NovelToon NovelToon
Transmigrasi Chantika

Transmigrasi Chantika

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Transmigrasi / Teen / Tamat
Popularitas:686.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Chryssa_Dike

Chantika Anastasya gadis berusia 17 tahun yang meninggal karena rem mobilnya blong yang menyebabkan ia menabrak truk yang ada di depannya.

Bukannya mencari pertolongan, ia malah tersenyum senang karena ia pikir setelah ini ia akan pergi ke surga dan melepaskan semua beban yang sudah ia pikul selama ini.

"Syurgaa.....I'm coming"

Tapi bukannya ke surga, chantika malah terjebak di tubuh gadis culun yang ternyata memiliki masalah hidup yang cukup berat dan rumit.

Lalu apakah Chantika kuat menjalani kehidupan barunya dengan semua masalah yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chryssa_Dike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Makan malam pun selesai dilakukan. Dan kini mereka mulai membicarakan tentang perjodohan Chaca dan Marka.

Marka adalah laki-laki yang duduk di depan Chaca tadi dan laki-laki itu benar-benar calon suami Chaca.

Menurut pandangan Chaca, marka mungkin laki-laki yang baik, walaupun wajah dan tatapannya sangat datar dan tajam. Tapi entahlah ia tidak bisa menyimpulkan segala sesuatu hanya dengan melihat luarnya saja.

"Chaca, Marka, kalian sudah taukan tentang perjodohan ini" tanya Jeyden dengan raut serius.

Suasana mulai terasa sedikit menegangkan. Dan pertanyaan yang baru saja dilayangkan oleh Jeyden hanya mendapatkan anggukan dari keduanya.

"Kalau gitu, papa mau tanya, Chaca setuju nggak dengan perjodohan ini?" tanya Jeyden pada sang calon memantu.

Tanpa berpikir panjang, Chaca pun mengangguk mantap. Di sini pikirannya hanya tak ingin membuat semua orang kecewa, terutama omanya.

"Iya pa, Chaca terima" ucap Chaca.

Chaca sudah benar-benar memikirkan keputusannya dengan matang. Ia berpikir untuk tidak membuat kecewa siapapun, walaupun itu artinya ia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.

"Lalu, Marka? Kamu setuju kan dengan perjodohan ini?" tanya Jeyden dan dibalas anggukan juga Marka.

"Syukurlah, kalian berdua setuju,"

"Jadi kapan kita akan langsungkan pertunangannya?" tanya Tyanna bahagia.

"Bagaimana kalau minggu depan saja?" usul Tannia dengan antusias.

"Wahhh....ide bagus itu. Lebih cepat lebih baik."

"Bagaimana kalian setuju kan?" tanya Tyanna pada Chaca dan Marka.

Chaca dan Marka pun mengangguk tanda menyetujui semua usulan yang ada.

"Iya ma, Chaca setuju"

"Kalau kamu Marka?" Tanya Tyanna pada anaknya sendiri.

"Marka setuju, ma"

"Baiklah, berarti minggu depan kalian akan melangsungkan pertunangan, dan 2 bulan lagi kalian akan melangsungkan pernikahan" ucap Johnny.

Semuanya pun mengangguk setuju.

Setelah menyelesaikan semua persoalan perjodohan Marka dan Chaca, mereka pun pulang.

Tyanna sendiri meminta Marka mengantarkan Chaca pulang supaya mereka bisa berbincang dan saling mengenal satu sama lain.

Dan benar saja, kini mereka berdua berakhir di satu mobil yang sama, menuju rumah Chaca.

Di dalam mobil, baik Chaca ataupun Marka sama-sama diam, tanpa ada yang membuka suara satupun.

Hingga sesampainya di depan rumah Chaca, Marka mematikan mesin mobilnya dan mulai membuka suaranya.

"Jangan senang dulu! Saya menerima perjodohan ini bukan karena saya menyukai kamu, tapi saya ingin memenuhi semua keinginan nenek saya"

"Jadi, jangan anggap pernikahan ini terlalu serius. Karena saya juga sudah mempunyai kekasih" ucap laki-laki itu dengan mata yang masih fokus ke depan.

Chaca yang mendengar perkataan tajam dari laki-laki di depannya pun hanya bisa diam.

Awalnya ia pikir menerima perjodohan ini memang jalan yang terbaik, tapi ternyata pikirannya salah.

"Tapi kak, pernikahan bukan untuk main-main. Chaca juga ingin menikah sekali seumur hidup" jawab Chaca sambil menunduk meremat tangannya sendiri.

