NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wu Fei

Sampai pertandingan akan dimulai pemuda itu duduk di samping Mia. Ketika waktunya telah tiba pemuda itu lari ke lapangan untuk bermain bola.

Permainan kedua tim sama baiknya. Sesekali pemuda itu melirik ke arah Mia.

“Pacar kau tuh.”

Dania menyenggol pelan tubuh Mia.

“Diam kau.”

“Ganteng kok, mirip Neo Hou…yakin gak mau?”

“Ish.”

Mia tampak kesal.

“Nama dia Wu Fei”

Dania berbisik pada Mia.

Nama pemuda itu adalah Wu Fei, tampaknya pemuda itu adalah keturunan Tionghoa yang menetap di wilayah Dugu. Hari itu adalah hari pertama Mia dan Dania melihat pemuda itu tanpa masker.Pemuda itu memiliki wajah dominan China, dan Dania tidaklah salah…wajah pemuda itu memang mirip seperti Neo Hou atau Hou Ming Hou. Tampan dan manis.

Saat permainan dimulai terlihat para gadis fokusnya bukan kepada skill yang para pemain tunjukkan, melainkan fokus mereka pada wajah para pemain.

“Kebiasan cewek kalau nonton bola fokusnya ke muka.”

Dania mengeluh.

“Aku juga gitu, mangkanya aku jadi pendukung nomor satu King Emyu karena ada Mason Mount disana hehe.”

“Parah.”

“Hehehe.”

“Kau gak ngedukung ayang kau?”

“Enggak.”

Mia menjawab spontan.

“Eh, ada ayang rupanya…”

Dania menggodanya.

“Diam gak, kalau gak mau diam ku tendang kau ya.”

“Galak ibu-ibu satu ini.”

Babak satu telah berakhir. Belum ada yang berhasil mencetak gol ke gawang lawan.

“Mia, minta minum!”

A Fan meminta minum kepada Mia.

“Air habis, tunggu aku beli dulu.. Kau duduklah dulu.”

“Oke, oke.”

Mia membeli dua botol air mineral.

“Nih!”

Mia menyodorkan botol berisi air itu pada A Fan.

“Oke, thank you.”

“Hmm.”

Dari kejauhan tampak Wu Fei tengah berkumpul dengan timnya. Ada beberapa gadis yang memberikan air minum untuk Wu Fei. Mia memperhatikan Wu Fei dari kejauhan.

“Yang satunya untuk siapa?”

Tanya Dania kepada Mia sambil memainkan alisnya.

“Untuk diri aku sendiri.”

“Yakin?”

Dania menggodanya. Mia tampak tak peduli dan langsung duduk di samping A Fan.

Tiba-tiba ada beberapa gadis menghampiri A Fan.

“Xufan,ini air untuk kamu.”

Seorang gadis manis malu-malu memberikan air pada A Fan. A Fan menerima air itu. Dia juga menerima beberapa makanan dari gadis lainnya.

“Orang ganteng banyak fans.”

A Fan menyombongkan dirinya.

“Phei!”

Mia dan Dania kompak. A Fan tertawa.

Saat Dania, Mia dan A Fan asik mengobrol tiba-tiba Wu Fei berlari ke arah mereka. Dia langsung duduk di hadapan Mia sambil cengengesan.

“Mian, aku haus.”

“Bukannya tadi udah dapet air dari cewek-cewek?”

“Aku kasih airnya ke temen-temen aku.”

Dia tersenyum pada Mia. Mia memberikan air yang tadi dia beli pada Wu Fei. Wu Fei langsung meminum air itu.

“Mau snack?”

A Fan menyodorkan makanan ringan pada Wu Fei.

“Boleh.”

A Fan dan Wu Fei langsung menjadi teman akrab.Mereka berdua berbincang mengenai sepakbola.

“Mian, iketin poni aku.”

Wu Fei menyodorkan ikat rambut pada Mia. Mia mengambil ikat rambut tersebut, lalu mengikat poni Wu Fei.

“Ehemmm!”

A Fan mengejek.

“Diem.”

Mia mencubit lengan A Fan.

“Kenapa kau mau sama cewek galak kayak gini? Hati-hati lengah dikit nanti kau dipukul dia hahaha.”

A Fan mengejek Mia lagi.

“Fan, tau gak kalau letak kegantengan cowok itu di gaya rambut nya?”

“Iya kah?”

“Iya lah. Kau kalau ganggu aku terus, ku botak kau!”

