NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Sebuah Kalung

Pagi-pagi sekali Liana datang ke kantor. Hari itu ia diminta untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Maklum, orang baru harus banyak bersabar menghadapi senior senior yang sok berkuasa. Padahal pemilik perusahaan tidak pernah memintanya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang singkat.

"Bu Mega itu benar-benar payah! Dia sengaja ingin mengerjaiku. Memangnya harus begini memperlakukan karyawan baru? Apa dia nggak takut kalau sampai ketahuan sama Presdir?"

Masih belum ada orang satupun, hanya ada beberapa petugas kebersihan yang lewat di depan ruangannya. Bahkan ia sampai bangun malam untuk menyiapkan bekal untuk anak-anaknya.

"Kasihan anak-anakku, jam segini biasanya mereka masih ada di rumah, tapi sekarang sudah ada di sekolah. Mana sekolah masih sepi lagi. Semoga saja mereka baik-baik saja. Andai saja ibu tidak mengusirku mungkin aku bisa menitipkan mereka. Di dunia ini aku benar-benar sendirian. Aku bahkan tidak tahu siapa ayah dari anak-anakku."

Setiap mengingat masa lalunya dia tak bisa membendung air matanya. Dibuang orang tua kandungnya, dihamili orang tak dikenal, diusir keluarga yang sudah merawatnya, dan kini menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya. Sungguh hal yang tak begitu mudah untuk dilalui, tapi ia masih memiliki keyakinan, Tuhan pasti akan selalu ada untuknya.

"Nona Liana, bisa antarkan sarapan untuk saya?"

Liana refleks menoleh ke arah pintu. Di sana sudah berdiri sang CEO. Entah mengapa sepagi ini pimpinannya sudah datang, bahkan memintanya untuk menyiapkan sarapan untuknya.

"Ba—baik, pak."

Reynan menyerahkan uang seratus ribu dan memintanya untuk membelikan makanan. Semalaman dia bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak setelah berdebat dengan orang tuanya yang selalu mendesaknya untuk segera menikah.

"Di kantin depan saja, nggak perlu jauh-jauh. Saya tunggu di ruangan saya."

"Baik pak, tapi kalau boleh tahu makanan apa yang anda inginkan? Takutnya selera anda tidak sesuai dengan selera saya."

"Saya cuma berpesan jangan beli makanan yang mengandung udang atau kacang-kacangan, soalnya saya alergi."

"Ba—baik Pak."

Dengan melangkah keluar Liana menggumam. 'ternyata pak Reynan memiliki alergi udang dan juga kacang-kacangan, sama seperti si kembar.'

Di dalam ruangannya Reynan duduk termenung dengan mengamati layar laptopnya yang menyala. Pikirannya tak bisa fokus pada pekerjaannya. Ia masih terngiang-ngiang dengan ocehan orang tuanya yang mendesaknya untuk segera menikah.

'mereka pikir menikah itu mudah? Semua itu juga butuh persiapan. Bukan hanya sekedar materi saja, tapi kesiapan mental juga sangat diperlukan. Apalagi sampai saat ini aku masih belum menemukan pasangan yang cocok. Aku tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan. Apalagi sekarang nyari wanita yang benar-benar peduli sangatlah sulit. Mungkin sebagian besar para gadis cuma mau sama uangku saja. Aku tidak mau dibodohi oleh mereka. Aku tidak ingin hancur hanya karena seorang wanita.'

Reynan menghela nafas dan membuka laci kerjanya. Dikeluarkannya sebuah kotak kecil berwarna coklat dan menaruhnya di atas meja. Pikirannya melayang teringat akan masa lalunya di mana ia yang dalam kondisi mabuk berat dan menyewa seorang wanita untuk menemaninya di kamar hotel. Bahkan sampai detik ini ia masih kesulitan untuk mencari jejak wanita itu.

"Dia masih perawan," gumamnya dengan membuka kotak tersebut.

Dikeluarkannya sebuah kalung berliontinkan tear drop (tetesan air) satu-satunya penghubung dengan wanita itu, namun sampai saat ini ia belum juga menemukan pemilik daripada kalung itu.

Reynan meraih handphone dan menghubungi asisten pribadinya. Dia meminta agar Doni segera menemukan wanita itu. Ia tidak akan pernah tenang sebelum berhasil menemukan pemilik kalung yang kini ada bersamanya.

("Halo Don, bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan titik terang mengenai wanita yang ada di hotel itu?")

