Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Silahturahmi
" Saya dan teman-teman pasti akan berusaha melakukan yang terbaik Bu, dan kami juga akan berusaha melakukan silaturahmi agar universitas kita dengan universitas sebelah tidak akan terlibat dalam perdebatan lagi."
" Oh bagus sekali kalau seperti itu, semoga saja misi mu dan teman-temanmu itu akan berlangsung dengan baik ya. Dan saya berharap memang tidak akan ada lagi perdebatan antara universitas kita dan universitas sebelah, karena walau bagaimanapun kedua universitas memang sama-sama unggul di bidangnya masing-masing."
" Ibu tidak keberatan dengan misi saya dan juga teman-teman saya?"
" Tentu saya tidak akan keberatan dengan hal tersebut, menurut saya itu adalah misi yang baik dan saya harap bisa berjalan dengan lancar ya."
" Terima kasih Bu, saya dan teman-teman akan berusaha melakukan yang terbaik."
" Syukurlah kalau memang begitu, sekarang Saya bisa tenang kepada kalian. Saya harap kalian bisa melakukan magang dengan sebaik-baik mungkin di sekolah tersebut ya, karena jika kalian melakukan kesalahan saya pasti akan langsung ditelepon oleh salah seorang guru di sana."
" Maaf bisa sebelumnya saya terkesan lancang Bu, kira-kira Ibu mengetahui kabar Ini dari siapa ya Bu. Karena sepengetahuan saya guru pamong Saya tidak memiliki kontak ibu."
" Guru pamong mu itu memang tidak memiliki kontak saya, tetapi ada salah seorang guru di sekolah tersebut yang merupakan teman saya semasa di perkuliahan dulu."
" Oh jadi begitu ya Bu, baiklah kalau begitu kami akan berusaha melakukan yang terbaik agar ibu tidak ditegur oleh teman ibu."
" Syukurlah kalau kau memahami apa yang saya maksud, Saya harap kalian bisa baik-baik di sana. Dan saya berharap akan mendapatkan telepon tentang kabar baik seperti hari ini, bukan kabar buruk yang akan saya dengar."
" Kami akan terus berusaha melakukan yang terbaik dan tidak akan mempermalukan nama universitas kita serta nama ibu di depan teman ibu."
Mereka pun terus melanjutkan perbincangan mereka, tentunya perbincangan itu berkaitan dengan teman dari Bu Maria yang mengajar di sekolah tempat mereka magang. Grace sebenarnya sangat penasaran dengan siapa teman Bu Maria itu, tapi Bu Maria memang sengaja tidak menyebutkan nama temannya itu. Dan beliau hanya mengatakan kalau teman sepekuliahannya dulu yang mengajar di sana, tentunya dengan mendengar hal seperti itu saja sudah membuatnya sangat khawatir akan mendapat teguran nantinya.
Sebenarnya dengan Bu Maria mengatakan kalau ada teman seperkuliahannya yang mengajar di sekolah tempat mereka magang, hal itu saja sudah membuatnya sangat pusing karena pastinya ada yang bisa menghubungi Bu Maria dengan lancar. Tentunya ia harus memberitahu teman-temannya mengenai hal tersebut, karena bisa saja teman dari Bu Maria ini akan melapor kepada bu Maria. Dan hal itu bisa saja mempengaruhi nilai mereka nantinya, dan Grace sangat tidak ingin temannya gagal.
Ia berharap kalau dia dan juga teman-temannya bisa lulus dengan sama-sama, karena ia dan teman-temannya memang sudah berteman cukup lama. Ia berharap semuanya bisa berjalan lancar dan mereka bisa melanjutkan ke semester berikutnya, Iya sangat tidak ingin kalau ada temennya yang mengulang. Karena dengan begitu akan menghambat proses kelulusan mereka nantinya, karena mereka harus mengulang SKS.
Perbincangan itu terus saja berlanjut, hingga tiba-tiba saja telepon Bu Maria berdering. Iya pun langsung melihat siapa nama yang menelponnya, dan ternyata yang menelpon Bu Maria adalah suaminya. Bu Maria pun langsung mengangkat panggilan telepon tersebut, dan kemudian mengatakan kalau ia sedang berada di cafetaria.
