NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:969.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Akhirnya mobil yang di kemudi Zayn berhenti di depan gedung perusahaan yang menjulang tinggi. Zayn keluar lebih dulu, membukakan pintu untuk Nafiza. Tatapannya masih terlihat tegang, tetapi genggaman tangannya pada Nafiza terasa menenangkan. Mereka berjalan berdampingan menuju lobi.

David sudah menunggu di depan lobi dengan wajah sedikit tengang dari biasanya. Ia sedikit terkejut melihat Nafiza di samping Zayn, namun segera menyapa dengan profesional. "Selamat Selamat pagi, Bu Nafiza. Saya tidak tahu Anda akan ikut."

Nafiza membalas sapaan David dengan anggukan kecil dan senyum ramah di balik cadarnya. "Jangan terlalu formal panggil saja Nafiza."

Zayn mengangguk singkat. "Dav, kita langsung ke ruang meeting."

Zayn menggandeng tangan Nafiza dengan posesif, seolah ingin menegaskan jika wanita di sampingnya adalah miliknya. Para karyawan yang melihat pemandangan itu saling berbisik, terkejut melihat sisi lembut dan romantis dari CEO mereka yang biasanya dingin dan datar. Zayn, Nafiza, dan David tidak menghiraukan bisikan-bisikan itu dan terus melangkah menuju lift khusus para petinggi perusahaan.

Pintu lift terbuka di lantai 22, tempat ruang rapat berada. David berbisik pada Zayn, "Apa kamu yakin mengajak serta Bu Nafiza ke ruang rapat?"

Zayn hanya mengangguk, lalu menatap istrinya dengan keyakinan. Nafiza membalas tatapan itu dengan anggukan mantap. Mereka bertiga bergegas masuk ke ruang rapat.

Begitu pintu terbuka, semua mata tertuju pada mereka. Di antara orang-orang yang hadir, Nafiza menangkap sosok Farhan dan Riana. Farhan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, ada penyesalan dan kerinduan di sana. Sementara Riana menatapnya dengan tatapan meremehkan. Sebagian dari mereka berbisik, mempertanyakan siapa wanita bercadar yang berdiri di samping Zayn.

Dengan langkah percaya diri, Zayn menuju kursi kepemimpinannya. "David, tolong sediakan satu kursi lagi di samping saya," pintanya.

Karena tatapan penasaran dari orang-orang yang hadir, Zayn memutuskan untuk memperkenalkan Nafiza terlebih dahulu. "Selamat pagi, semuanya. Saya ingin memperkenalkan istri saya, Nafiza."

Suasana sedikit mencair setelah perkenalan itu. Zayn kemudian langsung memulai rapatnya. Ketegangan kembali terasa saat masalah utama dengan klien dari Jepang dibahas. Semua orang terdiam, menunggu jawaban dari Zayn.

Nafiza menggenggam tangan Zayn lembut, seolah meminta persetujuan. Zayn mengerti maksud istrinya. Ia mengangguk, sedikit penasaran ingin melihat bagaimana Nafiza akan menyelesaikan masalah ini.

Setelah mendapat persetujuan dari Zayn, Nafiza memulai dengan mengucap salam. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Kemudian, dengan lugas dan tenang, ia menjawab dan menjelaskan pokok permasalahan dengan bahasa yang santun namun tepat sasaran. Ia menyoroti pentingnya memahami nilai-nilai budaya dan memberikan solusi yang adil bagi kedua belah pihak.

Di akhir rapat, semua orang memuji kemampuan Nafiza dalam berkomunikasi dan memberikan solusi. Zayn menatap Nafiza dengan penuh penghargaan. Ia tidak menyangka istrinya memiliki kemampuan yang begitu luar biasa.

Farhan menatap Nafiza dengan kekaguman yang semakin besar. Penyesalan semakin menghantui hatinya karena telah menyia-nyiakan wanita sehebat Nafiza. Sementara Riana, meskipun dalam hatinya mengakui kehebatan Nafiza, tetap memasang wajah sinis.

Klien dari Jepang yang sebelumnya berniat membatalkan kerja sama kini dengan yakin mengurungkannya dan bahkan memberikan pujian atas solusi yang diberikan.

Setelah semua orang keluar dari ruang rapat, David menghampiri Zayn dan Nafiza. "Saya benar-benar terkejut, Zayn. Istri Anda sangat cerdas dan berwibawa. Dia berhasil mengubah suasana yang tadinya sangat tegang menjadi lebih positif. Bro lo sangat beruntung memiliki istri seperti Nafiza."

Zayn tersenyum bangga. "Gue tahu. Dia memang luar biasa." Ia kemudian menoleh pada Nafiza dan menggenggam tangannya erat. "Terima kasih, Sayang. Kamu sudah menyelamatkan perusahaan ini."

Nafiza tersenyum lembut. "Sama-sama, Mas. Yang penting, kita bisa menyelesaikan masalah ini bersama-sama."

Setelah rapat yang menegangkan, Zayn, Nafiza, dan David keluar dari ruang pertemuan. Mereka menuju ruang CEO.

Nafiza duduk di sofa, memperhatikan Zayn dan David yang tengah berdiskusi tentang langkah-langkah selanjutnya terkait kerja sama dengan klien Jepang. Ia merasa sedikit bosan karena tidak mengerti pembicaraan mereka.

"Mas, Naf boleh nggak lihat-lihat kantor Mas?" tanya Nafiza lembut, memecah keheningan.

