NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:115.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sementara di belahan dunia lain, matahari baru saja naik perlahan di atas langit Paris.

Cahaya keemasannya menyusup melalui dinding kaca sebuah studio pemotretan yang luas dan modern. Ruangan itu dipenuhi peralatan kamera berukuran besar, lampu-lampu sorot yang menyala terang, serta deretan kursi dan meja rias yang tertata rapi. Beberapa orang berlalu-lalang—fotografer, asisten dan penata rias yang semuanya sibuk dengan tugas masing-masing.

Namun di salah satu sudut ruangan, duduklah seorang perempuan dengan aura yang langsung menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.

Perempuan itu menyilangkan kakinya dengan anggun di atas sofa berwarna krem. Rambutnya hitam legam, tergerai rapi dengan gelombang ringan yang jatuh sempurna di bahunya. Wajahnya cantik dengan garis-garis tegas khas perempuan Eropa-Asia, tulang pipi tinggi, hidung mancung, dan mata tajam yang selalu tampak percaya diri. Bibirnya dilapisi lipstik nude, tipis namun memikat.

Dialah Adilla Safira.

Nama yang kini mulai sering muncul di berbagai majalah fashion internasional. Model profesional yang kariernya tengah menanjak tajam di Paris, Milan, hingga New York. Perempuan yang terbiasa berdiri di bawah sorotan lampu, mengenakan gaun-gaun mahal, dan dipuja banyak mata.

Di pangkuannya terletak sebuah iPad. Jarinya yang lentik, dihiasi kuku rapi berwarna pink, menggulir layar dengan santai. Tatapannya terlihat bosan, seolah menunggu sesuatu yang lebih menarik dari sekadar jadwal pemotretan hari ini. Hingga sebuah judul berita membuat gerakan jarinya terhenti.

CEO Akhtar Global Corporation Resmi Menikah dengan putri pemilik Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Majid.

Alis Adilla terangkat tipis.

Sudut bibirnya melengkung perlahan. Bukan senyum bahagia. Bukan pula senyum terkejut. Melainkan senyum sinis yang dingin, penuh ejekan, seolah berita itu hanyalah lelucon yang tidak terlalu menghiburnya.

Ia membaca artikel itu dengan saksama. Foto Farhan terpampang jelas di layar, tampak tampan, berwibawa, dengan sorot mata yang selama ini begitu ia kenal. Di sampingnya, berdiri seorang perempuan berhijab sederhana, wajahnya lembut dan cantik. Nama Kinara tertera jelas di bawah foto itu, lengkap dengan latar belakangnya sebagai perempuan pesantren.

Adilla mengembuskan napas pendek lewat hidungnya.

“Hah,” gumamnya pelan, nyaris seperti tawa kecil yang ditahan. “Akhirnya.”

Adilla menyandarkan punggungnya ke sofa, sementara kedua matanya masih menatap layar iPad di tangannya. Jemarinya kembali menggulir artikel itu, membaca setiap berita mengenai Farhan dengan tatapan matanya yang tajam dan penuh penilaian.

Pernikahan yang sederhana, perempuan dari pesantren dan istri yang dikenal lemah lembut dan religius. Membuat senyum di bibir Adilla semakin miring.

"Jadi ini pilihanmu sekarang, Farhan?” katanya lirih, dengan nada yang sarat penghinaan.

Ia mengangkat iPad itu sedikit lebih tinggi, menatap foto Kinara lebih lama. Bukan iri. Bukan cemburu. Tapi rasa meremehkan yang begitu kentara.

“Perempuan seperti ini yang kau pilih, Farhan?” lanjutnya, bibirnya bergetar kecil menahan tawa. “Setelah semua yang pernah kita lalui?”

Ingatan Adilla melayang sejenak ke masa lalu. Pada Farhan yang dulu—laki-laki yang selalu datang dengan jas rapi, tatapan serius, dan masa depan yang sudah tersusun sempurna. Farhan yang mencintainya dengan caranya sendiri. Farhan yang pernah berlutut di hadapannya, menawarkan pernikahan, menawarkan kehidupan mapan, dan status yang diidamkan banyak perempuan.