"Ya itu terserah kamu, yang terpenting saya sudah memperingatkan agar tidak menaruh harapan lebih pada pernikahan ini" ucap Marka ketus.

"Cepat keluar! Saya harus segera menemui pacar saya" usir Marka.

Chaca yang mendengar itu pun langsung keluar dari mobil calon suaminya. Hatinya terasa sakit saat mendengar ucapan laki-laki itu. Ia tidak percaya, bahwa sebentar lagi ia akan menikah dengan laki-laki yang masih memiliki hubungan dengan perempuan lain.

Sebenarnya Chaca ingin membatalkan pernikahan ini, tapi ia tidak mau mempermalukan kedua orang tuanya di depan kedua orang tua Marka.

***

Seperti hari senin biasanya, pagi-pagi sekali Chaca sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Namun pagi ini ada yang sedikit berbeda, yaitu ia diantar ke sekolah oleh kedua orang tuanya.

Mereka memaksa ingin mengantarkan Chaca pergi sekolah dan Chaca hanya bisa menyetujuinya dengan berat hati. Hingga sinilah mereka sekarang, di mobil yang berjalan menuju sekolah Chaca.

Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai. Johnny mematikan mesin mobilnya dan menghadap ke arah sang putri.

"Belajar yang rajin ya"

"Kalau ada apa-apa langsung telpon mami atau daddy" ucap Johnny pada putrinya sambil mencium kening itu penuh sayang dan diikuti dengan Thannia

"Iya mami, daddy! Kalau gitu Chaca pergi dulu ya"

"Byee"

Chaca pun melambaikan tangannya melihat mobil kedua orang tuanya mulai menjauh dari area sekolah.

Di sisi lain, semua siswa yang ada di halaman sekolah pun langsung memusatkan pandangannya pada Chaca.

Mereka kaget melihat Chaca keluar dari mobil mewah, karena yang mereka tau Chaca adalah murid dari keluarga miskin dan bisa sekolah disini berkat beasiswa.

Setelah mobil kedua orang tuanya benar-benar pergi, Chaca pun masuk ke dalam sekolah. Di jalan menuju kelasnya, tiba-tiba ia dihadang oleh Mina dan kawan-kawannya.

"Ohh, jadi ini ya orang yang rela jual diri demi bisa kaya" ucap Mina sedikit berbisik di telinga Chaca.

"Udah capek ya jadi gembel, makanya sekarang jual diri" sahut salah satu temen Mina.

"Kok ada yang mau ya sewa lo,padahal lo kan jelek, tepos lagi"

"Emang dijual berapa sih tubuh lo ini?" ucap Mina sambil mengelus pipi Chaca pelan.

Mendengar hinaan dari Mina dan teman-temannya, Chaca hanya diam saja karena ia tau dirinya tak akan menang melawan mereka.

Namun diam Chaca, mereka anggap sebagai persetujuan atas semua tuduhan yang telah dilayangkan.

"Ohhh....jadi bener lo jual diri ke laki-laki tua haus belaian"

"Kasihan banget sangking ngebetnya jadi kaya, lo sampe jual diri" ucap Mina sambil mencengkeram pipi Chaca.

Chaca tetap diam, ia menerima semua perlakuan Mina dan teman-temannya kepada dirinya.

Setelahnya Chaca tiba-tiba ditarik paksa oleh mereka dan dibawa ke gudang belakang sekolah. Di sana ia mendapatkan banyak pukulan di area yang tidak terlihat seperti diperut atau pun di dada.

Setelah mereka puas menyiksa Chaca, mereka pun keluar dari gudang.

Chaca yang berpikir semuanya sudah selesai pun segera merapikan penampilannya dan mulai berjalan menuju ke kelas.

Namun belum sempat dirinya keluar dari gudang, tiba-tiba Mina kembali dan membenturkan kepalanya sendiri di dinding hingga membuatnya pingsan.

Chaca yang melihat itupun bingung sekaligus panik. Dengan segera ia berjalan menuju perempuan itu dan berusaha membangunkan Mina.

Brak~

Suara pintu dibuka paksa baru saja terdengar dan terlihatlah salah satu guru BK.

"Ohh....jadi benar kamu sedang menyiksa mina di gudang belakang." ucap Marchel marah.

"Mau jadi apa kamu, kalau masih SMA saja suka membully orang" ucap Marchel tegas.

Chaca yang mendapatkan tuduhan seperti itu pun bingung. Ia tidak merasa melakukan apa yang gurunya tuduhkan.

