NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Nek Asih bergegas membawa makanan yang sudah dia bungkus dari dalam rumah, dia ingin membagikan makanan itu pada tetangga sekitar rumah mereka.

"Pak Alvian, boleh kah saya bertanya sesuatu pada bapak?" Tanya Risa pada Alvian yang sedang berdiri di samping nya.

"Boleh, tanyakan saja!" Alvian menjawab sambil tersenyum.

"Apakah sebelum nya kita pernah bertemu?" Tanya Risa dengan pandangan nya lurus ke depan.

"Iya!" Jawab Alvian singkat.

"Kapan dan di mana pak? Saya lupa!" Risa menatap Alvian dengan tatapan serius.

Alvian lalu duduk di atas batu besar yang ada di halaman, bersebelahan dengan kursi roda nya Risa.

"Saat kau bekerja di PT Bumi Sejahtera!" Jawab Alvian sambil tersenyum.

"Benar kah pak? Saya memang pernah bekerja di sana beberapa tahun yang lalu!" Risa menerawang mengingat bahwa dulu memang dia sempat berkarir di perusahaan itu sebelum menikah dengan Arvin.

"Iya Risa, kita bertemu saat kau menemani pak Adnan dalam mengurus kerja sama dengan perusahaan Angkasa Prima!" Alvian mengingat kan kapan mereka bertemu untuk pertama kali nya.

"Iya, aku memang pernah menemani pak Adnan dalam mengurus proyek kerja sama dengan perusahaan Angkasa Prima, dan setelah pak Adnan mendapat kan proyek itu aku pun mengundurkan diri karena aku akan menikah!" Risa mengingat kerja sama itu, tapi dia tidak tahu bahwa perusahaan Angkasa Prima adalah perusahaan milik Alvian.

Dreettt, dreettt, dreettt.

Ponsel Alvian yang ada di saku celana nya tiba - tiba berdering, Alvian segera menjawab panggilan itu.

"Hallo pak!" Alvian menyapa sang penelpon.

Alvian tampak mendengar kan dengan seksama apa yang di katakan oleh lawan bicara nya di seberang sana, dia terlihat serius sekali dalam menanggapi lawan bicara nya. Risa sendiri tidak tahu apa yang di bicarakan oleh mereka, karena memang posisi ponsel Alvian tidak di loudspeaker oleh Alvian.

"Baik lah, saya akan segera ke sana secepat nya!" Alvian pun lalu mematikan sambungan telepon nya dan memasuk kan kembali benda pipih itu di dalam saku celana nya kembali.

Bertepatan dengan itu, nek Asib sudah kembali dari mengantar kan kue itu pada tetangga mereka.

"Nak Alvian, terima kasih banyak karena nak Alvian sudah mau menjaga Risa!" Nek Asih mendekat di mana Alvian dan Risa berada.

"Tidak papa nek, maaf ya sekarang aku harus pergi. Ada hal penting yang harus aku urus!" Alvian pamit pada Nek Asih dan juga Risa.

"Iya nak, hati- hati di jalan!" Nek Asih tersenyum pada Alvian.

Setelah Alvian pergi, nek Asih menemani cucu nya.

"Nak, Alvian itu seperti nya laki - laki yang baik!" Nek Asih berbicara pada Risa.

"Dia cuma atasan Risa di kantor nek!" Risa mengingat kan nenek nya.

"Tapi nenek lihat dia menyukai mu nduk!" Nek Asib mengelus puncak kepala Risa.

"Nek, Risa sadar siapa diri Risa. Risa cuma sekarang janda miskin, sementara pak Alvian adalah pemilik dari sebuah perusahaan besar!" Risa mengingat kan sang nenek akan perbedaan status mereka.

"Nak, jika Allah sudah berkehendak, maka tidak ada yang tidak mungkin!" Nek Asih menggenggam tangan cucu nya untuk memberikan semangat.

"Tidak nek, Risa tidak ingin berharap terlalu jauh. Risa sadar siapa diri Risa!" Risa menunduk kan kepala nya.

