NovelToon NovelToon
Stop Loving You

Stop Loving You

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Madamme Yellow

Dua orang yang pernah saling sangat mencintai, memutuskan untuk tidak saling mengenal ketika bertemu, memutuskan untuk saling berhenti mencintai.

Bagaimana kalau takdir tetap mempertemukan mereka setelah sama-sama dewasa?

Cinta pertama yang tidak mungkin dilupakan dan harus berpisah karena pahitnya perbedaan yang terbentang di antara mereka.

IG Madammeyellow

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madamme Yellow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Where Are You Nara?

Sesampainya di Jakarta, Ronald langsung menemui Monica.

"Katakan di mana terakhir Mama membiarkan Nara terluka, Ma?" teriak Ronald dengan kesalnya. Ronald bahkan membanting semua guci di rumah mewahnya, baru kali ini Monica melihat Ronald yang begitu sangat marah dengannya.

"Di mana, Ma? Katakan padaku!" lanjut Ronald begitu kesalnya. Monica malah tetap diam dan tidak ada hati membiarkan Nara sendirian dan tidak tahu sedang berada di mana, Monica bahkan tidak peduli.

"Setelah ini jangan salahkan aku Ma, kalau aku tidak peduli lagi dengan Mama, sungguh aku merasa bersalah sekali dengan Nara. Begitu teganya Mama dengannya, Apa salah dia dengan Mama?" Ronald begitu kesalnya sampai dia tidak lagi memandang Monica sebagai ibu kandungnya. Monica bahkan tidak diberikan kesempatan menjawab.

Setelah itu Ronald mencari keberadaan Nara, Christin sudah memberi tahu Ronald posisi terakhir Nara dan itu sangat jauh sekali dari kediaman warga. Rasanya Ronald benar frustasi saat ini, dia mengerahkan semua pengawalnya untuk mencari Nara. Seharusnya dia tidak meninggalkan Nara. Menyesal sekali Ronald. Kalau tahu seperti ini, kemanapun dia pergi Ronald akan selalu membawanya.

Sudahlah saat ini yang terpenting mencari Nara. Ronald mencari ke rumah sakit dan puskesmas terdekat juga berkeliling di sekitar kediaman warga yang tinggal dekat hutan tempat terakhir Monica membawanya.

Tidak ada yang melihat Nara dan bertemu dengan wanita yang terluka beberapa hari ini atau orang asing manapun yang singgah.

"Kamu di mana honey? Aku takut kamu kelelahan di jalan," ucap Ronald dengan matanya yang berembun. Ronald memijat pangkal hidungnya. Dia sudah berkeliling tetapi tidak menemukan keberadaan Nara.

Rasanya sudah tidak mungkin lagi menemukan Nara. Ronald bahkan mencari-cari di mana di sekitar pertanian warga. Namun, nihil.

"Pak, pernah tidak melihat wanita yang ada di dalam foto ini," tanya Ronald pada petani yang dia temuinya. Ini adalah usaha terakhirnya. Semoga kali ini dia menemukan Nara.

"Oh, wanita ini ya! Ada tiga hari yang lalu, dia pingsan waktu kami menemuinya. Kami membawa ke puskesmas, Bu Tikno yang menemani wanita itu," ucap petani yang membuat rona bahagia di wajah Ronald.

Akhirnya dia bisa bertemu dengan Nara.

"Itu mas orangnya," tunjuk petani itu pada orang yang menolong kekasihnya. Semoga saja saat ini Nara baik-baik saja.

Ronald berlari menemui ibu itu dengan cepat.

"Bu, katanya ibu pernah menolong wanita ini?" tanya Ronald menunjukkan foto Nara yang cantik.

"Iya Mas, ada! Aslinya cantik sekali, tiga hari yang lalu wajahnya penuh luka Mas, kasian sekali. Dia merintih di bagian perutnya," ucap Ibu itu yang membuat hati Ronald bergemuruh.

