NovelToon NovelToon
DIANDRA

DIANDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:627.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: iLmaa_

Lanjutan dari novel "Nikah Paksa Jadi Cinta"
Yang belum baca musim pertama bisa baca dulu ya, hehe...

.
.

Karena sebuah perjodohan yang diatur oleh orang tuanya membuat Diandra harus kabur dari rumah.

Diandra tak ingin dikekang. Ia ingin bebas menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang ia inginkan.

Hingga suatu hari ia bertemu dengan Kevin Andrea Geraldy. Seorang pria yang ia ketahui adalah mantan dari sahabatnya sendiri. Hidupnya berubah dan benih cinta antara keduanya mulai tumbuh.

Namun, disisi lain Diandra tidak ingin menyakiti sahabatnya sendiri. Apa yang akan Diandra lakukan?

Simak yuk ceritanya🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iLmaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

"Jangan gugup. Ibu tidak melihat apapun kok," ucap Ayudia sambil melirik putranya. Membuat Diandra semakin canggung.

"Kenapa tegang sekali, sayang? Ibu juga permah muda seperti kalian. Baiklah, Ibu tidak akan mengganggu lagi," ujar Ayudia sambil terus mengusap bahu Diandra. Rasanya Diandra ingin berlari sejauh mungkin. Ia sangat malu sekali.

Ayudia pergi dari sana setelah urusannya dengan Pak Fery selesai. Ia juga tidak bisa untuk berlama-lama di sana. Padahal Ayudia masih ingin menggoda putra dan calon menantunya tersebut.

Selepas itu, Diandra langsung duduk di kursi dan bernapas lega. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.

"Maafkan aku. Aku tidak tahu jika Ibuku ada di sini," ucap Kevin merasa bersalah pada Diandra. Ia duduk di samping Diandra dan menatapnya dengan intens.

"Ti-tidak apa-apa. Lupakan saja," balas Diandra dengan cepat. Ia tidak ingin membahas masalah itu lagi. Itu sungguh memalukan baginya.

Mereka saling terdiam. Diandra merasa canggung untuk berbicara dengan Kevin. Begitu juga dengan Kevin. Tindakannya tadi sungguh berlebihan. Tak seharusnya ia mencium dan memeluk Diandra.

"Maaf," ucap Kevin dan Diandra bersamaan. Mereka saling memandang sesaat lalu tertawa.

"Aku antar kamu pulang," ucap Kevin. Diandra mengangguk dan mereka menuju mobil.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di kantor kembali. Karena Diandra tidak ingin diantar ke rumahnya. Masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Diandra membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu mobilnya. Ia menatap Kevin sejenak.

"Terima kasih sudah mengantarku. Kamu hati-hati," ucap Diandra. Kevin tersenyum tipis. Ia mengusap puncak kepala Diandra dengan lembut.

"Iya. Kamu juga jangan terlalu lelah," balas Kevin. Diandra tersenyum lalu mulai bergerak untuk keluar dari mobil tersebut.

"Diandra," panggil Kevin saat Diandra sudah berada di luar mobilnya.

"Ya?"

"I love you," ucap Kevin. Diandra tersipu malu mendengarnya. Diandra justru langsung berlari meninggalkan parkiran tersebut. Jantungnya tak bisa ia kendalikan. Sepanjang perjalanan dirinya menuju ruangannya, Diandra senyum-senyum sendiri. Baru kali ini ia benar-benar merasakan jatuh cinta.

Diandra langsung duduk di kursi kerjanya begitu sampai di ruangannya. Ia menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil terus tersenyum. Ia membayangkan kejadian tadi di rumah Kevin dan saat Kevin mengatakan cinta padanya. Itu membuat Jean heran sambil terus memperhatikan Diandra.

"Apa yang terjadi dengan nona Diandra?" tanya Jean dalam hatinya.

*

Kevin merenung di dalam ruangannya. Ia tak membiarkan siapapun mengganggunya. Termasuk Mark, asisten pribadinya tersebut. Kevin memikirkan cara untuk memberitahukan hal ini pada Kanaya. Ia tidak ingin Kanaya menyalahkan Diandra dan memusuhinya.

"Aku harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya. Jika tidak, Kanaya pasti akan salah paham dengan Diandra," gumam Kevin.

Kevin menyandarkan tubuhnya di kursinya. Ia tersenyum ketika teringat dengan ciuman antara dirinya dan Diandra siang tadi. Ia tidak sabar untuk segera menikahi Diandra. Menjadikannya istrinya agar tak ada lagi yang akan merebut Diandra darinya.