Namun Adilla menolak semuanya. Bukan karena ia tidak tahu nilai Farhan. Justru karena ia tahu betul betapa besar harga yang harus ia bayar jika menerima tawaran itu.

Ia ingin panggung, ia ingin bersinar sebagai model di seluruh dunia, ia ingin kebebasan. Menikah berarti terikat, menikah berarti kompromi, menikah berarti harus siap menghadapi risiko tubuh berubah, karier melambat, dan hidup yang tak lagi sepenuhnya miliknya. Dan itu bukan hidup yang Adilla inginkan.

Adilla menurunkan iPad-nya perlahan, lalu tersenyum kecil sambil menggeleng.

“Jadi akhirnya kau menikah juga, Farhan.” ucapnya pelan, seolah berbicara langsung pada Farhan meski jarak ribuan kilometer memisahkan mereka. “Akhirnya kau menemukan seseorang yang bisa kau nikahi dan cintai. Selain aku. Aku pikir kalau kau tidak akan bisa lepas dariku? Aku pikir cintamu hanya habis padaku, tapi nyatanya tidak. Dan betapa bodohnya aku yang mempercayai semua kata kata cinta picisan mu itu.”

Nada suaranya datar, tapi sarat ejekan. Tidak ada penyesalan yang terlihat di mata Adilla. Tidak ada luka yang ia rasakan dihatinya. Yang ada hanya rasa puas karena ia merasa telah memilih jalan yang menurutnya paling benar. Adilla kembali menatap layar iPad-nya. Membaca komentar-komentar publik yang memberikan doa, pujian serta harapan untuk pernikahan Farhan dan Kinara.

Dan hal itu membuat Adilla terkekeh kecil.

"Kau memang pantas bersanding dengan wanita kampungan itu daripada bersanding denganku, Farhan. Aku tak cocok untukmu yang menginginkan sosok istri yang ideal yang bisa mengurus keluarga. Dan aku bersyukur karena tidak jadi menikah denganmu, atau kalau tidak, aku tidak akan bisa sampai di posisiku saat ini."

Adilla meletakkan iPad itu di meja yang berada di sampingnya, lalu berdiri dari sofa dengan langkah anggun. Seorang asisten mendekat untuk memberi tahu bahwa pemotretan akan dimulai lima menit lagi. Adilla mengangguk singkat tanpa banyak bicara.

Saat berdiri di depan cermin besar ruang pemotretan, Adilla menatap pantulan dirinya sendiri. Wajah cantik itu menatap balik dengan penuh kepercayaan diri. Ia menyentuh pipinya, memastikan riasan masih sempurna.

“Aku tidak pernah menyesal. Aku memilih diriku dan memilih mimpiku sebagai seorang model.” gumam Adilla pada bayangannya sendiri.

Adilla meraih kembali iPad-nya, membuka sekali lagi foto pernikahan Farhan dan Kinara. Kali ini ia tersenyum tipis, senyum yang dingin, tajam, dan penuh makna.

“Selamat ya, Farhan. Semoga hidupmu sesuai dengan pilihanmu.” ucapnya pelan.

Lampu studio mulai dinyalakan. Kamera diarahkan padanya. Panggilan kerja kembali mengisi hari-harinya. Adilla melangkah maju, berdiri tepat di bawah sorotan lampu dan kembali menjadi dirinya yang utuh, seorang model internasional yang hidup untuk dunia yang ia pilih sendiri.

Sementara itu, ribuan kilometer dari Paris, Gedung Akhtar Global Corporation menjulang kokoh di tengah kawasan bisnis ibu kota. Kaca-kaca tinggi memantulkan cahaya matahari, mencerminkan kesibukan yang tak pernah benar-benar berhenti. Para karyawan lalu-lalang dengan langkah cepat, rutinitas yang sudah menjadi napas harian perusahaan multinasional itu.

