NovelToon NovelToon
SILENCE OF JUSTICE

SILENCE OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Karir / Duniahiburan / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Murni / Balas Dendam
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Black _Pen2024

"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "

Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.

Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Detik Terakhir Pemusnahan dan Pengorbanan Diri

Suar yang menembus jendela kaca raksasa itu adalah pemicu. Sebuah ledakan kecil yang memecah keheningan yang mencekam, mengirimkan sinyal ke Fernandez, dan ke sistem darurat yang terhubung dengan Justice Tower ( JT). Meylie tahu, ini adalah awal dari akhir. Dan Senator Adrian Thorne, Dalang Utama yang bersembunyi di balik topeng emasnya, kini menunjukkan kemarahan sejatinya.

"Tangkap dia! Jangan biarkan dia hidup!" raung Senator Thorne, suaranya kini tanpa filter, dipenuhi amarah yang membara.

Enam pengikutnya menerjang Meylie secara bersamaan. Meylie, meskipun terluka dan kelelahan, melawan dengan sekuat tenaga. Ia menghindari cengkeraman pertama, menendang lutut salah satu pengikut dengan keras, lalu memutar tubuhnya, menggunakan momentum untuk mengayunkan tas tangannya yang berisi pemberat tersembunyi ke wajah pengikut lain. Suara benturan yang tumpul terdengar, dan pria itu terhuyung mundur.

Namun, jumlah mereka terlalu banyak, dan kekuatan mereka terlalu besar. Senator Thorne, dengan cengkeraman brutalnya di pergelangan tangan Meylie, menariknya dengan paksa. Meylie merasakan tulangnya berderit, rasa sakit yang menusuk menjalar di sekujur lengannya. Ia mencoba melepaskan diri, menendang dengan putus asa, namun dua pengikut lain telah berhasil mencengkeram kakinya.

Ia jatuh berlutut, terhuyung, namun matanya masih menatap tajam ke Senator Thorne. "Kalian tidak akan menang!" teriak Meylie, suaranya serak.

Senator Thorne menampar wajah Meylie dengan keras, suara tamparan itu menggema di ruangan. Topeng perak Meylie terlepas, jatuh ke lantai dengan bunyi "klentang" yang nyaring. Wajah Xiao Fei yang asli, kini berlumuran keringat dan air mata, terlihat jelas, penuh dengan amarah dan tekad.

"Kau pikir kau bisa mengalahkan kami, dasar jalang bodoh?" Senator Thorne mendesis, menarik rambut Meylie dengan brutal, memaksanya mendongak. "Kau hanya seorang wanita. Kau hanya sebuah mainan. Sama seperti Yu!"

Kata-kata itu, "sama seperti Yu," menusuk hati Meylie lebih dalam dari rasa sakit fisik mana pun. Ia teringat Yu yang disiksa, dilecehkan, dihinakan. Amarahnya membakar, memberinya kekuatan sesaat. Ia meludah ke wajah Senator Thorne.

Senator Thorne meraung marah. Ia memberi isyarat kepada pengikutnya. "Bawa dia! Jangan bunuh dia! Dia akan menjadi persembahan yang sempurna. Kita akan melakukan ritualnya sekarang juga! Di depan mata semua orang!"

Pengikut-pengikut itu mencengkeram Meylie, menyeretnya dengan paksa. Meylie berjuang mati-matian, menendang, memukul, mencoba menggigit, namun tubuhnya yang sudah lelah dan terluka tidak mampu melawan kekuatan mereka. Ia merasakan pukulan-pukulan keras menghantam perut dan punggungnya, tendangan-tendangan yang menghancurkan. Rasa sakit membakar di setiap inci tubuhnya.

"Kau akan membayar untuk ini!" teriak Meylie, suaranya tercekat.

Senator Thorne hanya tertawa dingin. "Kau yang akan membayar, Nona Ling. Kau akan tahu apa artinya menantang kami. Kau akan tahu apa artinya menjadi persembahan."

Meylie diseret melewati aula pesta yang masih ramai. Musik klasik masih mengalun, tawa hampa masih terdengar, namun bagi Meylie, semua itu terasa seperti suara-suara dari neraka. Para tamu yang bertopeng melirik ke arahnya, beberapa dengan pandangan jijik, beberapa dengan pandangan kosong, seolah-olah adegan kekerasan ini adalah bagian dari hiburan mereka. Meylie melihat beberapa di antaranya mengenakan simbol gagak mata satu di topeng mereka, pengikut setia sekte itu.

