NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Kebangkitan pecundang
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.

Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?

Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.

Temukan kisah mereka hanya di sini:

"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Penolakan Darrel

Beberapa jam sebelumnya.

Mami Mia berada di halaman belakang rumah sedang merawat bunga-bunganya, tiba-tiba dikejutkan oleh bunyi nada dering ponselnya. Dengan segera wanita paruh baya itu meletakkan gunting tanaman yang dipegangnya lalu mengambil ponsel.

Ia mengernyit heran menatap layar ponselnya lalu segera mengangkat panggilan tersebut barangkali ada sesuatu yang penting.

"Halo, Mas? Assalamu'alaikum? Apa ada sesuatu yang tertinggal?" tanya Mami Mia.

"Wa'alaikumsalam. Mas cuma ingin mengabarkan, baru saja Mas ketemu cucu-cucu, Mami," kata Danish dari seberang telepon.

Mami Mia terhenyak untuk sesaat. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ada perasaan membuncah yang sulit diungkapkan dengan kata-kata saking bahagianya.

"Jika Mami ingin ketemu mereka, datanglah ke taman kota di jalan AA. Mereka berjualan di sana. Wassalamu'alaikum," pungkas Danish lalu menutup sambungan teleponnya.

"Wa'alaikumsalam." Mami Mia terdiam di tempatnya. Untuk sesaat, pikirannya terasa kosong, hingga Papi Baim datang mendekat.

"Siapa yang telepon, Mi?" tanya Papi Baim.

Mami Mia menoleh dan menatap suaminya dengan mata berbinar. "Itu...itu Mas Danish yang telepon, Pi," jawab Mami Mia dengan suara bergetar.

"Danish? Ada apa?" tanya Papi Baim penasaran.

"Dia bilang...dia bilang baru saja bertemu dengan cucu-cucu kita," jawab Mami Mia.

Papi Baim terkejut. "Benarkah? Di mana?" tanyanya dengan nada tak percaya.

"Di taman kota di jalan AA. Mereka berjualan di sana," jawab Mami Mia. "Ayo, kita temui mereka, Pi. Mami sudah tidak bisa lagi menahan diri sekarang," ajaknya begitu bersemangat, sambil menarik tangan Papi Baim masuk ke dalam rumah.

"Baiklah, mari kita temui mereka," Papi Baim pun menurut saja tangannya ditarik oleh sang istri menuju kamar mereka untuk segera bersiap.

Setelah berganti pakaian mereka berdua segera bergegas menuju garasi dan masuk ke dalam mobil. Papi Baim melajukan mobilnya menuju lokasi, di mana anak dan cucunya berada.

Sepanjang perjalanan, Mami Mia tidak henti-hentinya berdoa, semoga pertemuannya dengan cucu-cucunya akan berjalan lancar. Ia juga berharap, bisa membawa mereka pulang ke rumah dan tinggal bersama.

Akhirnya, mereka tiba di taman kota di jalan AA. Mami Mia dan Papi Baim segera turun dari mobil dan mencari-cari keberadaan Darrel beserta anak-anaknya.

"Itu...itu Bang Rel, Pi!" seru Mami Mia sambil menunjuk ke arah seorang pria yang sangat mereka kenali, sedang sibuk melayani pembeli. Di sampingnya, dua anak kecil membantunya sambil tertawa riang.

Papi Baim mengikuti arah telunjuk Mami Mia. "Iya, Mami benar. Itu cucu-cucu kita," kata Papi Baim dengan rasa haru.

Mami Mia berjalan ingin mendekati Darrel dan anak-anaknya, tetapi Papi Baim menahan tangannya.

"Ada apa, Pi?" tanya Mami Mia heran mengapa sang suami menahan tangannya.

"Lebih baik kita amati mereka dari kejauhan saja, Mi," kata Papi Baim. "Tidak elok rasanya menemui mereka di tempat umum seperti ini. Nanti bisa menimbulkan spekulasi yang tidak baik. Bang Rel juga pasti tidak menginginkannya," lanjutnya beralasan.

Mami Mia terdiam sejenak dan merenungkan perkataan suaminya. Ia mengerti, Papi Baim benar. Tidak sepantasnya mereka membuat keributan di tempat umum dan menarik perhatian orang banyak.

"Baiklah," kata Mami Mia akhirnya.

Mereka berdua kemudian duduk di sebuah bangku di bawah pohon rindang yang tidak jauh dari tempat Darrel berjualan. Dari sana, mereka bisa melihat Darrel dan anak-anaknya dengan jelas.

Mami Mia terus memperhatikan cucu-cucunya dengan senyum bahagia. Ia merasa sangat lega melihat mereka tumbuh sehat dan ceria. Ia bangga putra sulungnya itu bekerja keras untuk menghidupi kedua anaknya. Namun, ia juga merasa khawatir tidak seharusnya anak sekecil mereka mengikuti ayahnya berjualan.

Papi Baim dan Mami Mia terus mengamati Darrel dan anak-anaknya hingga siang hari. Hingga saat Darrel mulai membereskan dagangannya, keduanya memutuskan untuk pergi.

"Kita ikuti mereka saja, Pi," usul Mami Mia.

Papi Baim setuju, kemudian mengikuti sepeda motor Darrel dari belakang dengan mobilnya.

Namun, ketika sepeda motor Darrel berhenti di sebuah minimarket, Papi Baim tetap melajukan mobilnya membuat Mami Mia bertanya dengan panik, "Loh, Pi! Kita mau ke mana? Mereka berhenti kenapa kita tetap lanjut? Bagaimana kalau kita kehilangan jejak?"

