Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 - Dikejar waria
Brukkk..
Sial, gara-gara menjauh dari waria edan, Fauzi sampai tersungkur ke depan.
"Eh kenapa jatuh, mau Eike bantu?" katanya lagi semakin membuat Fauzi terperangah takut.
"Jangan mendekat! Minggir Lo!" sentaknya enggan di dekati perempuan jadi-jadian.
"Eike bantu aja, yuk. Ayo." Dia hendak merangkul Fauzi.
"Jangan!! Gue bisa sendiri." Cepat-cepat Fauzi berdiri menghindari sentuhan dia, bulu romanya merinding mendengar suaranya. Wajah cemong, gigi kuning, bibir merah cabe, bulu mata tebal santai badai, baju kurang bahan tapi bulu di betis kelihatan.
Fauzi merinding di buatnya.
"Kok jangan, kenapa? Aku bantu ya."
"Berhenti! Jangan dekat-dekat, jauh-jauh sana! Huss ... husss ... pergi!" Sumpah demi apa sampai bisa ketemu waria di sana.
"Hei, Eike cuman mau kenalan, masa tidak boleh." Suara kemayu nya muncul.
"Terima aja, lumayan selingan saat cewek abegeh lo marah," teriak Mario tertawa puas melihat kemalangan Fauzi.
Sedangkan Fauzi mendelik tajam. "Ini ulah Lo kan?"
"Bukan gue, tapi alam yang bekerja. Kejar dia mang!" balas Mario meminta waria itu mengejar Fauzi.
"Sayang, kemari, kita mojok yuk." ajak orang itu pada Fauzi seraya mengerjakan mata.
"Kagak!!" Fauzi pun lari terbirit-birit menghindari, sialnya orang itu tetap mengejarnya.
"Sialan cowok itu, ini pasti ulah dia." di tengah kepanikannya, Fauzi mencari cara agar terhindar dari kejaran orang aneh.
"Hei, tunggu dulu, kita belum kenalan, ayo kesini, eike Caca, siang jadi Caca malam jadi Chandra."
"Mau Caca, mau Cece, mau Caca marica pun gue kaga peduli! Gue enggak sudi kenalan sama modelan kayak elo, gue bukan terong makan terong," balas Fauzi menghindari kejaran dia yang sialnya dia tidak mau melepaskannya begitu saja.
"Issh gitu amat, eike sudah berubah, mari kita kenalan."
"Ogah!"
Ada pohon mangga disana, idenya muncul dan manjat dengan harapan bisa menghindar.
"Ganteng, jangan naik atuh, Eike tidak bisa naik, ayo turun," ucap orang itu mendongak ke atas melihat Fauzi.
"Enggak, enggak, enggak! Pergi sana? Lo kuman bagi gue! Dasar waria gila!" Fauzi berteriak dan teriakannya mengundang perhatian orang-orang yang sedang beraktifitas.
"Om ngapain disitu? Mau jadi monyet nyolong mangga, Om?" celetuk anak kecil sepertinya mau berangkat sekolah mengingat hari ini hari Senin.
Ternyata mereka mengundang tatapan mata orang-orang, ada yang tertawa, ada yang cuek, ada pula yang menatap kasihan.
"Bukan, tapi mau jadi Spiderman."
"Celana dalamnya di luar dong, Om." Kata temannya seketika mengundang gelak tawa. Ck, emang anak-anak suka ngasal bicara, tapi apa iya Spiderman celana dalamnya di luar? Masa sih?
"Anak kurang ajar, saya dimari bukan mau jadi monyet nyolong mangga ataupun jadi Spiderman yang kalian kira, saya lagi berlindung dari kejaran cewek jadi-jadian. Kalian kagak lihat dibawah saya ada ondel-ondel waria? Itulah sebabnya saya ada diatas pohon ini," kata Fauzi seraya menunduk mendelik tajam pada cewek sialan yang rupanya masih ada di bawahnya.
Entah telinganya terbuat dari apa, dia malah senyam senyum kagak jelas dengan mata berkedip-kedip padanya. Mual sekali Rasanya bisa di sukai orang macam gitu, gak ada cewek lain apa? Tuhan, kenapa kesialan datang menghampirinya?
