NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:964
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hukuman untuk keluarga zhang

Alun-alun Gou Tun City berubah menjadi ladang pembantaian yang mengerikan. Bau amis darah menyengat di udara, bercampur dengan aroma belerang yang keluar dari tubuh Chen Song. Ia tidak lagi bertarung seperti seorang ahli bela diri ia bertarung seperti binatang buas yang haus akan kepunahan.

Para utusan Sekte Bayangan Darah yang awalnya merasa di atas angin kini gemetar. Mereka menyadari bahwa mereka tidak sedang menghadapi manusia, melainkan manifestasi dari murka iblis.

Raksasa ini mencoba menerjang Chen Song, namun Chen Song hanya menangkap lengannya. Dengan kekuatan mentah yang mengerikan, Chen Song merobek lengan raksasa itu hingga putus, lalu menghantamkan kepalanya ke beton hingga hancur berkeping-keping.

Rantai berdurinya yang seharusnya mengunci Qi justru digunakan oleh Chen Song untuk melilit lehernya sendiri dan ditarik hingga kepalanya terpisah dari tubuh.

Si Pencuri Bayangan Ia mencoba melarikan diri ke dalam kegelapan, namun Chen Song melihatnya dengan Mata Iblis-Dewa. Chen Song melesat secepat kilat, mencengkeram jantungnya dari belakang, dan meremasnya hingga menjadi bubur darah.

Setelah para penjaga tewas, kesadaran Chen Song benar-benar hilang ditelan oleh Hawa Iblis. Ia mulai menyerang siapa pun dan apa pun yang bergerak di sekitarnya.

Pasukan Garda Hitam William yang mencoba mendekat hancur berkeping-keping hanya dengan satu ayunan energi hitam.

Gedung-gedung di sekitar alun-alun mulai runtuh karena getaran energi yang meluap dari tubuh Chen Song.

Ia mulai tertawa melengking, suara yang bisa merusak gendang telinga manusia biasa. Matanya kini sepenuhnya berwarna merah gelap, tanpa ada sisa warna putih sedikit pun.

Chen Song "Semuanya... semuanya harus hancur! Dunia ini mengkhianatiku, maka aku akan menghapus dunia ini!"

Keheningan yang menyelimuti Gou Tun City pagi itu terasa jauh lebih mengerikan daripada suara ledakan. Kabut tipis menyapu jalanan yang kini bersih dari mayat telah memurnikan segala sisa pertempuran menjadi debu yang hilang tertiup angin.

David Zhang berdiri di balkon markas komandonya dengan wajah pucat pasi. Tangannya gemetar saat ia memegang HT yang hanya mengeluarkan suara statis.

Laporan Nihil Sejak pukul tiga dini hari, seluruh unit "Garda Hitam" dan pasukan tentara bayaran yang ia sebar berhenti merespons.

David mengirim tim kecil ke alun-alun kota, namun mereka kembali dengan laporan yang tidak masuk akal: "Tidak ada darah, tidak ada mayat, Tuan David. Hanya ada bekas cakaran sedalam satu meter di beton dan bau yang sangat kuat."

David "Bagaimana mungkin?! Lima ratus pasukan elit hilang dalam semalam tanpa ada satu pun panggilan darurat? Apakah Chen Song itu hantu?!"

Saat David sedang berteriak pada bawahan yang tersisa, seorang penjaga gerbang berlari masuk dengan luka sayatan di wajahnya.

Pesan itu tidak dikirim melalui surat atau pesan digital, melainkan melalui sebuah fenomena yang mengguncang jiwa setiap anggota keluarga yang tersisa.

Di langit di atas Puri Utama Klan Zhang, awan hitam menggumpal membentuk wajah raksasa Chen Song yang sedang menyeringai. Suaranya menggelegar seperti guntur, menghantam kaca-kaca jendela hingga retak dan membuat jantung setiap orang di sana berdetak tidak beraturan.

Suara Chen Song menggema dari segala penjuru, dingin dan tanpa ampun:

"William Zhang... Aku memberimu satu kesempatan terakhir untuk bersikap seperti laki-laki. Datanglah ke Alun-Alun Kota dalam waktu satu jam, sendirian. Jika kau terlambat sedetik saja, atau jika aku melihat satu prajurit pun di belakangmu, aku akan meratakan seluruh Puri Utama. Aku akan memastikan nama 'Zhang' tidak hanya hilang dari sejarah, tapi juga rata dengan tanah sedalam tujuh turunan."

