Jelita pergi dari rumah dengan membawa pedih dan luka, setelah mendapati kenyataan pahit. Ayahnya telah mengkhianati sang ibu dengan menikahi wanita simpanannya dan membawa wanita itu beserta seorang putri hasil perselingkuhan mereka, yang termasuk saudara tiri Jelita.
Malam dimana Jelita seharusnya mendapat cinta penuh dan tanggung jawab dari Chandra Adi Prama, Nyatanya membuat Jelita makin terluka setelah dengan terang-terangan, Chandra, pria yang dicintainya itu, menyatakan akan menikahi saudara tiri Jelita.
Ditambah lagi dengan sang ibu yang juga telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa, membuat Jelita tepaksa membekukan hatinya.
Hingga jelita pergi membawa luka dan membawa satu-satunya keluarga yang akan menemani jelita selamanya, Membuat hati jelita terasa beku dan enggan mengakui memiliki keluarga.
~Penasaran kisahnya?
Jangan lupa dukung dengan tap love, like, comment and vote yaa....~
Mohon perhatian....
Bagi siapapun yang melihat karya saya di plagiat di aplikasi lain, mohon segera memberi tahu saya.
Kebijakan ini berdasarkan karya saya PESONA ANAK PEMBANTU pernah di plagiat di aplikasi lain dan saya tidak mau mengulangi hal serupa atas cerita ini.
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Jelita tengah mempersiapkan dirinya untuk menjalankan rencananya merebut kembali putra dan putrinya dari genggaman Chandra.
Saat ini, ia tengah di ruang pelatihan beladiri nya.
Radhi......
Radhi semakin khawatir pada istrinya.
Bagaimana bila Lita tak bisa mengontrol dirinya?
Bagaimana bila Lita kehilangan kontrol diri nya?
Radhi terpekur dan hanyut dalam ketakutannya sendiri.
Begitulah hidup.
Sakit hati akan cenderung harus di balaskan.
Namun, yang Radhi khawatirkan adalah Bagaimana bila setelahnya, Lita terpuruk dan menyesal?
Bukankah itu tentu akan melukai jelita sendiri.
Sebisa mungkin, Radhi harus bisa mengontrol dan mengawal istrinya.
Memastikan wanita pujaannya ini baik-baik saja dan tidak melakukan sesuatu yang melewati batas.
Setelah lelah dan keringat mengucur deras dari tubuh ramping Jelita, Jelita berhenti sejenak.
Ia menerima botol air mineral yang di sodorkan Radhi padanya, Meminumnya hingga tandas tanpa bekas.
Radhi memandang istrinya yang tengah minum.
wajahnya mendongak dan terlihat leher jenjangnya tengah bergerak naik turun saat meneguk tetes demi tetes air.
Begitu seksi di mata seorang Radhi.
"Lelah?", Tanya Radhi dengan lembut.
Selama sepuluh tahun beristri kan Jelita, tak pernah sekali pun Radhi membentak dan berlaku kasar padanya.
Yang ada hanya kelembutan dan pemujaan tanpa henti, membuat Jelita terbuai dan berakhir luluh dalam rengkuhan Radhi.
"Tentu saja. Makanya aku berhenti dulu". Ucapnya seperti anak polos nan lugu yang masih berusia sepuluh tahun.
Namun, siapa sangka bahwa kepolosan itu hanyalah tameng untuk menutupi sikap liar iblis wanita?
Tidak ada yang menyangka....
Tidak ada yang tau....
Jelita adalah iblis berwajah malaikat,
Iblis yang dulunya baik, kini berubah menjadi iblis mengerikan dan mematikan karna masa lalu kelamnya.
"Jangan terlalu keras melatih dirimu.
Sesekali segarkan fikiranmu dan shoping lah untuk menghilangkan kejenuhan mu. Aku akan sangat senang bila kau menjemput bahagiamu.
Jangan siksa dirimu dengan stress yang terlalu berlebihan,
Mengerti?"
Ucap Radhi dengan menyingkap pelan Surai istrinya yang berwarna emas kecoklatan.
"Empat hari lagi....
Empat hari lagi aku Kana menjemput bahagia ku, mas Radhi.....
Aku tak sabar akan bertemu Arlan dan Ariana.".
"Tapi ingat, jangan melanggar rencana yang sudah tersusun rapi.
Kita hanya akan mengambil kembali Arlan dan Ariana.
Jangan membuat kericuhan dengan menyerang atau apapun.
Akan ada saat nya nanti kau membalas mereka yang dulu melukaimu".
Jelita mengangguk mendengar penuturan lembut suaminya.
"Asal kau tetap berada di sisiku tanpa melirik wanita lain, tentu aku tak akan membuat kericuhan", Jawabnya, kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Tapi bila suamiku yang jelek ini melakukannya, Akan ku pastikan kau ku pasung seumur hidupmu, paham?".