("Belum Tuan, saya belum mendapatkan informasi lebih lengkap, karena terjadi kerusakan cctv di hotel tersebut.")

("Kerusakan cctv? Apa kau pikir itu masuk akal? Ini sudah enam tahun loh! Masa rusak dari dulu nggak dibenerin? Apa aku harus turun tangan sendiri?")

("Ide bagus itu Tuan, mungkin jika Tuan turun tangan sendiri, pihak hotel tidak akan berani mempersulit kita. Saya juga tidak begitu percaya, cctv rusak sampai enam tahun tidak diperbaiki. Saya rasa ini cuma akal-akalan mereka saja. Atau bisa jadi mereka sudah disuap oleh seseorang untuk menutup kasus yang terjadi malam itu.")

("Kasus apa maksudmu?")

("Ya kasus Tuan, lah! Memangnya apalagi?")

("Sembarangan aja kalau ngomong! Aku tidak membuat kasus apapun di sana! Kejadian malam itu bukanlah tindakan yang melanggar hukum. Aku mabuk berat dan tidak bisa mengontrol emosi. Aku memintamu untuk mencarikan wanita penghibur untuk sekedar melepas hasrat sesaat. Itu bukan kasus namanya! Aku transaksi untuk bisa mendapatkan pelayanan yang baik dari wanita penghibur, yang aku herankan kenapa sesulit ini bisa mendapatkan informasi mengenai wanita itu.")

("Yaudah, sekarang gini aja. Nanti setelah selesai rapat kamu temani aku ke hotel Permai. Aku akan menemui managernya secara langsung.")

("Siap, Tuan.")

Reynan mematikan sambungannya dan beranjak ke toilet. Dia sudah tidak sabar lagi harus mengulur-ulur waktu hanya ingin bertemu dengan wanita yang pernah ditidurinya enam tahun yang lalu.

Tok... Tok... Tok... "Permisi!"

Liana mengetuk pintu ruangan CEO untuk mengantarkan pesanan Reynan. Di ruangan itu terlihat begitu sepi, Reynan tidak ada di ruangannya.

"Permisi, pak, apa anda ada di dalam? Ini saya sudah belikan sarapan buat bapak!"

Liana takut untuk melangkah masuk ke ruangan itu, namun setelah cukup lama tak mendapatkan jawaban ia terpaksa masuk untuk meletakkan makanan buat pimpinannya.

"Aku lancang nggak sih, nyelonong masuk kayak gini. Tadi pak Reynan bilang kalau aku diminta untuk mengantarkan makanan ke ruangannya, tapi pas nyampe di sini beliau nggak ada. Ke mana perginya pak Reynan?"

Liana perlahan meletakkan paperbag berisi makanan ke atas meja CEO. Di situ dia melihat kotak kecil berwarna coklat dan berisikan sebuah kalung.

"Loh, bukannya itu kalungku yang hilang? Kok sekarang ada di sini? Apa pak Reynan yang mengambilnya? Tapi kok~~

Liana mengambil kalung itu. Dia masih ingat betul dengan kalungnya yang menghilang. Seingatnya terakhir kali memakai kalung itu pas lagi ada acara, namun ia tak sadar kalung itu tiba-tiba terlepas dari lehernya.

"Iya benar, ini kalungku. Di sini terukir huruf S yang tidak semua orang akan memilikinya. Mungkin banyak orang memiliki kalung yang serupa, tapi tidak dengan huruf ini."

Liana menggenggamnya, namun tak disadari ada seseorang yang menyahutnya dari arah belakang.

"Dasar maling! Apa yang kau lakukan di sini huh? Kau mau mencuri ya? Kau sudah bosan hidup rupanya!"

Mega, wanita yang memiliki jabatan sebagai manager di perusahaan itu datang dan langsung melayangkan tuduhan padanya. Bukan hanya itu, dia meraih kalung yang ada di tangan Liana.

"Saya bukan maling, Bu! Anda sudah salah paham."

"Salah paham kau bilang? Jelas-jelas kau mengambil perhiasan ini dan kau bilang aku sudah salah paham? Lihat saja, aku bakal adukan pada pak Reynan!"

Reynan yang baru keluar dari dalam toilet mendapati dua wanita yang tengah bersitegang di ruangannya. Dia cukup geram, ruang kerjanya dijadikan ajang pertengkaran karyawannya. "Ada apa ini? Kenapa kalian berulah di ruangan saya?!"

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!