NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23Pilihan Terakhir

Kakek menunjuk ke arah belakang Rina, ke arah lubang hitam yang menunjukkan realita di ICU. Di sana, Gus Azkar sedang bersujud di lantai, memukul-mukul dadanya sendiri sambil memanggil nama Rina di sela isak tangis yang menyesakkan.

"Lihat pria itu! Dia hancur karena ucapannya sendiri. Kalau kamu pergi sekarang, kamu meninggalkan dia dalam penyesalan seumur hidup. Apa itu yang kamu mau? Membalas dendam dengan kematianmu?"

Rina tertegun. Ia melihat kehancuran di wajah Azkar yang begitu nyata.

"Kembali!" perintah Kakek, kali ini suaranya melembut namun penuh penekanan. "Kembali dan bicaralah padanya. Katakan apa yang kamu mau. Jangan biarkan kesalahpahaman ini menjadi akhir dari napasmu. Cucu Kakek bukan wanita yang menyerah karena patah hati!"

Kakek mendorong Rina dengan kuat, lebih kuat dari sebelumnya. Rina merasa tubuhnya terjatuh menembus awan-awan putih, kembali menuju raga yang sedang sesak di ranjang rumah sakit.

Di Ruang ICU

DHEG!

Dada Rina terlonjak. Dokter yang tadi hampir menyerah melihat garis monitor yang hampir datar, tiba-tiba melihat lonjakan grafik yang signifikan.

Rina menghirup napas dengan sangat dalam, meskipun terasa sangat menyakitkan di dadanya. Matanya terbuka lebar, namun kali ini ada kilat emosi di sana—bukan lagi kekosongan.

Gus Azkar yang sedang menangis di pojokan langsung mendongak. Ia melihat istrinya kembali "ditarik" ke dunia oleh kekuatan yang tidak kasat mata.

Rina telah kembali dengan sisa amarah dan keinginan untuk meluruskan semuanya.

Kekacauan di ruang ICU itu mencapai puncaknya. Begitu nyawanya kembali tersentak masuk ke dalam raga, Rina tidak lagi diam membisu. Matanya terbuka lebar, memerah, dan penuh dengan kilat kehancuran yang tak terbendung.

Tiba-tiba, suara histeris memecah kesunyian ruangan medis tersebut.

"AAARRGGHHH!" Rina berteriak sekuat tenaga, suara seraknya membelah kebisingan mesin monitor.

Tangisnya pecah sejadi-jadinya, suara tangisan yang terdengar seperti raungan keputusasaan. Namun, yang membuat Gus Azkar dan tim medis membeku adalah saat tangan Rina yang masih tertancap jarum infus itu bergerak liar.

PLAK! PLAK!

Rina menampar pipinya sendiri dengan keras. Tidak cukup sekali, ia mulai memukul-mukul kepalanya sendiri dengan kepalan tangan yang bergetar.

"Lo bodoh, Rin! Lo bodoh!" teriaknya pada diri sendiri di sela isak tangis yang menyesakkan. "Kenapa lo balik?! Kenapa lo milih bangun buat orang yang bahkan nggak mau mempertahankan lo?! Bodoh!"

Azkar yang Tak Berdaya

Gus Azkar langsung menghambur, mencoba menangkap kedua tangan Rina agar istrinya tidak menyakiti diri sendiri lebih jauh. Darah mulai merembes keluar dari selang infus Rina yang tertarik paksa akibat gerakan liarnya.

"Rina! Istighfar, Dek! Mas mohon, jangan begini!" Azkar memeluk tubuh Rina yang meronta hebat, mencoba mengunci kedua tangan Rina di dadanya sendiri.

"Lepas! Lepas, Mas!" Rina berteriak tepat di depan wajah Azkar, air matanya membasahi baju kokoh suaminya. "Kenapa Mas tega?! Rina udah lawan maut buat Mas, Rina udah nolak cahaya itu demi Mas... tapi Mas malah mau lepasin Rina? Rina benci sama diri Rina sendiri karena udah cinta sama orang yang tak sepeka Mas!"

Rina menangis tersedu-sedu di pelukan Azkar, kekuatannya mulai hilang, namun mulutnya masih terus meracau menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa pilihannya untuk "hidup kembali" adalah keputusan paling tolol yang pernah ia buat, karena ia merasa cintanya tidak dihargai dengan cara yang benar.

Dokter segera mendekat dengan suntikan penenang, namun Azkar memberikan isyarat dengan gelengan kepala dan mata yang basah. Ia ingin Rina mengeluarkan semua beban itu, meskipun setiap kata Rina terasa seperti belati yang menusuk jantungnya berkali-kali.

"Pukul Mas saja, Dek... jangan pukul dirimu sendiri. Pukul Mas sepuasmu," bisik Azkar sambil terus mendekap Rina erat, membiarkan istrinya meluapkan segala amarah yang selama ini terpendam.

Rina sedang mengalami kehancuran mental yang luar biasa setelah merasa pengorbanannya sia-sia.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!