NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:88.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6. KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN

Kabar itu datang seperti angin dingin yang menyelinap di balik pintu.

Tidak berisik. Tidak diumumkan.

Namun cukup untuk membuat seluruh kastil Ravens berdenyut dengan kegembiraan yang ditahan-tahan.

"Yang Mulia Duke telah kembali ke kediaman."

Kalimat itu saja sudah cukup membuat para pelayan berbisik di setiap sudut kastil.

Namun bisikan itu berubah nada ketika kabar berikutnya menyusul, lebih pelan, lebih menggoda.

"Dan malam ini Duke akan mengunjungi kamar Nyonya Duchess."

"Benarkah!"

"Ini kabar menggembirakan. Akhirnya Duke akan menghabiskan malam dengan Duchess juga."

Liora mendengarnya bukan dari satu orang, tapi banyak. Bahkan tanpa berkata sekali pun, gestur mereka sudah mengatakan betapa antusiasnya mereka tentang malam ini.

Liora mendengar kabar itu bahkan dari cara para pelayan berjalan lebih cepat.

Dari senyum yang terlalu cerah saat menyuguhkan teh untuk Liora.

Dari tatapan penuh makna yang buru-buru dialihkan ketika mata mereka bertemu dengannya.

Seolah-olah sebuah kisah romansa akan dipentaskan malam ini, dan mereka semua adalah penonton yang tak sabar.

Lucu.

Sangat lucu.

Tapi tidak lucu untuk Liora.

Karena bagi Liora, kabar itu terasa seperti petir yang menyambar tepat di atas kepalanya, tanpa peringatan, tanpa waktu untuk berlindung.

"Haah!"

Liora menjatuhkan tubuhnya ke kursi goyang di dekat jendela, tangan menepuk dada sendiri.

"Kenapa sekarang?! Padahal aku sudah menikmati hari tenang tanpa dia." Suara Liora tidak keras, tapi cukup penuh emosi.

Satu minggu.

Selama satu minggu penuh, ia hidup dengan tenang.

Tanpa hinaan. Tanpa tatapan jijik. Tanpa desas-desus yang dibisikkan tepat di belakang punggungnya.

Liora sudah hampir lupa bagaimana rasanya ... menunggu penghinaan datang. Karena di kediaman Duke semua orang tidak ada yang berani menghina Liora walau sepatah kata saja.

Dan sekarang ...

Tiba-tiba setelah mengabaikan Liora di hari pernikahan dan setelahnya, kini Duke Alaric Ravens akan datang ke kamarnya malam ini.

Jangan bercanda!

Semua orang tahu apa artinya.

Bahkan Liora yang jika dia bodoh sekalipun tidak bisa berpura-pura tidak mengerti.

Duke datang ke kamar Duchess di malam hari tentu saja Itu karena kewajiban suami istri yang harus dilaksanakan.

"Tidak. Tidak. Tidak," gumam Liora sambil mengacak rambut sendiri. "Ini tidak masuk akal."

Kenapa tiba-tiba?

Kenapa sekarang?

Bukankah Duke itu yang meninggalkan Liora di hari pernikahan?

Bukankah dia yang mengabaikan malam pertama mereka?

Bukankah dunia sudah sepakat bahwa Duke Ravens tidak menginginkan Liora di perempuan gendut?

Liora menatap pantulan dirinya di kaca jendela.

Tubuh berisi. Pipi bulat. Lengan yang tidak ramping.

Sosok yang selama bertahun-tahun dijadikan bahan ejekan bahkan oleh keluarganya sendiri.

"Tidak mungkin," kata Liora pelan tapi tegas. "Tidak mungkin dia datang karena menginginkanku."

Pintu kamar diketuk pelan.

"Masuk," ucap Liora yang langsung mengentikan ocehannya.

Seorang gadis muda masuk dengan langkah ringan, membawa baki teh hangat dan senyum yang terlalu cerah untuk hari yang terlalu menegangkan.

"Sore, Nyonya Duchess," sapanya riang. 'Teh chamomile kesukaan Anda."

"Sasa," desah Liora. "Kau kelihatan terlalu bahagia."

Sasa terkikik kecil. Rambut cokelatnya yang dikepang bergoyang ringan.

"Apa saya tidak boleh bahagia, Nyonya?" mata Sasa yang jelas sedang menggoda Nyonya-nya ini.

"Kau tahu kabarnya," Liora menatapnya datar.

"Tentu!" Sasa meletakkan baki dan bertepuk tangan kecil. "Seluruh kastil tahu! Rasanya seperti menonton kisah cinta secara langsung!"

