NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Satu Ranjang dan Sejuta Penyesalan

Malam di pulau pribadi keluarga D’Arcy seharusnya terasa tenang, namun bagi Velin, ini adalah awal dari bencana baru. Setelah jamuan makan malam yang kemewahannya membuat Velin hampir tersedak daging wagyu berlapis emas, Evander D’Arcy menjatuhkan titah yang tidak bisa dibantah.

“Kamar kalian sudah siap. Dan ingat, Kieran, Kakek sudah memindahkan semua barang wanita cantik ini ke kamarmu,” ujar Evander sambil menyesap anggur merahnya dengan wajah tanpa dosa.

“Kakek! Apa maksudnya dipindahkan?” Kieran memprotes, wajahnya kembali menegang. “Kamar di kastel ini ada puluhan! Kenapa dia harus di kamarku?”

Evander tertawa kecil, suara tawanya terdengar berwibawa namun licik. “Kalian sudah memakai cincin takdir, bukan? Untuk apa membuang-buang listrik untuk dua kamar jika satu ranjang king size sudah cukup luas untuk kalian berdua? Lagipula, kakek ingin segera mendengar kabar gembira.”

Velin yang sedari tadi sibuk mengunyah pencuci mulut langsung tersedak. “Uhuk! Ka-kabar gembira? Maksud Kakek... bayi?”

Evander mengedipkan sebelah matanya pada Velin. “Cucu menantuku yang pintar. Sekarang, pergilah istirahat. Kieran, jaga dia baik-baik, atau Kakek potong anggaran amunisimu bulan depan!”

...****************...

Di Kamar Utama Kieran...

Suasananya sangat canggung. Kamar Kieran berukuran tiga kali lipat kamar Velin di rumah Adriano. Nuansanya maskulin dengan dominasi warna abu-abu gelap dan hitam, namun entah bagaimana, aroma mawar dari sabun mandi Velin kini mulai menyeruak di sana.

Velin berdiri kaku di pinggir ranjang, menatap Kieran yang sedang membuka kancing kemeja atasnya dengan gusar.

“Tuan Mafia... eh, Tuan Kieran. Kamu nggak beneran mau tidur di sini kan?” tanya Velin hati-hati. “Maksudku, kamu kan bos di sini. Masa nggak bisa perintah pengawal buat pindahin kasur lain ke sini?”

Kieran menoleh, menatap Velin dengan pandangan tajam yang membuat Velin menciut. “Kau pikir Kakek Evander itu orang biasa? Pengawal di sini lebih takut padanya daripada padaku. Jika mereka membantuku melanggar perintahnya, besok mereka tinggal nama.”

Kieran menghela napas, lalu melemparkan bantal ke tengah ranjang sebagai pembatas. “Kau di sisi kiri, aku di sisi kanan. Jangan melewati batas ini, atau seratus miliarmu hangus.”

“Siap, Tuan Bos! Batas suci tidak akan terlewati!” seru Velin sambil segera meloncat ke atas kasur dan membungkus dirinya dengan selimut seperti kepompong.

Meski begitu, jantung Velin berdegup kencang. Ia melirik Kieran dari balik selimut. Pria itu tampak sangat tampan saat sedang melamun menatap jendela. "Duh, kalau di kantor dulu ada rekan kerja seganteng ini, aku mungkin nggak bakal pernah minta resign," batinnya konyol.

...****************...

Sementara itu, di Kediaman Mally...

Adriano berdiri di tengah ruang tamu yang sunyi. Ia menatap ke arah tangga, berharap melihat sosok Velin yang biasanya turun dengan wajah ceria atau bahkan wajah menyebalkan yang belakangan ini ia tunjukkan. Namun, rumah itu terasa kosong. Mati.

“Adriano, minumlah teh ini. Kau sudah terjaga sepanjang malam,” Mirabella mendekat, mencoba mengelus bahu Adriano.

Adriano menepis tangan itu dengan kasar. “Aku tidak butuh teh, Mira. Aku butuh tahu di mana istriku berada!”

“Istrimu?” Mirabella mendengus kesal, wajah cantiknya berubah masam. “Kenapa kau terus menyebutnya begitu? Dia pergi dengan pria lain, Adriano! Dia mengkhianatimu! Bukankah ini yang kau mau? Kau ingin dia pergi dari hidupmu, kan?”

Adriano terdiam. Kata-kata Mirabella benar, tapi kenapa hatinya terasa seperti diremas? Ia teringat bagaimana Velin memintanya cerai dengan mata berkaca-kaca semalam. Ia teringat bagaimana Velin melindunginya dari "pencuri organ" (yang ternyata imajinasi konyol istrinya).

“Dulu dia selalu mengejarku... menungguku pulang sampai tertidur di sofa...” gumam Adriano pelan. “Kenapa saat dia benar-benar pergi, rasanya sepi sekali?”

“Adriano! Lihat aku!” Mirabella berteriak, tidak terima diabaikan. “Aku di sini! Aku yang kau cintai, bukan wanita gila itu!”

“Keluar, Mirabella,” ujar Adriano dingin tanpa menoleh.

“Apa?!”

“Aku bilang keluar dari rumahku! Aku tidak ingin melihat siapa pun sampai Aveline ditemukan!” Adriano menggebrak meja kerja di depannya.

Mirabella tersentak. Ia menghentakkan kakinya dengan geram dan pergi meninggalkan ruangan dengan hati yang terbakar api cemburu. Ia tidak menyangka, kepergian Velin justru membuat Adriano semakin terobsesi pada wanita itu.

...****************...

Kembali ke Kamar Kieran...

Velin sudah hampir terlelap ketika ia merasakan kasur di sampingnya bergerak. Kieran baru saja merebahkan tubuhnya. Ruangan itu sangat sunyi, hanya terdengar suara napas mereka yang saling bersahutan.

“Tuan Kieran...” bisik Velin tiba-tiba.

“Hm?”

“Kamu... beneran bakal kasih seratus miliar itu kan? Soalnya kalau aku cerai sama Adriano, aku nggak punya pegangan hidup selain kamu.”

Kieran terdiam sejenak di kegelapan. Ia menoleh ke arah Velin yang hanya terlihat puncak kepalanya saja dari balik selimut. “Kau hanya memikirkan uang di saat seperti ini?”

“Ya iyalah! Uang itu kebebasan, Tuan. Tanpa uang, aku cuma figuran yang ditindas pelakor,” sahut Velin jujur.

Kieran terkekeh rendah, suara tawanya terdengar sangat seksi di keheningan malam. “Tidur lah, Aveline. Seratus miliar itu tidak ada artinya dibanding cincin yang kau pakai. Kau sekarang adalah wanita termahal di dunia karena membawa darah D’Arcy di jarimu.”

Velin tersenyum tipis, merasa aman entah karena apa. Ia pun tertidur pulas, tidak menyadari bahwa di balik punggungnya, Kieran sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam, tangan pria itu hampir menyentuh rambut Velin namun ia tarik kembali.

"Kenapa aku harus bertemu wanita sepertimu di dunia yang salah server ini?" batin Kieran sebelum akhirnya ia ikut memejamkan mata.

...****************...

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!