Ia diseret menuju sebuah pintu tersembunyi di balik panggung, yang Meylie duga adalah area khusus untuk ritual. Pintu itu terbuka, menampakkan lorong gelap yang sempit.

"Fernandez," Meylie berbisik, suaranya parau, air mata mengalir di pipinya. "Aku mengaktifkan transmisi. Kau harus pastikan semua dunia melihat ini."

Dengan sisa tenaganya, dan meskipun tangannya dipegang erat oleh pengikut Senator Thorne, Meylie berhasil menggerakkan pergelangan tangannya. Di sana, di balik gelang yang ia kenakan, ada sebuah tombol kecil yang tersambung ke transmitter darurat. Dengan satu sentakan keras, ia menekan tombol itu.

KLIK!

Sebuah lampu kecil di transmitter itu berkedip hijau. Sinyal telah terkirim. Transmisi langsung telah aktif. Kamera lubang jarum di brosnya, mikrofon di kerahnya, kini menyiarkan semua yang ia lihat dan dengar, langsung ke server-server Justice Tower. Dunia akan melihat. Dunia akan tahu.

Senator Thorne, yang berjalan di depannya, tidak menyadari gerakan Meylie itu. Ia terlalu sibuk dengan kemarahannya dan rencananya.

Meylie diseret ke dalam sebuah ruangan yang tersembunyi. Gelap, lembap, dan berbau darah yang samar. Di tengah ruangan, sebuah meja baja yang kokoh berdiri tegak, dengan tali pengikat dan berbagai peralatan bedah yang berkilauan di bawah cahaya redup. Simbol gagak mata satu yang besar terukir di dinding di atas meja itu.

Ini adalah ruangan yang sama. Sama persis dengan yang ia lihat di video penyiksaan Yu.

Meylie merasakan kengerian yang mendalam, namun juga sebuah kepuasan yang dingin. Ia telah mencapai tujuan utamanya. Ia berada di tempat Yu meninggal. Dan ia akan mengakhiri semua ini di sini.

"Lepaskan dia!" perintah Senator Thorne, suaranya dingin.

Pengikutnya melepaskan cengkeraman mereka, dan Meylie jatuh ke lantai, tubuhnya yang lemas terhuyung. Ia mencoba bangkit, namun tubuhnya sudah tidak mampu. Rasa sakit membakar di setiap sendi, setiap otot.

Senator Thorne mendekatinya, lalu menendang perut Meylie dengan keras. Meylie terbatuk, darah merembes dari sudut bibirnya.

"Kau pikir kau bisa mengalahkan kami dengan trik kecilmu?" Senator Thorne mendesis, menatap Meylie dengan jijik. "Kau hanya seekor semut yang akan kami injak."

Meylie mendongak, matanya menatap tajam ke Senator Thorne. "Aku... aku sudah mengirimkan sinyalnya. Dunia akan tahu."

Senator Thorne terdiam. Matanya yang dingin membelalak di balik topeng emasnya. Ia melihat lampu hijau kecil yang berkedip di pergelangan tangan Meylie. Sinyal itu. Transmisi langsung.

Raut wajah Senator Thorne berubah. Dari amarah menjadi horor murni, lalu menjadi kemarahan yang membara. Ia menyadari apa yang telah Meylie lakukan.

"Sialan kau!" Senator Thorne meraung, suaranya memenuhi ruangan. "Kau sudah mengaktifkan transmisi! Bagaimana bisa?!"

Ia mencengkeram Meylie, mencoba menghancurkan transmitter di pergelangan tangannya. Namun, transmitter itu sudah terpasang dengan kuat, dan sinyalnya sudah aktif.

"Pengawal! Segera hentikan sinyalnya! Hancurkan semua perangkat elektronik! Dan siapkan ritualnya! SEKARANG JUGA!" perintah Senator Thorne, suaranya penuh kepanikan.

Para pengikutnya segera bertindak, beberapa mencoba mencari perangkat yang tersembunyi, yang lain menyiapkan ritual. Salah satu pengikut meraih Meylie, menyeretnya ke meja operasi baja.

Meylie berjuang, namun tenaganya sudah habis. Tubuhnya lemas, penuh luka memar dan darah. Ia merasakan dirinya diikat ke meja baja, tali pengikat yang dingin dan keras mencengkeram pergelangan tangan dan pergelangan kakinya. Posisi yang sama persis dengan Yu.

Pemandangan di sekelilingnya mulai buram. Ia bisa mendengar suara-suara panik para pengikut, namun suara Senator Thorne yang dingin dan penuh kegilaan mendominasi.