Ya Tuhan honey! Kamu terluka sangat parah sekali, aku tidak akan memaafkan ibuku. Dia kejam sekali denganmu.

"Lalu di mana dia sekarang Bu, wanita ini kekasihku, dia korban pencurian Bu," ucap Ronald berbohong. Tidak mungkin dia mengatakan kalau Nara korban kekerasan dari ibunya. Ronald saja malu mengatakan itu dan masih punya hati menyimpan rapat rahasia Monica.

"Pergi Mas, paginya setelah dia sadar, Mbaknya pergi, saya juga tidak tahu dia pergi ke mana," ucap Bu Tikno itu dengan lembut.

Ronald membuang nafasnya kasar, kemana lagi Nara pergi. Nara tidak membawa apapun, tidak membawa uang, tidak membawa identitas atau apapun lainnya.

Ronald menyugar rambutnya dan mengusap kasar wajahnya.

"Terima kasih Bu, informasinya. Saya pulang dulu," ucap Ronald berpamitan dan melanjutkan pencariannya dengan Nara.

Sungguh hilang semangat Ronald saat ini, dia tidak menemukan Nara di manapun. Tubuhnya lesu karena tidak nafsu makan mengingat Nara yang belum ketemu. kumis dan janggut yang biasanya berbulu tipis kini lebat dan tidak terawat. Wajahnya kusam dan dia benar-benar tidak merawat dirinya.

"Ronald, kamu sudah berapa hari tidak makan sayang, nanti kamu sakit," ucap Monica mengkhawatirkan keadaan Ronald saat ini.

"Pernah tidak Mama berpikir kalau Nara itu juga bisa sakit, Ma. Pernah tidak Mama berpikir kalau ada orang yang mengkhawatirkan dia kalau dia sakit, itu aku Ma orangnya, meski dia tidak punya orang tua lagi tidak pantas Mama seperti itu padanya," teriak Ronald begitu kesalnya dan berlalu meninggalkan Monica. Ronald tidak peduli lagi dengan tubuhnya, mau sakit, mau kurus. Pikirannya selalu ada Nara yang saat ini tidak tahu keberadaannya ada di mana.

Besoknya kembali Ronald mencari Nara tetapi saat ini tubuhnya sudah tidak fit lagi, terlalu lemah karena tidak ada asupan gizi yang masuk ke dalam tubuhnya. Ronald terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan menerima penanganan serius.

"Kalau sudah seperti ini, apa membuat Mama sadar kalau hal yang Mama lakukan itu salah, Ma!" ucap Christin memandangi kakaknya yang lemah tertidur di ranjang. Kali ini Monica diam dan memikirkan apa yang dikatakan Christin itu benar.

Anaknya begitu mencintai wanita yang dia benci tanpa tahu kesalahannya. Monica hanya tahu Nara terlahir miskin dan sudah tidak punya orang tua. Narapun tidak pernah memilih hidup seperti itu. Tidak ada satu orang pun yang berharap dilahirkan dan besar dalam lingkungan seperti itu.

Nara dari kecil tidak pernah merasa kasih sayang orang tua. Selalu bermimpi punya keluarga dan orang tua yang sayang dengannya tetapi tidak dia dapatkan dari Ronald.

"Kak Ronald sudah dewasa Ma, bukan anak kecil lagi. Dia juga ingin bahagia bersama kekasih yang dia cinta tetapi selalu saja Mama menghalanginya, lihat aku! Apa aku bahagia bersama dengan keluarga kaya, tidak! karena tidak semua kebahagiaan didapatkan dari harta Ma," ucap Christin yang sekarang menyadari kesalahannya. Untung saja dia tidak pernah menganiaya Nara.

"Sudahlah! Mama sedang menunggu Ronald bangun, dia harus makan nanti," ucap Monica lirih. Hanya satu orang yang saat ini mampu membuat Ronald semangat tetapi orang itu hilang ditelan bumi.

