NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Saudara palsu / Duda / Menikah dengan Kerabat Mantan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:587.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Belva Kalea harus menelan kekecewaan saat mengetahui calon suaminya berselingkuh dengan saudara tirinya tepat di hari pernikahannya. Bukan hanya itu saja, Glory diketahui tengah mengandung benih Gema Kanaga, calon suaminya.

Di sisi lain, seorang pengusaha berhati dingin bernama Rigel Alaska, harus menelan pil pahit saat mengetahui istrinya kembali mengkhianatinya. Disakiti berulang kali, membuat Rigel bertekad untuk membalas rasa sakit hatinya.

Seperti kebetulan yang sempurna, pertemuan tak sengaja nya dengan Belva membuat Rigel menjadikan Belva sebagai alat balas dendam nya. Karena ternyata Belva adalah keponakan kesayangan Roland, selingkuhan istrinya sekaligus musuhnya.

Akankah Rigel berhasil menjalankan misi balas dendam nya?
Ataukah justru cinta hadir di tengah-tengah rencananya?

Mampukah Belva keluar dari jebakan cinta yang sengaja Rigel ciptakan?
Ataukah justru akan semakin terluka saat mengetahui fakta yang selama ini Rigel sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

"Jadi, Anda Tuan Rigel Alaska?" Belva menutup mulutnya tak percaya bisa dipertemukan dengan seorang yang hebat seperti Rigel Alaska. "Aku tidak menyangka bisa bertemu orang hebat seperti Anda, Tuan."

Siapa yang tidak mengenal sosok Rigel Alaska, seorang pengusaha hebat yang namanya kini mendunia. Sebagai putri yang terlahir dari keluarga pengusaha, tentu Belva pernah mendengar nama Rigel Alaska. Hanya saja, Belva belum tahu wujud sosok matang 32 tahun itu seperti apa.

"𝘉𝘦𝘯𝘢𝘳𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘪𝘢 32 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯? 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘶𝘴𝘪𝘢 25 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯," 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘉𝘦𝘭𝘷𝘢.

"Aku tidak sehebat itu, Anda terlalu memuji Nona..."

"Belva. Panggil Belva saja, Tuan. Aku tidak terbiasa dipanggil nona," ucapnya sambil tersenyum.

Rigel bahkan sempat terpana oleh senyuman manis wanita cantik di depannya itu.

"Baiklah, Belva. Kamu juga sebaiknya jangan memanggilku tuan, aku bukan atasanmu," protes Rigel.

Belva tampak menimbang panggilan apa yang cocok untuk pria hebat yang baru saja dikenalnya itu.

"𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬? 𝘕𝘰, 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬. 𝘋𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨."

"𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬? 𝘕𝘰, 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯. 𝘋𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘣𝘢𝘱𝘢𝘬-𝘣𝘢𝘱𝘢𝘬."

"𝘖𝘮? 𝘠𝘢, 𝘖𝘮. 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬, 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘶𝘮𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘖𝘮 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭."

"Apa tidak menemukan panggilan yang cocok untukku, Abel?"

Belva melebarkan bola matanya, nyaris saja tersedak ludahnya sendiri saat mendengar panggilan baru dari Rigel.

"Om panggil apa tadi?" Belva kembali memastikan jika pendengarannya tidak salah.

"Om?" Rigel sama terkejutnya dengan panggilan yang Belva sematkan.

Belva menganggukkan kepalanya. "Hmmm, apa Anda keberatan kalau aku memanggil, Om? Sepertinya Om seumuran dengan Omku," tanya Belva sedikit takut.

Pembawaan Rigel yang cenderung datar dan dingin berbanding terbalik dengan Belva yang periang dan ramah.

"Tidak, aku suka." Rigel tersenyum tipis.

Obrolan keduanya terhenti saat Belva meminta di turunkan di sebuah hotel. Wanita cantik itu lebih memilih menginap di hotel daripada menerima tawaran Rigel untuk menempati apartemennya.

"Terima kasih Om, atas tumpangannya. Sekali lagi maaf, aku sedikit berisik." Ucap wanita cantik itu sambil terkekeh.