Di dalam aula utama, Tibet Zhang jatuh terduduk dari kursinya. Ia melihat ke luar jendela dan menyaksikan pemandangan yang mustahil: tanah di sekitar tembok luar puri mulai retak dan mengeluarkan asap ungu yang mencekik.

Anggota Keluarga Saudara-saudara jauh dan sepupu William mulai berteriak histeris. Mereka mencoba melarikan diri menggunakan mobil mewah, namun mesin mobil mereka mati seketika seolah-olah energinya dihisap oleh bumi.

Kehampaan Kekuasaan William berdiri mematung di tengah ruangan. Ia memegang ponselnya, mencoba menghubungi sekutu-sekutu bisnis dan politiknya, namun yang terdengar di seberang telepon hanyalah suara tangisan dan jeritan kematian.

William menatap David yang kini sudah tidak berdaya dan kehilangan kewarasannya setelah bertemu chen song. Paranoia menyelimutinya. Ia tahu bahwa Elder Feng sudah mati, Tiga Penjaga Neraka telah lenyap, dan kini ia berdiri sendirian menghadapi kekuatan yang melampaui logika manusia.

William (Berbisik dengan bibir gemetar) "Dia bukan lagi sampah yang bisa kutendang... Dia adalah kiamat bagi keluargaku."

William mengambil pedang pusaka keluarga yang selama ini hanya menjadi pajangan. Dengan tangan gemetar, ia berjalan keluar menuju gerbang puri. Ia tahu ini adalah perjalanan satu arah. Di belakangnya, Tibet Zhang berteriak memohon agar William menyelamatkan nyawa mereka semua.

Chen Song berdiri di tengah kawah besar bekas pertempurannya semalam. Ia tidak lagi tampak membabi buta ia tenang, namun ketenangannya jauh lebih menakutkan. 

William Zhang, yang datang dengan sisa-sisa kesombongannya, Ia tidak akan mati, karena Chen Song menginginkannya tetap hidup untuk menyaksikan kehancuran total kekaisaran yang ia curi.

Dengan satu gerakan pedang energi yang keluar dari ujung jarinya, Chen Song menebas kedua tangan dan kaki William dalam hitungan detik. Kecepatan serangannya begitu tinggi hingga William baru merasakan sakit yang luar biasa beberapa saat setelah anggota tubuhnya terpisah.

Chen Song: "Kaki ini kau gunakan untuk menendangku keluar, dan tangan ini kau gunakan untuk menyakiti Luna. Sekarang, kau hanyalah seonggok daging yang akan melihat bagaimana aku menghapus nama Zhang dari muka bumi."

Chen Song menutup luka William dengan api hitam agar ia tidak mati kehabisan darah. William hanya bisa melolong di tanah, menyadari bahwa kematian adalah hadiah yang terlalu mewah baginya sekarang.

Tepat setelah William dilumpuhkan, puluhan mobil SUV hitam legam tanpa plat nomor—pasukan bawah tanah Chen Song dan Resimen Bayangan Kerajaan Song—mengepung Puri Utama Klan Zhang.

Penangkapan Massal Tidak ada perlawanan. Tibet Zhang, Monica, Carren, dan seluruh petinggi keluarga diseret keluar dari kediaman mewah mereka.

Penyitaan Aset Elara, sang peretas, mengirimkan perintah final yang memindahkan seluruh saldo rekening, surat tanah, dan kepemilikan saham klan Zhang ke dalam satu yayasan tunggal atas nama Luna Zhang.

Alih-alih membawa mereka ke penjara milik pemerintah yang bisa disuap, Chen Song memasukkan seluruh keluarga Zhang ke sebuah fasilitas rahasia—sebuah penjara bawah tanah yang ia bangun di bekas gudang klan Zhang yang telah ia kuasai.

Kondisi Penjara Ruangan itu gelap, lembap, dan dingin. Tidak ada pelayan, tidak ada makanan mewah.

Hukuman Mental Di dinding penjara, Chen Song memasang layar besar yang menyiarkan penghancuran Puri Utama mereka yang diratakan dengan tanah menggunakan alat berat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!