NovelToon NovelToon
Anak Sang Mafia

Anak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Mafia / Tamat
Popularitas:931
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Erik Meijer adalah pemimpin mafia paling ditakuti yang dikenal tak memiliki belas kasih. Namun, dunianya yang penuh kekerasan berubah drastis saat ia menemukan seorang bayi perempuan bernama emia di kursi belakang mobilnya setelah sebuah baku tembak. Sebuah pesan misterius mengklaim bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.
Demi melindungi emia , Erik Meijer memutuskan untuk meninggalkan takhta kekuasaannya dan bersembunyi di sebuah desa terpencil di pegunungan. Ia mencoba belajar menjadi ayah yang normal, mengganti senjata dengan botol susu, dan strategi perang dengan lagu pengantar tidur.
Namun, masa lalu tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ketika musuh-musuhnya menemukan tempat persembunyian mereka dan mengancam nyawa emia, Erik Meijer menyadari bahwa ia tidak bisa terus berlari. Ia harus kembali menjadi sosok yang mematikan untuk terakhir kalinya demi memastikan putrinya memiliki masa depan yang damai. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, penebusan dosa, dan sisi lembut mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah sang pewaris

Pelarian itu berakhir di sebuah hotel tua di pinggiran Roma. Di sana, Claudia menyadari bahwa melarikan diri secara fisik tidak akan pernah cukup selama Darah Sang Pewaris—DNA murni Medici yang mengalir di tubuh Emia—masih terdaftar dalam sistem keamanan global klan mereka.

Don Medici tidak hanya menggunakan satelit untuk melacak mereka; ia menggunakan teknologi Biometrik Darah. Setiap kali Emia terluka atau bahkan sekadar menyentuh perangkat yang terhubung dengan jaringan pintar (IoT) milik Medici, sinyal lokasinya akan menyala seperti mercusuar di peta sang kakek.

"Dia bukan hanya cucumu, dia adalah kunci hidupmu, bukan?" Claudia berbisik sambil menatap Emia yang tertidur.

Claudia mengambil keputusan paling berisiko dalam hidupnya. Ia menghubungi seorang peretas biologis (bio-hacker) yang merupakan musuh bebuyutan klan Medici. Di sebuah laboratorium bawah tanah yang gelap, Claudia meminta sang dokter untuk melakukan prosedur "Enkripsi Darah".

"Kau ingin aku mengubah tanda biologis bayi ini?" tanya sang dokter dengan tangan gemetar.

"Jika gagal, dia bisa mati. Jika berhasil, dia akan menjadi hantu bagi semua pemindai DNA di dunia."

"Lakukan," jawab Claudia tegas. "Lebih baik dia menjadi hantu daripada menjadi budak di istana kakeknya."

Saat prosedur berlangsung, Si Pelacak baru yang dikirim Don Medici—seorang wanita dingin bernama Sera—berhasil mendobrak masuk.

Namun, Sera terhenti bukan karena peluru Marco, melainkan karena pemandangan di depannya.

Claudia berdiri di depan tabung inkubasi Emia dengan sebuah tabung reaksi berisi darahnya sendiri. Ia telah mencampurkan darahnya dengan formula enkripsi tersebut.

"Kau terlambat, Sera," ujar Claudia dengan senyum tipis yang mengerikan.

"Darah pewaris yang kakekmu cari sudah tidak ada lagi. Emia bukan lagi kunci untuk brankasnya. Aku baru saja menghapus akses Medici dari sel tubuhnya."

Sera mengangkat senjatanya, tapi ragu. Tanpa DNA Emia yang valid, seluruh kekaisaran Don Medici akan terkunci selamanya—sistem keamanan otomatis akan menganggap Don Medici sebagai penyusup karena tidak ada pewaris yang mengonfirmasi identitasnya.

Claudia kini memegang kendali penuh. Dengan darah yang sudah terenkripsi, hanya Emia (dan Claudia) yang bisa membuka atau menghancurkan seluruh kekayaan Medici dari jarak jauh. Sang incaran kini telah menjadi sang pemegang kendali.

