NovelToon NovelToon
Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: empat semanggi

Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipihak isteri

Raka dan kakek Aaron pulang kerumah hampir tengah malam. kakek dan cucu itu harus menyelesaikan beberapa pekerjaan penting yang ditinggalkan pak Max pada Raka.

Beruntungnya kakek Aaron selalu menemani Raka sehingga pekerjaan pria itu bisa diselesaikan.

Raka membuka pintu kamar di lantai satu namun kamar itu tampak rapi.

"apa Alya sudah pindah dilantai dua?" batin Raka.

"ada apa?" tanya kakek Aaron pada Raka yang hanya berdiri didepan pintu.

"hmm,,,sepertinya Alya sudah pindah dilantai dua" jelas Raka.

"oouuh,,baguslah jika begitu. dilantai satu sangat berisik, cepatlah ke atas" ucap kakek Aaron.

Raka menganggukan kepalanya dan mulai menaiki anak tangga itu.

pria tampan itu mengecek ponselnya mungkin saja ada pesan dari Alya, namun tak ada satu pesan pun dari isterinya, hanya ada satu panggilan tapi lupa ia angkat sejak pagi tadi.

Raka sangat sibuk dikantor membuat ia lupa menghubungi Alya. Ayahnya meninggalkan begitu banyak pekerjaan untuknya membuat Raka sedikit kesulitan membagi waktu untuk Alya.

Ceklekk,,,,

Raka membuka pintu kamar dilantai dua, namun hanya keheningan yang menyelimuti ruangan itu.

"sayang,,,Alyaa,,," panggil Raka, sambil menekan kontak lampu.

"Alyaa,,?" panggil Raka lagi, namun tak ada sahutan.

Raka mengecek ke kamar mandi dan juga walk in closet kamar itu namun tak ia temui sosok isterinya.

dengan cepat Raka menuruni anak tangga dan menuju kamar kakek dan juga neneknya untuk menanyakan isterinya.

"ada apa Raka?" Raka yang hampir tiba dilantai satu menghentikan langkahnya saat sang nenek menegurnya.

"Alya nek,, Alya nggak ada di kamar" jawab Raka dengan wajah khawatir.

"ada apa Raka?" kakek Aaron muncul di belakang isterinya.

"Alya nggak ada dikamar Kek,," jawab Raka.

"kemana dia?" tanya kakek Aaron di tujukan pada isterinya.

"aku nggak tahu, dia sudah menghilang sejak sore. dia bahkan nggak ikut makan malam" jelas nenek Carrol dengan santainya.

"oh my,,,," Raka mengusap kasar wajahnya. Pria itu dengan cepat merogoh ponsel disaku celananya dan dengan panik menghubungi Alya.

"dimana kau Aal,,,?" gumam Raka. Pria itu berlari ke lantai dua karena mendengar suara ponsel isterinya di atas.

"apa yang kau lakukan pada Alya, Carrol?" tanya kakek Aaron setelah Raka menjauh dari mereka.

"apa,,apa yang telah ku lakukan,,?? aku nggak melakukan apapun padanya" ucap nenek Carrol salah tingkah.

"kalau ada apa-apa dengan Alya. ku pastikan Raka nggak akan memaafkanmu" ucap kakek Aaron, dan mencoba mencari Alya di sekitar rumah itu.

"sudah larut malam, nggak mungkin Alya pergi jauh dari rumah." gumam kakek Aaron.

"apa kakek menemukannya?" tanya Raka yang mulai kelelahan. Ia sudah menelusuri setiap ruang di rumah kakeknya namun tak ia temukan sosok isterinya.

"enggak, tapi kata satpam rumah, Alya nggak keluar rumah hari ini" jelas kakek Aaron yang ikut mencari Alya.

"ponselnya dikamar, Alya nggak membawanya" ucap Raka lagi.

"di mana bibi Naci?" tanya Raka.

"mungkin sudah tidur" jawab Kakek.

tanpa menunggu lama, Raka langsung menuju kamar bi Naci, mungkin saja wanita itu tahu dimana keberadaan Alya.

Tok,,,tok,,tok,,

Raka mengetuk pintu itu beberapa kali, namun tak ada sahutan dalam kamar itu.

"mau sampai besok kamu ketuk juga, bi Naci nggak bakalan keluar." ucap nenek Carrol yang entah darimana tiba-tiba muncul dibelakang Raka.

