NovelToon NovelToon
KEKUATAN CINTA

KEKUATAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:333.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Seorang gadis SMA yang tomboy, pecicilan, badung, di pertemukan dengan cowok yang mampu merubah hidupnya.

Berkat kekuatan cinta Al, Aldevaro kakak dari sahabatnya dan sahabat dari kakaknya, dia menjadi pribadi yang sedikit bertanggung jawab.

Bagaimanakah perjuangan Al untuk membuat pujaan hatinya mencintainya dan menjadi anak manis?

"Aku membencimu!" teriak Ajeng.

"Tapi aku mencintaimu!" ucap Al dengan tenangnya.

"Berhenti membuatku jadi tahananmu, kau benar-benar membuatku muak!"

"Aku akan tetap memahami, sampai hatimu kau berikan untukku!"

"Cehhh ....., aku pergi dan jangan ikuti aku lagi!" ucap Ajeng lalu meraih tasnya menjauh dari pria yang menurutnya begitu menyebalkan itu.

"Aku tidak akan menyerah ....!" ucap Al saat Ajeng sudah tak terlihat lagi. Cintanya dan pengorbanannya tidak akan sia-sia, Gadis yang di cintai ya sejak ia SMA, membuatnya lupa siapa dirinya dan menjadi orang yang bisa dekat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia memerasku

   Sore ini benar, Ajeng akan menemui

Al, ia sedikit cemas karena ia tahu jika bang Al kini adalah gurunya, tapi rasa

takut akan hukuman yang menumpuk membuatnya yakin untuk melangkah.

“Rit ...., aku

pinjam sepeda mu ya ...” Ajeng memasuki kamar temannya itu tanpa permisi

“Emang kamu mau

ke mana?” tanya Rita, gadis itu sedang tiduran sambil memegang buku di

tangannya.

“kenapa kau

selalu lupa sih ..., kau memberiku solusi, tapi kau yang lupa, kau sungguh membuatku salah, solusimu sungguh membingungkanku ...” keluh

Ajeng.

“Membingungkan

bagaimana?” Rita yang merasa tak melakukan apapun dan di persalahkan tak terima. Ia segera bangun dan mengamati wajah gelisah Ajeng.

“Aku harus

menemui pak Al ...”

"Lalu apa yang salah?" tanya Rita yang masih bingung.

"Coba bayangin aja, kalau sampai si Sisi itu tahu kalau aku deket sama pak Al, bisa ngamuk tuh macan tutul."

"ya maaf ...,

aku kan juga tidak tahu jika dia bakal jadi guru kita, tapi kan kamu juga bisa membatalkan janji ketemunya!"” sekarang Rita baru tahu

apakah maksud temannya itu. Ia pun memberi saran.

“Ya udah aku

berangkat ..., pinjam sepeda mu ya ...” ucap Ajeng.

"Kamu mau naik sepeda? nggak naik angkot saja. Jauh loh ....!" ucap Rita memperingatkan.

"Aghh ...., nggak pa pa, sekalian mau olah raga. Ngirit ongkos!"

"Ya udah hati-hati ...., jangan malam-malam pulangnya, nanti aku bilang sama ibu kos!"

"Makasih ya Rit, kamu memang sahabat terbaikku ....!"

***

Ajeng pun

mengayuh sepedanya memecah panasnya sinar mentari siang itu, seandainya Dika

bisa menemaninya ia tidak akan sebimbang seperti sekarang ini. Ia harus menemui orang yang sama sekali belum ia kenal. Rasanya pasti akan canggung.

Silau karena

cahaya mentari yang menyorot tepat ke depan matanya, sesekali ia menutup

pandangannya, menutupnya dengan topi yang bertengger di kepalanya.

Ajeng gadis

yang cukup tomboy, ia hampir tidak pernah mengenakan riasan jadi tak masalah

baginya panas-panasan.

 Setelah menempuh perjalanan yang cukup

melelahkan akhirnya Ajeng sampai di depan mini market yang di tunjuk oleh Dika. Ia mengamati mini market itu. Cukup besar untuk ukuran sebuah mini market.

Ia memarkirkan

sepedanya di halaman mini market, keraguan kembali hadir saat ia menatap gedung

mini market itu.

