NovelToon NovelToon
Om Benny, I Love You

Om Benny, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan rahasia / CEO / Romantis / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: chiisan kasih

Pernikahan rahasia. Ciuman terlarang. CEO dingin yang jatuh pada gadis tomboy.
Benny, seorang CEO yang anti wanita dan memilih hidup sendiri, terpaksa menikah dengan Cessa—putri sahabatnya yang berusia delapan belas tahun. Pernikahan mereka dimulai sebagai kontrak penuh aturan: tanpa cinta, tanpa sentuhan, tanpa perasaan.
Namun satu ciuman menghancurkan segalanya.
Tinggal serumah membuat batasan runtuh, kecemburuan tumbuh, dan hasrat berubah menjadi dosa. Saat Cessa mencintai tanpa ragu, Benny justru berperang dengan prinsip, moral, dan ketakutan terbesarnya: jatuh cinta pada wanita yang seharusnya tak boleh ia miliki.
Ini bukan kisah cinta yang aman.
Ini kisah tentang memilih perasaan… atau menghancurkan hidup sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiisan kasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

“Musuh yang Lebih Dekat”

Rumah itu tidak lagi terasa seperti tempat paling aman.

Meski satpam berjaga.

Meski sistem keamanan ditingkatkan.

Meski polisi sudah menerima laporan.

Ancaman tidak lagi berupa video.

Sekarang… ini nyata.

Cessa berdiri di depan layar CCTV bersama Benny dan tim keamanan.

“Putar ulang dari sepuluh menit sebelum alarm,” kata Benny.

Rekaman diputar.

Sosok berjaket hitam muncul dari sisi pagar belakang.

Gerakannya tidak kikuk.

Tidak panik.

Terlalu tahu titik buta kamera.

“Dia tahu area ini,” gumam Cessa.

Benny menatap layar lebih dekat.

“Zoom bagian tangan.”

Gambar diperbesar.

Sekilas terlihat sesuatu di pergelangan tangan sosok itu.

Jam tangan.

Model klasik.

Benny membeku.

Ia mengenali desainnya.

Model itu bukan barang umum.

Itu edisi lama—diberikan sebagai merchandise eksklusif untuk jajaran internal perusahaan… lima tahun lalu.

Hanya untuk level manajemen tertentu.

Cessa menoleh pelan.

“Kamu kenal?”

Benny mengangguk.

“Ini bukan orang luar,” katanya lirih.

Ruangan terasa lebih dingin.

Sementara itu, Brain menerima pesan anonim juga.

Foto restoran miliknya.

Pesan singkat:

Bisnis bisa tutup lebih cepat dari yang kamu kira.

Brain langsung menelepon Benny.

“Ini sudah gila,” kata Brain tegas.

“Aku tahu,” jawab Benny.

“Kalau ini karena aku—”

“Bukan,” potong Benny. “Ini karena aku.”

Cessa mendengar percakapan itu.

Dadanya sesak.

Ancaman ini bukan lagi permainan.

Ini intimidasi sistematis.

Sore itu, Benny memanggil dua orang ke ruangannya.

Bukan polisi.

Bukan pengacara.

Tapi dua mantan eksekutif lama perusahaan yang dulu tidak setuju dengan restrukturisasi yang ia lakukan.

Salah satunya adalah Armand.

Pria yang pernah secara terbuka menentang kebijakan baru Benny.

“Kenapa kami dipanggil?” tanya Armand santai.

Benny tidak membuang waktu.

“Kamu punya jam tangan edisi internal tahun lalu?”

Armand tersenyum tipis. “Banyak orang punya.”

“Termasuk kamu,” kata Benny.

Armand bersandar.

“Kalau kamu menuduhku,” ucapnya pelan, “siapkan bukti.”

Benny menatapnya dalam.

“Aku belum menuduh.”

Armand tersenyum samar.

“Tapi kamu mulai mencurigai.”

Keheningan penuh tekanan.

Malam itu, Cessa duduk di ruang kerja.

Ia membuka kembali semua pola ancaman.

Video lama.

File hotel.

