NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:886.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip

Pagi harinya, si kelas XII⁴

"Hei, lo semua udah denger berita nggak?" Rita, salah satu anak kelas dua belas sekelas sama Ares berseru heboh pas masuk kelas.

Teman-teman ceweknya langsung ngumpul. Biasanya kalo Rita yang bawa gosip, pasti gosipnya heboh.

"Berita apaan Ta?"

"Ada yang lihat pak Devan sama Gauri di toko roti!"

"Gauri, Gauri si pasien gila itu?"

"Husshh! Jangan sampe Ares denger lu ngomong gitu. Bisa abis lo sama dia." salah satu cewek bernama Geby langsung menegur si cewek yang ngatain Gauri gila. Geby menatap tajam cewek itu.

Kayak gak belajar dari pengalaman aja. Dulu waktu semester awal, ada juga teman sekelas mereka yang cowok, menghina Gauri tepat di depan Ares, cowok itu langsung babak belur dan pindah sekolah. Ares juga gak mandang cewek cowok kalo masalahnya sudah sampai menghina keterbatasan Gauri.

"Lo beneran Ta? Masa sih?"

"Ada fotonya. Nih lihat." Yang ngumpul di meja Rita makin banyak.

Pak Devan kan guru baru yang populer di sekolah ini jelaslah berita kayak gini akan bikin mereka semua heboh. Rita meletakkan ponselnya di meja, layar menyala terang menampilkan foto yang langsung membuat semua anak cewek ternganga.

Di foto itu, terlihat jelas Devan, guru baru yang tampan, killer, dan nggak pernah mau senyum, berdiri di depan kasir sambil menggenggam tangan seorang gadis. Gadis itu mengenakan cardigan, rambut berantakan, wajah polos seperti anak kecil, dan… benar. Semua orang tahu itu Gauri.

Gauri, pasien rumah sakit sebelah sekolah ini yang sering tantrum.

Gauri, dekat banget sama Ares, berandalan sekolah yang di takuti, tapi cewek-cewek suka karena wajahnya yang menarik.

Gauri, gadis yang rumor-nya punya kondisi mental yang tidak stabil karena trauma.

Dan sekarang ada fotonya …

Pegangan tangan sama guru baru mereka. Di toko roti. Kelihatan dekat. Pak Devan bahkan tersenyum lembut dan ada gambar di mana sang guru mengusap rambut Gauri.

"Gila… beneran Gauri." salah satu cewek menutup mulutnya.

"Ih tapi lihat deh, dia gandeng tangan pak Devan. Mesra banget."

"Atau … dia cuma takut?" cewek lain berbisik.

"Bodoh, itu beda. Lihat tuh. Gauri nempel banget," ujar Rita, bangga menjadi sumber gosip ter-up-to-date.

"Tapi pak Devan kenal Gauri dari mana? Kok bisa senyum kayak gitu? Dia baru balik dari luar negeri kan? Kok udah kenal Gauri?"

"Gue denger pak Devan itu penerus rumah sakit yang di sebelah. Rumah sakit itu milik kakeknya katanya. Wajar sih kalo pak Devan kenal Gauri, kak Gauri pasien di sebelah."

Yang lain mengangguk-angguk setuju. Ada yang memasang wajah iri.

"Ya ampun, enak banget jadi si Gauri ya. Udah deket sama Ares dan abangnya yang ganteng abis pula, sekarang deket apa pak Devan. Demi apa? Gue pengen tukeran sama dia kalo gitu. Gak apa-apa deh sakit kayak anak-anak gitu, yang penting di urusan cogan-cogan yang kaya raya."

Semua teman-temannya tertawa. Suasana kelas mendadak senyam begitu Ares masuk sama teman-temannya. Kemaren tuh cowok gak sekolah karena di utus lomba sepakbola di sekolah lain.