“Wuisss, garang nyeee…”

Mereka bersantai sambil menunggu babak kedua dimulai. Saat babak kedua dimulai, permainan kedua tim malah semakin bagus, namun kali ini tim A Fan berhasil mencetak gol. Hasil akhir dari permainan tersebut adalah 1-0, yang mana dimenangkan oleh tim A Fan.

“Mia,kau pulang sama siapa?”

A Fan bertanya.

“Ya sama Dania lah.”

“Okelah.”

Mia dan Dania bersiap untuk pulang.

“Mian!!”

Wu Fei memanggil namanya, Mia dan Dania menoleh.

“Apa lagi?”

“Nomor WA-nya mana?”

Mendengar itu Mia menggelengkan kepalanya, sepertinya dia heran dengan tingkah Wu Fei.Mia menolak memberikan nomornya, namun Wu Fei terus membujuknya, pada akhirnya Mia memberikan nomor Whatsapp nya pada Wu Fei.

“Mau diantar pulang?”

Wu Fei bertanya.

“Gak usah, aku pulang sama Dania.”

“Oke… Hati-hati ya sayang…”

“Phei!”

Mia langsung menarik tangan Dania dan langsung pergi. Mia tak sadar kalau Wu Fei memperhatikannya berjalan menjauh sambil tersenyum manis.

Mia dan Dania sampai di rumah pada sore hari. Mereka sudah mulai sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

“Pa, Johan mana?”

Mia mencari Johan.

“Johan masih di sawah, teh.”

“Oh…”

Mia langsung pergi mandi dan menyelesaikan pekerjaan rumah seperti memasak dan mencuci piring. Begitu juga dengan Dania, Dania membantu ibunya menyiapkan makan malam.

Hari-hari berlalu, tak ada yang aneh dengan hari-hari yang mereka jalani. Waktu berlalu… sebulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan… mereka tidak pernah memimpikan hal “aneh”itu lagi. Bahkan, mereka perlahan mulai lupa dengan apa yang pernah mereka alami.

“Dania!”

Mia memanggil Dania dari luar jendela. Dania muncul dan melambai pada Mia.

“Ayo, sini!”

Dania mengajak Mia masuk, karena terlalu malas untuk memutar melalui pintu depan akhirnya Mia masuk lewat jendela kamar Dania.

“Tumben pagi-pagi begini udah main kesini? Bosen ya?”

“Hehehe, iya. Kita ke hutan yuk!”

“Ke hutan? Ngapain?”

“Nyari rebung. Aku pengen makan rebung.”

“Oohhh, oke!”

Mereka berdua pergi ke hutan. Hutan masih gelap karena mereka datang terlalu pagi. Namun, mereka tampaknya sudah terbiasa dengan hutan tersebut dan tidak merasakan takut sama sekali. Mereka menjelajahi rumpun bambu yang ada di hutan tersebut. Mereka tampaknya sangat senang karena mendapatkan banyak rebung. Ini adalah musim padi,orang-orang masih sibuk pergi ke sawah artinya stok rebung pasti banyak karena tidak perlu bersaing dengan orang lain.

“Bau apa ini?”

Hidung Dania kembang kempis saat mencium bau pandan di sekitaran rumpun bambu.

“Mana? Aku gak nyium?”

“Coba sini!”

Dania menarik tangan Mia.

“Bau pandan.”

Mia yakin dengan bau yang ia cium. Dania sepertinya sedikit takut saat mendengar Mia menyebut “bau pandan”.Wangi pandan adalah hal yang sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis.

“Ada hantu kah?”

Dania memegang tangan Mia.

“Hantu, mana ada hantu. Ini bau musang pandan. Kayanya sarangnya ada di dekat sini.”

Mia adalah seorang yang menyukai alam dan binatang, kemampuan dia dalam mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan tidak perlu diragukan.

“Beneran musang pandan?”

“Bener.Kalau gak percaya ayo kita cari!”

Dania tak berani jauh dari Mia. Mereka mencari sarang musang pandan. Benar saja, mereka menemukan sebuah sarang dan ada anakan musang pandan di dalamnya. Tampaknya induk dari musang pandan tersebut tengah mencari makanan untuk anaknya.

“Tuh kan bener! Musang!”

Dania merasa lega.

“Udah, ayo kita pulang!”

“Ayo!”

Mereka pulang dari hutan pada pukul 7.43 pagi.Mereka mendapatkan banyak rebung. Mereka kembali dengan wajah yang ceria.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!