Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 05 ke apartemen Oma
Sampai anakku pulang di antar ke kafe tempat aku nongkrong, oleh penjaga sekolah.
" Ayo pulang tapi kita beli makan siang dulu kemudian kita ke tempat Oma" kataku
" Ma beli di McDonald ya aku ingin es cream dan makan ayam goreng?" kata anakku
Sepedaku pun ke arahkan ke mall, sesuai permintaan Zidan kemudian aku ke gerai McDonald, aku lansung pesan paket ayam goreng yang isi lima dan dua nasi untuk take away dan dua cup es cream satu untuk Zidan dan satu untuk aku, di makan di sini, kami makan es cream sambil menunggu ayam goreng yang lagi di bungkus.
Tidak lama ayam goreng nya sudah siap dan es cream kami sudah habis, kami pulang, tapi ke apartemen oma dulu, ya Omanya Miss Valen rumah ke duaku.
" Kalian datang masuk, berapa lama nggak kesini kamu ada masalah sama suami mu kan?" tanya Oma beruntun.
" Kami nggak kesini tiga hari Oma, iya aku ada maslah oma, mas Pram kawin lagi " jawabku
" Valen sudah cerita sama Oma sayang, kamu oma anggap anak sendiri, kalau nggak kuat, kamu datang kesini masih ada Oma yang bisa memeluk mu" jawab Oma sambil meneteskan air mata.
" Oma maaf kan Erina, yang dulu nggak mengikuti pendapat Oma dan menerima cinta mas Pram" kata ku
" Nggak apa apa, kamu kan sangat bucin sama dia, mana bisa di nasehati, tapi oma sangat senang kamu menyembunyikan hasil kerja mu dari suamimu" kata oma
" kita sebagai wanita harus punya penghasilan, kalau kita di tindas dan di khianati kita masih bisa berdiri tegak,karena kita punya uang" nasehat oma.
Aku anak orang biasa saja setelah ayah dan ibuku meninggal, aku di ambil panti asuhan dan rumah peninggalan ibu di jual semua buat biaya aku sekolah, dan oma adalah donatur rutin, dia sering ke panti bersama dua cucunya yaitu mas Willy dan Miss Valen, akhirnya aku kenal sama mereka dan nenek melihat bakat ku mengambar, dia sering mengajariku dia kan memang desainer perhiasan, dan semua hasil gambar di simpan sama beliau dan sebagian gambarku di suruh memperbaiki ketika aku sudah kuliah dan aku belajar juga desain tas dan baju.
Ketika kuliah aku mengenal mas Pram sebagai idola kampus, ketika dia menyatakan cinta hatiku berbunga bunga, jadi sebelum kita lulus dia ngajak nikah, dan aku setuju juga merasa menang dari ciwi ciwi yang mengincar mas Pram.
Namanya anak muda yang jatuh cinta, aku sangat bahagia walau hanya di nikahi di KUA saja, dan di bawa pulang ke rumah mertua,aku bahagia banget saat itu mas Pram lulus dan bekerja, setiap hari kami semangat dalam bercinta, rasanya dunia milik kita berdua, akhirnya aku hamil, dan oleh mas pram suruh berhenti kuliah dulu, setelah anakku lahir teryata aku nggak boleh melanjutkan kuliah katanya gajinya pas Pasan, cukup untuk kebutuhan sehari hari.
Suatu hari aku ketemu oma dan ibu panti di mall, saat anaku belum satu tahun mereka menanyakan kuliah ku dan aku bilang kalau aku nggak melanjutkan kuliah saja, oma dan ibu panti menyuruh aku melanjutkan mungkin bentar lagi skripsi, dan aku pun senang bisa melanjutkan kuliah, dan kalau aku kuliah Zidan akan di asuh ibu panti, dan ibu panti bilang masih ada uang untuk kuliah dan oma membantu kalau kurang.
