pinggul Seraphina dengan sangat kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan. Ia mengarahkan tubuh Seraphina ke arah miliknya yang sudah menegang sempurna, berdenyut menuntut penyaluran.

Tanpa aba-aba, Orion mendorong miliknya masuk ke dalam lubang Seraphina dari arah belakang.

Jleb!

"AAARRGGGHHH! SAKIT! ORION!" Seraphina menjerit sekeras-kerasnya, suaranya pecah saat merasakan ukuran Orion yang luar biasa kembali merobek pertahanannya. Sensasi penuh yang menyesakkan itu seolah ingin membelah tubuhnya.

"Sempit sekali, jalang kecilku," Orion mendesis tepat di belakang punggung Seraphina. Ia mulai melakukan dorongan-dorongan yang dalam dan sangat bertenaga. Iramanya cepat dan brutal, menciptakan suara benturan kulit yang jorok dan memalukan.

Seraphina tidak bisa lagi berpikir jernih. Rasa sakit yang ia rasakan perlahan-lahan bercampur dengan gelombang kenikmatan gila yang dipaksakan oleh saraf-sarafnya. Ia menjerit, merintih, dan memohon, namun Orion justru semakin meningkatkan kecepatannya. Pinggul Seraphina bergerak liar mengikuti hentakan Orion, seolah-olah ia sendiri yang meminta untuk dihancurkan lebih dalam lagi.

"Katakan kau adalah milikku! Katakan!" Orion memerintah sambil terus menghantam memek Seraphina yang sudah merah dan bengkak.

"A-ahh! Aku milikmu! Aku... ahhh... Orion! Lebih cepat! Aku tidak kuat lagi!" Seraphina melengking, kepalanya terkulai lemas di pundak Orion sementara seluruh tubuhnya bergetar hebat.

Orion meraung penuh kemenangan saat ia merasakan kontraksi luar biasa dari dalam diri Seraphina. Ia mempercepat gerakannya hingga mencapai puncaknya sendiri. Dengan satu dorongan terakhir yang sangat dalam, ia memuntahkan seluruh cairan hangat dan kentalnya ke dalam rahim Seraphina. Semprotan itu terasa begitu panas, membanjiri bagian dalam Seraphina hingga gadis itu mengalami orgasme yang sangat hebat, tubuhnya kejang-kejang di atas pundak Orion sebelum akhirnya lunglai tak berdaya.

Orion menurunkan Seraphina ke ranjang, menindihnya dengan berat tubuhnya yang kekar. Keduanya terengah-engah dalam keringat dan aroma gairah yang menyesakkan. Orion menatap wajah Seraphina yang basah oleh air mata, lalu mengecup keningnya dengan sangat dingin.

"Malam ini cukup. Tapi ingat, besok kita akan memulai persiapan yang lebih melelahkan. Dan kau akan tetap melayaniku seperti ini, setiap malam."

Seraphina hanya bisa terisak pelan, menyadari bahwa jeratan ini semakin kuat setiap harinya. Pernikahan itu bukanlah akhir dari siksaannya, melainkan pengukuhan bahwa ia adalah boneka pribadi Orion Valentinus yang bisa digunakan dan dirusak kapan saja.

1
lucky
tolol ini cewe. bukan polos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!