"Sama-sama, Abel. Kalau Kamu berubah pikiran, Kamu bisa menghubungi ku."

Belva hanya tersenyum dan mengangguk. Belva melambaikan tangannya saat Rigel kembali melajukan mobilnya. Wanita cantik itu baru masuk ke dalam hotel setelah mobil Rigel menghilang dari pandangannya.

"𝘎𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘖𝘮 𝘖𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘬𝘶 𝘈𝘣𝘦𝘭, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘢?"

...----------------...

"Belva Kalea Gefanda. Jadi, dia pewaris Aldero grup," gumam Rigel saat membaca identitas Belva.

Beberapa jam yang lalu, Rigel meminta Vander asistennya, untuk mencari tahu latar belakang Belva. Pria itu sangat penasaran karena sepertinya Belva memiliki hubungan dengan Roland, rivalnya.

"Keponakannya, aku kira sugar baby pria bajingan itu." Rigel terkekeh karena tebakannya salah. "Sepertinya aku punya ide." Seringai muncul di wajah tegasnya.

"Ide apa Tuan?"

"Aku akan mendekati Belva, aku akan membuat keponakan bajingan itu tergila-gila padaku. Setelah itu---"

"Setelah itu apa, Tuan?"

"Ck! Kamu tidak perlu tahu, Vander."

"𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘬 𝘉𝘦𝘭𝘷𝘢. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢." Rigel yakin idenya itu sangat brilian untuk membalas apa yang sudah Roland lakukan padanya.

Roland sudah membuat rumah tangganya hancur berantakan, pria itu sengaja berselingkuh dengan istri yang sangat dicintainya, hanya untuk menghancurkannya.

"𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵 𝘉𝘦𝘭𝘷𝘢. 𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘮𝘱𝘢𝘴." Rigel sudah menyusun cara untuk mencapai tujuannya. Walaupun ada sedikit keraguan dalam hatinya, karena harus melibatkan Belva dalam rencananya. "𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘈𝘣𝘦𝘭. 𝘐𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘖𝘮 𝘣𝘢𝘫𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶."

Vander bergidik ngeri melihat seringai di wajah Tuannya. "𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪."

Vander menebak jika Tuannya itu akan memanfaatkan Belva untuk membalaskan dendamnya pada Roland. Vander tidak akan pernah mendukung seandainya benar itu yang tuannya rencakan.

"𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘰𝘯𝘢 𝘉𝘦𝘭𝘷𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯, 𝘈𝘯𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢."

...----------------...

"Angkat Abel, angkat!" Berulang kali Roland menghubungi Belva, namun keponakannya itu tidak mengangkat panggilannya. "Shitt! Kenapa Kamu malah mematikan ponselmu!" Roland mengumpat kesal karena Belva sengaja mematikan ponselnya.

Roland mengambil sebatang rokok, lalu menghisap nya. Menciptakan kepulan asap, yang tanpa dia sadari menjadi sumber penyakit untuk dirinya sendiri.

Roland tidak perduli, saat pikirannya sedang stres dan kalut seperti sekarang, pelampiasan terbaiknya hanyalah benda nikotin itu.

"Kenapa wajahmu stres sekali?" Livia menghampiri pria yang selama beberapa bulan ini menjadi partner ranjangnya. Livia duduk di pangkuan Roland, dan perlahan mengambil sebatang rokok yang sedang dihisap nya. "Rokok tidak baik untuk kesehatan."

Roland membiarkan saja wanitanya itu berbuat sesukanya walaupun ada rasa kesal karena Livia mengganggu kesenangannya.

"Aku belum menemukan Abel," ucapnya lirih. Ada kekhawatiran dalam hati Roland. Apalagi saat mendengar cerita dari Gefanda, keponakannya itu sedang patah hati karena gagal menikah. Roland takut Abel-nya akan berbuat nekad.

"𝘓𝘢𝘨𝘪-𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘱𝘰𝘵𝘬𝘢𝘯?" 𝘜𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘓𝘪𝘷𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪. "𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘙𝘰𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶."

Roland sengaja datang ke apartemen Livia setelah seharian ini mencari keberadaan Belva. Berbagai ancaman datang dari Gefanda membuat Roland stres dan frustasi.

