pernikahan gadis miskin dengan orang yang kaya, ia bisa menikmati seluruh kekayaannya namun ia terkurung dalam sebuah rumah mewah dengan segala harta yang berlimpah namun hidupnya terkekang bagai di dalam sangkar emas dan harus terluka karna suaminya tak mencintainya, hingga kebahagian hadir setelah suaminya sadar akan cintanya namun semua harus terhalang saat flora mengetahui masa lalunya yang sebenarnya, siapakah yang akan flora pilih masa lalunya atau orang baru, semua masih menjadi misteri yang harus di rahasiakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuma lovely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kepolosan flora
Setelah selesai makan mami rose meminta ijin untuk bertemu dengan seseorang, ia meminta flora untuk istirahat dan melakukan apapun yang ia mau selama berada di rumah ini, asalkan flora tidak kemana-mana, gadis polos itu percaya akan ke kebaikan yang mami rose berikan
"anggap saja rumah sendiri" ujar mami rose pada flora, senyuman itu tetap terbit membuat flora tak ada sedikitpun curiga, ia lalu melangkah sambil menggandeng Ardian menuju mobil yang terparkir di halaman depan
Mata flora menyipit saat melihat mereka terlihat begitu mesra layaknya sepasang kekasih
" apa mereka pacaran, umur mereka terlihat terpaut jauh" gumam flora pelan, meskipun berumur, mami rose tetap terlihat cantik dan awet muda
langkah kakinya terlihat pelan namun tautan tangan itu tak kunjung terlepas hingga sampai di mobil, mami rose menaiki menaiki mobil hitam itu terlebih dahulu lalu di ikuti oleh Adrian perjalanan mereka menuju sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari tempat flora tinggal saat ini
sesampainya di restoran tersebut mami rose memilih langsung masuk ke sebuah ruang privat dengan menaiki tangga akhirnya ia Sampai dan di antar oleh pelayan restoran tersebut , di dalam tampak seorang laki-laki dengan wajah yang tampan duduk sambil menghisap sebatang rokok, Ia tersenyum ke arah mami rose, meski sudah tidak muda lagi namun itu tak mengurangi ketampanannya, ia masih terlihat seperti remaja yang baru menyelesaikan kuliahnya
segera mami rose mendekat ke arah laki-laki tersebut sambil tersenyum.
"ada apa, kamu sudah mengganggu pekerjaanku?" tanyanya tanpa menoleh, Ia adalah Gavin orang yang selalu di panggil Gavin oleh mami Rose di lingkungannya
Mami rose mendekat manja ke arah Gavin, tanpa basa-basi ia lalu berkata "saya punya barang baru,saya yakin kamu pasti suka tuan, she is special and beautiful" kata mami rose sambil mencolek dagu Gavin yang sedikit lancip
Gavin menghabiskan rokoknya dan meminum segelas minuman koktail yang ada di depannya
mami rose juga ikut meminum segelas koktail yang ada di depannya itu sebagai penghormatan untuk pelanggan spesialnya
Gavin menoleh ke arah mami rose sambil menggoyang-goyangkan gelas minuman yang baru di tuangkan mami Rose.
Mami rose sempat takut melihat tatapan Gavin yang begitu menusuk hingga tangannya mulai bergetar.
" terakhir kali kamu sudah gagal, berani kamu menawariku!" bentak Gavin, matanya memancarkan kemarahan
mami rose terlihat pucat Pasih mencoba berkata meskipun dengan nada ragu-ragu
"kali ini saya yakin anda suka tuan!" ucapnya pelan, namun masih ada pancaran ketakutan di matanya
"baik lah nanti malam aku tunggu, lokasinya akan di urus asistenku" ucapnya pelan namun tetap terlihat menakutkan bagi mami rose
itu berawal saat mami rose salah mengirimkan wanita hingga Gavin marah besar dan hampir membunuh anak buahnya, kekuasaan membuatnya selalu mendapat perlindungan, Gavin selalu membayar dengan harga fantastis hingga semua orang berbondong-bondong ingin menjadi anak buahnya
Gavin menghempaskan tangannya sebagai tanda agar mami rose segera pergi.
"kalau begitu saya permisi" ucapnya sebelum pergi.
Gavin hanya diam saja menghadap ke arah lain, ia merasa ada sesuatu yang kosong di dalam dirinya
ia juga masih bingung dengan permintaan kakeknya yang menginginkan cucu.
Esoknya mami rose sengaja mendatangkan perias ke rumah yang di tempati flora saat ini
flora di rias dengan sangat cantik, gaun yang berkilau menambah kecantikannya, wajah mungil itu semakin manis kala di tambahkan sapuan make up sederhana, ia terlihat lebih dewasa dari umurnya
flora turun dengan anggun di iringi dengan pembantu yang ada di sana
"sempurna " ucap mami rose saat melihat flora,ia bahkan mencium kedua jarinya, Adrian bahkan tak berkedip melihat kecantikan flora namun itu tak di sadari oleh mami rose yang fokus dengan kecantikan flora
flora melangkah menuju tempat mami rose kini berada, ia lalu m mendaratkan bokongnya di kursi dekat mami rose.
"hari ini kamu mulai bekerja sebagai model sayang, bersiaplah, bekerjalah dengan baik dan ikuti arahannya, jangan sampai mengecewakan!"
ya, mami rose berkata dengan nada lemah lembut pada flora
"bersikaplah anggun, dan ikuti arahan, layani dengan baik" ujar mami rose dan flora segera bersikap anggun seperti drama Korea yang pernah ia tonton.
Selama di rias tadi, ia mempelajari sikap anggung yang di berikan mami rose melalui media
mami rose lalu meminta flora berangkat di antar Adrian, di jalan Adrian sesekali melirik ke arah flora yang sangat cantik, matanya bahkan terasa tak bisa berkedip saking fokusnya
" awas...! jerit flora saat mobil itu hampir saja
" maaf " ucap Adrian, ia kembali m lakukan mobilnya dengan dengan pelan, untung saja flora sudah menggunakan sabuk pengaman sebelumnya hingga cidera jj
flora berusaha memecah keheningan dengan bertanya " aku harus kerja apa, aku kan nggak pernah jadi model!"
wajah Adrian terlihat datar,Ia terus menatap ke depan mengendarai mobilnya sambil berkata "kamu tenang saja, semuanya akan mudah jika kamu menurut, "
Ingin rasanya Adrian membawa kabur flora saat ini namun ia tak berdaya, saat ini kekuasaan yang mami rose tak bisa ia anggap remeh
Sampailah mobil tersebut di sebuah hotel, flora mendongak menatap bangunan mewah itu . terlihat orang keluar masuk menggunakan kartu akses.
Adrian memperlihatkan kartu yang sama pada petugas tersebut dan dia bisa masuk dengan mudah.
"Mari nona" ucap Adrian formal, kini mereka sudah sampai di lantai 30.
terlihat sangat sepi, flora mulai curiga saat sampai di depan sebuah kamar yang di jaga oleh dua orang.
"masuklah flora!" ucap Adrian
"aku nggak sedang di jual kan?" satu pertanyaan berhasil lolos dari mulut flora.
Adrian menggelengkan kepala lalu meninggalkan flora bersama kedua pria itu.
Tanpa sempat berkata ia di dorong masuk ke ruangan yang cahaya lampunya samar.
Dapat flora hidup bau harum yang menyeruak di ruangan tersebut.