Ares baru melangkah dua langkah masuk kelas ketika gumaman kecil yang tadi riuh langsung mati total. Sunyi. Begitu sunyi sampai suara gesekan kursi terdengar terlalu jelas. Anak-anak yang tadi mengerubungi meja Rita langsung buyar, pura-pura balik ke meja masing-masing sambil menunduk, seolah tak ada yang baru saja tertawa dan bergosip.

Ares mendengus pelan. Tatapan matanya tajam, lelah, masih sisa capek dari pertandingan semalam. Tapi yang paling mencolok adalah ekspresinya yang dingin, bukan marah, bukan kesal, tapi dinginnya orang yang tidak punya waktu untuk kebodohan orang lain. Tasnya dijatuhkan sembarangan ke kursinya, lalu ia duduk dengan malas.

Tapi rasa was-was teman sekelasnya tidak hilang.

Karena Gauri adalah garis batas.

Siapa pun yang menyinggung Gauri, sengaja atau tidak, pasti akan kena. Rita diam-diam melirik ke ponselnya lagi. Foto itu masih terbuka di layar. Tangannya gemetar sedikit, antara terlalu semangat dan terlalu takut. Teman-temannya yang lain saling bertukar pandang, saling menelan ludah, menimbang apakah mereka harus menyembunyikan gosip itu sepenuhnya atau … menunggu sampai Ares sendiri tahu.

Masalahnya, Ares selalu tahu. Seperti punya radar khusus untuk hal-hal yang berkaitan dengan Gauri. Geby menggigit bibir sambil memperhatikan cowok itu, lalu berbisik ke Rita.

"Ta, tutup aja itu fotonya. Jangan sampai,"

Belum sempat kalimat Geby selesai, suara kursi digeser dengan kasar terdengar dari meja Ares.

Ares berdiri. Semua refleks menahan napas.

"Rita," panggilnya pelan. Tapi suaranya terlalu datar, terlalu tenang, jenis ketenangan yang lebih menakutkan dari amarah.

Rita langsung pucat pasi.

"I-iya, Res?"

"Apa yang lo tunjukkin barusan?"

Ruangan kembali sunyi. Bahkan jam dinding pun seperti berhenti berdetak. Teman-temannya otomatis menjauh sedikit, tidak ingin ikut terseret masalah yang mungkin meledak kapan saja.

Rita menelan ludah.

"Cuma, cuma foto, Res. Cuma, berita pagi. Nggak ada yang ..."

"Mana."

Satu kata. Dingin. Tak mengizinkan penolakan. Rita menyerahkan ponselnya dengan tangan bergetar. Ares mengambilnya, matanya langsung fokus pada layar.

Foto Devan dan Gauri, terang, jelas, tidak ada yang bisa disangkal. Ares menatap cukup lama sampai Rita hampir pingsan menunggu reaksi. Ares mengembalikan ponselnya.

Dan … tersenyum tipis.

Senyum yang membuat semua murid merinding karena itu bukan senyum lega, bukan juga senyum hangat, melainkan senyum yang muncul ketika Ares memutuskan sesuatu.

"Gauri kelihatan senang," katanya pelan.

Rita mengangguk cepat, tidak tahu harus jawab apa. Ares kembali duduk, tapi kali ini ia menyandarkan tubuhnya, santai, satu kaki diluruskan, jari mengetuk meja.

"Gue cuma bilang sekali," lanjutnya.

"Jangan ada yang sebar cerita aneh-aneh soal dia. Mau dia gandengan tangan sama siapa, mau dia ketemu siapa, urusan gue. Ngerti?"

"Ng-ngerti, Res," jawab semua serempak.

Ares mengedarkan tatapan.

"Bagus."

Baru semua orang kembali bernapas. Tapi keadaan masih menegangkan. Merasa aneh karena Ares tidak bereaksi terlalu berlebihan karena foto Gauri muncul di gosip baru sekolah hari ini. Sama guru pula.