Cairan bening mengalir begitu saja tanpa bisa Tisa tahan, bayangan Arvin dan Wulan berbagi keringat di malam itu membuat Risa kembali terluka. Laki - laki yang sangat dia cintai mengkhianati diri nya, sehingga Risa takut untuk memulai hubungan baru.

"Risa, tidak semua laki - laki seperti Arvin, percaya lah nak masih ada laki - laki yang tulus dan setia di dunia ini!" Nenek Asih mengangkat dagu Risa dan dia bisa melihat betapa terluka nya cucu nya atas perbuatan Arvin dan juga Wulan.

Sementara itu di kantor polisi, Alvian sudah tiba di sana. Dia segera menemui perempuan yang sudah berani mencelakai wanita yang sangat dia cintai tersebut.

"Aku tidak menyangka ternyata perusahaan ku selama ini memelihara wanita ular seperti mu!" Alvian berkata dengan menatap tajam ke arah perempuan yang kini berada di balik jeruji besi itu dengan menggunakan seragam tahanan.

"Pak Alvian, aku melakukan semua ini hanya untuk melindungi pak Alvian. Pak Alvian tidak tahu betapa berbahaya nya Risa, dia wanita yang sangat licik!" Erlin memutar fakta untuk menjelek kan Risa.

"Wanita yang licik itu adalah kau, bukan Risa!" Ujar Alvian lagi.

"Pak Alvian maaf kan aku, bebas kan aku dari tempat ini pak, aku takut!" Erlin memohon pada Alvian.

"Tempat mu memang pantas di sini Erlin, kau akan membusuk di tempat ini!" Alvian mengerat kan rahang nya karena dia sangat geram pada Erlin.

Andai kan saja Erlin bukan lah seorang perempuan, mungkin Alvian akan mengakhiri hidup nya. Tapi Alvian bukan lah laki - laki pengecut yang akan menghabisi sejarah perempuan.

"Pak, kenapa bapak segitu nya membela janda gatal itu. Dia tidak lebih baik dari saya pak, dia sengaja mendekati bapak untuk moroti harta bapak saja. Aku mohon pak, keluar kan aku dari tempat ini!" Erlin memukul - mukul terapi tempat di mana dia di kurung.

"Sekali lagi kau bicara buruk tentang Risa, maka aku pastikan kau tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini sampai kau menutup mata!" Ancam Alvian pada Erlin dengan sungguh - sungguh.

Mendengar ancaman dari Alvian, seketika wajah Erlin ketakutan. Dia melihat sisi lain dari bos nya yang sangat kejam itu, Erlin segera mundur dan menjauhi Alvian yang masih menatap nya dengan tatapan elang milik nya.

"Pak Alvian, aku mohon maaf kan aku!" Erlin kembali berkata dengan suara bergetar.

"Dengar Erlin, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan mu bebas begitu saja. Kejahatan mu pada Risa tidak bisa ku ampuni, kau akan membusuk selama nya di sini sampai ajal menjemput mu!" Alvian segera keluar sari tempat itu dengan wajah geram nya.

"Pak Alvian, aku mohon bebas kan aku, hiks, hiks, hiks!" Erlin berlari ke arah terali yang menjadi pembatas antara diri nya dan juga Alvian tadi.

Risa menangis sambil memukul - mukul terali dengan keras, dia terus memanggil nama Alvian dan memohon untuk di bebas kan.

"Pak Abi, tolong urus semua pekerjaan kantor. Saya tidak bisa datang ke kantor selama beberapa hari ini!" Alvian berbicara pada pak Abi melalui sambungan telepon.

Setelah itu Alvian bergegas melakukan mobil nya menuju ke rumah nek Asih, dia akan berjuang untuk mendapat kan hati perempuan yang di cintai nya. Alvian berjanji di dalam hati pada diri nya sendiri, bahwa dia akan menjaga Risa dengan baik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!