NovelToon NovelToon
My Possessive Mafia

My Possessive Mafia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Enemy to Lovers / Psikopat itu cintaku / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Bagaimana jika ginjal yang ada di tubuhmu ternyata milik adik seorang mafia, dan sejak saat itu hidupmu berada dalam ancamannya?

Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian, kamu masih harus menghadapi bayang-bayang maut dari mafia kejam yang tak pernah berhenti memburumu.

Itulah yang dirasakan Quinn ketika ia mengetahui bahwa keberhasilan operasi transplantasi ginjalnya telah merenggut nyawa orang lain demi kelangsungan hidupnya.

Apakah Quinn mampu bertahan hidup?

Ataukah nyawanya harus menjadi harga yang dibayar atas kehidupan yang pernah ia ambil?

୨ৎ MARUNDA SEASON III ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

III. First Kiss

...୨ৎ──── B R A U N ────જ⁀➴...

Aku merasa jauh lebih enakan setelah membunuh Noor. Kepalaku lebih tenang, terutama soal Quinn.

Sementara Farris dan anak buahku mencari Andrei Fidelio ke seluruh penjuru dunia, aku menyempatkan diri untuk menjenguk Mama sebelum dia berangkat mengunjungi sepupu-sepupunya di Langkawi.

Aku berdiri di ruang tamu, segelas Whisky di tangan, menatap keluar jendela. Pemandangan cakrawala Jakarta ada di depan mata, tapi sama sekali enggak aku nikmati.

Aku dengar langkah kaki Quinn waktu dia turun tangga. Aku berbalik, mataku mengikuti dia masuk ke dapur.

Aku menghabiskan sisa Whisky, taruh gelas di meja, lalu menyusul ke dapur. Dia lagi sibuk mengeluarkan bahan makanan dari kulkas.

Aku duduk di salah satu kursi di samping meja dapur, mengamati dia masak.

“Kamu mau makan apa buat siang?” tanyaku sambil menyandarkan lengan bawah ke meja.

"Grilled Garlic Lamb with sesame Pottato." jawabnya.

Dia taruh daging di atas meja, lalu menatapku. “Ini makanan favorit Mamaku.”

Senyum tumpul muncul di bibirnya waktu dia melihatku bengong kayak orang tolol.

Senyum itu makin lebar.

Nada suaranya lembut waktu dia menambahkan, “Aku harap kamu suka .…”

Dan sialnya ... aku suka.

Melihat senyumnya, seperti ada sesuatu yang bergerak di dalam dadaku.

Terutama … di hati aku.

“Kamu bisa nikahin dia, dan dia bisa kasih kamu ahli waris.”

Kata-kata Tully berputar di kepalaku, membuat keningku langsung berkerut.

Senyum Quinn tiba-tiba lenyap. Dengan wajah gugup, dia fokus lagi menyiapkan daging.

Begitu aku sadar kalau aku kesal karena dia kembali gugup, kerutan di dahiku makin dalam.

Apaan sih?

Kenapa aku jadi peduli dia senyum atau enggak?

Itu semua gara-gara pemikiran yang ditanamkan Tully. Sejak saat itu, aku jadi susah mengingat kalau Quinn itu tawanan aku.

Mataku mengikuti setiap gerakannya. Aku perhatikan gaun pink yang dia pakai, terus pandanganku turun ke kakinya yang telanjang.

Entah kenapa, dia kelihatan cocok banget ada di dapurku.

Tiba-tiba Quinn bicara, “Ada makanan yang enggak kamu suka? Kamu punya alergi?”

Aku tertawa kecil. "Kenapa? Biar kamu bisa ngasih aku makanan yang bikin aku alergi?"

Dia menggeleng kepala sambil menengok sebentar. “Aku enggak akan pernah lakuin itu. Aku cuma pingin kalian nikmatin makanannya.”

Sudut bibirku naik. "Aku enggak punya alergi."

Aku memperhatikan dia beberapa saat, sampai akhirnya dia tanya lagi, “Jadi, kamu suka makan apa?”

"Hemm."

Waktu aku melihat dia mengupas kentang, jantungku mulai berdetak lebih cepat. Kepalaku berputar, berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Sial.

Enggak, Braun.

Aku angkat tangan, mengusap muka pakai telapak tangan sambil tarik napas dalam-dalam.

Apa aku suka sama cewek ini?

Eggak.

Kenapa aku harus merasa begitu?

Buat mengetes teori yang enggak aku inginkan itu, aku berdiri dan memutari dapur. Mata Quinn langsung mengunci ke aku. Dia taruh kentang sama pisau di meja.

Dia enggak mundur selangkah pun waktu aku berhenti tepat di depannya.

Hal pertama yang aku rasakan adalah arus ketertarikan yang mengalir di antara kita.

Apa ini cuma dari aku doang?

Perasaan itu langsung disusul sama dorongan untuk menyentuh dia. Aku angkat tangan, mengusap garis rahangnya pakai jariku. Bibirnya terbuka sedikit merespons sentuhanku, tapi tatapan matanya … aku enggak bisa membacanya.

Apa aku suka sama cewek ini?

Iya.

Kesadaran itu membuatku langsung tarik tanganku menjauh darinya.

Suaranya lembut waktu dia tanya, “Ada yang salah?”

Iya.

Ada yang salah banget.

Ini enggak seharusnya terjadi.

"Sial, Tully," gumamku.

Semua ini gara-gara benih pemikiran yang dia tanamkan waktu dia bilang aku harus nikahi Quinn.

