Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.
Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.
Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.
Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.
Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?
Terus ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Perawat yang dibayar Dhona masuk ke dalam ruangan Seruni 1. Dia dengan mudah memasukkan obat ke dalam makanan dan minuman yang ada di dalam ruangan. Di kamar itu hanya ada Adrian yang tertidur pulas.
Perawat itu melihat Rana masuk ke dalam ruangan. Perawat itu berpura-pura memeriksa Ardian. Ardian terbangun, Rana memberitahu Ardian, Alia baru mendapatkan kecelakaan. Alia mengalami keguguran. Sekarang Alia dirawat di ruang perawatan di lantai 1.
Ardian mengalami sesak napas. Dadanya terasa ditekan. Keringat dingin berlebihan mulai membanjiri tubuh. Nyeri di dada kemudian menjalar ke bahu, lengan kiri dan juga leher.
Perawat pria yang kebetulan ada di sana, langsung menekan bel yang ada di dalam ruangan. Beberapa perawat dan seorang Dokter masuk ke dalam ruangan Ardian.
Ardian mendapatkan serangan jantung. Ardian dibantu alat pernapasan. Rana tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang. Rana juga diberikan pengobatan.
Perawat pria itu buru-buru keluar ruangan Seruni 1. Dia kembali menemui Dhona dan memberikan kabar tentang Alia. Dia juga sudah memasukkan obat ke dalam makanan dan minuman Rana. Ardian terkena serangan jantung, Rana kejang-kejang.
Dhona tersenyum puas. Perawat itu pamit dan berjanji akan mengirimkan informasi terkait Ardian, Rana dan Alia secepatnya.
Dhona turun ke lantai 1. Dhona mencari ruangan Alia. Setelah menemukannya, Dhona mengetuk pintu dan masuk ke dalamnya.
Betapa senangnya Elvano melihat Dhona. Elvano mengira, Dhona kembali untuknya. Elvano sangat yakin, Dhona masih mencintainya.
Elvano berlari memeluk Dhona. Dhona ingin menghindari Elvano tapi di saat itu Alia bangun dari tempat tidurnya. Dhona membiarkan Elvano memeluknya. Alia cemburu melihat Elvano dengan mesranya memeluk Dhona. Alia berteriak memanggil Elvano.
Elvano melepaskan pelukannya. Elvano berbalik menatap Alia. Alia marah karena Elvano tega di depan matanya memeluk Dhona.
Alia bilang kepada Elvano, Dhona sudah menikah. Tidak sepantasnya Elvano memeluk istri orang.
"Gue gak peduli! Dijadiin simpanan Dhona juga gue rela," jawab Ardian.
Dhona mendekati Alia. Dhona mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya janin yang ada di dalam kandungan Alia.
Seketika Alia tersentak. Alia memandangi dan memegangi perutnya. Hancur hati Alia bukan karena kehilangan janin yang ada di dalam kandungannya. Kesempatannya untuk terus menempel kepada Elvano, pupus sudah.
Dan apa yang ditakutkan Alia terjadi. Elvano detik itu juga memutuskan hubungan dengan Alia. Elvano akan memberikan uang putus kepada Alia. Elvano menepati janjinya, saldo rekening Alia bertambah.
"Mulai hari ini, gue tidak punya kewajiban untuk bertanggung jawab sama lu," ucap Elvano.
"El, aku gak mau pisah sama kamu," Alia menangis.
Dhona tersenyum melihat akting Alia yang semakin hari semakin meningkat.
"Ngapain lu kemari! Mau mengejek gue!" Alia menyeka air mata yang jatuh di sudut matanya.
"Gue mau laporin lu ke polisi. Lu yang sudah nabrak gue. Lu juga yang masukin gue ke rumah sakit jiwa!"
"Apa! Alia nabrak kamu?"
"Dia juga yang memerintahkan teman-temannya membuang Devi ke jurang."
"Devi, Devi. Iya, Devi mati!" Alia bersembunyi di bawah selimut.
Alia kembali teringat akan mimpinya. Alia diserang rasa bersalah. Gara-gara dia, Devi meninggalkan dunia dengan cara yang tidak seharusnya.
"Bukan gue, bukan gue. Gue gak bersalah," Alia menutup rapat selimutnya.
Dari dalam selimut, Alia merasakan hembusan napas seseorang.
"Halo Alia," sapa Devi dari dalam selimut Alia.
"AAAAAAAAAAAAA!" Alia histeris ketakutan.
Alia mengamuk. Alia melempar apa saja untuk mengusir Devi. Alia mulai tidak terkendali. Alia memohon kepada Devi agar tidak menargetkannya.
