NovelToon NovelToon
Satya Wanara, Pendekar Toya Emas Angin Langit

Satya Wanara, Pendekar Toya Emas Angin Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Penyelamat / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:938
Nilai: 5
Nama Author: Zaenal 1992

Di ambang keruntuhan Majapahit dan fajar menyingsingnya Islam di Nusantara, seorang pemuda eksentrik bernama Satya Wanara berkelana dengan tingkah laku yang tak masuk akal. Di balik tawa jenaka dan tingkah konyolnya, ia membawa luka lama pembantaian keluarganya oleh kelompok rahasia Gagak Hitam. Dibekali ilmu dari seorang guru yang lebih gila darinya, Satya harus menavigasi dunia yang sedang berubah, di mana Senjata bertemu doa, dan pedang bertemu tawa.

​Daftar Karakter Utama:

​Satya Wanara (Raden Arya Gading): Protagonis yang lincah, konyol, namun mematikan.

​Ki Ageng Dharmasanya: Ayah Satya, Panglima Telik Sandi Majapahit (Almarhum).

​Nyai Ratna Sekar: Ibu Satya, keturunan bangsawan yang bijak (Almarhumah).

​Eyang Sableng Jati: Guru Satya yang konyol dan sakti mandraguna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaenal 1992, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kitab pusaka 'Napas Naga Langit part 3

Satya berdiri mematung di tengah pasar, mencoba mencerna keadaan. Ia merasa seperti turis yang salah masuk ke wilayah terlarang.

​Seorang prajurit dengan zirah perunggu maju, wajahnya tampak gusar. Ia membentak Satya dengan rentetan kalimat yang cepat. "(Siapa kau, asing? Beraninya kasta rendah sepertimu menyandang senjata di depan kuil suci ini?!)"

​Satya melongo. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aduh, Tuan Kumis... bicara apa, sih? Achachaaa? Saya cuma mau cari warung singkong bakar. Ada tidak?"

​Melihat Satya bicara santai sambil cengar-cengir, prajurit itu merasa dihina. Di India, seorang yang tidak berpakaian ksatria dilarang keras menatap mata seorang prajurit dengan cara menantang, apalagi berbicara tanpa rasa hormat. Sang prajurit menganggap Satya sedang mengejek kedaulatannya.

​Prajurit itu memberikan isyarat dengan tangannya—sebuah perintah agar Satya berlutut dan menyerahkan Toya Emasnya.

​"Oh, mau pinjam tongkat?" Satya malah menyodorkan ujung Toyanya. "Boleh, tapi hati-hati ya, ini berat. Jangan sampai encok."

​Salah paham memuncak. Menganggap Satya hendak menyerang dengan menyodorkan senjata, sang prajurit berteriak marah dan menghunus pedang Talwar-nya. Teman-temannya segera mengepung, mengarahkan ujung tombak ke leher Satya.

​"Loh, loh! Kok jadi main besi?!" Satya melompat mundur dengan lincah.

​Pertarungan pun pecah. Namun, bagi Satya, ini bukan pertarungan hidup-mati, melainkan sesi main-main. Saat sebuah tombak meluncur ke arah perutnya, Satya melakukan gerakan jungkir balik di udara, lalu mendarat dengan satu kaki tepat di atas batang tombak tersebut.

​"Hup! Kurang tinggi, Tuan!" seru Satya.

​Prajurit kedua menyerang dari belakang. Satya, tanpa menoleh, hanya menggeser badannya sedikit—seolah sedang berdansa—sehingga dua prajurit itu malah saling menabrak dan kepalanya beradu. Pletak! Keduanya langsung limbung sambil memegangi dahi.

​Sang pemimpin ksatria yang marah besar mencoba menebas leher Satya. Satya hanya menggunakan dua jarinya untuk menjepit mata pedang itu saat berada di udara. Berkat latihan "Hawa Murni Matahari", jarinya sekeras baja.

​"Tuan, pedangnya tajam, tapi niatnya kurang tulus," ejek Satya. Dengan satu hentakan kecil, ia membuat ksatria itu berputar seperti gasing hingga jatuh terduduk di tumpukan keranjang buah mangga.

​Hanya dalam sekejap, semua prajurit yang mengepungnya sudah jatuh bangun dengan posisi yang konyol. Ada yang kepalanya tersangkut di bakul, ada yang kakinya terikat ikat pinggangnya sendiri. Satya tidak melukai mereka secara serius, namun ia telah menjatuhkan harga diri mereka di depan umum.

​Melihat pemandangan itu, para warga yang menonton mulai mundur dalam ketakutan. Mereka mulai berbisik-bisik, menciptakan gumaman yang memenuhi pasar.

​"Siapa sebenarnya orang ini?" bisik seorang pedagang. "Pakaiannya kumal, kakinya nyeker (tanpa alas kaki). Dia pasti dari kasta rendah yang melarikan diri."

​"Benar," timpal warga lainnya dengan wajah pucat. "Bagaimana mungkin orang dari kasta rendah bisa mengalahkan ksatria-ksatria terlatih dengan cara semudah itu? Ini tidak masuk akal!"

​Namun, seorang lelaki tua yang tampak bijaksana, mengenakan kain putih (Dhoti) khas kaum terpelajar, menatap Satya dengan penuh kekaguman. Matanya berkaca-kaca melihat keberanian dan kesaktian pemuda asing itu.

​"Jangan sombong kalian!" seru lelaki tua itu kepada warga sekitarnya. "Kalian selalu menilai orang dari kulitnya. Ingatkah kalian pada cerita Mahabarata? Ingatkah kalian pada Karna?"

​Warga terdiam.

​"Karna... dia dianggap anak kusir dari kasta rendah sepanjang hidupnya. Dia dihina, direndahkan, dan dilarang memegang senjata. Padahal, dia adalah ksatria terbesar yang memiliki kesaktian setara dewa Surya," lanjut si tua itu. "Pemuda asing ini... dia memiliki aura yang sama. Meski penampilannya seperti rakyat jelata, kekuatannya adalah kekuatan seorang raja!"

​Satya, meski tidak mengerti kata "Karna", bisa merasakan suasana yang berubah. Orang-orang tidak lagi menatapnya dengan benci, melainkan dengan rasa takjub dan sedikit ngeri.

​"Wah, sepertinya saya jadi selebriti dadakan di sini," gumam Satya sambil menyampirkan kembali Toya Emasnya ke bahu. "Tapi perut saya tidak bisa makan pujian. Saya harus segera cari Ki Ageng Menyan-nya India sebelum perut ini demo besar-besaran."

​Satya pun melangkah pergi, membelah kerumunan yang kini memberinya jalan dengan penuh hormat, seolah-olah mereka baru saja melihat reinkarnasi sang pahlawan yang terbuang.

1
anggita
wah ada anggota Wali Songo juga😊.
anggita
oke lah👌👍
anggita
ikut dukung like👍iklan👆👆, buat author novel fantasi timur lokal. semoga lancar sukses novelnya.
anggita
nama teknik jurusnya unik😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!