Zayn tampak berpikir sejenak, lalu tersenyum. "Boleh, tapi tunggu sebentar ya." Dengan cepat, ia meraih telepon di mejanya dan menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, seorang wanita dengan pakaian rapi masuk ke ruangan.

"Assalamualaikum, Pak Zayn. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sopan.

"Riri, tolong temani istri saya untuk keliling perusahaan ya. Ingat, jangan jauh-jauh darinya," perintah Zayn dengan nada tegas namun lembut.

"Oh, baik, Pak," jawab Riri dengan hormat.

Setelah itu, Nafiza pamit pada suaminya. "Mas, Naf keluar bentar ya," ucapnya sambil tersenyum.

Zayn mengangguk dengan senyum lembut. "Hati-hati ya, Sayang. Kalau ada apa-apa, segera hubungi Mas."

"Iya, Mas," balas Nafiza, lalu keluar ruangan mengikuti langkah Riri.

Riri dengan ramah mengajak Nafiza berkeliling kantor. Nafiza mengagumi desain interior kantor Zayn yang modern dan elegan. Ia juga menyapa para karyawan yang menyambutnya dengan senyum hangat. Setelah beberapa saat berkeliling, Nafiza merasa ingin ke toilet.

"Riri, saya izin ke toilet sebentar ya," kata Nafiza.

"Baik, Bu. Saya tunggu di sini saja ya," jawab Riri.

Nafiza berjalan menuju toilet yang berada di ujung lorong. Setelah selesai, ia keluar dari toilet tanpa sengaja berpapasan dengan Riana.

Riana yang melihat Nafiza sendirian menyeringai licik.

Bersambung ....

1
Murni Murniati
kan udah talak tiga, mana bisa rujuk, apa mereka tak ingat
Kembarr Kembaarr
katanya orang sholehah ko gak sopan . nafisa sehrsnya memanggil zayn dngn sebutan mas jd ada sopannya walau sedikit.
Thewie
💪ketemu zayn berdebar
ketemu Farhan berdebar
apa yg sakit jantungnya si nafisya thor🤭🤣🤣
SSDY
bagus ceritanya
Kirana Mahestri
kok ada tiup lilin
kagome
doa nya maksa ya 🤭🤣🤣🤣
Anis Widayanti
Nafiza kan belum pernah disentuh mantan suami, bahkan tidur beda kamar. ini kok Zein tidak terkejut dengan pengalaman pertama & tidak disebut bahwa Nafisa cerita ke Zein belum pernah
Johanah Tata
gak sopan banget panggilnya nama doang
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kenapa Narendra kak, sebelumnya nama ayahnya Zayn itu Adrian 😁
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya kak gpp kok😁 kadang sering seperti itu, nama tokoh di karya sebelumnya suka terbawa ke yang baru 😁
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
yeayyy, langsung gercep /Awkward/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
menyesal karena sudah tau wajah asli Nafiza. Coba klau belum tau dan belum terbuka cadarnya, mana mau dia minta maaf seperti itu. dia cuma tertarik dengan melihat wajahnya, klau belum, dia pasti akan merendahkan Nafiza lagi 😑
Jetva
GA USAH BERTANYA...KAMU MENYAKITI ORG LAIN TANPA RASA BERSALAH SEDIKITPUN...
Dinatha: permisi 🙏
Yuk hadir dan baca karya saya ya😊🥰
Judul : "Ayah Anakku Teman Kuliahku"

Sinopsis :
Apa Jadinya jika sepasang mahasiswa yang terjebak dalam gaya hidup bebas terpaksa berpisah demi tuntutan realita dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bertahun-tahun kemudian, sebuah perjalanan bisnis mempertemukan sang pria dengan seorang anak perempuan cantik, Gembul dan cadel yang mewarisi mata dan senyum manisnya.
Apakah Fakta akan terungkap dan mereka bisa bersatu karena status ekonomi yang berbeda?

Simak juga keseruan dan kelakuan ajaib sepasang bocah gembul yang masih cadel..
total 1 replies
Jetva
Riana ga jelas..Larissa ga jelas...🤔🤔 keduanya hilang begitu saza...
Jetva
koq baju operasi sih thor..🙄🙄🤔🤔🤔
Jetva
lah..Larissa gimana setelah bebas...ortunya gimana..🤔🤔🤔
Jetva
Anak perempuan lo bajingan🙄🙄
Jetva
PELAKOR SELALU MERASA DIRINYA LEBIH HEBAT DARI ISTRI SAH...TAPI PELAKOR SELAMANYA TAK BISA MENJADI YG PERTAMA🤣🤣🤣DIA AELALU MENJADI YG KESEKIAN🤣🤣🤣IRI N DENGKI ITU MERKNYA..KRN KLO GA IRI N DENGKI GA MUNGKIN JD PELAKOR🤣🤣🤣LUPA...JUGA GA PUNYA MALU, HANYA PUNYA KEMALUAN🤣🤣🤣🤣
Jetva
lupa diri liat paras cantik...coba klo lo ga liat paras cantik ..tetap aza berkubang lumpur dosa dgn wanita murahan...
Jetva
TALAK 3 APA BISA RUJUK..??? APA NAF GA NGOMONG KLO UDH TALAK 3..MAKANYA ORG TUA NAF GA NGOMONG KLO DIA UDH DITALAK 3..??
Nona Sifa
mau 1donk cowok kaya zayn🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!