NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Apa Solusimu?

Jam menunjukkan pukul tiga sore tepat saat Dea akhirnya keluar dari apartemen Alex.

Tubuhnya masih terasa pegal, kepalanya pusing dan hatinya entah rasanya apa. Campur aduk antara marah, pasrah, dan getir.

Di tangan kanannya memegang kartu debit pemberian Alex, lalu menatapnya dengan penuh dendam. "Baiklah, kamu sudah menggunakan tubuhku semau mu. Sekarang aku akan gunakan uang ini sesuka ku," gumam Dea penuh benci.

Kesalahan semalam yang dia lakukan, malah dimanfaatkan oleh sang boss untuk menjadikannya pelamppiasan. Dea benci sekali tiap ingat hal ini.

Kebenciannya pada Alex, sampai sedikit menggeser kebenciannya pada Barry dan Gisel.

Dea kamudian meninggalkam apartemen tersebut dan memesan taksi online. Dia memang tidak memiliki mobil pribadi, mobil yang biasa Dea gunakan adalah mobil inventaris. Jadi hanya bisa digunakan untuk kepentingan pekerjaan.

Bukannya langsung pulang ke rumah, Dea memutuskan untuk mendatangi Pusat perbelanjaan terbesar di kota.

Begitu tiba, Dea masuk dengan perasaan yang ringan dibanding beberapa saat lalu. Nalurinya sebagai seorang wanita yang suka belanja langsung tersenyum begitu memasuki mall.

Kali ini tak ada lagi Dea yang akan ragu memilih harga. Tak ada lagi Dea yang menghitung diskon.

“Selamat sore, Kak. Ada yang bisa dibantu?” sapa seorang pramuniaga butik.

“Tunjukkan aku keluaran terbaru,” jawab Dea tak kalah ramah, selama ini dia adalah seseorang yang sangat hemat, karena sebagian gajinya harus dibagi dengan Barry. Meskipun sama-sama bekerja di perusahaan, tapi gaji Dea lebih tinggi dibanding pria tersebut. Karena itulah Dea selalu jadi yang diandalkan jika urusan keuangan.

"Baik Kak, mari ikut saya," ajak sang pramuniaga.

Gaun pertama masuk ke ruang ganti.

Gaun kedua.

Ketiga.

Dea keluar dengan gaun hitam elegan.

“Yang ini cantik sekali, Kak.”

“Kalau begitu aku ambil yang ini,” jawab Dea yang juga merasa sangat cocok dengan gaun tersebut.

Sepatu hak tinggi.

Tas bermerek.

Jam tangan.

Setiap kali mesin EDC berbunyi beep, dada Dea terasa sedikit lebih ringan.

Sedikit.

Di toko perhiasan, Dea berhenti cukup lama di depan etalase.

Sebuah cincin berlian menarik perhatiannya. Tidak terlalu besar, tapi berkilau tajam.

“Boleh lihat yang itu?” tanya Dea.

“Untuk pertunangan?” tanya penjaga toko ramah.

Dea tersenyum tipis. “Bukan, tapi sebagai pengingat.”

“Pengingat apa, Kak?”

“Bahwa aku pernah bodoh,” jawab Dea singkat, Ia menggesek kartu tanpa ragu. Menghabiskan uang Alex seperti perintah pria itu.

Sore mulai merambat menuju malam ketika Dea akhirnya tiba di depan rumahnya. Beberapa kantong belanja besar memenuhi kedua tangannya. Sopir taksi online sampai harus turun membantu menurunkannya.

Begitu pintu rumah dibuka, ibunya langsung menyambut dengan wajah terkejut bercampur bahagia.

“Ya ampun, Dea?” sang ibu menutup mulutnya. “Ini belanjaan apa sebanyak ini?”

Dea menghela napas pelan, lalu tersenyum tipis. Senyum yang sudah ia latih sepanjang perjalanan pulang.

“Baju kerja, Ma. Sama beberapa keperluan lain.”