"Dia minta izin, untuk kembali ke rumahnya, mungkin besok ia akan kembali" tambah nenek Carrol setelah melihat raut wajah Raka yang penuh tanda tanya.

Raka membuang nafas kasar mendengar ucapan neneknya.

"dimana kamu Aal,," batin Raka. Ia sedikit menyesal, karena tak menghubungi Alya kembali saat wanita itu meneleponnya tadi.

drrttr,,drttt,,drttt

ponsel Raka tiba-tiba bergetar, pria itu mengerutkan keningnya saat melihat nama dalam layar ponselnya.

"Yaa, Kek,," jawab Raka.

"ohh my,,,baiklah Kek,," ucap Raka lalu pergi menemui kakeknya.

^^^^

Raka memandangi wajah teduh Alya yang tampak tertidur pulas.

"bagaimana kau bisa setenang ini, sedangkan aku hampir gila mencari dirimu" gumam Raka dan mengecup lembut kening isterinya.

"cepat bawa dia kedalam, disini sangat dingin. Sepertinya musim gugur akan tiba" ucap kakek Aaron.

tanpa menunggu lama, Raka menggendong isterinya dan membawanya kedalam rumah. Akhirnya ia bisa bernafas lega setelah sang kakek menemukan Alya.

Alya ternyata ketiduran ditaman. Beruntungnya karena pikiran pria paruh baya itu menuju ke taman, karena seingatnya ia pernah memberikan kunci cadangan itu pada Alya.

Namun, yang membuat pria paruh baya itu penasaran adalah, mengapa Alya mengunci kembali dari dalam, apa mungkin isterinya sudah memarahi cucu menantunya itu. sepertinya ia harus menanyakan hal itu pada isterinya, atau pada bibi Naci.

"maafkan aku,," bisik Raka dan kembali mencium kening Alya.

Raka memperhatikan wajah Alya yang seperti kelelahan. "maafkan aku" ucap pria itu lagi.

Karena Raka yang terus menciumnya, membuat tidur nyaman Alya akhirnya terganggu.

"hai,,," ucap Raka, saat Alya membuka kedua matanya.

"kau sudah pulang?" tanya Alya dengan suara serak.

"mengapa tidur ditaman? bukannya menjawab, Raka balik bertanya.

Alya awalnya sedikit kebingungan mendengar ucapan Raka, namun akhirnya ia menganggukan kepalanya.

"hmm,,aku sedikit kelelahan tadi" jawab Alya.

"sudah ku bilang, tunggu aku. Mengapa memindahkan semuanya sendiri?" tanya Raka.

"aku nggak mau ngerepotin kamu. lagipula, kau juga pulang cukup lat hari ini" jawab Alya.

"sayangg,,aku kan udah bilang. kamu nggak pernah ngerepotin aku. kalaupun aku pulang lat hari ini, masih ada hari esok" ucap Raka lagi.

Alya terdiam mendengar ucapan Raka. ia ingin jujur pada pria itu, namun ia tak mau membuat masalah lagi.

Ia masih sedikit trauma dengan sikap nenek Carrol padanya siang tadi.

"apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Alya setelah lama terdiam.

"apa yang ingin kau tanyakan, hmm?" Raka memandangi Alya, dan mengusap lembut pipi mulus wanita itu.

"apa kita akan tinggal disini selamanya?" tanya Alya hati-hati.

"ada apa sayang,,? apa kau bosan dirumah ini?" Raka balik bertanya.

"rumahnya terlalu besar, aku sedikit nggak nyaman disini" jujur Alya.

sebenarnya bukan rumah ini yang membuat Alya tak nyaman, melainkan nenek Carrol yang membuat Alya serba salah, dan tak nyaman dirumah ini.

"apa karena nenek juga?" tanya Raka lagi, yang seolah mengetahui isi hati isterinya.

Alya tak menjawab dan hanya terdiam mendengar ucapan Raka, membuat pria tampan itu mengerti apa yang dirasakan oleh isterinya.

"maafkan aku, secepatnya kita akan pindah dari sini" ucap Raka, dan merangkul Alya kedalam pelukannya.

"untuk saat ini, bersabarlah dengan sikap nenek. Aku akan bilang pada kakek nanti"

"jangan,,tolong jangan beritahu kakek soal ini" ucap Alya cepat, dan melepaskan pelukannya, membuat Raka terkejut dengan sikapnya.

"baiklah, baiklah,,,nggak perlu khawatir " ucap Raka lagi, mencoba untuk menenangkan Alya.