Liora memijat pelipisnya. "Ah, Tuhan. Ini benar-benar seperti vonis mati rasanya. Ini bukan kisah cinta. Dengar itu, Sasa."

"Belum," sanggah Sasa cepat. "Tapi bisa jadi."

Liora menatapnya tajam, bukan dengan niat mengancam, tapi cukup untuk membuat Sasa terdiam sejenak.

"Tidak mungkin sekali," ujar Liora. "Duke tidak tertarik pada perempuan sepertiku."

Sasa memiringkan kepala. "Perempuan seperti apa, Nyonya?"

"Gendut," jawab Liora tanpa ragu. "Sepertiku."

Sasa terdiam satu detik. Lalu, ia tersenyum lebar.

"Memangnya kenapa kalau tubuh Nyonya berisi?" tanya Sasa.

Liora menghela napas. "Kau masih muda, Sasa. Dunia tidak sebaik itu."

Sasa justru mendekat dan duduk di bangku kecil di depan Liora, matanya berbinar penuh semangat.

"Ibuku dari dulu juga gadis gemuk, Nyonya," katanya ceria. "Ayahku cinta mati padanya."

Liora tertegun. "Benarkah?"

"Iya!" Sasa mengangguk cepat. "Ayah bilang, ibuku cantik dan paling nyaman dipeluk. Sampai sekarang pun begitu."

Ada sesuatu yang menghangat di dada Liora mendengar celotehan pelayan pribadinya ini.

Liora tertawa kecil, jujur, tanpa beban.

"Kau ini benar-benar tahu bagaimana membuat orang lain tenang," kata Liora.

Sasa ikut tertawa. "Lihat? Tidak ada yang aneh dengan tubuh Nyonya. Ayah bilang semua perempuan itu cantik."

Tawa itu perlahan mereda.

Namun pikiran Liora kembali tertarik pada satu hal yang terus menghantui.

Malam ini.

Ketika Sasa bangkit untuk merapikan tirai, Liora bersandar kembali ke kursi goyang. Gerakannya pelan, ritmis, seperti mencoba menenangkan jantungnya sendiri.

"Apa yang harus kulakukan," gumam Liora. Ia tidak takut pada Duke sebagai pria.

Yang ia takutkan adalah pengulangan luka lama. Penghinaan yang Liora benci.

Tatapan jijik. Keheningan yang menghina.

Atau lebih buruk, kewajiban yang dilakukan tanpa keinginan seperti nanti malam.

Tidak.

Ia tidak ingin itu.

Mata Liora menyipit perlahan.

Sebuah ide muncul.

Bukan ide yang cemerlang.

Namun cukup masuk akal untuk membuat Duke tidak datang malam ini.

Ia menegakkan tubuh.

"Sasa?" panggil Liora.

"Ya, Nyonya?"

"Bagaimana jika seorang Duchess tidak enak badan?" tanya Liora penuh senyum.

Sasa berkedip. "Maksud Nyonya?"

"Pusing berat. Mual. Lemas," Liora menghitung dengan jari. "Dokter dipanggil. Istirahat total."

Sasa menutup mulutnya, menahan tawa. "Nyonya ingin berpura-pura sakit?"

"Bukan berpura-pura," bantah Liora. "Aku bisa membuatnya terlihat nyata."

Sasa tertawa kecil. "Itu bisa berhasil ... mungkin."

Liora mengalihkan pandangan ke jendela, menatap langit senja yang mulai gelap.

"Kalau tidak berhasil," kata Liora pelan, "aku akan mengunci pintu. Atau berpura-pura tertidur lebih awal. Atau-"

"Atau mengajak Tuan Rowan tidur di kamar Nyonya?" potong Sasa polos.

Liora membeku. "... itu ide yang buruk. Orang tua Rowan tentu tidak mengizinkan."

"Tapi efektif," Sasa mengangkat bahu. "Tidak ada Duke yang akan masuk ke kamar istrinya kalau ada anak kecil di dalam."

Liora terdiam lama.

Ide itu terlalu masuk akal.

Liora menghela napas panjang.

"Baik," kata Liora akhirnya. "Kita siapkan semuanya. Kalau Duke benar-benar datang aku tidak akan menghadapinya malam ini."

Sasa mengangguk, setengah bersemangat, setengah cemas.

"Kalau begitu semoga rencana Nyonya berhasil," kata Sasa.

Liora menatap ke luar jendela sekali lagi.

Ia tidak tahu.

Entah kenapa, ada firasat halus yang menggelitik dadanya.

Bahwa malam ini ... tidak akan berjalan sesuai rencana siapa pun.