Lanjut Jelita dengan menirukan gaya bicara Radhi seperti tadi.
Radhi tergelak keras.
Bagaimana mungkin Jelita membuat lelucon yang demikian.
Tidak lah mungkin Radhi bersikap demikian.
Jelita....
Wanita ini begitu di puja, di sayang, di cinta, di suka.
Lantas, di mana letak penyimpangan akan berpalingnya Radhi?
"Aku bahkan telah terpasang dalam hatimu.
Aku bahkan telah terpenjara dalam hatimu.
Aku bahkan telah terperosok dalam hatimu,
Tanpa jalan keluar.
Jelaskan padaku bagaimana mungkin aku bisa berpaling?" Ucap Radhi serius.
Jelita kepalang malu dan pipinya memerah.
Namun, ia berusaha menyembunyikannya meski Radhi dengan jelas melihatnya.
"Aku tak tau.
hanya saja aku takut kau meninggalkanku seperti si bajingan Chandra itu.".
Senyum simpul nan tipis kembali terukir pada bibir manis Radhi.
"Sudah ku bilang, aku bukan Chandra.
Alih-alih akan meninggalkanmu, aku justru akan membuatmu mengandung anakku berkali-kali.
Membesarkan mereka bersama dengan penuh kasih sayang dan cinta tanpa batas.
Bukankah itu menyenangkan?".
"Tentu saja. Memangnya, kau ingin aku melahirkan aku anak berapa lagi?".
"Sepuluh!".
"Hah? Sepuluh?", Tanya jelita memastikan. Radhi mengangguk. Jelita pun menepuk dahinya pertanda pusing.
"Mati lah aku bila sepuluh.
Kau saja yang mengandung, mas Radhi....
Tidakkah kau sadar bahwa melahirkan itu rasanya sakit?".
Radhi tergelak keras mendengar keluhan dari wanita pujaannya itu.
******
Di sebuah rumah megah,
Darrel duduk seorang diri di dalam ruang kerjanya.
Ia pandangi layar oonselnya yang berisi foto Liana dengan callista, gadis kecil yang lucu dan begitu menggemaskan.
Dua jam lalu, Jelita mengiriminya pesan berupa foto dan video Liana dan putri mereka.
Darrel menunjukkan kerapuhannya.
Pria arogan dan angkuh, kini menangis bagaikan binatang yang terluka tanpa penolong.
Sebuah foto Liana dengan menggendong putrinya tengah tersenyum.
Serta sebuah video berdurasikan tak lebih dari dua menit itu, membuat kerinduan Darrel menggebu-gebu.
Video Liana yang menggendong callista dengan mengucapkan salam kerinduan pada Darrel, membuat Darrel menangis dalam senyum.
"Aku Merindukan mu Liana.
Maafkan lah aku yang lemah, tidak bisa melindungimu dari keserakahan ibu tiri ku dan ayah ku yang terhasut.
Setelah Nyonya Jelita berhasil mendapatkan putra putrinya, kita pasti berjumpa.
Setelah itu, mari kita menikah.
Aku ingin memilikimu secara legal.
Selamanya.".
Gumamnya pelan.
*****
Santika tengah membawa Aridha dalam gendongannya.
Di belakangnya, Seorang pengasuh mendorong sebuah kereta yang di duduki Kara yang saat ini telah berusia lima tahun.
Tak jauh dari mereka, Beberapa pengawal yang di tugaskan Radhi melindungi keluarganya tengah menyamar.
Kara cenderung pendiam namun tegas, seperti Radhi.
Berbeda dengan Arlan dan Ariana yang lebih banyak berceloteh riang.
Saat ini, Santika tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan.
Santika ingin sesekali menghabiskan waktunya dengan cucu-cucunya seperti arahan putranya, Radhi....
Alasannya agar tak stress.
Dari arah berlawanan, seorang pria paruh baya dengan kharisma yang begitu tinggi, tanpa sengaja berjalan ke arah Santika.
Saat itu, Aridha baru saja menghabiskan susu dalam botol nya.
Botol susu yang sudah tak berisi itu terjatuh ke lantai.
Pria paruh baya yang dekat dengan Santika pun membantu mengambilkan botol susu di lantai tanpa melihat wajah Santika.
Reksa....
Pria itu adalah Reksa.
Setelah berdiri, Reksa menyerahkan botol itu dan menatap wajah Santika, Begitu juga dengan Santika.
Sesaat netra mata mereka saling bersirobok.
Keduanya menegang.
Masing-masing, mereka saling merindukan dan melalui malam-malam penuh dengan rasa sakit.
Gumam an mereka terdengar jelas oleh mereka.
"Mas Reksa?".
"Santika?".
🍁🌺🍁