"Ayolah, Sayang... keponakanmu itu sudah dewasa. Dia bisa menjaga dirinya sendiri."

Seringai muncul di wajah cantik Livia, tangannya bergerak mengusap sesuatu yang sudah menegang di bawah sana. Livia turun dari pangkuan Roland, tangannya membuka ritsleting celana prianya itu.

"Sayang... dia sudah bangun." Livia menggenggam benda berurat itu, memainkannya naik turun membuat sang empunya mengerang nikmat.

"Arrrrggghhhhtttt, Kamu selalu tahu cara menyenangkanku, Sayang." Ucap Roland di tengah-tengah rasa nikmatnya.

Apalagi saat Livia memainkan pusaka keramat nya itu dengan lidah nya. Rasa nikmat menjalar sampai ke ubun-ubun pria berandal itu.

Livia tersenyum puas karena berhasil membuat Roland kembali hanyut dalam buaiannya. Livia kembali duduk di pangkuan Roland. Wanita itu mengarahkan senjata Roland ke dalam inti miliknya.

"Aku tahu. Sial, kenapa aku baru kepikiran?"

Saat anaconda Roland hampir masuk sepenuhnya, tiba-tiba saja Roland teringat sesuatu, dan tanpa banyak kata pria itu mencabut kembali anacondanya yang hampir terbenam di sarang Livia.

"Kamu apa-apaan sih, Roland?" Kesal Livia. Wanita itu menatap kesal Roland yang sudah kembali memakai celananya.

"Maaf, aku harus pergi. Aku sudah tahu Abel dimana."

Tanpa menunggu jawaban Livia, Roland pergi begitu saja tanpa melihat wajah masam Livia yang kembali kecewa karena gagal penyatuan.

"𝘙𝘰𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯! 𝘐𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘨𝘢𝘳𝘢-𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶. 𝘈𝘸𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯."

Sementara itu di dalam mobilnya, Roland menghela napasnya lalu menghembuskan nya secara berulang-ulang. Ia mencoba menidurkan anacondanya yang sempat terbangun, bahkan hampir terbenam di sarang Livia.

"Untung saja."

Entah apa maksud ucapannya, namun Roland merasa lega karena tidak sampai kembali mencelupkan pusakanya ke dalam sarang Livia.

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

1
Saptyaning Rahayu
belva ketemu sama om duda
Risna Tanjung
sammaa,,, ternodai akoh nya thor😔🤭
Saptyaning Rahayu
kasihan Abel
Saptyaning Rahayu
mantap ayukk balas belva
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙟𝙤𝙨𝙤𝙝 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖.🤭
𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙩𝙝𝙤𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙖𝙟𝙖, 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙗𝙖𝙗𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙡𝙜... 𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙙𝙥𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙗𝙪𝙢𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞2 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙞 𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙜, 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙧 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙪𝙘𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙘𝙖𝙡𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗, 𝙘𝙖𝙢𝙚𝙧 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙨𝙠𝙪𝙞𝙩 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙢𝙪 𝙩𝙧𝙚𝙫𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜2 𝙙𝙪𝙙𝙖... 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙝.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙮𝙖 𝙑𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧, 𝙗𝙤𝙨 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙧𝙗𝙖 𝙗𝙨 𝙟𝙙 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙪𝙧𝙪𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙇𝙖𝙣𝙙 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙙𝙪𝙝 𝙤𝙢𝙖 𝙍𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙜𝙚𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙠.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠2 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙟𝙜 𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙪𝙞𝙩 𝙙𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙊𝙡𝙖𝙣𝙙 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙪 𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙧𝙞𝙯𝙠𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜.. 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙮𝙚𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙊𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙧𝙣 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙢𝙪.
𝙩𝙥 𝙠𝙤𝙠 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙠𝙚 𝙍𝙤𝙡𝙖𝙣𝙙.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙞𝙘𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙤𝙗𝙖𝙩, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙞𝙣 𝙠𝙚 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.
𝙊𝙩𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙧𝙮𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙟𝙙 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙝𝙣𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜..😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙤 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙞𝙢𝙖𝙠 𝙖𝙟𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙩𝙥 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙪𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!