Ares sendiri santai saja. Karena yang di foto adalah Gauri dengan bang Devan. Dia juga sudah diceritain sama abangnya semalam gimana melekatnya Gauri sama sahabat sang abang itu. Dari awal juga Ares sudah tahu Gauri senang banget dekat-dekat Devan. Dia kenal pria itu, tentu saja dia khawatir Gauri bersamanya. Tapi tetap saja dia tidak akan membiarkan mereka yang sengaja mengambil keuntungan dari foto itu.

Selagi beritanya masih baik, Ares akan tenang. Tapi kalau berani menyudutkan Gauri, lihat saja betapa kejamnya dia.

1
Linda Othman
😭
Neng Tuti
aah jd pengeen🤭
Neng Tuti
iih gauri mah kaya aku suka mainin burung🤭🤭
Neng Tuti
naha ari si diana bet panas da lain kabogoh mas devan manehna teh sok aneh aneh wae
Ayiek Sundoro
Setiap cerita yang bagus selalu ga rela ketika udah tamat
Semangat berkarya Mae, semoga makin banyak lagi kisah² bagus & seru yang diciptakan.
🥰🥰🥰💕💕💕
Siti Nurjanah
Luar biasa
Ayiek Sundoro
Devan pernah memberikan parfum pada wanita yang menolongnya dan wanita itu adlh mama Gauri 🤔🤔
Anonim
Gauri senang melihat Agam mulai bisa tersenyum lagi. Menurut Gauri, Agam cocok dengan Sari yang bisa bikin suasana hidup.

Gauri mau kasih kejutan romatis untuk Devan - sambil memberitahu kalau dirinya hamil.

Tak tahunya Devan menemukan test hasil tes kehamilan Gauri.

Agam, Gino, dan Sari mendekati mereka berdua. Ikut senang dan bahagia.

Gino kapan melepas masa jomblonya, kalau sebentar lagi giliran Agam dan Sari.

Kebahagiaan untuk Devan dan Gauri bertambah dengan kedatangan Papa Devan dan mama tirinya. Keluarga besar Agam datang bersama Ares.

Gino selalu paling heboh berseru Gauri hamil ketika ada yang bertanya ada apa.

Semua bahagia.

Terima kasih Author ceritanya bagus. Sehat selalu dan Berkat melimpah dariNya.
Anonim
Gauri mau jagung yang agak hangus, tidak boleh sama Devan.

Sari yang sejak tadi menunduk terkejut sampai tersedak ludah sendiri ketika Agam bertanya - kamu suka yang hangus juga.

Gino yang menjawab seperti menggoda Sari. Sari malu dan kesal dengan Gino.

Agam sepertinya juga ikut menggoda Sari.

Jagung sudah mateng, Devan memberikan jangung untuk istri tercinta.

Sari yang baru melihat keromantisan Devan untuk istrinya, kaget ketika Agam menyodorkan jagung bakar yang sudah matang.
Anonim
Sampai di rumah Devan dan Gauri, Gino menarik tangan Sari untuk di bawa ke taman belakang. Disambut teriakan Gauri menyebut nama Sari.

Ternyata Agam ada, sedang duduk di dekat bakaran jagung. Bersama Devan membakar jagung.

Gauri menarik Sari duduk di dekat bakaran. Menunggu suaminya dan Agam selesai membakar jagung.

Gino menikmati kekesalan Sari yang merasa dibohongi. Sambil merekam diam-diam.
Anonim
Gino ke rumah Sari mau di ajak ke rumah Gauri dan Devan yang akan BBQ an.

Gino punya rencana untuk mendekatkan Sari dan Agam. Sari selalu curhat sama Gino kalau suka Agam.

Gauri pasti senang Sari datang.

Sari menolak diajak Gino - malu kalau ada Agam. Padahal Sari ingin sekali bertemu Gauri.

Gino heran Sari malu sama Agam.

Sari menceritakan kejadian yang memalukan semalam.