“semangat Ajeng ..., semangat, kamu pasti bisa!”

ia menyemangati dirinya sendiri, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu

masuk yang terbuat dari kaca, seluruh dindingnya pun hampir semua terbuat dari

kaca.

Di halaman ada

beberapa bangku yang rest area, sungguh nyaman jika bisa sejenak saja duduk di

sana , pikirnya.

Tapi kemudian

ia kembali teringat dengan tujuannya datang ke tempat itu, ia datang Ki tempat itu bukan untuk bersantai-santai, tatapannya kembali

fokus ke dalam mini market, tanpa dari luar karyawan wanita yang sedang

melayani pembeli. Wanita itu berdiri di belakang meja kasir.

Ajeng segera

mendorong pintu kaca itu sehingga pintu itu terbuka.

"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita yang berada di balik meja kasir itu.

“kak ...., pak

Al nya ada?” tanya Ajeng pada wanita yang berdiri di belakang meja kasir itu. karyawan mini market itu menatap ajeng dengan penuh selidik.

“Maaf. kak .., saya

temannya Dika”

“Ada perlu apa

dengan mas Al?”

Tapi belum

sempat Ajeng menjawabnya, dari kejauhan Al sudah berjalan mendekat.

“itu pak

Al nya ..., terimakasih kak ......” ucap Ajeng, ia segera menghampiri Al, ia mendapat

tatapan tidak menyenangkan dari karyawan wanita itu, tapi abaikan saja, itu

sudah kebiasaan Ajeng. Ia pasti mengira jika Ajeng adalah salah satu fans Al. Memang Al begitu banyak penggemarnya.

“pak Al

....” sapa Ajeng

“Ajeng ..., aku

kira kamu tak datang!”

“mana mungkin

....., ini masalah hidup dan mati ku pak ...”

“separah itu ya

...”

“ya ,.....”

“tidak datang

bersama Dika?”

“tidak, Dika

nya ada turnamen basket antar sekolah ...”

“oh ..., ya

udah enaknya di mana nih...?”

“terserah bapak

saja, aku ngikut aja ...”

“ya udah..., di

luar sana saja ya ....”

“ok .....”

Al berjalan

mendahului Ajeng, ia berjalan menuju ke luar mini market melewati karyawan

wanita tadi, saat melihat Al ia tampak tersenyum begitu manis, berbeda dari

yang di tampakkan kepada Ajeng, ia menampakkan wajah sinisnya.

Mereka menuju

ke bangku yang sama yang begitu ingin Ajeng duduki tadi, di bawah pohon

Trengguli, begitu sejuk, bunganya yang berguguran jatuh di atas meja, semilir

angin sore menambah kenyamanan bagi dua manusia yang sedang berkecimpung dengan

rumus-rumus.

Sesekali nampak

Ajeng memperhatikan penjelasan Al, tak jarang yang masuk dalam pikirannya

malah wajah ganteng bapak guru itu. Pesonanya memang tak bisa di pungkiri.

“ok ...., gimana

sudah paham kan?” ucapan Al, seketika membuyarkan keterkesimaan Ajeng pada

wajah tampan nan mempesona Al.

“oh ..., astaga

..., apa yang aku lakukan, wajahku..., wajahku panas sekali ....., pasti

keliatan banget ...” batin Ajeng

“hallo .....,

gimana? Sudah paham?” Al mengulang kembali pertanyaannya.

“i-iya ....,

sedikit ...” Ajeng nyengir sendiri, sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah

memerah.

“minumlah ...,

sepertinya kau sangat kepanasan ...” perintah Al sambil menyodorkan segelas

es jus yang sudah di siapkan Al untuknya.

“kelihatan

sekali ya ....” gumam Ajeng sambil menyambar minumannya.

‘wajahmu

memerah ..., aku kira kau kepanasan ...”

“dasar es batu

....” gerutu Ajeng pelan tapi masih bisa di jangkau pendengaran Al.

“apa?”

“ti-tidak ...,

ini es nya kena gigi ....” Ajeng hanya tersenyum menampakkan gigi-giginya yang

berjejer rapi.

