NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit
Popularitas:53k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Siang itu, Shasmita melangkah keluar dari villa dengan wajah tenang dan terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang baru saja meninggalkan medan permainan berbahaya.

Sopir membawanya menuju pusat kota.

Tujuannya jelas, seseorang yang selama ini menjadi alasannya menolak Arga. Restoran itu berdiri anggun di lantai atas sebuah gedung privat, eksklusif, sunyi, dan jauh dari sorot media. Tempat yang hanya didatangi mereka yang tak perlu memperkenalkan nama.

Begitu pintu kaca terbuka, aroma kopi mahal dan kayu tua menyambut Shasmita. Dia melangkah masuk, dan di sudut restoran, seorang pria sudah menunggunya.

Hans Elvano Wijaya, setelan abu-abu gelap membingkai tubuh tegapnya dengan sempurna. Jam mahal melingkar di pergelangan tangan, namun tak ada kesan pamer. Wajahnya tenang, dingin, dan berwibawa, wajah seorang pria yang terbiasa mengendalikan perusahaan, pasar, bahkan manusia.

CEO muda keluarga Wijaya, tunangan rahasia Shasmita. Pria yang selama ini menjadi tamengnya dari pernikahan dengan Arga Pradipta.

Hans berdiri begitu melihat Shasmita mendekat.

“Kamu terlambat sepuluh menit,” ucapnya datar, namun sudut bibirnya terangkat samar.

Shasmita tersenyum kecil.

“Maaf, ada urusan keluarga yang … cukup menguras energi.”

Hans menarik kursi untuknya.

“Keluarga Pradipta?”

Shasmita duduk, melepas tasnya perlahan.

“Seperti biasa, rumit.”

Pelayan datang menyodorkan menu, namun Hans mengangkat tangan.

“Seperti biasa.”

Setelah pelayan pergi, Hans menyandarkan tubuhnya, menatap Shasmita lekat-lekat.

“Jadi,” katanya pelan, “aku dengar kamu akhirnya pulang ke Indonesia. Tinggal di villa Pradipta pula.”

Shasmita menghela napas singkat.

“Aku tak punya pilihan.”

“Kamu selalu punya pilihan, Shas.”

Nada Hans tetap tenang, tapi ada tekanan di sana.

“Termasuk soal Arga.”

Nama itu jatuh di antara mereka seperti benda berat. Shasmita menautkan jemarinya.

“Aku tidak pernah berniat menikah dengannya.”

Hans mengangguk.

“Aku tahu, tapi pria seperti Arga tidak terbiasa ditolak.”

“Karena itu aku di sini,” balas Shasmita lirih. “Aku ingin memastikan … dia tak akan melewati batas.”

Hans menatapnya lama, lalu berkata dengan suara rendah namun tegas,

“Kalau Arga Pradipta berani menyentuh sesuatu yang seharusnya bukan miliknya, aku akan menghancurkan seluruh fondasi bisnisnya.”

Tatapan Shasmita mengeras.

“Aku tidak ingin perang terbuka,” ujarnya. “Belum.”

Hans tersenyum tipis.

“Tenang saja, aku CEO, bukan preman.”

Dia lalu mencondongkan tubuh, suaranya merendah.

“Tapi satu hal yang perlu kamu ingat, Shasmita … kamu bukan lagi sendirian.”

Shasmita terdiam, di balik ketenangannya, pikirannya melayang pada Yura.

Tanpa Hans sadari, nama Yura mulai masuk ke dalam lingkaran konflik keluarga Wijaya, sesuatu yang akan melibatkan adik perempuannya, Putri Wijaya.

Shasmita mengangkat wajahnya, tersenyum tipis.

“Aku tahu, dan justru karena itu … aku harus menyelesaikan semuanya dengan rapi.”

Hans menatapnya, seolah membaca niat tersembunyi di balik kalimat itu.

Sementara itu, Yura berada di kamar Arga, memastikan setiap detail sempurna.

Setelan jas hitam telah digantung rapi. Jam tangan Arga dipoles ulang. Sepatu kulit mengilap tersusun sejajar. Ia bekerja dengan tenang, seperti biasa, seolah perjamuan malam itu hanyalah rutinitas lain, bukan medan yang penuh jebakan.

Ponselnya bergetar, nama yang tertera membuat sudut bibir Yura terangkat tipis. Yura langsung menjawab tanpa suara berlebihan.

"Ada apa?"

[Nona Muda,] suara Mario terdengar rendah dan waspada, [kami baru menerima undangan resmi. Perjamuan keluarga Wijaya malam ini,]

Yura berhenti melipat kemeja.

