NovelToon NovelToon
Janji Cerai Di Malam Pertama

Janji Cerai Di Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Single Mom / Tamat
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Satu tahun lagi kita cerai. Hati aku cuma buat Rosa"
Di malam pertama, Fitri dibuang demi wanita lain. Ia pergi membawa luka... dan rahasia besar di rahimnya. Tiga tahun kemudian, pernikahan Adam hancur oleh pilihan hatinya sendiri. Saat penyesalan datang, ia justru bertemu kembali dengan Fitri yang kini menjadi 'Dokter Cantik' sukses bersama seorang anak yang sangat mirip dengannya.
"Fitri... anak siapa yang kamu pangku itu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35. Anugerah Terindah dan Bayangan Sejarah

Danu tidak mau mempercayai suatu hal dalam sisi sini saja, dia tau betul siapa Fitri dan bagaimana sifat Fitri. Dia menanyakan keaslian hasil rekam medis tersebut kepada dokter rumah sakit yang tercantum dan Kebenaran akhirnya selalu menemukan jalannya sendiri. Teror rekam medis palsu yang sempat dikirim oleh orang tak dikenal beberapa bulan lalu terbukti hanyalah rekayasa licik dari sisa-sisa komplotan lama yang ingin merusak kebahagiaan mereka. Dokter Danu yang bijak dan tenang tidak sedikit pun termakan fitnah itu. Dengan analisis medis yang cermat serta perlindungan polisi, dalang di balik teror itu berhasil diringkus tanpa pernah mengganggu ketenangan Fitri.

Kini, hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tiba.

Suara langkah kaki bergegas terdengar lembut membelah keheningan koridor ruang bersalin Rumah Sakit Medika Utama. Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, memancarkan pendar keemasan yang menembus celah jendela kaca.

Di dalam kamar operasi persalinan yang hangat, Dokter Danu setia berdiri memegang erat jemari Fitri, memberikan dorongan kekuatan tanpa henti.

"Ayo, Sayang... napasnya diatur pelan-pelan ya. Kamu hebat sekali, Fitri," bisik Dokter Danu dengan suara mengalun rendah yang amat tenang, mengusap pelan pelipis istrinya yang dibasahi keringat.

Fitri mengangguk mantap, menghela napas panjang dengan keteguhan jiwa seorang ibu. Di bawah bimbingan tim dokter spesialis kandungan yang handal, proses persalinan berjalan dengan sangat lancar dan penuh ketenangan.

"Satu dorongan lagi, Dokter Fitri! Kepala bayinya sudah terlihat penuh!" seru dokter senior yang memimpin prosesi persalinan.

Fitri menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh sisa tenaganya, lalu memberikan dorongan terakhir sembari meremas jemari tegap suaminya.

OEK! OEK! OEK!

Tangisan nyaring dan jernih seketika memecah keheningan ruang persalinan. Seorang bayi perempuan yang sehat, berkulit kemerahan, dan berwajah amat cantik telah lahir dengan selamat ke dunia.

Air mata kebahagiaan seketika meledak menelusuri pipi Dokter Danu. Pria tegap itu membungkuk, mengecup kening Fitri bertubi-tubi dengan pendar rasa syukur dan cinta yang tak terhingga.

"Terima kasih, Fitri... Terima kasih banyak, Sayang..."

Petugas medis dengan sigap membersihkan bayi mungil tersebut lalu meletakkannya di atas dada Fitri untuk proses inisiasi menyusu dini. Tangis sang bayi seketika mereda begitu merasai kehangatan dekapan sang ibu.

Fitri menatap wajah mungil putri kecilnya dengan pendar kasih sayang yang teramat utuh. Wajah bayi cantik itu memancarkan perpaduan sempurna antara ketampanan Dokter Danu dan keanggunan paras Fitri.

"Cantik sekali anak kita, Mas..." bisik Fitri haru dengan suara bergetar.

Danu tersenyum sangat manis, mengusap pipi lembut putri kecilnya dengan ujung jari telunjuknya. "Iya, Sayang. Sangat cantik seperti Ibunya. Kita beri nama Alena Shafiyya Danendra ya... yang artinya wanita suci pemberi kebahagiaan."

Fitri mengangguk anggun dengan senyuman yang begitu melegakan. "Nama yang sangat indah, Mas Danu."

