NovelToon NovelToon
Tawanan Tuan Mafia

Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Bia

Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Leonor masih berdiri menunggu buk ina datang, dengan handuk yang masih melekat ditubuhnya, ia bingung mau memakai apa, karena tidak punya sehelai baju untuk dipakainya.

Buk ina datang menghampiri nya yang masih berdiri, entahlah Leonor berdiri sejak kapan menunggunya kembali.

"Buk Leonor bingung mau pakai baju apa,” ujarnya Leonor sambil memegang handuk.

" Aduhh, ibu sampai lupa menyiapkan baju untukmu," tepuk jidatnya, melupakan kegiatannya menyiapkan baju sebelum Leonor keluar.

Bergegas menuju lemari, mengambil beberapa potong baju dan memberikannya kepada Leonor.

"Non Leonor pakai ini saja, maaf baju ibu tidak ada yang bagus," Ujarnya memberikan sebuah baju dengan rok di bawah lutut, namun ia yakin baju itu akan pas dibadan nya.

Leonor mengambilnya, kembali masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian.

'Tidak terlalu buruk, sepertinya memang pas di badanku, ' batin Leonor sambil berdiri didepan cermin untuk berkaca.

"Bagaimana menurut ibu, apakah bajunya pas," Tanya Leonor memastikan kembali.

"Bagus nak, kamu sangat cocok memakai ini, ibu tidak menyangka baju ini akan pas di tubuhmu yang mungil ini, " ujar buk ina memuji leonor, penampilan nya sangat anggun dan sopan.

Leonor jadi salah tingkah dipuji oleh buk ina, "aku juga menyukai bajunya buk," timpal Leonor.

Ia tersenyum melihat Leonor yang ceria dan sangat sopan, "nona leonor mulai sekarang bisa bekerja di mansion ini membantu ibu," Ia memberitahu, prihal pekerjaan yang akan dilakukan nya.

"Tapi aku punya pekerjaan diluar buk, aku sudah tiga hari tidak masuk, aku bisa dipecat," Jawab leonor.

"Kamu bisa bekerja dirumah ini membantu ibu, ibu tidak punya teman, suami ibu juga sibuk bekerja memangkas rumput dihalaman mansion ini," Ujar buk ina.

"Tapi bagaimana dengan barang-barang leonor dikontrakan buk? ” tanya leonor, mengingat baju-bajunya yang ada didalam kontrakan itu.

" Kamu kasih alamat kontrakan, ibu akan menyuruh iwan untuk pergi mengambil barang-barang yang masih ada disana," Ujar nya memberikan saran kepada leonor, daripada ia harus balik kerumah itu lagi mengambil bajunya, karena ia tahu persis alex tidak akan mengizinkan siapapun keluar masuk Mansion sesuka hati.

"Baik buk, hari ini aku aku harus mengerjakan apa?," tanya leonor dengan semangat, ia paling menyukai ketika harus disibukkan dengan pekerjaan.

"Kamu bisa bantu ibu memasak di dapur untuk makan siang" ujar buk ina tersenyum melihat semangat yang mengabu di dalam diri leonor.

"Yasudah ayo buk, aku tidak sabar untuk memasak,"

Mereka keluar kedapur untuk masak siang, ia tidak berhenti berdecak kagum dengan interior rumah alex yang begitu mewah, ini merupakan kali pertama ia memasuki rumah orang kaya yang menurutnya sangat wow.

"Rumah ini mewah sekali buk,"

"Heheh, kamu bisa saja, ibu sudah 25 tahun bekerja dirumah ini, semenjak tuan alex masih kecil ibu,"

"Lalu kemana tuan dan nyonya besar buk," Tanya leonor, ia belum melihat mereka sedari tadi.

"Tuan dan nyonya besar sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu, mereka korban kecelakaan pesawat, namun anehnya sampai sekarang jasad kedua orang tua tuan alex belum ditemukan, namun dalam data korban pesawat nama tuan dan nyonya ada," Jelas buk ina

"Maaf buk,....aku tidak bermaksud unt... ,"

"Tidak apa-apa nak...itulah yang membuat alex selalu tertutup mengenai orang tuanya, ia berubah menjadi orang yang dingin, kejam dan tidak berprikemanusiaan dengan orang lain, namun sebenarnya dia rapuh," Jelas buk ina dengan mata yang berkaca-kaca ketika mengingat betapa terpukul alex kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu yang bersamaan.

"Aku turut prihatin dengan apa yang dialami oleh pak alex buk," Ujar leonor.

***

Kantor 'AS SMITH'

Rapat pun dimulai, semua bagian divisi mempresentasikan hasil kerja mereka salama sebulan hingga selesai.

Ia kembali ke ruang Direktur, duduk dikursi, kembali disibukan dengan banyak dokumen bertumpukan dimeja yang harus ia tanda tangan.

Kembali berkutik dengan banyak dokumen hingga ketukan pintu menghentikan aktivitas.

"Masuk,"

Menatap dengan mengerutkan keningnya, karena alex datan dengan wajah yang tegang.

"Bos....ada penyusup masuk ke markas, mencuri senjata terbaru yang akan kita kirim minggu depan, " ucap Bimo.

"Bagaimana bisa kalian tidak tahu ada penyusup masuk," Tanya alex dengan rahang mengeras.

"Maaf bos, setelah kami selidik pelakunya adalah rudi, dia suruhan bayan untuk menyusu masuk kedalam anggota kita,"

"Dasar keparat, sia*lan," Emosi alex, ia sudah mencurigai rudi, namun ia tidak menyangka bahwa ia akan bertindak secepat itu.

'Jangan memancing singa yang sedang tertidur pria tua,' batin alex dengan senyuman mautnya.

"Siapkan mobil kita akan ke markas"

"Baik bos,"

Mereka keluar dari ruangan menuju lift ke lantai bawah, sampai dibawah petugas keamanan sudah membukakan pintu mobil, mereka bergegas menuju ke markas.

***

Berkutik dengan dapur membuat semangat Leonor begitu membara, apalagi memasak memang hobinya sedari dulu.

"Buk pak alex pulang jam berapa," Tanya Leonor.

"Kalau banyak yang harus dikerjakan alex biasanya lembur, jadi pulangnya bisa larut malam," ujar buk ina

Leonor hanya mengangguk paham, kembali fokus dengan memasak,

Sehabis masak buk ina membawa Leonor menuju ke paviliun belakang, menunjukkan kamar untuk ia tempati nanti.

"Non Leonor mulai sekarang bisa menempati kamar ini, sudah ibu bersihkan, kamu tinggal menempatinya saja,"

"Aku jadi sering merepotkan ibu,"

"Tidak mengapa non, ibu tidak merasa direpotkan sama kamu, ibu justru senang melakukan semua," ucap buk ina mengusap bahu Leonor.

"Kamu istirahat, ibu tinggal kedalam,"

"Baik buk," senyum Leonor menunduk hormat.

***bersambung***

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, supaya author tambah semangat up🙏

1
Nuraini Nuraini
ceritanya hampir sama dengan nasip ku,,aku bacanya sambil nangis 😭😭😭
makasih thorr cerita mu sgt bagus
Anggi Bia: aduhh mohon maaf Nuraini, mungkin karya saya sedikit menyinggung perasaan kamu, tapi sama sekali tidak ada niatan yah☺
tetap semangat juga yah, akan ada akhir yang indah untuk proses yang rumit😇
total 1 replies
Maya Sari
Semangat kk…
Anggi Bia: terimakasih 🤗
total 1 replies
kalea rizuky
MC terlalu bodoh dan muterWL2 gk jelas. terlalu kejam jd kesannya wanita oon di injak terus
Anggi Bia: mohon maaf,tapi mohon bersabar dan ikuti alur cerita nya ajaa, puji Tuhan akan happy end🙏
total 1 replies
kalea rizuky
skip cerita menderita trs g usa bkin novel lu percumangk ada yg baca karena MC terlebih tolol bgt
kalea rizuky
knp g kena HIV laki bejatt
kalea rizuky
pantes sepi like MC nya lemah woy
_senpai_kim
Asyik banget bacanya!
Giselle Bustamante
Hebat deh penulisnya!
Anggi Bia: heheh aku masih harus bnyak belajar kaka gisell, maaf kalau ada teks yang masih berantakan ☺😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!