1
Mita Paramita
kok tamat sih🤨🤨🤨 lagi seru serunya.
Archiemorarty: ada Sequel nanti kemungkinan kak 🥰
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐨𝐡 𝐨𝐤 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘
total 2 replies
Lala Kusumah
yaaaaaa tamat, tapi gapapa happy ending, bahagianya 😍😍😍
tapi nanti ada cerita lanjutan anak-anak ya 🙏🙏🙏🫰🫰👍👍
Archiemorarty: kemungkinan ada, walau nggak cadel lagi nanti mereka 🤭
total 1 replies
Ir
sampai ketemu di next cerita calon bandit kerjaan 🤭🤭
Archiemorarty: calon bandit kerajaan gx tuh 🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng pisan 🫣🫣😵‍💫😵‍💫
Jelita S
terimakasih thor atas ceritamu,,lnjut y cerita Elala🤣🤣
Archiemorarty: Siap siap, ditunggu ya. tapi gx akan jadi bocil cadel lagi nanti 🤭
total 1 replies
Miss Typo
keren 👍👍👍
Miss Typo: masama thor 🤗
total 2 replies
Miss Typo
kok tau² tamat thor????
happy ending 👏👍

terimakasih thor 🙏, selalu sukses dgn karya-karyanya di novel dan tunggu cerita para bocil cadel juga Rowan 😍
Miss Typo: masama thor 🤗

iya, pasti dah pada gede mereka 😁
total 2 replies
Eli Rahma
ehhh,..beneran tamat nih thor..tp tar ada kelanjutanyya kan ..ttg para bocil..
Archiemorarty: kemungkinan ada, masih dipikirkan. soalnya kalau jadi satu cerita, panjang banget
total 1 replies
Miss Typo
tunggu saat waktunya tiba Elara bisa mengendalikan sihir itu
Miss Typo
belum saatnya Elara menggunakan kekuatannya
Ir
hmm gampang ini mah kalo misal nya mau bikin Elara meratakan dunia pancing aja emosi nya pasti segel nya Arram bakalan hancur, jangan sampe aja di manfaatkan sama orang² jahat, sekarang tinggal Evan kak keajaiban apa yang Evan punya ga adil kalo Elara doang yang di spill 🤣🤣
Archiemorarty: Hahaha....Evan sama kayak bapak emaknya dia 🤭
total 1 replies
Jelita S
Lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚 𝐤𝐞 𝟔 𝐭𝐡𝐨𝐫? 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐚𝐮𝐫𝐚 ...

𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐠𝐚𝐢𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐫𝐬𝐛𝐭 𝐛𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 😁😁
Jelita S
wah msih lnjut rupanya sang penyihir hitam y
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐬𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧?? 😕😕😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐬𝐮𝐥𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐬 𝐧𝐠𝐨𝐛𝐫𝐨𝐥 𝐝𝐠𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬 𝐭𝐡𝐨𝐫😭😭 𝐭𝐩 𝐩𝐚𝐬 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐓𝐊 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐝𝐞 𝐝𝐢𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐥𝐡𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐥𝐬 𝐥𝐠 😕😕
total 2 replies
Ir
akhhh aku bari mau mikir monster selanjutnya Evan yang bikin kejutan, ternyata emak nya, ini dua bocil Alaric harus di ajarin mengendalikan diri ini, kalo engga hancur dunia
Archiemorarty: Baru tiga tahun udah duarrrr 🙄
total 1 replies
Ir
elara dapet ini pasti dari leluhur nya yang dulu² pasti kan, soalnya Alaric ga bisa sihir, Lior juga ga punya, kak pokoknya harus di jelasin sih dari mana Elara sama Evan dapet kekuatan itu
Archiemorarty: Ohoho...siap siap 🤭
total 1 replies
Miss Typo
di bab brpa tuh ya saat Alaric dan pasukannya menyerah monster hampir menyerah dan Liora datang bersama pasukannya membantu, trs ada anak yg bilang itu lho, bingung ngomongnya. matahari dan bulan kalau gak salah anak kembar Liora. berarti Elara matahari nya panas membara dengan sihir nya, apa Evan yg akan merendam nya saat Elara kehilangan kendali dari kekuatan sihirnya. aaahh gak tau lah 🤣
Archiemorarty: boleh boleh 🤭
total 3 replies
Miss Typo
berarti yg matahari Elara ya thor, wah kekuatan Elara keluar karna melihat kakaknya berdarah gak sadarkan diri karna monster itu, dan pas monster mendekat mau menyerang dia gak rela semua terluka seperti Rowan
Miss Typo: mantep nih 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!