"aku akan segera menyelesaikan beberapa masalah di perusahaan, dan setelah itu, aku janji akan mengajakmu berkeliling kota ini" ucap Raka dan kembali membawa Alya kedalam pelukannya.

"sebaiknya kita istirahat, aku ada metting besok pagi" ajak Raka.

awalnya Alya ingin menolak, karena ia sangat lapar karena belum makan sejak siang. Tapi, saat mendengar Raka akan metting besok, Alya mengurungkan niatnya itu untuk mengajak Raka makan.

"hmm,,sebaiknya kita istirahat " jawab Alya pada akhirnya.

Alya berusaha untuk menutup kembali matanya, walaupun perutnya terasa sakit minta disi.

sebelum tidur, Raka membersihkan dirinya terlebih dahulu.

pria itu mengerutkan keningnya, saat melihat Alya yang tampak tak nyaman.

"ada apa, apa kau butuh sesuatu?" tanya Raka.

Alya membuka matanya, dan memandang Raka dengan ragu. wanita cantik itu menggigit bibir bawahnya, tanda ia sedang dilema.

"apa yang kau mau, katakanlah" ucap Raka dan duduk disamping isterinya.

"hmm,,aku lapar." ucap Alya pada akhirnya membuat Raka terkekeh mendengar ucapan isterinya.

"mengapa nggak bilang dari tadi?" ucap Raka, dan mencubit hidung mungil Alya.

"Rakaaaa,," ucap Alya sambil memegang hidungnya yang sudah tampak memerah itu.

"ada yang ingin kau makan?" tanya Raka.

"aku ingin spageti " jawab Alya cepat.

"hmm, baiklah tunggu disini dan aku akan membawakannya untukmu" ucap Raka.

"ahh,,,," Raka menghentikan langkahnya didepan pintu, membuat Alya mengerutkan keningnya bingung.

"ada apa?" tanya Alya.

"sepertinya aku butuh pasokan energi, energiku sedikit terkuras akibat mencari mu tadi,,"

Alya tertawa mendengar ucapan Raka, tanpa menunggu lama, Alya bangkit dari tidurnya dan menghampiri Raka.

wanita cantik itu mengalungkan tangannya pada leher Raka dan sedikit berjinjit ia kemudian mencium bibir suaminya dengan lembut. Raka membalas ciuman isterinya tak kalah lembut.

"terima kasih untuk pasokan energi ini, aku akan segera kembali" ucap Raka setelah mengecup lembut kening Alya.

Alya tersenyum melihat tingkah suaminya itu.

Bagi Alya, semuanya akan baik-baik saja asalkan sang suami selalu ada dipihaknya.

Alya hanya berharap, sikap suaminya akan terus seperti ini selamanya.

untuk sikap nenek Carrol, Alya akan mengabaikan perasaan wanita paruh baya itu nanti.

1
Uthie
Masih penasaran sebenarnya, Judul Pilihan Terakhir ini ujungnya akan bagaimana yaa?!? 😁
apakah Raka akan mengecewakan Alya.. or.. Alya yg akan selalu jadi pilihan terakhir Raka....?!?
Uthie
Semoga Raka bisa menghalau godaan si Rossa dan rencana licik Neneknya 👍👍
Uthie
Lagiiiiii👍👍👍👍👍
Uthie
enaknya si nenek lampir itu di apain yaaa😡😡
Indah Lestari
luar biasa...semakin penasaran..up yg byk Thor hehehe
Uthie
ternyata Bu Rany mengorbankan Alya pada nenek tukang marah itu 😡
Uthie
Semoga segera pindah dehhhh.. dan harusnya Kakek didiik tuhhh istri peyotnya tukang marah2 itu 😡
Uthie
lagiii yg banyak 🙏🙏🙏🤗
Uthie
Dasar nenek-nenek peyot tukang marah2 😡
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
Uthie
semoga langgeng terus 👍👍👍🤗
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT....
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍👍👍👍
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
Uthie
lanjutttt 💪
Uthie
Semoga dikemudian hari Cinta Raka pada Alya tetap sama yaaa🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗
Uthie
Harusnya jangan dimaafkan 😡
en green
sekretaris punya tugas untuk menangani proyek?
Uthie
Berbahagialah selalu 👍🤗🤗
Uthie
Sukkkaaaa bangett... lanjutttt terusssss😆😆😆💪
Uthie
romansa cinta yg bikin baper
Uthie
Sukkkkaaa 💞💞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!