“Untuk Nona Lartika,” lanjut Mario.

Lartika, adalah nama samaran yang hanya digunakan Yura di dunia bisnis gelap, dunia yang tak pernah disentuh Arga, apalagi dicurigainya.

Yura tersenyum kecil.

“Menarik.”

“Mereka mengundang Anda sebagai investor potensial,” ujar Mario. “Dan bukan sekadar tamu biasa.”

Yura menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah lembut, tatapan tunduk, topeng sempurna seorang istri kontrak yang tak berdaya.

“Mario,” katanya pelan, “datang ke perjamuan itu.”

Mario terdiam sesaat.

[Sebagai pendamping?]

“Sebagai bayangan,” jawab Yura dingin. “Aku akan hadir bersama Arga sebagai pasangannya. Tapi di saat yang sama, aku ingin kau ada di sana untuk Lartika.”

[Saya mengerti.]

Namun nada Mario mengeras. [Nona, Anda harus ekstra hati-hati. Setiap perjamuan keluarga Wijaya selalu diakhiri dengan pesta terlarang. Alkohol, narkotika kelas atas, bahkan … transaksi manusia. Para Tuan Muda kaya itu tak pernah bermain bersih.]

Jari Yura mencengkeram kain jas Arga.

“Aku tahu,” ucapnya tenang. Terlalu tenang.

“Justru itu alasan aku harus datang.”

[Apakah Arga tahu—]

“Tidak,” potong Yura. “Dan tidak akan pernah tahu tentang aku dibalik nama Lartika.”

Mario menghela napas di seberang sana.

[Baik, Nona. Saya akan memastikan jalur aman dan mengawasi pergerakan keluarga Wijaya. Terutama Hans Elvano.]

Nama itu membuat mata Yura menyipit.

“Awasi juga Putri Wijaya,” tambah Yura. “Aku punya firasat … keluarga itu tidak sesederhana yang terlihat.”

[Baik,]

Panggilan terputus.

Yura meletakkan ponselnya, lalu kembali menatap cermin.

Di balik gaun sederhana yang nanti ia kenakan sebagai pendamping Arga, tersembunyi identitas lain, seorang wanita yang menggerakkan pasar, menjatuhkan perusahaan, dan bermain di meja yang sama dengan para predator.

Ia merapikan kerah jas Arga, lalu berbisik pelan, nyaris tak terdengar,

“Perjamuan keluarga Wijaya … ternyata bukan hanya milik kalian.”

Malam itu, gedung perjamuan keluarga Wijaya bersinar seperti istana kaca. Lampu kristal menggantung anggun, musik orkestra mengalun pelan, dan para tamu kelas atas berbalut gaun serta setelan mahal memenuhi ruangan.

Shasmita dan Sky telah pergi lebih dulu ke tujuan lain. Kini, hanya Arga dan Yura.

Mereka datang bersama, mengenakan busana yang serasi, hitam dan perak. Namun, keserasian itu hanya terlihat dari luar. Tak ada gandengan tangan. Tak ada senyum, bahkan jarak di antara mereka terasa lebih dingin daripada udara pendingin ruangan.

Arga turun lebih dulu dari mobil, langkahnya mantap dan penuh percaya diri. Tanpa menoleh, ia berjalan masuk ke gedung.

Yura turun setelahnya, menyusul dari belakang, satu langkah di bawah bayang-bayang pria yang masih berstatus suaminya.

Seketika, perhatian beralih, bisik-bisik berdesir seperti angin beracun.

“Dia siapa?”

“Asistennya?”

“Mirip sekali dengan Shasmita…”

“Oh, itu yang katanya istri pengganti?”

Yura mendengarnya, setiap kata, setiap nada merendahkan. Namun, wajahnya tetap tenang, langkahnya tetap lurus. Ia sudah terlalu lama hidup dalam hinaan untuk membiarkan malam ini merobohkannya.

Di ujung aula, Hans Elvano Wijaya berdiri sambil memegang gelas anggur. Tatapannya tertuju lurus pada Yura, tatapan yang terlalu lama untuk sekadar rasa ingin tahu. Mata pria itu menyipit tipis, seolah sedang menyusun sesuatu di kepalanya.

Di sisi lain, seorang wanita turun dari anak tangga marmer dengan gaun merah menyala. Rambutnya tergerai sempurna, dagunya terangkat angkuh. Putri Wijaya, begitu mata Putri menangkap sosok Yura, langkahnya terhenti sesaat.