Papi Baim tersenyum. "Mami tenang saja, papi sudah tahu di mana mereka tinggal," kata Papi Baim.

"Papi serius?" Mami Mia terkejut. "Kenapa Papi tidak pernah cerita sama mami?" tanyanya dengan wajah cemberut.

"Papi ingin memberi kejutan pada Mami," jawab Papi Baim tersenyum ke arah istrinya.

"Terima kasih ya, Pi." Mami Mia tersenyum ke arah sang suami dengan tatapan penuh rasa haru.

Papi Baim kemudian masuk ke kawasan perumahan sederhana, lalu masuk ke dalam sebuah gang dan berhenti di pinggir jalan.

"Ayo turun, kita sudah sampai. Itu rumah mereka," ajak Papi Baim sambil menunjuk ke sebuah rumah mungil di depannya tampak sebuah motor matic terparkir.

Papi Baim dan Mami Mia kemudian turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke rumah Darrel. Mereka duduk di kursi yang ada di teras sambil menunggu kedatangan anak dan kedua cucunya. Hingga tak lama kemudian Darrel beserta kedua anaknya sampai di rumah.

.

.

.

.

Kembali ke saat ini

Mami Mia tampak terkejut dengan penolakan Darrel. Ia menatap sang putra dengan pandangan kecewa. Begitu pun dengan Papi Baim. "Tapi, Bang...?"

"Mami dan Papi jangan khawatir," sahut Darrel cepat. "Abang bisa menghidupi diri sendiri dan anak-anak. Lagipula, Abang sudah berjanji untuk tidak lagi bergantung pada siapapun."

"Mami minta maaf, jika sikap mami terlalu keras pada Abang," kata Mami Mia penuh penyesalan. "Tapi apa Abang tidak mau mempertimbangkannya lagi?"

"Keputusan abang sudah bulat, Mi," Darrel tetap kokoh pada pendiriannya.

Papi Baim menghela napas. "Sebaiknya Abang jangan keras kepala," gumamnya pelan.

"Ini bukan soal keras kepala, Pi," jawab Darrel. "Ini soal prinsip."

Mami Mia menyela, "Lalu, bagaimana dengan cucu-cucu Mami? Apa Abang tidak kasihan sama mereka? Mereka pantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik."

Darrel menatap Zoey dan Zayn yang sedang bermain dengan permainan yang dibawakan oleh oma-opanya. Hatinya mencelos mendengar ucapan Mami Mia. Dia sadar, bahwa kedua anaknya pantas mendapatkan yang terbaik.

"Abang tahu, Mi. Tapi, Abang yakin, Abang bisa memberikan mereka kehidupan yang layak meskipun tidak mewah," jawab Darrel pelan.

Papi Baim berdiri. "Baiklah, jika itu keputusan Abang, papi tidak bisa memaksa. Kapanpun Abang berubah pikiran, pintu rumah selalu terbuka untuk kalian."

Mami Mia ikut berdiri lalu memeluk Darrel dengan erat. Meski kecewa dengan penolakan sang putra tetapi ia berusaha memahami keputusannya. Mungkin putranya itu punya alasan tersendiri kenapa memilih untuk menjalani kehidupannya yang sederhana dan menolak kembali bersama.

1
〈⎳ FT. Zira
saling kenal.. restu lancar tanpa hambatan🤭🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar cepat tamat
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
jangan buka dulu lahh.. nanti aja
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul...
total 1 replies
Tiara Bella
temen lama palingan ya....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin
total 1 replies
Leddy Sohar
Wah jadi bikin penasaran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: stay tune terus ya🤭
total 1 replies
Esther Lestari
Papa Vira dan papa Darrel jangan2 sahabat lama
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin
total 1 replies
Nar Sih
jgn ,,papi baim dan papa nya vira teman lama atau teman bisnis wah ..seruu momz👍🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar nitijen senang🤭
total 1 replies
Hendra Yana
lanjut momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap.,...
total 1 replies
Sunaryati
Mereka mungkin teman atau Mitra bisnis, yang pasti mereka lega dan suka berbesanan. Author karena hujan punya banyak gantungan ya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener bgt, mak. gak kering² tuh mpe dirubung rengit🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh kenal kah. ato gimana ni..deg deg kan😑😑😑
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu aja besok, ibu gak up lagi
total 1 replies
Esther Lestari
semoga papi mami mu merestui pilihanmu Darrel.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Esther Lestari
Kejutan Darrel yang membuat Vira bener2 terkejut.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Jangan bilang mereka sudah saling kenal. Semoga saja saling mengenal dengan baik. Jadi, bertambah kebahagiannya mereka ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga aja, sesuai keinginan nitijen🤭
total 1 replies
Sunaryati
Emak harapkan Mama Mia dan Papa Baim merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummmm
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
Sunaryati
Kasihan Vira kena prank duren. Author bisa nih, buat emak geram👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Sunaryati
Langsung lamar Viranya Bang Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Emak berharap Vira berjodoh dengan Darrel dan mereka hidup rukun dibalut kebahagiaan bisa berkumpul kembali dengan orang tua Nak Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mak
total 1 replies
Sunaryati
Duren yang sedang kena panah asmara gadis tomboi, semoga mulus melebihi jalan tol
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bebas hambatan
total 1 replies
Sunaryati
Semoga jika mereka serius menjalani hubungan antara pria dan wanita dewasa orang tua Vira merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!