Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 Utusan Sekte Puncak Dewa
Wuuuussss
Gelombang api menyapu penginapan. Dinding hangus, dan beberapa orang terluka. Meski begitu, penginapan tampaknya masih kokoh, tidak ada tanda-tanda akan hancur.
"Apa yang terjadi?" tanya salah seorang penyewa penginapan.
"Hidup lebih penting!" Orang Lain berkomentar. Beberapa orang buru-buru meninggalkan penginapan, sementara seorang pria paruh baya justru tersenyum.
"Setelah puluhan tahun, seorang jenius muncul di wilayah ini!" Pria itu tersenyum. Ia naik ke lantai atas untuk memeriksa siapa yang menyebabkan kekacauan di penginapan.
"Hebat!" Pria itu tak bisa menahan keterkejutannya. Apalagi tubuh phoenix suci yang murni sangat langka, bahkan tidak pernah ditemukan di wilayah Zhu sekalipun.
"Selamat datang, Senior!" sambut Erlang Xuan. Pria paruh baya itu terkejut saat merasakan gelombang kekuatan yang tak diketahuinya.
"Ada yang bisa kubantu?"
Pria paruh baya itu tidak langsung menjawab. Ia menatap Zhang Xue dan Hehua secara bergantian. Keduanya merupakan jenius kultivasi. Tentu saja masa depan keduanya sangat cerah dan tak terbatas.
"Aku Tetua Agung Sekte Puncak Dewa. Kedatanganku ke tempat ini untuk mencari murid!" ungkapnya.
"Jika berkenan, bisakah junior memperkenalkan diri?" tanyanya.
"Tentu saja, namaku Erlang Xuan!"
"Namaku Erlang Hehua!"
"Dan aku Zhang Xue, istri Erlang Xuan!"
"Junior Xuan, aku ingin membawa keduanya ke sekteku. Kalau kamu tidak setuju, aku akan pergi!" Pria itu meminta izin.
"Menurutmu bagaimana?" Erlang Xuan bertanya kepada adiknya
"Tidak masalah!" jawab Hehua. Meski sebenarnya tidak perlu masuk sekte, tetap saja ia membutuhkan tempat berlatih yang aman dan terhindar dari musuh.
"Junior Xuan, kekuatan mereka belum stabil, terutama istrimu. Di tubuhnya ada beberapa segel yang harus dibuka!" ungkap pria itu.
Erlang Xuan tahu tentang segel itu. Segel itu terlalu rumit dan tak bisa dibuka olehnya. Pasalnya segel tersebut merupakan segel yang terbentuk sejak Zhang Xue lahir. Jadi, hanya orang-orang tertentu yang bisa membukanya.
"Di sekte kami, sumber daya sangat melimpah. Aku sangat yakin kultivasi mereka akan melonjak drastis!" bujuk pria itu.
Erlang Xuan berpikir sejenak. Adiknya tidak masalah jika memasuki sekte, tapi Zhang Xue tidak boleh masuk ke sekte manapun. Bukan karena tidak mau berpisah, melainkan karena sesuatu yang tak diketahui orang lain.
"Mata kakek tua ini sangat tajam, tapi sedikit tumpul. Kukira dia mengetahui kondisi Xue!" katanya dalam hati.
"Mohon maaf, Senior! Untuk segel di tubuh istriku, aku bisa mengatasinya!" ungkapnya.
"Jika adikku bersedia dan ingin bergabung dengan sekte puncak dewa, aku tidak keberatan sama sekali, tapi untuk istriku, aku tidak mengizinkan!"
Meskipun kesal, tapi pria paruh baya itu sangat senang. Murid dengan tubuh phoenix adalah harta karun. Di sekte manapun, tubuh phoenix mungkin bisa ditemukan, tapi tidak murni. Kebanyakan karena darah campuran dan tidak dapat bertransformasi menjadi seekor phoenix. Sementara itu, kondisi Hehua berbeda. Gadis itu reinkarnasi dari seekor phoenix, hanya saja pria tua itu tak menyadarinya.
"Setelah turnamen Kekaisaran selesai, aku akan menjemputmu!" Sebelum pergi, pria itu sempat meninggalkan sebuah token.
"Kak!" Hehua menatap kakaknya dengan ragu.
"Hehua, usiamu baru 12 tahun. Pria itu tidak tahu tingkat kultivasimu. Jadi, kamu harus menyembunyikan tingkat kultivasimu!"
"Kamu tahu siapa yang dapat dipercaya, dan siapa yang tidak dapat dipercaya!"
Gadis itu mengangguk kecil. Sejak tubuh phoenix-nya terbangun, ia membangkitkan kemampuan istimewa, yaitu dapat merasakan niat buruk seseorang. Bukan hanya itu, insting dan kemampuan bertarungnya juga meningkat pesat.
