Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.
Dialog Intens Liam kepada Olive
"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 KABAR PANAS DAN RENCANA HARI INI
Jumat, 16 Mei 2025, Musim Semi
Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos tirai sutra di kamar Olive, membangunkan sang Golden Butterfly dari tidurnya yang nyenyak. Namun, ketenangan pagi itu tidak bertahan lama. Saat Olive perlahan membuka mata, ponsel di nakasnya bergetar tak henti-henti, dipenuhi notifikasi pesan dari berbagai grup dan kontak pribadi.
Ia meraih ponselnya, matanya yang masih mengantuk memindai layar. Pesan pertama datang dari Zaylee Clementine Caelmont, sahabatnya yang selalu menjadi "Siren of Monte Carlo" dengan segala kegemparan yang dibawanya. Layar ponsel Olive langsung dipenuhi dengan rentetan foto bugil Thalia yang tertangkap basah di kamar hotel semalam, berpose vulgar dengan pria asing. Sebuah caption dari Zee menyertai foto-foto itu: "Gila, Olive! Dia benar-benar gila! Pria itu ternyata pecatan dari perusahaan IT kecil-kecilan. Thalia benar-benar mempermalukan dirinya sendiri!"
Belum sempat Olive mencerna informasi itu, notifikasi lain muncul dari Vera Odile Kensington. "Olive, kau harus tahu ini. Thalia sekarang trending di seluruh Eropa! Bukan hanya karena skandal semalam, tapi juga terungkap kalau selama ini dia bisa setenar itu karena menjadi simpanan seorang laki-laki tua berpengaruh di dunia entertainment. Sekarang, semua kontraknya dicabut, dia akan benar-benar tamat."
Olive menghela napas, kepalanya sedikit pusing membaca semua berita heboh ini. Ia sendiri yang memergoki kejadian semalam, namun rasanya ia justru tertinggal jauh dari semua detail yang tersebar luas. Lalu, yang paling mengejutkan, Luna Calista, asistennya yang polos, ikut mengirimkan sebuah tautan video yang sedang trending.
Olive memutar video itu. Di dalamnya, terlihat jelas Thalia yang sedang berhubungan badan begitu panas dengan pria muda di kamar hotel yang remang-remang. Kamera menyorot setiap inci gerakan mereka, dan yang paling membuat Olive merinding adalah Thalia terus-menerus mendesah dan menyebut nama Liam di setiap puncak gairahnya. Video itu pasti direkam oleh salah satu wartawan yang masuk paling pertama, sebelum lampu dinyalakan.
"Video ini sudah menyebar luas di semua media sosial, Olive. Thalia benar-benar tamat riwayatnya," pesan Luna menyertai video tersebut.
Olive terperangah. Bagaimana mungkin video semacam ini bisa tersebar secepat itu? Dan mengapa Luna bisa mendapatkan video yang begitu jelas padahal Luna sendiri berada di Restoran saat kejadian? Rasa syok bercampur sedikit geli menggelitik hatinya. Ia membalas setiap pesan dengan jawaban singkat namun tulus, mengungkapkan rasa terkejutnya dan sedikit kekagumannya pada kecepatan informasi yang beredar.
Setelah meredakan rasa terkejutnya, Olive segera mengetik pesan untuk Liam. Ia ingin melupakan semua kegaduhan tentang Thalia dan fokus pada persiapan pernikahan mereka.
Olive: "Selamat pagi, Liam. Aku tahu kau sibuk, tapi hari ini kita harus memilih kain untuk gaun pengantin. Kemarin banyak kekacauan karena Thalia. Kau ada waktu?"
Tidak butuh waktu lama, Liam membalas dengan antusias.
Liam: "Selamat pagi, Kupu-Kupu Emasku. Tentu saja aku ada waktu. Hari ini pekerjaanku tidak terlalu padat. Aku akan menjemputmu. Apa Alex bisa ikut? Kita bisa sekalian mengajaknya jalan-jalan seharian."
Olive tersenyum tipis membaca pesan Liam. Sikap pria itu yang selalu memprioritaskan Alex, putranya, membuatnya semakin yakin akan pilihan hatinya. Namun, kali ini Alex tidak bisa ikut.
Olive: "Maaf, Liam. Alex hari ini ikut Ayah Bram dan Bunda Feli ke Paris. Ada acara pameran sosialita yang penting. Mereka berangkat tadi malam dan sepertinya baru pulang besok sore. Aku sendirian di mansion."
Liam membaca pesan itu. "Sendirian?" Ia bergumam, senyuman tipis terukir di bibirnya. Ini adalah kesempatan bagus.