Tidak membutuhkan waktu lama datanglah sebuah mobil di depan cafetaria, Bu Maria pun langsung izin untuk meninggalkan Grace. Bu Maria menghampiri mobil tersebut, dan ternyata pemilik mobil tersebut adalah suami dari Bu Maria. Bu Maria melambaikan tangannya dan kemudian langsung pergi bersama sang suami, karena memang hari yang sudah malam dan harus pulang.
Grace yang memang juga sudah merasa lelah, akhirnya Ia memutuskan untuk meninggalkan cafetaria. Iya pun berjalan menuju gerbang kampus, dan saat di gerbang tiba-tiba saja ia bertemu dengan temannya. Temannya itu menghentikan kendaraannya di depan Grace, dan kemudian tersenyum kepada Grace.
" Kau dari mana saja jam segini baru keluar kampus?" tanyanya dan Grace pun tersenyum.
" Eh ternyata kau lucky, kau ingin masuk kampus ya?"
" Kau jawab dulu pertanyaanku, bukannya kau langsung mempertanyakan aku "
" Seperti yang kau ketahui, siang tadi aku magang dan kemudian disambung mata kuliah dari sore hari hingga pukul 06.00 sore tadi."
" Aku mengerti jika kau ada mata kuliah sampai pukul 06.00 sore tadi, yang jadi pertanyaannya mengapa sekarang sudah hampir jam 08.00 kau masih ada di kampus."
" Aku tadi berbicara dengan dosen pembimbingku, tadi siang dia meneleponku dan ingin berbicara denganku."
" Oh ternyata begitu, Aku kira kau lagi kegantengan sama cowok sampai jam segini ini belum pulang."
" Kau sudah mengenalku cukup lama kan lucky?" tanyanya dan pemuda itu pun mengangguk. " Lalu kenapa kau masih bisa berargumen seperti itu?" ucapnya lagi yang sebenarnya sedang emosi.
" Jangan marah-marah dong Grace, aku tadi cuma bercanda aja kok. Aku minta maaf deh kalau kau tersinggung, aku nggak ada niat kok untuk melukai hatimu." ucap lucky yang tentunya merasa bersalah.
" Aku nggak marah samamu lucky, aku cuma merasa kecewa aja samamu. Kita ini udah kenal cukup lama, tapi dengan santainya kok biar bicara seperti itu kepadaku."
" Iya deh aku minta maaf, Aku tahu aku salah. Aku nggak akan bicara sembarangan lagi, tolong maafin aku ya Grace."
" Entahlah aku sudah malas berbicara denganmu, lebih baik aku pulang aja."
" Udah deh jangan marah, aku antar pulang aja gimana. Lagian kamu juga belum pesan grab kan."
" Nggak usah, aku bisa pulang sendiri. lagian kau sebentar lagi juga akan masuk kelas."
" Udah lebih baik aku antar aja ya, lagian kosmu juga dekat kan dari sini. Perkuliahanku juga akan mulai 30 menit lagi, jadi aku masih ada waktu."
" Ya udah deh." ucapnya dan ia pun langsung naik ke motor lucky, dan kemudian mereka langsung berjalan menuju ke arah kos Grace.
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka telah sampai di depan kost Grace, Grace pun langsung turun dari motor itu dan kemudian masuk ke dalam kosnya. Tentunya sebelum itu ia mengucapkan terima kasih, tetapi ia tidak melontarkan banyak kata-kata dan langsung masuk ke dalam. Lucky menyadari kalau temannya itu masih marah kepadanya, tetapi ia juga sadar kalau apa yang ia katakan sebelumnya memang sangat menyakitkan.
Setelah melihat Grace masuk ke kosnya dengan aman, lucky pun segera mengendarai motornya menuju kampus. Memang perkuliahannya masih dimulai 30 menit lagi, tetapi ia sudah janjian dengan teman-temannya di kelas. Dan dia juga belum mengerjakan tugas, jadi dia akan mencontek tugas temannya.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)