"Satu lagi, jangan pernah melepas kalung itu!" Erlang Xuan menunjuk kalung giok adiknya. Meski ia merasa kalung itu punya kekuatan tersembunyi yang dapat melindungi pemakainya. Anehnya, mata jiwanya tidak dapat melihat kekuatan di dalam kalung itu.
"Disuruh pun tak akan kulepaskan!" Hehua memasukkan kalung itu ke balik bajunya. Samar-samar, sinar merah berputar dan menyatu dengan kalung itu.
"Ratu Phoenix!" Keningnya berkerut. Ada satu hal yang sangat ditakutkannya. Takut jika suatu hari nanti adiknya berubah, apalagi setelah ingatan kehidupan sebelumnya terbuka. Setelah ingatan itu terbuka, tentu saja adiknya akan berubah menjadi orang lain, bukan Hehua yang ia kenal.
"Kak, jangan sedih! Percayalah, aku akan mencari cara agar Kakak tidak perlu lagi memakai penutup mata!" Hehua tersenyum. Senyum adik kecilnya membuatnya terharu.
"Fokuslah kepada dirimu sendiri!" balasnya sambil tersenyum.
"Aku hanya berharap kamu menjadi adikku selamanya, dan tidak pernah berubah!" ungkapnya dalam hati.
Wuuuussss
Jianxue muncul di samping Hehua. Seperti sebelum-sebelumnya, gadis itu memakai topeng setengah wajah. Tadinya ia ingin menemui kakak ada adiknya, tapi kehadiran pria paruh baya itu membuatnya menunggu beberapa menit.
"Kak, aku menemukan gulungan ini!" Sebuah gulungan melayang di depannya. Segel transparan yang melindungi gulungan itu mengeluarkan tekanan yang cukup kuat.
"Gulungan ini kamu temukan di mana?" tanya Erlang Xuan.
"Istana lama!" jawab Jianxue.
"Adik kecil, apakah aku boleh menginap di kamarmu?" Ia menoleh dan menatap Hehua.
"Tentu saja boleh!" jawab Hehua.
"Berhati-hatilah dengan gelombang apinya!" bisik Erlang Xuan.
"Kakak ipar, aku punya sesuatu untukmu!" Gadis itu melepas topengnya. Di telapak tangannya, muncul sebuah gelang giok yang sangat indah. Gelang itu diberikan kepada Zhang Xue.
"Anggap saja hadiah dari Ibu Yan!" lanjutnya. Ibu Yan yang dimaksud adalah Yanruo, tapi orang-orang memanggilnya Yanran.
"Gelang yang sangat indah!" puji Zhang Xue.
"Itu hadiah khusus dariku!" Jianxue tersenyum.
"Sebenarnya aku juga menyiapkan hadiah untuk ibu Yan!" gumamnya. Ia menunduk, dan air matanya menetes tanpa diketahui oleh kakak dan adiknya.
*********
Erlang Xuan duduk bersila di belakang Zhang Xue. Dihadapannya, pola segel yang sangat rumit muncul dan memancarkan sinar menyilaukan. Andai saja matanya mata biasa, mungkin ia akan buta dua kali.
"Sebenarnya apa fungsi segel ini?" tanyanya.
"Ada apa?" tanya Zhang Xue.
"Segel ini sangat rumit!"
Meski rumit, tapi bukan berarti tidak bisa dilepas. Yang menjadi masalah, kekuatan yang tersegel sangat berbahaya. Segel pertama mengunci es abadi, segel kedua mengunci kekuatan jiwa Yang, dan segel ketiga menekan energi Yang sejati. Jika ketiga segel itu dilepas sekaligus, bisa dipastikan Zhang Xue akan kehilangan nyawa.
"Kalau begitu, aku mulai dari segel ketiga!" Erlang Xuan membuat segel yang sangat rumit. Tak beberapa lama, segel transparan muncul dan melahap segel ketiga yang menekan energi Yang.
Wuuuussss
Perlahan-lahan, energi Yang menyelimuti Zhang Xue. Wajahnya memerah, napasnya tidak teratur, dan jantungnya berdetak lebih cepat. Pandangannya buram, dan semuanya terasa berputar-putar.
"Xue'er!"
Karena wanita itu berstatus sebagai istrinya, tanpa ragu ia langsung mencium bibir Zhang Xue. Di saat yang sama, energi Yin yang dikeluarkannya menstabilkan energi Yang milik istrinya itu. Inilah salah satu alasan mengapa istrinya itu tidak diperbolehkan masuk ke sekte. Pasalnya setiap segel yang terbuka harus dikendalikan seseorang.