Gino tertawa keras sampai Sari kesal. Sudah pernah dibilangin Gino, kalau mabuk jangan sampai mabuk di depan laki-laki yang kau sukai.

Sari akhirnya mau dipaksa ikut Gino yang mengatakan Agam gak ada, lagi sibuk operasi.
Gheya Giyani
babang Agam gmn ini Mae,,,
Anonim
Jadi Sari minum sama teman kantornya sehabis mendengar cerita dari Nino.

Jadi berakhir mabuk, ngoceh fakta dirinya yang menyukai Agam. Lalu konser di depan Agam - menyanyi, lalu ngoceh yang bikin Agam tertawa lebih keras.

Sari benar-benar tak sadar sampai tidur di atas batu.

Cinta Sari terhadap Agam - cinta terpendam.
Sari senang ketika melihat Agam bahagia. Ikut sedih ketika melihat Agam sedih.

Sari diantar Agam pulang ke rumahnya.

Agam merasa terhibur - oleh ulah Sari yang mabuk.
Anonim
Agam dalam perjalanan usai mengunjungi makam Irina - ketemu seorang perempuan yang sedang ngomel sambil menunjuk-nunjuk kucing yang duduk santai.

Agam ketawa melihat adegan itu walau tak tahu perempuan itu bicara apa pada kucing.

Agam menepikan mobil - pintu di buka, suara perempuan itu makin jelas. Baru tahu perempuan itu Sari.

Sari berteriak melengking suaranya sebut nama Agam. Sampai kucing kabur.

Melihat Sari berjalan sempoyongan ke arahnya, Agam tahu Sari mabuk.

Dalam kondisi mabuk, Sari jujur bicaranya di depan Agam. Ada kata-kata yang bikin Agam tertawa kecil.

Sari mendengar dari Nino tentang penyebab kecelakaan keluarga Gauri, Sari jadi sedih. Sari merasa malu dan merasa bersalah.
Anonim
Gauri dalam pelukan Devan mengungkapan perasaannya - senang karena bisa sembuh dan ungkapin semuanya

Gauri resmi ambil alih perusahaan. Gauri merasa masih muda, menyerahkan pada Devan untuk ambil alih.

Rena tak mau jatuh miskin, dia kini berada di ruangan Gauri dan Devan. Memohon untuk dikasihani.

Enak saja - Rena minta Ibnu tidak di penjara, jangan ambil sahamnya. Widiiiih nglunjak ini Rena, maunya saham diberikan dirinya dan mamanya.

Rena diingatkan Devan - masih punya hutang maaf pada istrinya.

Bagi Gauri maafnya Rena terlambat.

Saham itu milik ayah Gauri, jadi sekarang milik Gauri.

Rena di tarik keluar dua bodyguard keluar ruangan.
Anonim
Ibnu Pratama saudara tiri papanya Gauri mengaku pemilik perusahaan orangtua Gauri.

Bukti-bukti kejahatan Ibnu sudah berada di tangan kuasa hukum Gauri - Andra Pradipta. Andra sudah membuat laporan resmi.

Ibnu masih saja menyalahkan Gauri. Menghina Gauri pula.

Setelah semua keluar ruangan, kini tinggal Gauri dan Devan.

Gauri tak kuasa membendung air matanya - menangis.

Betapa sedihnya Gauri ketika melihat video - Ibnu sengaja memotong rem mobil yang akan di kendarai papa, mama, kakak, juga dirinya. Kecelakaan terjadi, Gauri sendiri yang masih hidup.
astr.id_est 🌻
akhirnya selesai juga kisah gauri dan devan 😍😍😍
Vie
ih aku baru baca lagi karena banyak hal... eh kaget pas baca the end.... gak berasa banget udahan aja kak....
RiriChiew🌺
eh udh tamat aja inii , pdahal Agam dan sari belum tuntass kak maeee
Delfi Antonius Gulo
lanjut tor suru dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!