Ibunya mendekat, memegang salah satu tas bermerek yang jelas bukan barang murah. “Ini mahal sekali, Dea. Kamu dapat uang dari mana?”

Dea sudah menyiapkan jawabannya. “Bonus dari bos,” jawabnya tenang. “Katanya performa kerjaku bagus. Lagipula sebagai sekretaris, aku harus selalu terlihat rapi dan sempurna.”

Sang ibu terdiam sejenak, lalu wajahnya berbinar. “Syukurlah, Mama bangga sama kamu, Sayang. Kerja kerasmu terbayar juga.”

Dea hanya mengangguk. Dadanya terasa sesak, tapi ia menahannya. Ia tak boleh goyah. Tak boleh terlihat rapuh.

Saat itulah Gisel keluar dari kamarnya.

Matanya langsung membelalak melihat tumpukan belanjaan di ruang tengah. Pandangannya beralih dari satu tas ke tas lain, lalu berhenti pada kotak perhiasan kecil di tangan Dea.

“Itu apa?” tanya Gisel, nadanya terdengar dibuat santai, tapi matanya penuh selidik.

“Cincin,” jawab Dea singkat.

“Kok bisa beli barang-barang mahal begini?” Gisel tertawa kecil, namun jelas terasa dipaksakan. “Sekretaris sekarang bonusnya segede itu, ya?”

Dea menoleh, menatap sepupunya itu lurus-lurus. Tatapannya dingin, tak lagi selembut dulu. Ingat betul saat dia melihat Gisel dan Barry berciuman di dalam mobil kemarin. Pemandangan paling menjijikkan yang pernah Dea lihat seumur hidupnya.

Dan kini Gisel berlagak seolah tak terjadi apa-apa, seolah dia tak menusuk Dea dari belakang.

'Dasar jalang,' batin Dea.

Gisel telah menumpang di rumahnya selama satu tahun terakhir ini, alasannya karena untuk menghemat biaya hidup jadi tidak ngekos.

Tapi bukannya sadar diri, Gisel malah tak tahu diri.

“Kalau kerja keras dan dipercaya atasan, hasilnya memang hasilnya begini, tapi tidak semua orang bisa," jawab Dea sengaja dia buat sombong. Malas lagi bicara hati-hati untuk menjaga perasaan Gisel.

Mendengar ucapan itu Senyum Gisel langsung mengeras.

Sementara Mama Mia sama sekali tak menyadari ketegangan di antara keduanya. “Gisel, tuh lihat kakakmu. Kamu harus lebih semangat kerja juga," ucap mama Mia.

Gisel tersenyum kaku. “Iya, Tante.” Tapi di dalam hatinya, iri itu membara.

Sebagai SPG dengan gaji pas-pasan, Gisel tak pernah bisa membeli tas bermerek apalagi cincin berlian. Melihat Dea yang selama ini ia anggap mudah diinjak, lalu kini pulang dengan aura berbeda membuat dadanya panas.

Dan Dea semakin menatap tajam ke arah Gisel, dia memang belum mengakhiri hubungannya dengan Barry saat ini. Tapi Dea pastikan akan segera mencampakkan pria tersebut.

Dea akan melepas Barry setelah membuat pria itu tak memiliki harga diri lagi, setelah Dea puas mencaci makinya.

"Aku capek, Ma. Aku istirahat dulu ya," pamit Dea kemudian.

"Iya Sayang, nanti mama antarkan susu hangat ya?"

"Iya Ma. Oh iya aku lupa, tadi aku tidak hanya beli untuk ku sendiri. Aku juga beli tas baru untuk Mama."

"Benarkah? Yang mana untuk Mama," balas Mama Mia antusias.

Namun detik itu Gisel merasa dia baru saja diacuhkan, seolah keberadaannya tak dianggap di rumah ini. 'Kurang ajar, awas saja kamu De. Besok aku akan meminta Barry untuk meminta uang padamu dan aku juga akan beli tas baru!' batin Gisel.