Beberapa jam kemudian di kamar rawat inap VIP yang harum dihiasi karangan bunga segar, suasana begitu hangat dan penuh suka cita. Kedua orang tua Fitri duduk mendampingi di tepi ranjang, sementara Aiden berdiri berjinjit di samping boks bayi dengan mata membelalak kagum.

"Wah! Adik Alena kecil banget, Papa!" seru Aiden dengan suara cadelnya yang menggemaskan, menatap jemari mungil sang adik yang bergerak-gerak pelan. "Aiden janji mau jaga Adik Alena! Nanti Aiden ajak main mobil-mobilan!"

Dokter Danu tertawa renyah, merangkul pundak Aiden dengan kehangatan seorang ayah sejati. "Pintar sekali Anak Papa. Aiden sekarang sudah jadi Kakak yang hebat ya."

Ibu Fitri mengusap air mata harunya, menatap kebahagiaan utuh yang kini merayapi kehidupan putri tunggalnya. Badai penderitaan, penghinaan, dan masa lalu yang kelam bersama Adam kini telah sepenuhnya menguap tanpa bekas. Yang tersisa hanyalah takdir indah yang dirajut bersama pria mulia yang tepat.

Fitri bersandar nyaman di dada bidang Dokter Danu, memandang suami, putra, dan putri kecilnya dengan rasa syukur yang membuncah. Kehidupannya kini telah sempurna, sebuah kisah cinta sejati yang lahir dari ketegasan, keikhlasan, dan keberkahan yang tak akan pernah tergoyahkan oleh waktu.

***

Sementara itu, ratusan kilometer dari Kota Bandung...

Aroma kayu jati yang khas memenuhi bengkel mebel sederhana di pinggir pesisir pantai. Suara deru amplas halus terdengar ritmis dari balik pintu kayu yang terbuka separuh.

Aku meletakkan amplas di atas meja, mengusap keringat di jidatku dengan lengan baju kusam yang kuusahakan tetap bersih. Tubuhku kini makin sehat. Bekas luka di dadaku tak pernah lagi terasa nyeri, seolah menegaskan bahwa hatiku pun sudah benar-benar pulih dari masa lalu.

Ponsel jadul di atas meja kerjaku bergetar pelan. Sebuah pesan gambar masuk dari Yudi.

Begitu kubuka, layar menampilkan foto Aiden yang sedang tersenyum lebar sembari menunjuk sebuah boks bayi di kamar VIP rumah sakit, didampingi Fitri dan Dokter Danu yang tampak begitu bahagia.

Pesan dari Yudi:

"Dam, Fitri baru aja melahirkan anak perempuan. Semuanya sehat dan selamat. Dokter Danu kirim salam hangat buat lu."

Aku menatap foto itu dengan senyuman paling tulus yang pernah kumiliki. Tak ada sekelumit pun rasa iri, benci, atau cemburu. Yang ada di dadaku hanyalah kehangatan dan rasa syukur yang begitu meluap.

"Alhamdulillah... Selamat ya, Fitri, Dokter Danu. Kalian benar-benar pantas dapat kebahagiaan ini," bisikku pelan pada angin sore yang berembus masuk dari jendela.

Aku menyimpan ponsel itu kembali ke dalam saku, lalu kembali memegang kayu ukiran yang sedang kukerjakan. Hidupku sekarang sederhana, tapi sangat menenangkan. Aku bekerja dari pagi sampai sore, beribadah dengan tenang, dan menikmati tiap rupiah hasil keringatku sendiri.

Namun, di saat keheningan sore mulai menyelimuti pesisir, suara deru langkah kaki yang tergesa-gesa mendadak terdengar mendekati pintu bengkelku.

"Pak Adam! Pak Adam!" panggil seorang pria paruh baya yang merupakan tetangga sebelah bengkelku dengan raut wajah panik.

Aku menghentikan pekerjaanku, mengerutkan dahi heran. "Ada apa, Pak RT? Kok panik begitu?"

Pak RT mengatur napasnya yang terengah-engah, memegang lututnya. "Di... di depan jalan utama! Ada seorang wanita pingsan di tepi jalan dekat warung! Dia bawa tas lusuh dan terus-terusan manggil nama kamu sebelum hilang kesadaran!"

