NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 CALM MEET CHAOS

Kalau ada satu hukum tidak tertulis di Kampus Seorin, maka bunyinya begini:

Kalau kampus lagi ribut, pelakunya pasti Geng Chaos

Dan pagi itu, hukum tersebut kembali terbukti.

Jam masih nunjukin angka 07.55, mahasiswa lalu-lalang sambil setengah ngantuk, setengah nyawa, ketika enam cowok berjalan beriringan dengan volume suara yang sama sekali gak manusiawi.

“GUE BILANG JUGA APA!”

teriak Kim Mingyu, sambil nenteng tas selempang yang kayaknya kosong tapi tetap dibawa gaya.

“DIA PASTI SALAH JADWAL!”

“Lo yang salah baca,” balas Kim Namjoon, nada sok tenang tapi urat leher udah keliatan.

“Jam delapan itu kelas kita.”

“Jam delapan masih pagi,” Park Jimin, sambil melirik jam tangan.

“Secara emosional, gue belum siap kuliah.”

“Secara emosional gue juga belum siap denger suara lo,” jawab Jung Hoseok, ketawa sambil nepuk bahu Jimin.

“Udah, udah. Nikmatin aja hidup ini. Hidup itu chaos.”

“Makanya nama geng kita Chaos,” tambah Lee Seokmin, ketawa paling kenceng sendiri.

Di depan mereka, Jeon Jungkook jalan paling depan. Langkahnya santai, wajahnya santai, tapi matanya awas—tipe cowok yang kelihatan cuek tapi selalu nyadar sekitar.

Dan tepat di depan mereka…

Ada lima cowok yang jalannya terlalu rapi buat ukuran pagi hari.

Tenang.

Hening.

Auranya dingin.

Mahasiswa lain otomatis minggir.

Karena semua orang tahu…

Itu Geng Calm.

“Anjir,” gumam Mingyu.

“Pagi-pagi ketemu manusia kulkas.”

“Volume lo kecilin dikit,” bisik Namjoon.

“Itu Seokjin di depan.”

“Terus kenapa?” Jungkook nyengir.

“Takut?”

“Bukan takut,” Namjoon mendesah.

“Capek debat.”

Geng Calm jalan lurus tanpa banyak suara.

Kim Seokjin di depan—posturnya tegap, ekspresinya datar tapi angkuh.

Di sampingnya Kim Taehyung, hoodie hitam, tangan di saku, tatapan kosong tapi tajam. Di belakang, Jeon Wonwoo dengan kacamata dan langkah santai, Min Yoongi yang kelihatan pengen tidur sambil jalan, dan Hong Jisoo dengan senyum sopan tapi berbahaya.

Dua geng itu makin dekat.

Dan seperti biasa…

Chaos gak pernah bisa diem.

“WOI!”

suara Jungkook pecah, nyaring banget.

Langkah Taehyung berhenti.

Bahunya kesenggol—lumayan keras.

Jungkook berdiri tepat di sampingnya.

“Jalan lo pelan banget,” kata Jungkook santai, tapi jelas cari perkara.

“Ini kampus, bukan runway.”

Suasana langsung tegang.

Mahasiswa sekitar pura-pura gak lihat, tapi kuping semua nyala.

Taehyung pelan-pelan nengok.

Tatapannya ketemu Jungkook.

Dingin.

Tenang.

Kosong tapi menusuk.

Jungkook sempat ngerasa… aneh.

Kayak ditantang tanpa kata.

Tapi gengsi jalan duluan.

“Kenapa?” Jungkook naikkan alis.

“Gak terima?”

Taehyung gak jawab.

Cuma ngeliatin beberapa detik.

Lalu…

Dia jalan lagi.

Tanpa dorong balik.

Tanpa omel.

Tanpa ekspresi.

“HAH?” Jimin refleks teriak.

“GITU DOANG?”

“Songong banget,” Mingyu geleng-geleng.

“Berani banget diemin lo, Kook"

Seokjin akhirnya berhenti.

Pelan-pelan dia nengok, senyum tipis—senyum orang yang keliatan sopan tapi sebenernya siap nyerang.

“Kalian caper banget pagi-pagi,” kata Seokjin kalem. “Kurang perhatian di rumah?”

“Wih,” Hoseok ngakak.

“masih galak aja.”

Wonwoo angkat suara, suaranya datar.

“Kalau mau ribut, cari waktu lain. Kita mau kelas.”

Yoongi menghela napas.

“Dan pagi ini gue belum minum kopi.”

Joshua senyum manis.

“Kalau kalian bikin masalah sekarang, dosen bakal seneng.”

“Dosen mana?” Seokmin nyahut.

“Yang galak itu?”

Seokjin melangkah maju satu langkah.

“Yang ngajarin etika.”

Jungkook nyengir makin lebar.

“Wah, kita gak ambil kelas itu kayaknya.”

Beberapa mahasiswa cekikikan.

Situasi makin panas.

Dan di tengah semua itu…

Taehyung cuma berdiri.

Diam.

Tangan masih di saku hoodie.

Matanya lurus ke depan.

Jungkook memperhatikan itu.

Aneh.

Biasanya orang udah meledak atau minimal ngomel.

Ini cowok malah… tenang kebangetan.

“Kenapa sih lo diem mulu?” Jungkook nyeletuk tiba-tiba.

“Bisu?”

Taehyung nengok lagi.

Kali ini, tatapannya lebih tajam.

“Enggak,” jawabnya akhirnya.

Suaranya rendah.

Tenang.

“Gue cuma gak tertarik ngobrol sama lo.”

SUNYI.

Lima detik.

Sepuluh detik.

Lalu—

“ANJIR,” Mingyu ngakak.

“KENA BRO!”

Jimin nutup mulut, nahan ketawa.

“Habis lo, Kook.”

Jungkook bengong sesaat.

Dada panas.

Bukan karena marah sepenuhnya—

tapi karena… tertantang.

“Berani juga lo,” Jungkook senyum miring.

“Biasanya orang langsung bacot.”

Taehyung mendesah pelan.

“Capek.”

“Capek sama kita?” Jungkook makin dekat.

Taehyung ngeliat lurus ke mata Jungkook.

“Capek sama keributan gak penting.”

Seokjin langsung berdiri di samping Taehyung.

“Udah. Kita jalan.”

Geng Calm mulai bergerak pergi.

Tapi Jungkook masih berdiri di tempat.

Matanya ngikutin punggung Taehyung.

Ada rasa aneh di dadanya.

“Suatu hari,” gumam Jungkook pelan,

“gue bikin lo ribut.”

Namjoon nyikut.

“Lo cari mati?”

Jungkook senyum.

“Enggak,” katanya santai.

“Gue cuma penasaran.”

Dan tanpa mereka sadari—

Hari itu…

Bukan cuma awal perang kecil antar geng.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!