Kenangan lama menghantam seperti cambukan. Lapangan sekolah SMA, terik matahari. Semua murid menonton.

Yura berdiri di tengah lapangan, kepala tertunduk, dihukum karena tuduhan mencuri uang, uang milik Putri Wijaya. Tuduhan palsu yang tak pernah terbukti, tetapi cukup untuk mempermalukan dan menghancurkan nama baiknya.

Putri mengingat betul hari itu, dan Yura tak pernah lupa. Tatapan mereka bertemu, Putri mendesis pelan, rahangnya mengeras.

“Dia…” gumamnya kesal. “Berani sekali muncul di sini.”

Di dalam hati Putri, api lama kembali menyala. Baginya, Yura tetap gadis desa yang tak pantas berada di dunia mereka, dunia para pewaris kekayaan.

Sementara itu, Yura hanya melirik sekilas. Tak ada kebencian di wajahnya dan tak ada ketakutan. Justru ketenangan itu yang membuat Putri semakin geram.

Arga melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, disambut beberapa rekan bisnis. Ia langsung tenggelam dalam percakapan, seolah Yura di belakangnya hanyalah bayangan tak penting.

Yura berhenti beberapa langkah di belakang, berdiri sendiri.

Dalam hati, ia berbisik dingin,

'Dunia memang sempit … sampai orang-orang yang dulu menginjakku, kini berdiri di ruangan yang sama.'

Di sudut ruangan lain, Hans Elvano mengangkat gelasnya perlahan, masih menatap Yura tanpa malu.

“Menarik,” gumamnya, nyaris tak terdengar. “Jadi ini … Yura. Istri kontrak Arga.”

1
Asyatun 1
lanjut
merry
cept tes hans,, klo cocok depak putri palsu itu umuknn siapa adikmu mky putri Arga gk brni ngusik yura lgg,, untuk Arga mngkin bulan nyesel tau yura ank konglomerat bangsawan dan org yg dh Nolongin dia 😄😄😄 putri gk bs berkutik klo seluruh ngeri tau yura adalh adik mu hans
Gadis misterius
Pertama yg harus disingkirkan dan ditengalamkan putri hans arga urusan blekangan krn putri membully yura dr zaman dia sekolah
Hanifah 76
apa kabar ka baru up lagi?sehat selalu
Arieee
semoga test dna positif Yura si putri yang hilang🤧🤧🤧🤧
Allea
semoga yura ga cepat2 memaafkan si hans
ken darsihk
Nggak sabar menunggu tnggl 10 , dan hasil tes DNA Yura & keluarga Wijaya
iqha_24
semoga positif, Yura Adik Hans
Eva Karmita
bukan kebahagiaan yang akan kamu dapatkan Arga tapi sebuah kehancuran, kebenaran yang sesungguhnya 🔥💪🥰
Oma Gavin
seharusnya kalau test DNA ini bener putri wajib didepak dari keluarga wijaya secara dia anak panti songong banget ngga cocok jadi keluarga wijaya
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Aidil Kenzie Zie
peringatan untuk menjauhi Hans paling yang dimaksud Sky
merry
klo niat baik gpp klo niat buruk siap de demo ibu ibu kmu sky😄😄😄
Aisyah Alfatih: belum bisa double ini 😁 padahal pengen tak double terus biar tamat ... mungkin besok ya ...
total 1 replies
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Yura bebas dari jerat Arga , semoga Yura selalu bahagia setelah lepas dari Arga pasti Arga akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Yura .
Eva Karmita
lanjut... pengen tau bagaimana Arga Tampa Yura disisinya, apa hidupnya akan bahagia atau sebaliknya jungkir balik ngk karuan .
Yulia Dhanty
menarik
ken darsihk
Setelah ini Arga akan menyesal parah , setelah dia tau siapa yng menolong dia sebenar nya
Dan setelah ini lo juga akan tau Arga siapa Shasmita 😂😂😂
Hanifah 76
bagus ceritanya ka semangat
Gadis misterius
Yura akan menghindari sky krn yura tau adeknya arga ada rasa ke sky...jngn kuatir ksu sky yura tdak akan menggangu hubungan hans dan adekmu yura itu anti laki2 sebelum blas dendamnya terblaskan
Sunaryati
Dengan membuang Yura berarti kau menyia- nyiakan perempuan yang pernah berjasa padamu, apalgi 4,5 tahun kau siksa fisik dan mentalnya dengan menyandra, setelah kau tahu, tapi keadaan kamu telah hancur. Kau tidak mendapatkan Yura atau tunangan kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!