“kalau belajar

itu fokus ..., Jangan melihat yang lain.”

“iya ....”

jawab Ajeng ketus.

Mereka kembali

melanjutkan kegiatannya hingga tanpa terasa langit sudah berubah menjadi gelap,

bintang-bintang saling berebut untuk bermunculan. Langit senja yang menampakkan sinar jingganya sudah memudar.

“ah ....,

akhirnya selesai ...” Ajeng tampak meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena begitu banyak tugas yang harus ia kerjakan.

“ini tidak

gratis ...” ucapan Al dengan santainya, seketika menghentikan kegiatan Ajeng. Ajeng begitu terkejut.

Astaga ....., aku tak punya uang untuk membayarnya ....

“hah ...., apa

...?”

“ya ...., semua

tidak gratis ...” ucapan Al sedikit di tekankan

“apa?” Ajeng menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Tenang saja, aku tidak meminta uang darimu, aku tahu kau tidak punya uang!"

Cehhh ....., singing sekali sih nih abangnya Dika ...., nyesel aku mengagumi dia.

"Bagaimana?" tanya Al lagi.

"Lalu aku harus bayar pakek apa?"

“kau harus

membantuku di percetakan selama satu minggu, jika kau meminta bantuan ku lagi

sebelum hutangmu lunas, maka kau harus menambahnya lagi, satu kali meminta

bantuan, berarti satu minggu magang di  tempatku”

“hah ..., bapak

perhitungan sekali ...”

“ini

alamatnya...” Al tak peduli dengan protes Ajeng, ia menyerahkan sebuah kartu pada Ajeng

“ satu minggu di mulai

dari besok, jika satu hari tidak datang berarti hutang di tambah”

Dia benar-benar memerasku, untung ganteng, kalau tidak jangan harap bisa lolos dari aku ....

“baiklah ...,

aku pulang ..” Ajeng begitu kesal, ia menyambar tasnya dan mengenakan kembali

topinya,  menghampiri sepedahnya yang

terparkir tak jauh dari tempatnya

Ajeng mengayuh

sepedahnya dengan penuh kesal, ternyata bukan Cuma wajahnya yang dingin tapi

hatinya juga sekeras batu, pikirnya.

**BERSAMBUNG

Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Happy Reading 😘😘😘😘**

1
Mbs Madu Gomilk
tega autornya, kirain ada yang donorin jantungnya ke mas al.

ehh tunggu dicerita ajeng yg nikah kok nggak muncul mbak diah ya.
Nuris Wahyuni
terima kasih kak tri bikin kita keluar air mata dg sendirinya endingnya kok bikin nyesek 😌😌KSH bonus2 dong kak tri biar 👍👍Dika sama Rita apa sama kakak ipar
Sri Wahyuni
endingnya bikin kita mewek dan geregetan, kenapa ending ngegantung gitu thor? ayolah thor terusin! aq mau yg happy gitu lho,biar ada senyuman di wajahku.
Kasi Ani
modus tu bang Al
Kasi Ani
jadi keingat jama sekolah, sama guru kileeerr
🍒나는 천사🍒
ini gmn??
banyu mata g mau berenti othornya tiba"END
ku menangiiiiss😢😭
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Ela Maelawaty
bacanya serasa sambil ngiris bawang😭😭
Risya
walaupun bacanya udah 2x tp tetap aja meeeeewwweeekkkk 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
@§¢Stie
emang kak Tri ada akun baru,?
Tri ani: akun lama kak, langsung ketik judul aja, " Menikahi ustad tampan" nanti langsung ketemu
total 1 replies
Reisa Adi Widya
aduh...bang al..air mata ini t bisa berhenti kak tri
Entin Fatkurina
sudah hadir di sana
Purnama Sari
oce
Tri ani: sampai ketemu di sana
total 1 replies
Miscia.
.
Vina
malam malam.Baca bab ini sambil nangis bombay
Vina
nangis.q.thor
Vina
jadi pengen cepet pulkam q thor
Vina
biiiyuuuhh kata kata bang al swet ooyyy...meleleh q
Vina
maksudnya al tuh menjadikan kamu istrnya jeng
Vina
habis dr si kakaknya...sekarang mampir di adeknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!