Liam: "Baiklah. Berarti hari ini kita bisa fokus berdua saja. Aku akan menjemputmu dalam satu jam. Bersiaplah."
Olive membalas dengan emoji hati, kemudian bergegas bersiap. Ia memilih gaun floral berwarna krem yang sangat cocok dengan Hazel eye-nya, dipadukan dengan outer rajut berwarna senada. Rambut long layered-nya ia biarkan tergerai indah, menonjolkan kecantikan alaminya.
Di kediaman Aurevyn yang luas dan megah, Olive merasakan kesunyian yang tidak biasa. Biasanya, Alex akan berlarian di koridor, atau Brian akan sibuk dengan telepon bisnisnya. Namun hari ini, mansion itu terasa lengang. Ayah Bramasta dan Bunda Feli memang sudah terbang ke Paris sejak tadi malam untuk menghadiri pameran seni dan sosialita yang prestisius. Mereka berencana menghabiskan beberapa hari di sana, sekaligus memperkenalkan Alex kepada lingkungan sosialita yang lebih luas.
Bahkan Brian Sterling Aurevyn, kakaknya yang selalu protektif, juga sedang tidak di Monako. Ia terbang ke Tiongkok pagi buta untuk bertemu klien-klien penting dalam proyek ambisius Aurevyn Global Group. Brian bahkan sudah memperkirakan akan berada di sana selama seminggu penuh, meninggalkan Olive sendirian di mansion hanya dengan para pelayan.
Olive melangkah ke ruang makan yang kosong. Para pelayan sudah menyiapkan sarapan ringan untuknya, namun ia tidak terlalu berselera. Pikirannya melayang pada Liam. Ia tidak sabar untuk menghabiskan hari ini bersamanya, memilih kain-kain indah, dan membicarakan detail pernikahan mereka. Insiden Thalia semalam, meskipun sempat membuatnya syok, kini justru semakin memperkuat keyakinannya pada Liam. Ia tahu Liam tidak akan pernah mengkhianatinya.
Sambil menunggu Liam, Olive membuka laptopnya. Ia menjelajahi berbagai situs berita online. Dan benar saja, seluruh halaman utama dipenuhi dengan foto dan video skandal Thalia. Komentar netizen membanjiri, sebagian besar mencela Thalia dan sebagian kecil bertanya-tanya tentang identitas pria itu.
Olive tersenyum tipis. Dunia entertainment memang kejam. Sekali citra rusak, sulit untuk memperbaikinya. Ini adalah harga yang harus dibayar Thalia atas ambisi gelap dan kejahatannya.
Satu jam kemudian, sebuah mobil Sport hitam elegan berhenti di depan gerbang mansion Aurevyn. Liam keluar dari mobil, mengenakan kemeja linen putih yang digulung di lengan, memamerkan otot bisepnya, dan celana chino berwarna khaki yang membuatnya terlihat santai namun tetap berkelas. Visualnya memang seperti dewa Yunani, tidak salah julukan itu melekat padanya.
Olive, yang sudah siap, segera menyambutnya di teras. Wajah Liam langsung berubah hangat saat melihat Olive. Ia memeluk wanita itu erat, menghirup aroma matcha favoritnya dari rambut Olive.
"Sudah siap, Kupu-Kupu Emasku?" tanya Liam, suaranya lembut.
"Sudah, Liam," jawab Olive, tersenyum manis. Ia merasa begitu aman dalam pelukan Liam.
"Aku sudah memesan meja di restoran baru yang menyajikan makanan Italia. Setelah itu, kita bisa ke butik kain, dan mungkin mengunjungi private beach yang baru saja aku beli kemarin. Aku ingin kau memilih konsep untuk resor yang akan kubangun di sana," ucap Liam, matanya berbinar penuh rencana.
Olive terkejut. "Liam! Kau membeli pantai pribadi?"
"Tentu saja. Aku ingin memiliki tempat di mana kita bisa menghabiskan waktu berdua tanpa gangguan. Dan juga, nanti Alex bisa bermain sepuasnya di sana," jawab Liam sambil mengedipkan matanya.
Olive tertawa, merasa sangat bahagia. Hidupnya bersama Liam terasa seperti dongeng. Ia tahu bahwa perjalanan mereka mungkin tidak akan selalu mulus, namun dengan Liam di sisinya, ia merasa sanggup menghadapi apa pun. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, meninggalkan mansion Aurevyn yang sepi, siap untuk menjalani hari yang penuh dengan cinta dan perencanaan masa depan.
Kita pada pngen type cwo gini, Ade ❤️🤗😘
Mg Liam selamat & segera sehat kembali y ❤️🤗😘