Akhirnya aku melanjutkan kuliah ku sampai aku mendapat gelar sarjana, tanpa bantuan dana dari suamiku, karena gaji suamiku habis untuk kebutuhan makan dua keluarga
Tahun ketiga pernikahan kami suamiku di PHK, saat itu anakku beusia dua tahun, alasanya pengurangan tenaga kerja, ku dukung suamiku dari nol lagi, dia hanya menerima jasa desain secara freelance, aku yang sudah akrab lagi dengan oma, dia menawarkan bantuan, dia akan bantu memberikan investasi ke suamiku agar dia mendirikan perusahaan properti asal aku jadi desainer perusahaan oma yang di pegang miss Valen dan aku setuju,
Suamiku, kubantu mendirikan perusahaan yang di beri nama PT Jaya abadi yang bergerak di bidang properti dengan investasi dari bang Willy kakaknya, namun semua di serahkan ke pak Doni Prasetya ya kepercayaan Miss Valen dan bang Willy cucu dari oma Lidya.
Dan hasil ku dari mendesain perhiasan dibelikan saham PT Jaya Abadi, di bantu Miss Valen, jadi sepertinya aku kelihatan nggak kerja dan hanya ibu rumah tangga saja.
Namanya perusahaan yang investasinya banyak, mas Pram banyak keuntungannya sampai dia bisa beli rumah yang kami tempati sekarang, rumah sangat nyaman untuk kami dengan dua lantai, dilantai atas sebenarnya ada dua kamar,tapi belum selesai, adi ku buat tempat cuci dan jemuran, di lantai bawah ada tiga kamar yaitu kamar utama dan kamar Zidan dan satu kamar tamu yang di tempati gundik Dewi sekarang.
Selain bisa beli rumah mas Pram juga bisa beli mobil walaupun hanya mobil second tapi lumayan bagus bisa untuk urus pekerjaan yang kebanyakan di luar kota,
Mungkin karena rejeki banyak dalam dua tahun ini, dia jadi nikah lagi dia pikir,semua kerjaan dia nggak ada peranku di sini tunggu saja saat datang hari pembalasan.
" eh Zidan ayo makan ini mbak mona sudah masak" kata mbak Mona, pembantu Oma Lidya
" Zidan bawa ayan goreng mbak ayo di makan bersama" kata ku
" Ayo kalau gitu ayam goreng bagi buat mbak juga kan oma tidak makan ayam goreng sekarang sudah mbak buatkan ayam tim" kata mbak Mona
Kami makan siang bersama tapi lauk berbeda punya Oma hanya ayam tim,dengan bumbu bawang putih, dan merica pasti hambar rasanya, dan ada sayur sawi yang hanya di rebus ya itu makan sehat untuk Oma.
Zidan makan dengan lahap dia berbagi dengan mbak mona dan oma tertawa bahagia, ya seperti ini lah kami, apalagi kalau mas Pram kerja di luar kota tiap hari aku kesini, berkah desain aku punya kamar sendiri untuk menyimpan hasil karya ku juga sebagian baju ku juga perhiasan, ada beberapa perhiasan yang di simpan di sini.
Tiba tiba hp jelek ku berbunyi ternyata mertua memangil,
" Er kamu lupa ya ini baju Zidan tertinggal di sini bersama kamu antar sembako tadi" kata bu Ayudia ibu mertua.
" oh ya ma besok saja ku ambil sekarang aku lagi main sama Zidan" kata ku.
" Apa nggak di titipkan sama Pram saja, ini dia ada disini" kata ibu mertua
" Nggak usah Bu, besok saja aku ambil, sambil aku bawa sesuatu untuk ibu" jawabku, ya besok ku ambil baju Zidan sambil aku ambil rekaman yang aku sembunyikan di sela sela kursi, tian tiba hpku ganti suara
" Dek kamu di mana aku jemput ya kamu pulang jangan keluyuran terus" kata mas Pram
" Nggak usah di jemput aku bawa sepeda motor kok , benar lagi aku pulang ini Zidan masih bermain dan cuaca masih panas" jawabku seperti tidak ada apa apa. Padahal aku lagi kerja, Zidan main sama mbak Mona.
" Kamu beli mobil gitu er, biar nggak kepanasan" kata Oma, uang mu kan banyak.
" Nanti Oma kalau sudah resmi cerai Nadia beli mobil" jawab ku sambil tersenyum
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut