NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota di Tengah Badai

Malam yang seharusnya menjadi momen rekonsiliasi bagi Donny dan Katya justru berubah menjadi mimpi buruk yang bising. Sirene polisi membelah kesunyian kawasan perumahan elit itu, lampu biru dan merah berputar-putar menciptakan bayangan yang mengerikan di dinding marmer rumah Adiwangsa. Sandra telah memenuhi janjinya; ia melaporkan video itu dengan narasi pembunuhan berencana, tepat di saat mental Donny sedang berada di titik paling rapuh.

"Mas..." Katya menggenggam lengan Donny erat-erat saat beberapa petugas berseragam masuk ke dalam ruang kerja mereka.

Donny menatap Katya, ada ketenangan yang menyakitkan di matanya. Ia seolah sudah menunggu saat ini selama lima tahun. "Tidak apa-apa, Katya. Ini adalah harga yang harus saya bayar karena menyimpan rahasia terlalu lama. Tetaplah kuat, ingat namamu."

Donny dibawa pergi malam itu juga. Sebelum masuk ke dalam mobil polisi, ia sempat membisikkan sesuatu ke telinga Zaky, asisten kepercayaannya. Zaky mengangguk mantap, lalu menghampiri Katya yang berdiri mematung di teras rumah.

"Nyonya, Pak Donny menitipkan perusahaan pada Anda. Beliau sudah menandatangani surat kuasa darurat seminggu yang lalu, seolah beliau sudah tahu hal ini akan terjadi," ujar Zaky sambil menyerahkan sebuah map hitam.

Katya menatap map itu dengan nanar. Ia baru berusia dua puluh satu tahun, baru saja lulus kuliah, dan kini ia harus memegang kendali atas imperium bisnis Adiwangsa Group sembari menghadapi tuduhan bahwa suaminya adalah seorang pembunuh.

---

Keesokan harinya, berita tentang penangkapan Donny menjadi headline nasional. Saham Adiwangsa Group terjun bebas. Para investor panik, dan dewan direksi menuntut diadakannya rapat luar biasa untuk mencopot posisi Donny secara permanen.

"Katya, kamu pulang saja ke rumah Ayah. Biar Ayah yang urus ini dengan pengacara," Arman datang ke rumah besar itu dengan wajah cemas.

Katya menggeleng tegas. Ia sedang mengenakan setelan blazer hitam milik Marina yang sudah ia modifikasi agar pas di tubuhnya. Rambutnya diikat kuda dengan rapi, matanya yang sembab kini tertutup oleh riasan yang tajam. "Tidak, Yah. Mas Donny dipenjara karena mencoba melindungi martabat kita. Jika Katya lari sekarang, maka Sandra benar-benar menang. Ayah cukup jaga kesehatan, biarkan Katya yang bertempur di kantor."

Katya melangkah masuk ke ruang rapat Adiwangsa Group dengan kepala tegak. Ruangan itu dipenuhi pria-pria tua yang meremehkannya. Sandra juga ada di sana, duduk sebagai perwakilan pemegang saham dari pihak mendiang Marina.

"Lihat siapa yang datang," cibir Sandra. "Si pengantin baru yang malang. Apa kau datang untuk menyerahkan kunci kantor ini padaku?"

Katya tidak duduk di kursi asisten, ia langsung menuju kursi utama di ujung meja—kursi milik Donny. Ia menggebrak meja dengan map hitam yang dibawanya.

"Saya adalah Katyamarsha Adiwangsa, pemegang kuasa penuh atas saham Donny Adiwangsa," suaranya menggelegar, dingin dan tanpa getaran. "Rapat hari ini bukan untuk mencopot suami saya. Rapat hari ini adalah untuk mengumumkan bahwa siapa pun yang mencoba menjual sahamnya dalam keadaan panik, akan saya beli kembali dengan harga pasar, dan orang tersebut tidak akan pernah lagi memiliki kursi di gedung ini selama saya masih bernapas."

Para direksi terdiam. Mereka tidak menyangka gadis yang mereka anggap "pemanis" itu memiliki taring yang begitu tajam.