Sebelum akhirnya dia kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa diketahui oleh mama Mia.

Setelah menyerahkan tas baru sang Mama, Dea pun masuk ke dalam kamar. Kembali membuka semua barang belanjaannya dengan senang hati, senang karena memiliki banyak barang baru dan senang karena bisa membuat Gisel panas sendiri.

Tapi kesenangan Dea hanya bertahan beberapa menit, begitu ponselnya berdering senyumnya langsung hilang. Bukan Barry yang menelepon, melainkan sang boss.

"Ya ampun, kenapa tuan Alex telepon sih!" gumam Dea.

Mau tak mau dia pun menjawabnya, "Halo, Tuan," jawab Dea.

"Panggil Alex saja, kita tidak sedang bekerja."

"Ada apa?"

"Kamu senang?" tanya Alex.

Meski hanya pertanyaan singkat namun Dea tahu kemana arah pembicaraan ini, Alex pasti tahu bahwa dia telah belanja banyak barang dengan kartu debitnya.

"Iya, aku senang. Tadi sebelum pulang aku banyak beli barang."

"Kapan kembali ke apartemen?"

"Besok."

"Besok?"

"Ini sudah malam Lex. Aku bahkan baru saja tiba di rumah."

"Katamu hanya sebentar."

"Aku mohon, besok saja ya?"

"Tapi aku tidak ingin tidur sendirian malam ini."

'Iihh,' kesal Dea di dalam hati.

"Apa solusimu?" tanya Alex seolah sedang menguji kemampuan sang sekretaris.

"Video call tanpa pakai baju!" balas Dea sedikit membentak.

Alex tersenyum menyeringai, "Deal."

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋
Sarinah Quinn
semoga Dea tidak bodoh dengan membunuh anaknya sendiri 😭 Thor tlong lindungi anak Dea 🙏🙏🙏
rizky tria
Dea & Alex saling jujur sama perasaan kalian, nanti myesel loh 😢
Yanti Gunawan
please lah Dea jgn Oon jd org dah punya duit banyak tgl besarin tuh anak kq mau d buang😫😫 ke dokter biar jelas itu anak siapa kn nnt ketauan brp bln umurnya...please thor jgn buat aku emosi dgn tingkah dea y 😫😫😫😫😫
Naviah
jangan gugurin kandungan kamu Dea, bayi dalam kandunganmu tidak bersalah
🌈Yulianti🌈
semoga Dea GK jd gugurin kandungan nya kasian anak GK bersalah jd korban ego orang tua nya yg tidak saling jujur padahal sudah jelas saling cinta tp saling menyakiti
Kim.nana: gak kak 🤣
total 2 replies
Margaretha Indrayani
tolong pikirkan lagi dea buat aborsi, janinmu juga ingin hidup. kalaumau pergi dari alex ya besarkan sendiri anakmu itu dea, kasihan
RaveENa
kayanya si alex sengaja lepas kb/Proud/
Kim.nana: benar 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
Dea lebih baik pergi dulu dari Alex
Naviah
tinggal saling jujur satu sama lainnya kalo begini pasti salah paham dengan perasaan masing-masing 😁
Mita Paramita
jadi rumit masalah nya 🤣 kalian berdua sama-sama gengsi dgn perasaan masing-masing
Rizka Susanto
klo itu anak Juan berarti ganti judul dong de 🤣😅
udh pergi lah sejauh mungkin de...
syaloom
dea mending kabur aja , ketempat yang Alex tidak tau.biar semakin tersiksa si alex
Salim ah
sama"suka tapi dalam diam ya akhirnya sama" terluka🙄
yg KB saja bisa kebobolan de , dan Alex juga begitu bisa jadi kbnya bocor dan menghasilkan Alex junior🫰
EviJm13
semoga si Alex peka
EviJm13
seru
EviJm13
lanjut thor
syaloom
sering² up dong kak
Sarinah Quinn
semoga masih selalu up ceritanya menarik sekali 🙏🥰
Naviah
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!