"Tapi pak-"

"Tidak perlu banyak bicara!"

"Ke ruang BK sekarang untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kamu kepada Mina" ucap Marchel sambil mengangkat Mina membawanya ke UKS.

Chaca pun mengangguk mengerti. Saat berjalan tatapannya tanpa sengaja jatuh pada Mina yang sudah membuka matanya. Perempuan itu memandangnya dengan tatapan meremehkan.

Melihat itu, Chaca memilih diam dan terus berjalan kearah ruang BK.

Sesampainya di sana ia pun duduk dan mulai diberikan beberapa pertanyaan.

"Kenapa kamu melakukan semua itu pada Mina" tanya Marchel dingin.

Chaca diam tidak menjawab pertanyaan yang barusan gurunya lontarkan. Ia pikir terlalu sia-sia menjelaskan kebenarannya jika mereka tidak pernah mempercayai ucapannya.

Tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, Marchel pun murka dan menggebrak meja yang ada di ruangan itu.

"Jawab Chaca, saya sedang bicara dengan kamu"

Chaca pun menghela nafas. "Maaf pak, itu bukan salah saya"

Mendengarkan jawaban yang baru saja keluar dari mulut Chaca, Marchel pun tersenyum remeh.

"Saya tidak sedang bertanya tentang itu. Saya hanya bertanya kenapa kamu melakukan itu pada Mina. Itu saja, gampang kan"

"Saya tidak melukai Mina, pak. Dia sendiri yang membenturkan kepalanya ke tembok!"

"Jadi itu semua bukan salah saya" jawab Chaca sambil terus menunduk.

Tidak puas dengan jawaban yang ia dapatkan, Marchel langsung mencengkram kuat pipi tirus Chaca. "Jadi kamu menuduh Mina melukai dirinya sendiri?"

"Wahh.....lucu sekali alasanmu itu. Kau pikir Mina bodoh sampai-sampai ia melakukan itu? Lagipula apa untungnya dia melakukannya?"

"Kalau kau yang membenturkan kepalamu ke tembok mungkin saya akan percaya, karena saya tau kamu memang bodoh" lanjut Marcel semakin tajam.

"Tapi saya jadi heran, kenapa pak haidar tidak mau mengeluarkan mu dari sekolah ya? Padahal kau kan bodoh dan miskin!" ucap Marchel sambil bersikap seolah tengah berpikir.

"Ohh....aku tau, mungkin saja kau salah satu simpanan laki-laki itu, makanya dia terus bersikeras mempertahankanmu di sini" ucap Marchel sambil tersenyum.

Plakkk~

Tanpa sadar, tangan yang sedari tadi Chaca tahan, hilang kendali. Ia muak mendengarkan semua ucapan tidak berbobot yang keluar dari mulut guru di depannya.

Marchel yang mendapatkan tamparan itupun langsung memegangi pipinya. "Kamu!!!!"

"Dasar anak tidak tau diuntung, pergi dari ruangan saya" jerit Marchel.

Karena masalah itu, akhirnya Chaca pun di skors selama 1 minggu penuh. Dan masalah ini sudah sampai ke telinga kedua orang tuanya.

1
It's emma
.
It's emma
Suka sama ceritanya😍
DemnRed
Jalan ceritanya seru!!!
Rani Jan
lebayy
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Arhieva Jimshoneysruwen
ga suka sama tata bahasanya
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
tadi pulang sekolah kerja trus bab selanjutnya akhirnya masuk sekolah lagi thor
Rahma Waty
lah ortu macam apa .nyiksa banget
white lily
jangan di bikin cepet sadarnya napa, 5th kel
white lily
karakter caca yg lembek, mencla mencle bikin gregetan
Ina Karlina
Caca jadi aneh ga sih masa jadi manja gitu..kan pertama karakter nya cuek
Ina Karlina
jangan lupa ca balas perlakuan si Marsel ke kamu tempo hari biar nyaho dia
Ina Karlina
seruuu..ayo lawan saja si Marka biar pusing 7 keliling dia..jangan lupa porotin duit nya dari pada di habiskan oleh pacarnya 😁😁😁
Ina Karlina
semoga perselingkuhan si Marka terciduk oleh ke 2 keluarganya...biar mampus..
Ina Karlina
ko bisa ya ada guru model si Marsel..
Note 2
mommy drpd mae
Nur Keyla
Luar biasa
Lestari
gokil abiss
Onzha Aloych
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!