Tak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan halaman pintu utama perusahaan. Mobil itu adalah milik Farhan yang barusaja tiba di perusahaannya. Farhan turun dari dalam mobil dengan langkah tenang. Hari itu, penampilannya tidak jauh berbeda dari biasanya. Namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Bukan dari apa yang ia kenakan, melainkan dari cara ia membawa dirinya sendiri.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh perhatian banget sih
Maulana ya_Rohman
alhamdulilllah selesai sudah marathon nya.....
mohon maap gak bisa comend di setiap bab nya....
di krn kan fokus ke cerita....
Titin Rosediana
blm up lgi KA?
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: masih belum direview sama nt kak, tunggu aja🤭🤭🤭
total 1 replies
Sriati Rahmawati
steak thorrr
bukan steik
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak makasih udah dikasih tahu👍
total 1 replies
Titin Rosediana
besok lagi ya KA.. 🤭❤️❤️ seruuuuu deh.. selalu ditunggu
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak, tiap hari pasti update bab🤭
total 1 replies
vita
bagus
Titin Rosediana
up lgi donk kaa❤️❤️❤️❤️
Titin Rosediana
astaga gantung lagi😄😄😄😄
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkwk biar penasaran kak🤣🤣🤣
total 1 replies
Titin Rosediana
yey .. skrg mah 2 bab per hari..... JD tambah semangat.. selalu nunggu update ny ka💪❤️❤️❤️ terima kasih 🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak sama sama🤭
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍👍
Titin Rosediana
aaaaaa.. gantung lagi... 1 LG kaaa.... 🤭🤭 Farhan junior Otewe launching 😄😄😄❤️❤️❤️
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkwk iya kak tak usahain ya🤣🤣🤣
total 1 replies
Titin Rosediana
yaaaa.. gantunggg🤭.. up lagi donk ka.... ❤️❤️💪💪💪
Titin Rosediana: iya... ceritanya seru, ga ribet & bikin penasaran 😄😄😍😍😍😍
total 2 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
wesssssssss kayak'e bakal terjadi kesalahpahaman serta honjang ganjing kepercayaan kinara ini... aduhhhhhh farhan,,,, tau lah... suka suka kamu aja.... aku manut sama alurnya mbak othor...🤭🤭🤭🤭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: bagus itu kak👍🤣🤣
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
baguslah kalo udah sadar
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Bagus, kalau kamu meyadarinya Adilla...👍
Tidak semua apa yang kita inginkan dapat terwujud.
Ada kalanya berhasil, ada kalanya tidak. Kadang sukses, kadang gagal.
Waktu, lagi dan sekali lagi menyadarkan kita. setelah banyak menyaksikan pertunjukan panggung sandiwara dunia.
Kita mengerti, memang ada hal-hal di dunia ini tidak harus berjalan sesuai apa yang kita rencana, apa yang kita cita-citakan.
Planning hanya sebuah rencana bukan?

Hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan memang sulit.
Merelakan apa yg telah kita perjuangkan dan harus berhenti di satu titik, It's not a simple.
Saat itu seolah-oleh dunia sedang menertawakan kita.
Mimpi yang kita ikat di layangan untuk terbang setinggi langit harus putus karena kerasnya angin.
Yah begitulah hidup, ada saat kita melepaskan itu semua.
Menebarkan senyum meski kenyataan baru saja mengoyak hati.
Katakan "itu semua baik-baik saja tanpa kita hidup dengan mimpi itu ". Tapi bukan menyerah.
Kita hanya perlu hidup dengan baik dan bermakna, bukan hidup sesuai dengan mimpi.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk hidup.
Jangan terpaku pada apa yang mungkin tidak ditakdirkan untuk kita. meratap tidak akan membuat kita bisa baik-baik saja untuk kehidupan selanjutnya.
Jadikan itu sebagai pengalaman berharga, bahwa kita pernah mempunyai apa yang kita sungguh-sunguhkan.
Namun kemudian dilepaskan dengan ikhlas.
Titin Rosediana
up lgi ka
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak ditunggu ya🤭
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
si adila ini gak tau diri banget
Darun Jun
mantap kata katanya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: harus dong kak, biar sadar diri tuh si Adilla 😏😏😏
total 1 replies
Cica Aretha
jng mau kalih kirana..semamgatttt💪💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: pastinya kak
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
jadi orang kok gak tau diri banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!