"Hahaha kasihan amat hidupmu, Om. Bang Mamat aja kagak gini-gini amat, makanya jadi orang jangan buat ulah. Ce, kejar aja ce, kejar sampai dapat, kalau mau bawa pulang saja kerumah, karungin dan kalau perlu peyem sekalian biar Mateng," kata anak lain menertawakan Fauzi dengan puas.
'Sialan anak itu, beraninya dia mengompori waria itu, dasar anak nakal,' umpat Fauzi dalam hati.
"Naik aja mang Ce, kejar sampai dapat, masa anak kecil di marahi, gak sopan itu." salah satu orang dewasa mengompori, sampai waria itu mengangguk.
"Eh, eh, jangan coba-coba naik." Kepanikan pun mulai dia rasakan disaat waria itu naik ke atas pohon.
"Hai ganteng."
"Tidaaakkkk!!!!" Fauzi memutuskan loncat dari atas pohon demi menghindari waria itu.
Brukkk..
Sialnya bokongnya mencium tanah.
"Hahahaha." Dan anak-anak itu malah menertawakannya.
Gak peduli jadi tontonan, Fauzi mendongak menatap waria yang tidak pernah mau berhenti mengejarnya. Mumpung masih di atas, dia berlari sekuat tenaga, akan tetapi kakinya tersandung batu dan ...
Brukk.
Byurr..
Tubuh nya tersungkur tepat ke selokan kecil dekat sawah yang ada di sana.
Tawa orang pecah menertawakan termasuk waria itu juga tertawa membuka wignya.
"Hahahaha sakit gak? Sakit gak?" seru anak sekolahan.
"Sakitlah masa kagak," balas temannya kompak.
Fauzi menggeram kesar. "Aakkhhh!!!! Sialanaaannn!!"
********
"Apa? Pindah? Shakira sudah pindah dari sini?" Berniat melihat keadaannya eh Mario malah dapat kabar mengejutkan dari bunda Nurul yang ternyata masih ada di rumah itu.
"Iya, di ajak Raka pindah, dari jam 4 subuh berangkatnya. Kayaknya sudah sampai, ini udah jam setengah tujuh."
"Raka?!" Mario mencebik, bisa-bisanya Raka bertindak tanpa memberitahunya dulu. Kalau gini dia tidak tahu dimana Shakira berada sekarang, ia juga tidak punya no ponselnya Raka jadi susah mencari informasinya.
"Kalau gitu bunda ke yayasan dulu ya, ini, kunci rumahnya." Bunda Nurul memberikannya pada Mario sebab Mario yang menyewanya untuk Shakira. Berhubung Shakira tidak ada dia di amanahkan memberikan kuncinya lagi.
"Makasih Bunda," balas Mario menerima kuncinya.
Lalu bunda Nurul berpamitan, tubuh Mario terduduk lemas di lantai. "Kemana lagi mencari? Masa baru ketemu udah pergi lagi, kalau gini kapan gue jadi suaminya?"
Lalu dia mendongak menatap langit-langit. "Ya Allah kalau Shakira jodohku dekatkanlah kalau pun dia bukan jodohku harus jadi jodohku, aku maksa nih ya Allah."
"Berdoa kok maksa, bukan di qobul malah ijab qobul sama orang lain," celetuk Vaughan sudah ada di luar rumah.
Mario menoleh, mendengus kesal. "Iparnya galau bukan hibur malah ngeledek, mau di pecat jadi .."
"Ancaman basi, adek lo udah gue buntingin jadi gak mempan, wllee." Ledekan dari Vaughan makin membuat Mario kesal.
"Adik ipar durjana Lo."
"Hahahaha Mario sengsara karena cinta, makan tuh cinta. Cie galau karena bini orang, eh bini orangnya kabur entah kemana, aduh kacian." Vaughan berlari dari sana saat Mario bangkit hendak marah.
"Aakhhh!!" Mario mengusap kasar wajahnya. "Sengsara aku sengsara, oh karena cinta. Emaakkk!! Pengen kawin eh nikah maksudnya, kawin mah sudah," gumam Mario di kata-kata terakhirnya.
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.