NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga puluh empat

Lunar masih belum ditemukan. Jackson Adiwangsa bagai orang gila, dia pun sudah tak perduli pada reputasinya. Jackson melapor pada polisi dan semua pihak turut mencari Lunar.

Jackson tak lagi menutupi apa yang terjadi di kamar hotel. Pertengkaran kecil itu membuat Lunar pergi karena kesal pada Jackson. Naomi memarahi Jackson habis-habisan, dia tak habis pikir sekalinya di fase bodoh seorang Jackson tak tanggung merepotkan seluruh dunia.

Berita kehilangan Lunar disiarkan. Entah di media lokal atau mancanegara. AHP merilis pernyataan bagi siapa pun yang menemukan Lunar akan diberi hadiah fantastis atau Jackson akan mengabulkan permintaannya apa pun itu.

"Tuan Jackson, mungkin saja nona Lunar lari dengan selingkuhannya karena tidak tahan hidup bersama pria NPD sepertimu!" Sutradara Zhou berkomentar.

Tom menggeleng. Di saat semua orang prihatin pada Jackson, bisa-bisanya sutradara Zhou memojokkan Jackson.

"Jaga bicara Anda, sutradara Zhou. Kami tak meminta pendapat Anda!" ucap Tom menatap tajam.

"Ya, kemungkinan apa pun bisa saja terjadi termasuk nona Lunar lari bersama selingkuhannya. Siapa yang tahan hidup dengan tuan Jackson? Orang waras pasti memilih pergi. Bukan rahasia umum, tuan Jackson tidak pernah awet dalam hubungannya entah percintaan atau pun persahabatan," lanjut sutradara Zhou.

Jackson mengepalkan tangan. Jika saja Naomi tidak mencegah, dia ingin membogem mulut sutradara Zhou.

"ISTRI KAKAKKU TELAH DICULIK!" teriak Naomi meraih jas sutradara Zhou secara tiba-tiba.

Tom terkejut dengan reaksi spontan Naomi. Meski tercekik, sutradara Zhou tetap tertawa meremehkan. Tom hanya menepuk jidat karena sikap Naomi sementara Jackson mematung.

Jackson menarik napas panjang. Mata pria itu berkaca-kaca lalu mengusap sudut matanya.

"Aku sudah tidak peduli lagi dengan reputasi dan kekayaanku, sutradara Zhou. Aku hanya ingin cintaku kembali!" tambah Jackson melepaskan tangan Naomi dari sutradara Zhou.

"Benarkah? Tentu ... tentu, kau sangat sedih kehilangan mesin uangmu 'kan?"

"Aku sudah kaya sebelum Lunar datang ke kehidupanku," jawab Jackson tenang.

Sutradara Zhou tertawa lalu menatap semua orang, "lihatlah si ceo AHP ini, tuan-puan! Saat istrinya hamil pun dia memaksa nona Lunar syuting sampai akhirnya keguguran. Sekarang dia mengatakan tak perduli dengan reputasi dan kekayaannya?! Oh, hahahah! Tuan Jackson, ajarkan pada kami bagaimana acting yang baik!" cibir sutradara Zhou.

Nyali Jackson semakin menciut. Ingatannya merambah pada saat Lunar tergeletak di toilet. Benarkah, apa yang dikatakan sutradara Zhou? Apa selama ini Jackson keterlaluan pada Lunar? Apa benar, Lunar tak tahan hidup dengannya? Bila mengingat malam di hotel Paris, Lunar pergi setelah bertengkar. Jadi, Lunar pergi karena Jackson?

Jackson sudah mencari tahu, dari rekaman Cctv Lunar terlihat di sekitar koridor, lift dan restaurant. Tapi, ke mana perginya Lunar setelah itu? Dari Cctv parkiran dia tidak terlihat.

Pria itu mengerang karena sakit di kepalanya. Pandangannya kabur, tubuhnya sampai oleng. Tom segera menahan beban tubuh Jackson.

AHP mengkonfirmasi kesehatan Jackson menurun dan akan hiatus dalam waktu yang tak ditentukan. Waktu bergulir begitu cepat tapi Lunar tak kunjung ditemukan. Naomi dan Tom prihatin melihat perubahan Jackson yang selalu mabuk-mabukan, merokok bahkan mengumpat di depan media.