Dia geleng kepala, keningnya berkerut. “Aku enggak ngerti.”

Sebelum aku melakukan sesuatu yang bakal aku sesali, aku mundur, meninggalkan dapur, dan masuk ke kamarku.

Pintu aku banting sampai keras. Aku menyisir rambut pakai jari, tarik napas dalam-dalam.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Aku mondar-mandir di depan tempat tidur, mencerna perasaan baru yang tiba-tiba muncul ini. Aku pernah suka sama cewek sebelumnya. Tapi enggak pernah ada yang membuatku berpikir keras seperti ini.

Apa aku harus mengikuti saran Tully dan nikahi dia?

Pernikahan paksa berhasil buat Remy. Rainn akhirnya belajar buat cinta sama dia. Iya, tapi Remy enggak bikin hidup istrinya kayak di neraka. Dia melakukan apa pun buat merebut hati istrinya.

"Sialan," gumamku, jantungku makin kencang. "Aku harus berhenti peduli sama dia."

Ini masih awal.

Mungkin saja perasaan ini bakal hilang sendiri.

Aku mengurung diri di kamar sampai aku yakin dia udah selesai di dapur.

Aku itu penculiknya.

Enggak lebih.

Begitu sampai di dapur, hembusan angin membuat perhatianku tertarik ke pintu geser dari ruang makan yang terbuka.

Aku lihat Quinn sedang berjinjit di pagar kaca pembatas balkon.

Jantungku langsung berdegup kencang dan refleks, aku menerjang dia dari belakang sampai kitar terhuyung di lantai.

"Ya Tuhan!" kejutnya.

Jari-jariku melingkar di lehernya buat tahan kepala dia dari lantai.

“Apa yang kamu lakuin?”

Tangannya langsung mencekal pergelangan tanganku, matanya membelalak. "Enggak ada apa-apa!"

Suaraku serak, “Kalau kamu mikir kabur bakal nyelesain semuanya, kamu salah besar.”

“Aku enggak berniat lompat,” gumamnya. “Aku cuma lagi lihat lalu lintas di bawah. Dua puluh tujuh. Ada dua puluh tujuh taksi kuning."

Astaga.

Angin menerpa gaunnya, kasih aku pemandangan yang jelas, celana dalam hitamnya.

Quinn buru-buru duduk tegak dan menurunkan gaunnya. Wajahnya pucat, jelas masih ketakutan gara-gara reaksiku barusan.

Saat mata kita bertemu, nada suaranya lembut, “Maafin aku. Aku enggak bermaksud nakutin kamu. Aku enggak bakal pernah lakuin hal kayak gitu.”

Napasku masih tersengal, dan sebelum aku sempat menahan diri, aku sudah maju lagi.

Aku cekal bahu Quinn, tarik dia mendekat. Tanganku naik ke belakang kepalanya buat tahan dia agar enggak mengelak, dan sedetik kemudian ....

Bibirku menempel di bibirnya.

1
safaana
ceritanya bagus,mudah di pahami,ringan dan ada tawanya yang pasti ada kebaikannya,,,,sukses selalu
DityaR 🌾: maaciii kak 🙏
total 1 replies
Rainn Ziella
✨ Terimakasih kak, karyanya bagus banget 🥹 rasanya campur aduk, kadang sedih, tegang, senang, lucu, romantis, kadang ngabisin tisu pas part sedihnya 😭

Disini, aku dapat banyak pelajaran hidup tentang kehilangan seseorang 💔 karena kesabaran dan keikhlasannya akhirnya mereka bahagia✨

Bakalan kangen banget sma Braun dan quin, semoga kedepannya masih bisa ketemu mereka thor 🫶🏼😭💙✨✨
DityaR 🌾: Maaci, kak🙏
total 1 replies
Rainn Ziella
Di undang ga yaa
Rainn Ziella
Geli nyaa 😭🗿
Rainn Ziella
Braun : aku suka nya kamu
Adellia❤
awalnya sih sedih ya karna tokoh utama hampir meninggal lalu di tengah" menegangkan karna tokoh utama pria yg seorang mavia beraksi tapi di ahir maniiss bangett karna cinta melimpah di mana"😍😍
DityaR 🌾: Maaci ,kak🙏
total 1 replies
Adellia❤
keluarga cemara😂😂
Adellia❤
sekali lagi selamat quinn🥰🥰
Adellia❤
yeeyyy akhirnya... selamat quinn🥰
Adellia❤
q cewek tapi lebih suka manggil Ra in kayak nama di drakor..
Adellia❤
definisi musibah membawa berkah😂😂
Adellia❤
serius ini gak di mutilasi??? itu biangnya loh😂😂
Rainn Ziella: Udah capek kak bang Braun pngn cepet balik 😭
total 1 replies
Adellia❤
ini pertama x nya pisah pasti berat mana lagi anget" nya lagi😂😂
Adellia❤
whaaattt ke 7 ???? gila sepagi ini😂😂😂
Adellia❤
Quin bener dy gak punya banyak pilihan jadi ya terima dengan ihlas enak kok🤣🤣
Rainn Ziella
Wkwkwk lucu bgt sii
Adellia❤: huum gak sabar nich..
total 5 replies
Rainn Ziella
Gasss quin 😭
Adellia❤
lagi dunk🙈🙈🙈
Rainn Ziella
Kebalik ihh 😭😹
Rainn Ziella
Astagaaaa tenangin diri kalian guys 🥵🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!