Ancaman keluarga.

Serangan fisik ringan.

Semuanya punya satu kesamaan:

Bocor dari dalam.

Bukan dari luar.

“Ini bukan Diana,” gumam Cessa.

Benny masuk.

“Kamu mikir yang sama?” tanyanya.

Cessa mengangguk.

“Ini orang yang merasa kehilangan karena kamu berubah,” katanya pelan.

Benny terdiam.

Restrukturisasi perusahaan memotong banyak jalur lama.

Menghilangkan beberapa kekuasaan lama.

Mungkin seseorang tidak terima.

Dan ingin menghancurkan bukan hanya jabatan Benny—

tapi hidupnya.

Ponsel Cessa bergetar.

Pesan masuk lagi.

Kamu hampir tahu.

Tapi kamu belum siap untuk kehilangan yang sebenarnya.

Cessa menatap layar.

Tidak lagi takut.

Marah.

“Dia menikmati ini,” katanya.

Benny mengangguk.

“Orang seperti ini tidak ingin uang,” lanjut Cessa. “Dia ingin kontrol.”

Benny berjalan mendekat.

“Dan dia pikir kita akan saling menyalahkan.”

Cessa menatapnya.

“Kita hampir,” katanya jujur.

Benny tersenyum tipis.

“Tapi tidak jadi.”

Tepat pukul 02.13 dini hari—

Alarm restoran Brain berbunyi.

Kebakaran kecil di dapur belakang.

Api berhasil dipadamkan cepat.

Tidak ada korban.

Tapi pesan jelas.

Ini eskalasi.

Brain menelepon dengan suara tegang.

“Ini bukan kebetulan.”

Cessa memejamkan mata.

Benny berdiri diam, rahangnya mengeras.

Ini sudah melewati batas.

Beberapa jam kemudian, tim IT perusahaan menemukan sesuatu.

Satu akses internal lama.

Login yang sudah tidak aktif secara resmi.

Digunakan untuk mengunduh file arsip lama.

Nama pengguna muncul.

Armand.

Benny menatap layar lama.

Cessa berdiri di sampingnya.

“Kalau ini benar…” bisik Cessa.

Benny mengangguk pelan.

“Dia tidak hanya ingin aku jatuh,” katanya. “Dia ingin aku hancur.”

Cessa menatapnya.

“Dan sekarang kita tahu siapa yang bermain.”

Namun tepat saat mereka berpikir telah menemukan pelaku—

Notifikasi muncul di layar laptop.

Satu email lagi.

Terlalu cepat menyimpulkan bisa berbahaya.

Apakah kamu yakin itu dia?

Lampiran terbuka otomatis.

Foto terbaru.

Brain berdiri di parkiran restoran.

Dari jarak dekat.

Jauh lebih dekat dari sebelumnya.

Cessa merasa darahnya membeku.

“Dia lebih dekat dari yang kita kira,” bisiknya.

Benny menatap foto itu.

Tidak ada jaket hitam.

Tidak ada topeng.

Hanya jarak yang terlalu nyaman.

Jejak digital mengarah ke Armand.

Tapi ancaman terbaru menunjukkan pelaku bisa bergerak terlalu bebas.

Apakah mereka mengejar orang yang salah?

Atau musuh mereka… lebih dari satu?

1
Dwi Winarni Wina
yakin tak pernah normal dekat sm cessa benny😀
Dwi Winarni Wina
pergi yg jauh cessa biar beni kehilanganmu..
Dwi Winarni Wina
aku aja benny suka sama cessa tp gengsinya tinggi mau mengakuimya😀
Dwi Winarni Wina
Si Benny sebenarnya ada perasaan tapi ge ngsinya terlalu tinggi😀
Dwi Winarni Wina
biarkan aja perasaanmu tumbuh Benny...
Dwi Winarni Wina
casse keras kepala banget kekeh pada pilihannya...
Dwi Winarni Wina
cessa nekat ingin tetep menikah sm Benny sahabat baik ayahnya...
Dwi Winarni Wina
berarti pria normal ben, terima aja lamaran cessa😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!