Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIO SADEWA
Drt..
Drt..
"Sayang... handphone mu bunyi. Angkat lah mungkin dari mama atau mbak Nania", ujar wanita yang baru saja terjaga dari tidurnya karena getaran handphone milik Tio.
Dengan kedua mata masih terpejam, tangan Tio meraba-raba bawah bantalnya. Laki-laki yang bertelanjang dada itu kini duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
Tertera nama Nania di layar handphonenya. Langsung menerima panggilan tersebut. "Ada apa mbak pagi-pagi menghubungi ku?".
"Cepat kemari, dada mama sakit Tio". Terdengar nada panik dari bicara Nania.
"Deg..."
Jantung Tio berdegup kencang mendengar kepanikan nada suara Nania. Tanpa membuang waktu, laki-laki itu memungut kemeja dan celananya yang berserakan di lantai. Handphone miliknya masih menempel di telinga.
"Mas, ada apa?".
"Tio.. aku dan mama bukan di rumah tapi di rumah Dion, segera kemari!", sambung Nania.
Tio berkacak pinggang mendengar penuturan Nania. Alis laki-laki itu saling bertaut. Buat. "Ngapain kalian di sana mbak? Kalian bisa merusak semua yang sudah kita rencanakan!", Ketus Tio sambil memijat keningnya.
"Mama tidak sabaran Tio, ketika melihat foto Mikha dan laki-laki asing. Mama bersikeras dia sendiri yang harus melabrak Mikhaela dengan foto-foto yang kau kirim–"
"Nyatanya apa, berhasil? Kalau berhasil tidak mungkin kan mama terserang jantung!". Lidah Tio berdecah kesal. "Aku hanya minta pada kalian, sekali saja dengarkan perkataan ku mbak. Sampai kita berhasil mendapatkan tujuan kita. Kalau begini Mikha jadi tahu ia sedang di ikuti orang suruhan ku. Kalian selalu saja gegabah!". Tio terlihat sangat kesal.
"Iya mbak ngerti. Tapi sudahlah semua sudah terjadi. Nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan ini. Segera kemari".
"Iya...iya, aku ke sana sekarang," jawab Tio berusaha menenangkan dirinya, meski kepanikan Nania menular padanya juga. Tentu bukan hal baik jika ada apa-apa dengan Warda saat ini. Kedudukannya di perusahaan akan semakin sulit jika Warda kenapa-napa.
Tio langsung menyambar kunci mobil dan tas di atas meja.
"Mas ada apa? Kamu tidak mau memberi tahu aku?", tanya wanita yang semalam menghabiskan waktu berdua bersama Tio di hotel Emerald.
Sesaat laki-laki itu menoleh pada wanita yang duduk bersandar di tempat tidur. Menarik selimut tebal menutupi tubuh polosnya.
Tio mendekatinya seraya mengangkat dagu wanita tersebut.
"Selama kau menuruti perkataan ku, semuanya akan baik-baik saja. Teruslah bersandiwara seperti rencana awal kita sayang. Setelah mendapat semua hak ku, aku janji akan memberi kehidupan baru untuk mu dan anak kita. Kita akan hidup di tempat baru, jauh dari sini". Tio mengecup bibir wanita itu. Keduanya berciuman mesra.
"Iya mas. Aku percaya pada mu. Aku mencintaimu.."
*
Sepanjang jalan, pikiran Tio berkecamuk. Mikha...wanita itu memang keras kepala, tapi pertengkaran seperti apa yang membuat Mama sampai sesak dada? Mama punya riwayat darah tinggi dan stres berat bisa sangat berbahaya untuk jantungnya.
"Ternyata begitu sulit melenyapkan mu mas. Kamu sudah mati pun, tidak mudah bagiku. Kau masih mendominasi kekuasaan. Ini tidak adil bagi ku yang selalu menjadi bayangan mu", ucap Tio dengan tangan mencengkram kuat setir mobilnya.
"Sudah terlalu lama aku menahan diri, seperti di anak tirikan di perusahaan itu. Papa selalu percaya pada mu tapi tidak pada ku. Kau menghalangi ku mas. Semua aset keluarga atas nama mu. Kau sangat menyulitkan hidup ku".
"Sekarang istri mu yang menyulitkan aku. Mikhaela sama seperti mu menjadi penghalang keinginan ku!!"
"Brengsek kau Dion!!".
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