NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan

"Mas!"

Suara panggilan terdengar.

Seseorang menggolek-nggolek bahuku. Aku yang semula terlelap, langsung terjaga. Aku melihat sinar matahari pagi sudah masuk ke fentilasi juga jendela di kamar ini. Bahkan matahari tersebut, sudah tampak meninggi.

Aku melihat ke arah

seseorang yang membangunkanku baru saja.

Aku terkejut. Ternyata Alana. Dia berdiri di samping tempat tidurku. Ia melemparkan senyum padaku.

"Alana, kok, kamu di sini?"

Aku langsung setengah terduduk. Aku bingung dengan keberadaannya. Bisa-bisanya dia ada di sini, di dalam kamarku.

"Aku mau bangunin Mas Juna. Aku panggil-panggil dari luar, tapi Mas Juna nggak nyahut. Akhirnya aku masuk aja," terangnya.

Aku menoleh ke samping. Melihat ke arah sisi tempat tidur yang harusnya ditempati oleh Liliana. Tetapi tempat itu kosong. Liliana sudah tidak ada.

"Mbak kamu di mana?" Aku malah bertanya pada Alana.

"Mas Juna nggak tahu ini udah jam berapa. Ini udah jam sembilanan lebih, Mas. Mbak Liliananya ya udah di sekolah lah."

Aku seketika melihat jam di dinding. Benar, waktu sudah menunjukkan jam sembilan pagi lebih lima belas menit.

"Yuk, bangun, Mas! Kita sarapan bareng!" ajak Alana.

"Sarapan?" Aku masih belum terlalu sadar dari tidurku.

"Iya. Yuk!"

"Oke."

Aku menyibakkan selimut yang semula menutupi tubuh bagian bawahku.

"Hihihi ...." Tiba-tiba Alana tertawa kecil.

"Kamu kenapa?" Aku pun terheran.

"Itu." Alana menunjuk selang_kanganku yang menyembul besar. Pal listrikku berdiri seperti biasanya.

Aku panik. Aku cepat-cepat menutupinya dengan bantal.

"Mas Juna kenapa? Mas Juna malu ya? Nggak perlu malu kali, Mas. Kan hampir semua pria kayak gitu. Kalau pagi-pagi, habis bangun tidur pal listriknya selalu berdiri," ujar Alana.

Ucapannya santai, tapi malah semakin membuatku malu.

"Iya." Aku hanya menimpali ucapannya seperti itu.

"Yuk!" ajak Alana lagi.

Akhirnya kuletakkan kembali bantal yang baru saja, ke tempat semula. Aku turun dari tempat tidur. Aku mengikuti langkah Alana meninggalkan kamarku.

"Aku pagi ini masakin nasi goreng spesial buat Mas Juna," tutur Alana di sepanjang langkahnya menuju ke ruang makan. Aku hanya mengangguk, tak berkata-kata.

Begitu sampai, kami sama-sama duduk di kursi meja makan. Duduk saling berhadap-hadapan. Seperti semalam, Alana begitu sigap mengambilkan makanan untukku.

"Ini, Mas." Alana meletakannya di hadapanku.

"Makasih ya," gumamku. Dia tersenyum menanggapinya.

"Kliniknya Mas Juna buka jam berapa?" Alana membuat obrolan sambil kami menikmati makanan masing-masing.

"Jam sepuluh," jawabku ala kadarnya.

"Mas!" panggilnya.

"Ya?" Aku melihat ke arah Alana.

"Semalam kalian kenapa?"

"Maksudnya?" Aku pura-pura tak mengerti dengan pertanyaannya.

"Semalam kan aku lihat pertengkaran Mas Juna dan Mbak Liliana. Dia kayak marah pas Mas Juna cium Mbak Liliana. Terus Mbak Liliana nam..

"Alana." Aku memotong ucapan Alana.

"Ini adalah urusan kami.

Kamu jangan ikut campur ya. Lagian, kamu masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah kami." Aku menasehati Alana dengan nada suara halus. Tentu agar Alana tak merasa tersinggung.

"Iya, Mas. Maaf," timpal Alana. Dari raut wajahnya dia tampak menyesal dengan keingintahuannya yang baru saja.

"Oh ya. Kamu kok udah rapi mau ke mana?" tanyaku demi ingin mengalihkan obrolan kami.

"Aku mau melamar kerja, Mas." Ekspresi wajah Alana pun langsung kembali ceria.

"Pakai baju seperti ini?" Aku mengernyit. Karena saat ini penampilan Alana terkesan terlalu berani. Ia mengenakan kemeja ketat, dengan dua kancing teratasnya dibukanya sampai ke dada. Dan bawahannya, mengenakan rok mini, dengan belahan yang lumayan tinggi.

"Iya. Emangnya kenapa, Mas?" tanya Alana.

"Menurut Mas terlalu terbuka." Aku mau tak mau harus jujur mengutarakan pendapatku. Kan, demi kebaikan dia juga.

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!