"Kita tidak punya banyak waktu!" Senator Thorne berteriak. "Dia sudah menyiarkannya! Kita harus menyelesaikan ritualnya sebelum mereka datang! Kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa kami tidak takut!"

Meylie menatap langit-langit yang gelap, napasnya terengah-engah. Rasa sakit membakar di setiap inci tubuhnya. Ia tahu ini adalah akhir. Detik-detik pemusnahan dirinya. Tubuhnya akan hancur, jiwanya akan pergi. Tetapi ia telah memastikan bahwa kebenaran akan terungkap.

Ia memejamkan mata, membayangkan wajah Yu yang tersenyum. Ia telah menepati janjinya.

Kemudian, ia merasakan sentuhan dingin di perutnya. Seorang pengikut telah mengoleskan cairan antiseptik, menyiapkan tubuhnya untuk ritual. Bau antiseptik itu, bau yang sama dengan yang ia temukan di gudang kematian, kini menusuk hidungnya.

Meylie membuka matanya. Di atasnya, berdiri Senator Adrian Thorne. Pria itu kini telah melepaskan topeng emasnya. Wajahnya yang tua, keriput, dan penuh kekuasaan kini terlihat jelas. Matanya yang dingin memancarkan kegilaan dan keserakahan.

"Kau akan menjadi persembahan yang abadi, Nona Ling," Senator Thorne berkata, suaranya tenang, namun penuh ancaman. Dia kemudian menggagahi Xiao Fei Atau Meylie dengan brutal dan menghirup darah yang keluar di intinya yang robek, para pengikutnya pun sama melakukan hal yang sama, kemudian dia memegang pisau bedah yang berkilauan di tangannya. "Kau akan bergabung dengan kami dalam keabadian."

Meylie menatap mata Senator Thorne, tanpa rasa takut. Ia telah melampaui rasa takut. Ia telah menerima takdirnya. Kematiannya akan menjadi sebuah keadilan. Kematiannya akan menjadi sebuah ledakan yang menghancurkan seluruh jaringan kekejaman ini.

"Dunia akan melihatmu, Senator," Meylie berbisik lemah dan terbata-bata menahan kesakitan dan penghinaan yang luar biasa, suaranya nyaris tak terdengar, namun penuh kepastian. "Dunia akan tahu."

Senator Thorne mendengus, lalu mengangkat pisau bedahnya. Ia memimpin ritual.

Meylie merasakan dinginnya pisau menyentuh kulitnya. Rasa sakit yang tajam menyengat. Ia mengeluarkan erangan terakhir, sebuah suara yang penuh penderitaan, namun juga sebuah kemenangan.

Pandangannya mulai gelap. Suara-suara di sekitarnya memudar. Gambar Yu yang tersenyum muncul kembali di benaknya, kini diiringi dengan senyum Fernandez.

Ia tewas terbunuh di atas meja operasi, sama persis seperti yang Yu alami dulu. Tubuhnya hancur, tetapi semangatnya, kebenaran yang ia perjuangkan, akan hidup selamanya.

Di suatu tempat, di Justice Tower, layar-layar menyala, menampilkan siaran langsung yang mengerikan dari Pesta Topeng Terakhir. Dunia kini menyaksikan Detik-Detik Pemusnahan Diri dari seorang wanita yang mengorbankan segalanya demi keadilan. Dan kebenaran, akhirnya, mulai terungkap.

Tiba tiba luncuran notifikasi seluruh media terpampang di layar lebar monitor Justice Tower. Milyaran pesan tertulis ganas dengan nada ya sama "JUSTICE FOR YUFEI"

Para pemimpin di Justice Tower tersentak saat melihat reaksi global. Siaran Langsung yang dirancang Xiao Fei seakan memberikan pesan global.

"Mungkin kami akan hilang, tapi jadikan kebenaran ini nyata dan keadilan ditegakkan!" seakan inilah pesan terakhir dari Xiao Fei, wanita yang mencintai kekasih hatinya yang terbunuh dengan nyawanya sendiri. Hanya untuk berusaha menegakkan keadilan atas kematian tragis mereka berdua. Jangan sampai ada korban yang lainnya lagi. (Silence Of Justice).

1
Ita Xiaomi
Menegangkan. Kasihan Yu😢
Ita Xiaomi: Berharap keadilan bs ditegakkan.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Saat ini hanya Fei sendirian yg menolak utk percaya pd berita yg tersebar.
Ita Xiaomi: Sama-sama kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!