"Dan untuk Anda, Tante Sandra," Katya menatap wanita itu dengan binar kebencian yang murni. "Video yang Anda serahkan ke polisi adalah video yang dipotong. Saya memiliki versi lengkapnya. Rekaman dari sudut lain yang menunjukkan bagaimana Donny mencoba menghubungi bantuan medis setelah kecelakaan itu terjadi, namun Anda dan keluarga Anda yang menghalanginya agar berita itu tidak merusak citra keluarga kalian."

Itu adalah gertakan. Katya belum memiliki video itu, tapi ia melihat kegugupan di mata Sandra. Katya tahu Sandra menyembunyikan sesuatu yang lebih besar.

---

Sore harinya, Katya mengunjungi Donny di tahanan. Ruang kunjungan itu sempit dan berbau apek. Donny duduk di balik kaca pembatas, wajahnya tampak kusam namun matanya berbinar saat melihat Katya.

"Kenapa kamu ke kantor? Itu berbahaya, Katya," ujar Donny melalui telepon interkom.

"Aku istrimu, Mas. Aku bukan hanya namamu yang murni, aku adalah pedangmu," Katya menempelkan telapak tangannya di kaca. "Aku sudah tahu kenapa rem itu blong, Mas. Bukan karena Mas salah potong kabel. Zaky menemukan sesuatu di gudang lama."

Donny mengernyit. "Apa maksudmu?"

"Rem mobil itu memang sudah bermasalah sebelum Mas menyentuhnya. Sandra yang menyuruh mekanik bayaran untuk merusaknya sehari sebelumnya, karena dia tahu Marina berniat menceraikan Mas dan membawa seluruh hartanya pergi. Mereka ingin Marina mati dan menyalahkan Mas agar mereka bisa memeras Mas selamanya."

Donny terbelalak. "Katya, dari mana kamu tahu itu?"

"Zaky menemukan mekanik itu. Dia sedang ketakutan karena namanya terseret kasus ini. Dia siap bicara asalkan kita menjamin keselamatannya," Katya tersenyum tipis. "Mas akan bebas, Mas. Sebentar lagi."

Donny menangis tanpa suara. Ia melihat istrinya yang dulu ia anggap sebagai bayi mungil di kontrakan sempit, kini telah tumbuh menjadi pelindung yang luar biasa. "Terima kasih, Katyamarsha. Kamu benar-benar tulus dan kuat."

---

Tiga hari kemudian, kebenaran terungkap. Mekanik bayaran itu memberikan kesaksian kunci. Sandra ditangkap di bandara saat mencoba melarikan diri ke luar negeri. Semua tuduhan terhadap Donny dicabut.

Saat Donny keluar dari gedung kepolisian, ratusan wartawan sudah menunggu. Namun Donny tidak mempedulikan mereka. Ia hanya mencari satu sosok. Di sana, di depan mobil hitamnya, Katya berdiri dengan senyum kemenangan.

Donny berlari dan memeluk Katya dengan sangat erat di depan kilatan kamera seluruh media nasional. Ia tidak peduli lagi pada citra dinginnya. Ia mencium kening istrinya berkali-kali.

"Ayo pulang, Mas. Ayah sudah menunggu di rumah dengan martabak," bisik Katya jenaka.

Donny tertawa, tawa yang benar-benar lepas untuk pertama kalinya dalam lima tahun. "Martabak ya? Seperti malam itu di teras."

Mereka pulang, namun bukan ke rumah besar yang dingin itu. Mereka pergi ke rumah Arman. Di sana, Arman dan Resti menyambut mereka dengan isak tangis bahagia.

Malam itu, di teras yang sama tempat Donny memberikan nama "Katyamarsha" dua puluh satu tahun lalu, mereka duduk bertiga.

"Don," panggil Arman. "Sekarang kamu percaya kan, kalau pilihan namamu itu tidak salah?"

Donny menatap Katya yang sedang menyandarkan kepala di bahunya. "Sangat percaya, Yah. Dia bukan hanya memiliki hati yang murni, tapi dia adalah kekuatan yang membuat saya berani menghadapi masa lalu."

Katya menatap bintang di langit. "Jadi, setelah ini kita ke mana, Mas? Berlin?"

Donny menggeleng, ia mengecup jemari istrinya. "Ke mana pun kamu mau, Sayang. Selama di sana ada kamu, itu adalah pelabuhan terakhir saya. Tapi sebelum itu, saya ingin kita merayakan ulang tahun pernikahan kita yang sebenarnya—tanpa rahasia, tanpa ketakutan."

1
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!