!!!!!!

Pelarian itu berakhir di sebuah laboratorium bawah tanah di pinggiran Roma. Claudia menyadari bahwa selama Darah Sang Pewaris—DNA murni Medici—masih terdaftar dalam sistem keamanan biometrik global klan mereka, Emia akan selalu menjadi mercusuar yang memanggil para pembunuh.

Don Medici tidak hanya mengejar cucunya karena rindu; ia butuh sampel darah segar Emia setiap bulan untuk memperbarui kunci digital "Brankas Darah" yang menjaga seluruh kekayaan dan rahasia kotor dunia bawah tanah. Tanpa Emia, kekuasaan Don Medici akan membeku dalam waktu 24 jam.

"Dia bukan manusia bagimu, Kek. Dia adalah baterai cadangan untuk kekuasaanmu," desis Claudia saat ia melihat layar monitor yang menunjukkan pengejar baru telah mendekat.

Claudia mengambil keputusan ekstrem. Ia tidak membunuh Emia, tentu saja. Ia melakukan "Enkripsi Darah". Menggunakan teknologi medis terlarang, ia menyuntikkan serum pencemar DNA sementara yang akan mengaburkan sinyal biometrik Emia selama 48 jam.

Saat pintu laboratorium didobrak oleh tim elit pimpinan Sera, pelacak baru yang lebih dingin dari Vane, mereka menemukan Claudia berdiri tenang di samping inkubator Emia.

"Ambil dia jika kau berani, Sera," tantang Claudia sambil memegang tabung reaksi berisi sampel darah Emia yang sudah terkontaminasi. "Tapi katakan pada Don Medici: kuncinya sudah rusak.

Darah sang pewaris kini menjadi racun bagi sistemnya. Jika dia mencoba memindai DNA bayi ini sekarang, seluruh jaringan komputer Medici akan terkunci selamanya karena dianggap sebagai upaya peretasan."

Sera tertegun. Senjatanya diturunkan sedikit. Ia tahu jika sistem Medici terkunci, seluruh aset klan akan lenyap dan mereka semua akan menjadi sasaran empuk rival mafia lainnya.

Claudia tersenyum pahit. Ia telah mengubah putrinya dari seorang incaran menjadi sebuah bom waktu.

"Sekarang," kata Claudia sambil menggendong Emia yang mulai terbangun, "pergilah dan katakan pada kakekku: jika dia ingin kuncinya berfungsi kembali, dia harus datang sendiri menemuiku. Tanpa senjata, tanpa pengawal. Atau dia akan mati sebagai penguasa tanpa harta."

Don Medici tidak punya pilihan. Ia muncul di sebuah katedral tua yang kosong, hanya ditemani oleh detak jantungnya yang renta. Namun, ia tidak datang untuk menyerah. Sang kakek membawa rahasia terakhir tentang Darah Sang Pewaris.

"Kau pikir kau telah memenangkan permainan ini dengan mengenkripsi DNA-nya, Claudia?" suara Don Medici bergema di antara pilar-pilar marmer. Ia terbatuk, menyeka darah dari bibirnya. "Sistem itu tidak hanya menjaga harta. Sistem itu menjaga hidupnya."

Claudia menegang, mendekap Emia yang mulai menangis. "Apa maksudmu, Tua Bangka?"

"Protokol Medici bukan hanya kode komputer. Itu adalah penawar," Don Medici tersenyum pahit.

"Klan kita memiliki penyakit genetik langka yang hanya bisa ditekan oleh serum yang disintesis dari 'Brankas Darah' setiap enam bulan. Jika kau mengunci sistem itu selamanya, kau tidak hanya membunuh kekuasaanku... kau membunuh putri harapanmu sendiri."

Claudia tertegun. Ia melihat pergelangan tangan Emia yang mungil, menyadari ada bintik kemerahan yang mulai muncul—tanda awal dari "Kutukan Medici" yang melegenda. Sang kakek telah merancang sistem ini agar siapa pun yang mencoba memberontak akan berakhir dengan kehilangan orang yang paling mereka cintai.