Sebenarnya kemana Nara pergi meninggalkan Ronald? Tidak ada jejaknya sama sekali.

Ketika Ronald tertidur, dia bahkan mengingat nama Nara, tubuhnya sekekar ini tetapi dia masuk rumah sakit karena lemah dan kurang gizi. Sungguh menyedihkan sekali.

"Kenapa Mama masih berada di sini?" tanya Ronald dengan ketus. Tidak ada kebahagiaan Ronald melihat orang tuanya saat ini. Dia benci malah melihat Monica.

"Ronald makanlah sedikit, kamu perlu asupan gizi yang masuk," ucap Monica dengan lembut. Ronald malah menepiskan tangan Monica dengan kasar.

"Aku tidak selera Ma, Nara bahkan tidak tahu sudah makan atau belum, sedangkan aku enak-enak menikmati makanan, aku masih ada hati, mungkin tidak dengan Mama," sindir Ronald sambil menyunggingkan bibirnya melihat Monica dengan raut sedih menatap Ronald.

"Maafkan Mama, Ronald! Mama menyadari kesalahan Mama."

"Percuma! Nara sudah pergi, dia tidak tahu di mana, hidup atau mati juga aku tidak tahu," jawab Ronald dengan hatinya yang bergemuruh.

To Be Continued ….

1
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Cantiikk banget Sonya 😍😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pangeran Abdul Mateen Bokiah ,Bukan Martin thor,.ntar kena tilang lho thor salah niulis nama putera raja..😂
Qaisaa Nazarudin
wah apakah itu Pangeran Martin??
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata pangeran Martin masuk novel mu thor?? Gak pernah kebayang orang dunia nyata akan masuk ke dunia novel..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata udah pisah juga,Nikah aja aku gak tau dgn siapa,malah anaknya udah gede aja,udah gitu pisah lagi,duda dong..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh Gerald..Apa babang Gerald juga sudah MENIKAH? sudah punya anak?? Jangan sampe di Jodohin dengan Sonya..Gak dapat emaknya,anaknya juga boleh..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Oh jadi wanita yg gak punya rahim masih bisa melakukan gituan ya??
Qaisaa Nazarudin
Jangan di kasih tau dulu,Itu juga bisa mempengaruhi kelancaran air ASI Nara,kalo Nara banyak pikiran..
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Ronald fobia dia,Aku bisa merasakan berada diposisi Ronald,Bagaimana rasa takutnya kehilangan..😭
Qaisaa Nazarudin
Minta sama dokter pil untuk menambah/melancarkan air Asi..
Qaisaa Nazarudin
Banyak kisah novel yg ku baca, Orang kaya tapi anaknya cuman satu doang, Ternyata kebanyakan nya seperti ini ceritanya..
Qaisaa Nazarudin
Kalo cari pengganti pun, jelas' bukan Rosalinda kandidat nya..
Qaisaa Nazarudin
KAMU LIHAT KAN SEKARANG RONALD?? SEMUA INI KERANA ULAH MAMA MU...😡😡
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Nara juga meninggal..🙏🙏😭😭
Qaisaa Nazarudin
Lha udah tau sakit parah,kenapa masih mau Menikah?? hujung2 nya ditinggalin..Wahh pasti akan CLBK lagi nih..
Qaisaa Nazarudin
Andaikan Axel gak kasat dan memperlakukan Christin dengan baik, MENCINTAI nya dengan Tulus,Mungkin Christin gak akan lari dari kamu,Dia kan cinta mati sama kamu..
Qaisaa Nazarudin
Ialah CANTIK hasil OPLAS..
Qaisaa Nazarudin
Emangnya kenapa bumil gak boleh makan sate?? Aku aja dulu saat hamil Doyan makan sate dan duren, Alhamdulillah anak2 aku sehat2 semua sampai mereka udah gede sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Mana mau Rangga sama kamu yg barang BEKAS...
Qaisaa Nazarudin
KALI INI NOLA SALAH TARGET..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!