Dahiku makin berkerut rapat. "Manggil nama aku? Siapa, Pak?"

"Saya gak tahu pasti, Pak Adam. Tapi penampilannya prihatin sekali... bajunya kusam dan baunya seperti orang terlunta-lunta," jawab Pak RT cepat. "Tapi yang bikin kaget, di tangannya dia megang foto lama kamu!"

Jantungku mendadak berdesir aneh. Firasat tak enak langsung menyengat dadaku.

Siapa wanita asing yang mendadak muncul di desa terpencil ini sambil membawa fotoku? Apakah itu bayangan masa lalu yang datang kembali meminta pertolongan, ataukah awal dari ujian baru yang siap menguji kedamaian hidupku?

Tanpa membuang waktu, aku langsung melepas celemek kerjaku dan berlari mengikuti langkah Pak RT menuju jalan utama!

1
sunaryati jarum
Terimakasih Tamat dengan damai
Ambo Nai
kok gereja bukan si Fitri itu muslim
falea sezi
klo danu bego ya cerai aja katanya dokter
falea sezi
jangan sampai balik🤣 najis dpet bekas Rosa cihh
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
sunaryati jarum
zTerbalik ya Thoor bab,tapi tidak masalah
sunaryati jarum
Good job Adam,kamu betul- betul sadar dan memperbaiki diri semoga Aiden ingat dan hormat , serta menyayangi kamu
sunaryati jarum
Adam yang menyelamatkan Aiden
Dokkan Battle
papa kontolmu
Dokkan Battle
GAMPANG AMAT ANYING...
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
sunaryati jarum
Sungguh mulia hati dr Danu dan Fitria, Fitria yang disakiti begitu dalam masih punya rasa kemanusiaan
sunaryati jarum
Masa langsung koit Adam,kan belum ketemu lagi sama Rosa, wanita yang sangat dicintainya sampai mengabaikan amanah ibunya.
sunaryati jarum
Rasain Adam,kau kan sudah diberi kenikmatan selangkah Rosa jadi nikmati 😂😂
sunaryati jarum
Makin tidak tahu malu, Adam.Lihat dulu kelakuan kamu gimana pada Fitri, Adam,? Sekarang kau mengemis padanya.Segera resmikan kalian dr Danu dan dr Fitri agar dr Danu punya hak dan kewajiban melindungi kamu dan Aiden dengan penuh.Sepertinya Adam mulai tidak waras, kalian harus waspada, jangan sampai Adam berbuat nekat.
sunaryati jarum
Tidak sadar diri Adam,itu hanya akan menggali kuburan kamu sendiri.Kamu lihat dari jauh saja.Apa yang kau rasakan itu dulu juga dirasakan oleh Fitri.Ingat saat kamu selalu memberikan perhatian pada Rosa.Bagaimana kabar Rosa,ya.
Jika Adam berharap pada Fitri ,itu berarti Adam sudah putus urat malunya.
sunaryati jarum
Tidak akan menang, sampai uangmu habis Adam.Selembar tes DNA yang kau gunakan sebagai senjata tidak akan mempan.Anak di bawah umur akan ada di bawah hak asuhnya apalagi riwayat Aiden dari kandungan sampai dua tahun ini tidak ada andil dari kamu, apalagi pekerjaan kami yang tidak akan mungkin bisa merawat Aiden.Sadar diri Adam!!
sunaryati jarum
Silahkan tes DNA toh tidak merubah apapun, seharusnya kamu terima kenyataan itu akibat kesombongan dan pengabaian,serta pengkhianatan kamu pada Fitri dan mendiang ibumu
sunaryati jarum
Adam tingkahmu menunjukkan rasa tidak bersalah, malah merasa jadi korban,lebih dewasa' dari dr Fitri tapi malah labil dan plin-plan
sunaryati jarum
Sekali , Fitri kamu jangan mau diajak balikan / rujuk sama Adam.Dia ingat kamu karena ekspektasinya pada Roda tidak sesuai harapan.Jika dia bahagia sama tidak akan ingat kamu.Kamu wanita berharga bukan barang,jika mau dipakai dicari sudah tidak dipakai dibuang.Emak suka cerita ini,tapi jika kamu rujuk sama Adam,emak berhenti mengikuti kisahmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!