"Berikan dia padaku, dan aku akan membuka akses pengobatannya," tawar Don Medici, mengulurkan tangannya yang gemetar.

Namun, Claudia melihat keraguan di mata kakeknya. Ia menyadari satu hal: Don Medici juga sedang sekarat. Sang kakek membutuhkan darah Emia bukan hanya untuk harta, tapi untuk transfusi total demi memperpanjang nyawanya sendiri.

"Kau ingin menukar nyawamu dengan nyawanya," desis Claudia.

Tanpa ragu, Claudia mengambil botol berisi sampel darah terenkripsi tadi. Ia tidak memberikannya pada sang kakek. Sebaliknya, ia menyuntikkan sampel itu ke jalur infus otomatis yang terhubung ke monitor katedral—sebuah terminal akses rahasia.

"Jika sistem ini adalah kutukan, maka aku akan menghancurkan sistemnya, bukan darahnya," teriak Claudia.

Dengan bantuan Marco yang meretas dari luar, Claudia memicu overload pada Brankas Darah.

Cahaya biru memancar dari terminal, menghapus seluruh protokol genetik Medici. Ia mempertaruhkan segalanya: jika berhasil, Emia jika gagal, rahasia pengobatan itu akan hilang selamanya.

Ledakan data terjadi. Seluruh lampu katedral padam. Dalam kegelapan, Don Medici jatuh tersungkur, menyadari bahwa takhtanya telah runtuh menjadi abu.

......

Dalam kegelapan katedral yang mencekam, suara napas berat Don Medici terhenti. Sistem "Brankas Darah" telah meledak secara digital, menghapus seluruh kekuasaan klan dari muka bumi. Namun, bagi Claudia, harta bukan segalanya—nyawa Emia adalah taruhan terakhirnya.

Cahaya fajar menyelinap melalui celah kaca patri katedral. Claudia memandang wajah Emia yang pucat. Bintik kemerahan di pergelangan tangannya perlahan memudar, berganti dengan rona merah alami di pipinya. Penghancuran sistem itu ternyata bukan sekadar menghapus data; itu memicu protokol pembersihan genetik yang dirancang sebagai opsi terakhir jika klan Medici jatuh.

"Sistemnya... dia tidak hanya mengunci harta, dia membebaskan inangnya," bisik Claudia, air mata jatuh ke dahi bayinya.

Don Medici, yang tergeletak di lantai marmer, menatap cucunya dengan sisa kesadaran. "Kau... kau menghancurkan segalanya, Claudia. Seratus tahun sejarah... hilang."

"Sejarahmu adalah penjara, Kek," jawab Claudia tanpa menoleh.

"Emia tidak akan pernah menjadi kunci bagi siapa pun. Dia akan menjadi anak biasa yang bisa melihat matahari tanpa takut pada bayangannya sendiri."

Marco masuk dengan napas terengah, senjatanya masih berasap. "Pasukan Medici sudah bubar, Claudia. Tanpa akses ke rekening dan sistem komunikasi pusat, mereka hanya sekumpulan preman tanpa tuan. Kita harus pergi sebelum polisi internasional tiba."

Claudia berdiri, menggendong Emia yang kini tertidur lelap dengan napas yang teratur. Ia melangkah melewati tubuh kakeknya yang kini bukan lagi seorang kaisar, melainkan hanya orang tua yang kesepian di tengah reruntuhan ambisinya.

Di luar katedral, udara Roma terasa berbeda. Tidak ada lagi sinyal pelacak di bawah kulit, tidak ada lagi bayangan Si Pelacak di sudut jalani.

Claudia membakar paspor lamanya dan membuang liontin Medici ke dalam sungai Tiber.

Incaran itu telah berakhir. Sang pewaris kini bukan lagi pewaris takhta yang berdarah, melainkan pewaris masa depan yang murni.

Claudia, Marco, dan Emia berjalan menuju kerumunan orang, menghilang dalam kebebasan yang telah mereka beli dengan harga yang paling mahal: kehancuran sebuah dinasti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!