Setelah dokter masuk ke dalam ruangan Alia, Dhona dan Elvano pergi meninggalkan ruangan Alia. Elvano meminta Dhona menjelaskan apa yang terjadi kepada Devi. Apa benar Devi sudah meninggal.
Dhona yakin, Elvano sudah melihat berita viral tentang Devi. Mengapa Devi datang ke kota Garnet, bekerja di kantor milik Elvano. Semua itu bukanlah kebetulan. Devi datang untuk mencari pelaku yang sudah membunuhnya.
"Apa benar Alia pelakunya?"
"Alia yang memerintahkan teman-temannya untuk membuang mayat Devi ke jurang."
Elvano terdiam. Elvano masih belum sepenuhnya mengerti. Semuanya mustahil di akal sehatnya. Devi yang sudah tiada, muncul di perusahaannya.
Elvano mengikuti Dhona masuk ke dalam lift. Elvano kali ini tidak akan membiarkan Dhona pergi meninggalkannya. Elvano memukul leher Dhona. Dhona jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Elvano mengangkat tubuh Dhona keluar dari lift. Elvano memasukkan Dhona ke dalam mobilnya. Elvano segera meninggalkan rumah sakit.
Elvano mampir sebentar ke rumahnya mengambil beberapa potong pakaian yang dia masukkan ke dalam koper. Elvano juga mengambil uang tunai. Elvano kembali masuk ke dalam mobil. Elvano diam berpikir sejenak sambil memperhatikan Dhona yang masih belum sadarkan diri di kursi tengah mobil.
Elvano terlihat menghubungi seseorang. Elvano menyampaikan maksud dan tujuannya. Setelah mencapai kesepakatan, Elvano menuju suatu tempat untuk bertemu dengan orang tersebut.
Tiba lah Elvano di sebuah rumah mewah. Elvano disambut seorang pria seusianya. Elvano mengangkat Dhona, mengeluarkannya dengan hati-hati dari dalam mobil.
Dhona dimasukkan ke dalam sebuah kamar. Pria yang berprofesi sebagai psikiater itu mencoba menggunakan metode hipnotis kepada Dhona. Dia akan mencoba membuat Dhona melupakan pernikahannya atas permintaan Elvano.
Elvano ingin, Dhona mengingat masa-masa indah bersama Elvano. Dhona hanya menyukai Elvano. Dhona akan membina rumah tangga bersama Elvano. Hanya Elvano tidak ada orang lain.
Elvano melihat psikiater melakukan tugasnya. Satu jam berlalu, psikiater memberikan obat yang harus Dhona minum setiap hari. Elvano juga harus bisa menunjukkan ketulusannya kepada Dhona.
......................
Dhona perlahan membuka mata. Dhona berada di dalam mobil. Dhona merenggangkan ototnya. Dhona memperhatikan sekelilingnya. Dhona merasa asing. Dhona tidak mengenali mobil siapa yang dia tumpangi.
Dhona melihat Elvano keluar dari mini market. Elvano masuk ke dalam mobil dan memberikan roti dan minuman dingin kepada Dhona. Elvano juga menaruh cemilan di kursi belakangnya.
"Sayang, kamu sudah bangun?"
"Kita mau ke mana? tanya Dhona.
"Kamu lupa? Kita mau merayakan anniversary pernikahan," Elvano mengecup kening Dhona.
Elvano menghidupkan mesin mobilnya. Dhona mencoba mengingat-ingat apakah hari ini adalah anniversary pernikahannya. Dhona memperhatikan cincin yang ada di jemarinya. Dhona juga memperhatikan cincin yang ada di jemari Elvano.
Kapan kami menikah? Dhona berusaha mengingat tapi memori tentang pernikahan mereka tidak ada di ingatannya.
Dhona memandangi Elvano. Sejak SMA, Dhona sangat menyukai Elvano. Tanpa diduga, Elvano menyatakan cintanya. Masa-masa SMA Dhona sangat indah. Selalu ada Elvano di sampingnya.
Dhona juga ingat, di saat Alia dan Ardian tidak memberikan kasih sayang kepadanya, selalu ada Elvano yang menguatkannya untuk bertahan hidup.
Dhona merasa bahagia. Akhirnya Dhona dan Elvano membina rumah tangga. Dhona memegangi lengan Elvano. Elvano mengusap lembut rambut Dhona. Baik Dhona maupun Elvano saat ini dimabuk cinta.
Dhona, maaf. hanya dengan cara ini gue bisa mempertahankan lu di sisi gue. Gue janji akan menyayangi dan menjaga lu sepenuh hati. Tapi sebelumnya, gue akan menjauhkan suami lu dari hidup lu," batin Elvano.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...