NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XXXV

Aku mencari

Aku menanti

Dia yang baik hati

Dia yang manis sekali

Aku mencari hadirmu

Dalam setiap hari-hariku

Menantikan kedatangan dan ceriamu

Melihat senyum dan canda tawamu

*****

Taman sekolah yang tenang membawa suasana yang tenang juga untuk hati yang sedang gundah. Bukan hanya karena pelajaran yang membuat suntuk keadaan perut dan pikiran, ada banyak hal yang membuat anak-anak seusia mereka ini dengan berbagai masalah juga.

"Perut aku mules gara-gara matematika tadi." Keluh Anne pada Anna yang duduk di sebelahnya.

"Eh, apa hubungannya pelajaran dengan perut?" tanya Anna bingung dengan istilah yang di pakai oleh Anne sekarang ini.

"Adalah Ann... karena pusing larinya ke perut juga!" Anne masih mencoba menerangkan pada Anna yang masih saja tidak tahu arti perkataan Anne yang di anggap ambigu olehnya.

"Ah sudahlah. Capek hati." Sekarang Anne kembali berkata sesuatu yang semakin menambah bingung Anna. Terlihat beberapa kali Anna mengeleng mendengar dan menangapi perkataan Anne yang aneh.

"Hai...!" sapa Alan yang baru saja datang.

"Eh, kok tahu kita ada disini?" tanya Anne heran karena Alan menyusulnya ke taman sekolah.

"Tahulah... kan sudah aku pasang GPS di badan kalian. Biar gampang pas ngelacak keberadaan tempat kalian dimanappun berada!" Jawaban Alan membuat Anne mencibir, sedangankan Anna hanya tersenyum dengan membuang nafas panjang.

"Kenapa, garing ya?" tanya Alan karena candaannya ternyata hanya mendapatkan respon yang biasa dari kedua gadis yang dekat dengannya saat ini.

"Aku gak tahu harus jawab apa." kata Anna jujur. Dia memang tidak biasa bercanda jadi tidak tahu juga bagaimana level candaan yang baik.

"Gak sih, lucu juga kok!" kata Anne mencoba menghargai usaha Alan yang sedang ingin bercanda.

"Ihhh... cuma segitu saja responnya?" Alan tidak yakin dengan jawaban Anne.

"Apa lagi?" tanya Anna seperti menantang.

"Eh, gak neng cantik!" jawab Alan dengan dua jari membentuk huruf V.

"Oh ya, kamu belum jelaskan maksudmu soal jadi pacar kemarin!" Anna mengingatkan Alan. soal pembicaraan mereka kemarin siang sepulang sekolah di halte.

"Memang tidak apa?" tanya Alan meminta pertimbangan. Anna sudah mengeleng sedari tadi saat mendengar Anne bicara.

"Kenapa tidak?" tanya Anne menyakinkan Alan.

"Tapi bukan untuk hanya sandiwara saja!" lanjut Anna dengan menatap tajam kearah Alan yang masih menunggu kelanjutannya.

"Lalu?" tanya Alan meminta penjelasan dari perkataan Anne tadi. Wajah Anna sudah tampak memerah karena malu dan tidak tahu harus berkata apa dengan semua rencana Anne ini.

"Kamu harus jadi pacar Anna beneran, dan bukan bohongan. Jadi selayaknya pacar gitu!" Anne memberikan penjelasan kepada Alan tentang maksud dari perkataannya.

"Jadi pacar beneran?" tanya Alan cepat dengan mata berbinar.

"Iyalah beneran. Aku gak mau bohongan kayak artis-artis yang setingan gitu!" jawab Anne lagi.

"Hem... emang Anna mau?" tanya Alan pada Anna.

"Hai, ini acara nembak cewek ya! Kok kayak. gini?" Anne kaget dengan pertanyaan Alan pada Anna.

"Lho, trus gimana?" tanya Alan yang ikutan bingung juga.

"Ya ada momen yang kek gimana gitu dong!" Anne memberikan penjelasan pada Alan.

"Ah, aku kan gak tahu caranya Inne. Kamu maunya beneran, aku tanyalah pada Anna. Dimana salahnya?" Alan bertanya dengan wajah bingung. Dia tidak tahu maksud dari perkataan Anne.

