NovelToon NovelToon
Legenda Sang Bayangan

Legenda Sang Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Kultivasi Modern
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: kansszy

sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

*empat tahun setelah bergabung dengan shadow economy

Mobil sedan hitam gelap yang kukendarai meluncur di jalanan padat ibu kota, gesit melintas di sela sela mobil lain.

telepon genggam di jok sebelah berdering. Tanpa melepas kemudi, aku aku berseru pendek dan mengaktifkannya dengan suara, sekaligus mengaktifkan loud speaker mode.

"halo, Kenzy. Kau ada di mana sekarang?" suara yang kukenali langsung bertanya.

"menuju bandara, Basyir"

"kau telah selesai mengurus si nomor dua?"

"ya."

"ada masalah? Apakah kau butuh bantuanku?"

"jika wajah tegang dan pucat termasuk masalah, hanya itu"

Basyir tergelak sebentar di seberang telepon, "oh iya, Kenzy, kau diminta kembali ke rumah. Kenzo ingin bicara padamu."

"aku tidak bisa. Seperti yang kubilang tadi pagi kepada salah satu pengirim pesan. Aku harus tiba di moniyan sebelum pukul delapan malam. Kenzo seharusnya tau itu, aku sudah separuh perjalanan menuju bandara. kau bisa menggantikan ku."

"Kenzy, Kenzo itu hanya ingin bertemu denganmu tidak ada yang bisa menggantikan" Basyir memotong. "kau harus kembali kerumah, atau dia akan mengamuk di meja kerjanya"

"tidak bisa"

"Kenzy, aku akan dapat masalah jika kau tidak berhasil kubujuk untuk menemuinya segera" Basyir memotong lagi. Suaranya mendesak.

Aku menghembuskan nafas tipis. Melirik jam di pergelangan tangan.

"baik. Tunggu aku tiga puluh menit."

Aku membanting setir, berbelok tajam di jalan protokol

...****************...

Adalah Basyir orang pertama yang kutemui saat tiba di kota provinsi.

empat tahun lalu, gerimis turun saat empat mobil melintas. pukul sebelas malam. aku menatap Lamat lamat bangunan besar di depanku

Empat mobil akhirnya masuk ke rumah dengan halaman luas. Gerbang besar nya yang terbuat dari besi didorong oleh dua orang supaya terbuka. Kompleks yang kami masuki lebih mirip benteng. Ada banyak bangunan di dalamnya. satu bangunan utama, paling besar, dikelilingi rumah rumah seperti mess, di sayap kanan, kiri, depan belakang.

Kenzo, turun dari mobil. Aku melangkah dibelakangnya.

Kenzo menyuruhku duduk di ruangan kerjanya. Beberapa pelayan muncul, juga seorang dengan jas putih. Ia membawa peralatan medis

"kau periksa dia lebih dulu" Kenzo menunjukku.

"dia baik baik saja. orang ini punya daya tahan fisik luar biasa"

"bagus, Kenzo mengangguk."

"kalian siapkan seragam baru untuk Kenzy. Juga makan malam dan apa pun yang dia butuhkan. berikan dia kamar yang baik serta semua keperluan."

Dua pelayan itu mengangguk

"nah Kenzy, inilah rumah baru mu sekarang." Kenzo menepuk bahuku "kau adalah bagian dari keluarga ini sekarang. Keluarga Thong."

"apa pun yang keluarga Thong miliki, juga menjadi milikmu. Ada seratus orang yang tinggal di rumah keluarga Thong. Semua memiliki tugas masing-masing. Aku adalah pemimpin tunggal di rumah ini. Semua kataku adalah perintah, lakukan tugas dengan baik, saling menghormati, maka kau tidak akan mendapat masalah"

Aku mengangguk lagi.

salah satu pelayan datang kembali, membawakan seragam baru.

"selamat beristirahat, Kenzy. Dia akan mengantarmu ke kamar." Kenzo menyuruhku mengikuti pelayan itu, lantas kembali ke bangunan utama untuk menemui dokter.

aku dibawa pelayan menuju lantai dua, kamarku.

Itu kamar yang baik dengan kasur empuk, dan jendela besar menghadap halaman depan. tidak sekalipun imajinasiku ada kamar sebagus ini. pelayan menjelaskan beberapa hal. Aku diam menatap dinding putih hingga mereka pergi. meninggalkanku seorang diri.