Publik prihatin melihat perubahan Jackson Adiwangsa. Tatapan matanya selalu sayu dan merah, berbeda saat dulu. Ke mana si mata tajam mengintimidasi yang sanggup memanah hati para gadis?

Jackson menolak ketika Tom meminta orang merawat dirinya. Rambut pria itu dibiarkan gondrong dan berkumis. Jackson pun menjadi kurus karena pola makan dan tidurnya tak beraturan.

"Lunar sayangku," Jackson mengigau hampir setiap hari.

Jackson diberi obat penenang, bahkan untuk tidur harus diberi suntikan terlebih dahulu. Naomi memanggil dokter terbaik untuk Jackson, tapi tak mempan.

Lagi-lagi Tom harus bekerja ekstra karena tuannya, Tom menghandle meeting penting atas permintaan Naomi. Setelah minum-minum, Jackson berjalan ke sana-sini mencari Lunar dan ditemukan tidur di jalanan.

Naomi tak sanggup menahan tangis, melihat kakaknya sudah tidak mengenali dirinya sendiri. Naomi berjuang ditemani Tom untuk menjalankan perusahaan AHP. Sering Naomi menangis di pelukan Tom.

"Aku ingin semuanya baik-baik saja, Tom. Aku ingin kakakku yang dulu dan ingin Lunar kembali," Naomi tersedu-sedan. AHP tanpa Jackson bisa apa? Tapi Jackson tanpa Lunar apa bisa? Tidak.

Kabar duka bagi seluruh penggemar, ketika Jackson harus dimasukan ke rumah sakit jiwa karena depresi bereavement. Jackson perlu perawatan khusus karena sering menyakiti dirinya sendiri. Kondisinya menyedihkan, tak ada nama yang ke luar dari mulut Jackson selain menyerukan Lunar.

Mendengar kabar buruk itu, Aaron tak sanggup menahan tangis. Benar keputusannya untuk tidak bersaing dengan Jackson mendapatkan Lunar. Buktinya, untuk Lunar Aaron siap mati sementara Jackson siap gila.

Aaron sedih karena di kondisi seperti itu dia tak bisa menemani Jackson. Jangankan pada Jackson, sementara dia sendiri nasibnya ditentukan oleh ketuk palu.

......................

Begitu kesadarannya pulih, cat putih usang yang pertama kali terlihat ketika membuka mata. Rasa mual dan kepalanya berdenyut hebat membuatnya mengerang kesakitan.

Bau apa ini?

Seperti obat-obatan. Bukan tanpa alasan rasa mual itu, seluruh tubuhnya pun berkeringat dingin.

Huek!

Dia kembali mual lalu mencoba di muntahkan. Sayang sekali tak ada yang berhasil ke luar, perutnya terasa perih mungkin karena belum diisi.

"Makanlah sesuatu! Jika kau mual, akan ada yang ke luar ketika kau muntah. Jika tidak makan, jangan sampai organ perutmu yang berhasil ke luar!" ucapnya tersenyum lembut.

"Aku tidak menyukai makanan yang kau sajikan!"

"Ini semua lezat dan menyehatkan!"

"Aku hanya ingin cintaku!"

"Aku akan memberinya!"

Lunar semakin takut ketika orang itu membuka ikat pinggang dan melorotkan celananya. Lunar membuang wajah, hatinya tak henti memanggil Jackson.

Lunar tidak tahu kenapa dirinya bisa berada di tempat ini. Dia tak ingat apa pun. Lunar berada di ruangan yang bau, berantakan dan terisolasi.

"Mari sayang," pria itu mendekati Lunar.

Lunar bersembunyi bahkan memegang pisau lipat yang dia temukan tak sengaja. Ini bukan kali pertama pria itu mencoba mendekati dirinya.

"Akan kuberi cinta, kenapa kau menjauh?" pria itu frustasi karena selalu ditolak Lunar.

"Ja-jangan dekati aku!"

"Apa wajahku tak setampan Jackson Adiwangsa? Ah, ya aku punya ide!" pria itu mengambil topeng wajah Jackson lalu mengenakannya.

Lunar semakin merinding, dia berlari ke sana-sini menghindari tangkapan pria itu. Namun sia-sia saja karena imun tubuh Lunar melemah. Dengan sekali hap, pria itu berhasil menangkap Lunar lalu membawa ke dekapannya. Posesif sekali. Lunar menjerit histeris memanggil Jackson.

"Lepaskan!" Lunar menepis tangan pria yang lancang menyentuh aset Lunar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!