"Duh, gimana cara jelasinnya ya... Aku jadi ikutan bingung juga." Perkataan Anne justru membuat Alan tertawa terbahak-bahak.

"Kenapa malah tertawa?" tanya Anne bingung.

"Punya usul tapi gak tahu jelasin gimana? Bingung sendiri. Aneh tahu gak!" Alan masih tertawa di sela-sela perkataannya.

"Sudah-sudah... Gak usah di bahas. Kamu juga Inne, ngapain coba usil banget ngerjain Alan dengan usul itu." Akhirnya Anna bicara juga menengahi perdebatan keduanya.

"Hah... cuma di kerjai aku ini?" Alan melongo dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari perkataan Anna barusan.

"Iya, kamu dikerjain sama Inne" jawab Anna dengan tersenyum tipis.

"Ah, kamu Inne... Aku pikir beneran. Tadi udah seneng banget tahu!" Alan cemberut karena merasa tidak enak hati dan perasaannya. Ada rasa kecewa yang entah apa. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa merasa kecewa seperti ini.

"Sudah ayo balik kelas. Istirahat hampir selesai." Anna mengajak keduanya untuk kembali ke kelas dan menghentikan adu mulut berikutnya.

Anne sudah masuk ke kelas yang letaknya memang lebih dekat. Anna dan Alan masih harus berjalan dan melewati beberapa kelas yang berjejer.

"Ann, aku pikir tadi beneran lho!" kata Alan yang masih ingin membahas masalah tadi.

"Sudah Al, gak usah dibahas. Kita itu masih kecil. Mending belajar saja yang rajin." Anna berkata seakan menasehati dirinya sendiri. Dia tidak mau jika perasaan hatinya yang ikut tidak menentu ini akan terus berlanjut.

"Iya juga sih Ann. Tapi jika tadi itu beneran aku juga gak nolak kok!" Alan berkata kemudian tertawa terbahak-bahak, kemudian berlari menghindar dari cubitan Anna yang sudah siap tadi.

"Awas ya jika masih saja membahas masalah ini!" Anna berteriak saat Alan berlari meninggalkan dirinya. Kelas mereka sudah terlihat dan anak-anak yang lain pun sudah memasuki kelas. Istirahat sudah hampir selesai beberapa menit lagi.

*****

POV Anna

Perasaan ini memang tidak menentu. Ada rasa yang tidak biasa saat Alan mengatakan jadian denganku. Tapi aku juga tahu diri, sama seperti apa yang dikatakan oleh Dinda.

Saat Anne tahu dan ingin memberikan kesempatan pada Alan aku menolak. Aku tidak mau menganggu waktu belajar kami yang masih tergolong sangat muda. Masalah hati biarkan waktu yang bicara nanti.

"Anna. Jika Alan memang mau jadi pacar kamu, terima saja!" kata Anne malam itu saat berada di kamar menjelang waktu tidur.

"Aku pikir kalian cocok kok. Kan Alan bisa lindungi kamu dari anak-anak jail macam Dinda." Anne masih saja memberikan dorongan agar aku mau menerima usulannya.

"Inne. Kita itu masih kecil. Buat apa pacaran? Mending temen saja. Kita lebih baik belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan kita di sekolah itu!" Aku hanya memberikan penjelasan pada Anne agar tidak lagi mendorong Alan agar menerima aku sebagai pacarnya.

"Tapi Alan kayaknya emang beneran suka sama kamu Anna." Anne masih belum menyerah juga.

"Sudahlah. Mungkin saja dia hanya suka sebatas teman. Sama kayak yang lain. Kebetulan saja Dinda targetnya aku, jadi Alan menjadi seperti punya tanggungan gitukan?" Aku masih tetap kekeh dengan penolakan yang sama.

"Ok lah. Tapi jika besok aku ingin ngerjain dia, kamu diam saja ya!" Anne berkata sambil memberikan jari kelingkingnya untukku. Aku akhirnya setuju saja agar dia tidak lagi membahas masalah ini terlalu lama.

POV Anna end

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!