Aku sedang mengganti pakaian ku saat pintu kamarku di dorong.

aku menoleh. Ada apa lagi? Ada hal lain yang harus aku ketahui?

"assalamualaikum"

itu bukan Kenzo atau pelayan. Itulah Basyir. Satu satunya orang di rumah keluarga Thong yang menyala orang lain dengan kalimat tersebut. Tapi itu sapaan kosong, bukan simbol religius apalagi doa. Bagi Basyir, ucapan itu sama seperti mengucapkan selamat malam, atau halo, atau apa kabar bos.

Ya, Basyir adaalah jagal keturunan Arab.

...****************...

Basyir menjadi sahabat baikku sejak hari pertama di rumah Kenzo. Usianya dua puluh. Beda satu tahun denganku. tubuhnya tinggi besar-beda sejengkal dariku, serta berkulit gelap, perawakan khas arab. Dia tinggal di rumah keluarga Thong sejak kecil dan suka sekali bicara.

Basyir menghuni kamar persisi di sebelahku. dia membantu menjelaskan banyak hal tentang rumah sejak kami berkenalan tadi malam.

Ada seratus orang yang tinggal di rumah keluarga Thong. Sebagian besar adalah tukang pukul. mereka tinggal di sayap kanan dan belakang bangunan utama. usia mereka terbentang dari dua puluh hingga lima puluh tahun. merekalah ujung tombak bisnis, setiap hari sibuk mengurus hal hal kecil.

Menurut cerita Basyir ada dua orang penting di rumah keluarga Thong. Satu ,kepala tukang pukul, dipanggil kopong. Dua, kepala keuangan, logistik, dan lain lain, dipanggil Mansur. Selain mereka berdua, posisinya sama, anak buah. Hanya sesederhana itu struktur organisasi di rumah keluarga Thong.

Pukul sembilan pagi, Basyir diajak pergi oleh tiga pemuda, entah kemana. Dia memperoleh tugas, segera ia mengenakan jaket hitam dan sepatu mengkilap. Aku menatap punggungnya saat Basyir berlari lari kecil penuh semangat. Dia terlihat gagah bersama pemuda pemuda yang sebenarnya lebih tua empat sampai lima tahun dibanding dirinya. "assalamualaikum, Kenzy" Basyir berpamitan, melambaikan tangannya, lalu loncat kedalam mobil jip. Tinggal aku sendirian di bangunan sayap kanan.

Pukul sepuluh, seseorang menemuiku, bilang jika Kenzo ingin menemuiku di bangunan utama

aku mengangguk. Akhirnya, itu pastinya panggilan tugas untukku. Aku meniru Basyir, segera aku Memakai jaket dan sepatu.

Aku masuk ke bangunan utama, melintasi lorong panjang, mendorong pintu. Kudapati, Kenzo sedang memeriksa lembaran kertas bersama salah satu orang yang tak ku kenal.

Pikirku ini adalah pemeriksaan lagi, melihat orang itu mengenakan jas berwarna putih persisi seperti dokter tadi. Kenzo tertawa riang saat melihatku. "hahaha, Kenzy, kau terlihat keren mengenakan jaket dan sepatu itu. Kemari lah"

aku mengangguk dan duduk di kursi kosong yang tersedia. Kenzo sedang sibuk memeriksa kertas, jadi ku urungkan niat untuk bertanya.

lima belas menit menunggu, akhirnya Kenzo berbicara.

"ini, coba kau kerjakan soal ini" dia memberiku selembar kertas dan bolpoin untuk mengerjakan soal yang diberi oleh Kenzo. Kau pikir ini bercanda? Tes macam apa ini? Kau pikir aku ini siapa?

"untuk apa ini?" aku mengangkat kertas. Bertanya. "tidak, tidak untuk apa apa, hanya pengetesan IQ untuk dirimu"

"Kau harus selesai dalam waktu satu jam" ucap orang ber jas putih. aku menatapnya, seolah ini adalah hal yang mudah.

aku mulai mengerjakannya. ini mudah, hanya sebatas soal logika, matematika, dan bahasa. aku selesai dalam waktu tiga puluh menit. aku menyerahkan soal barusan dan langsung diperiksa oleh orang berjubah putih. Seusai memeriksa, orang tadi berbisik pada Kenzo. Dan Kenzo pun tersenyum.

1
Adi Arkan Imani
bagus
KanKaaan!!!
cocok buat orang yang lagi mencari cerita dan inspirasi
Adi Arkan Imani
lumayan
kansszy: heeheeee maksih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!