*

Keesokan harinya...

Selepas kerja, Kevin menjemput Diandra untuk mengajaknya makan. Diandra tak lagi menolak atau menghindar. Ia juga merasa bahagia bisa berduaan dengan Kevin. Yang saat ini resmi menjadi kekasihnya.

"Sudah nunggu lama ya?" tanya Diandra yang langsung masuk ke dalam mobil. Ia mengaitkan sabuk pengamannya sendiri.

"Nggak. Sudah selesai pekerjaannya?" tanya Kevin. Lalu ia mulai melajukan mobilnya. Diandra mengangguk pelan. Ini adalah kencan pertama mereka. Meski masih terlihat malu-malu, Diandra merasa senang.

Beberapa menit berlalu. Mereka mulai memasuki sebuah restoran yang Kevin pesan untuk kencan pertamanya dengan Diandra. Kevin menggandeng tangan Diandra dan membawanya masuk ke dalam restoran tersebut.

Ia sengaja memilih tempat di lantai dua agar tidak terlalu berisik saat mereka sedang makan bersama. Kevin mempersilakan Diandra untuk duduk. Mereka duduk dengan saling berhadapan. Tak lama kemudian, makanan yang Kevin pesan disajikan di meja mereka.

"Sayang, makanlah," ucap Kevin dengan lembut.

"Iya."

Mereka menikmati setiap hidangan yang telah tersaji di mejanya. Kevin dan Diandra makan dengan tenang.

"Apa kamu sudah berbicara dengan Kanaya?" tanya Diandra selepas makan. Ia mengusap bibirnya dengan tisu lalu meneguk sisa minumannya.

"Belum. Tapi kamu tenang saja ya. Aku akan menceritakan semuanya agar Naya tidak salah paham padamu," balas Kevin sambil mengusap punggung tangan Diandra.

"Iya. Aku hanya takut jika Naya tidak bisa menerima ini," seru Diandra yang khawatir dengan hubungan yang ia jalani saat ini. Namun, ini adalah pilihannya. Siap atau tidak, Diandra harus menghadapinya. Apapun itu resikonya, Diandra akan siap menerimanya. Meski kemungkinan terburuknya adalah kehilangan sahabatnya sendiri.

*

Malamnya, Kevin baru tiba di kediaman orang tua Diandra untuk mengantar Diandra pulang. Meski tak banyak yang mereka lakukan untuk kencan pertamanya, baik Diandra maupun Kevin menyukai momen mereka berdua.

"Aku masuk duluan. Kamu hati-hati di jalan," ujar Diandra. Kevin tersenyum manis padanya. Ia bersandar pada mobilnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Masuklah. Ini sudah malam. Jangan lupa mimpiin aku nanti," ujar Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Diandra tertawa.

"Tidak akan. Aku tidak mau mimpi indahku jadi rusak gara-gara ada kamu, wleekk," ucap Diandra lalu menjulurkan lidahnya ke depan.

"Berani ya sekarang." Kevin menatap Diandra dengan lekat. Ia berjalan pelan menghampiri Diandra. Diandra ingin berlari namun Kevin segera menggenggam tangannya. Tatapan Kevin masih sama. Bahkan semakin dalam dan tajam tatapan itu.

"Lepaskan aku. Aku tidak akan bercanda lagi. Maaf," ujar Diandra dengan memelas.

"Kenapa? Takut?" Kevin menarik Diandra hingga tubuh mereka saling bersentuhan.

Cup

Diandra langsung mencium pipi sebelah kanan milik Kevin. Membuat pria itu mematung sejenak. Ia terkejut dengan tindakan Diandra. Merasa Kevin tidak menggenggamnya lagi, Diandra buru-buru menjauh dari Kevin. Ia membalikkan tubuhnya sejenak.

"Selamat malam sayang," ucap Diandra sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia tertawa sambil melanjutkan kembali langkahnya.

"Dasar! Apa dia tidak tahu betapa bahayanya tadi? Bagaimana jika aku sampai lepas kendali? Haha," batin Kevin sambil berjalan masuk ke mobilnya. Tak bisa ditutupi jika saat ini dirinya terlampau senang.

"Apakah dia memang seagresif itu?" Kevin masih memikirkannya.

Kevin melajukan kembali mobilnya. Ia mrmutar arah menuju apartemen Kanaya. Kevin harus menyelesaikan semua ini dengan cepat. Ia sudah bersungguh-sungguh dengan Diandra. Tak ingin sesuatu hal terjadi pada hubungannya.

Kevin sampai di parkiran apartemen tersebut. Ia enggan untuk menemui Kanaya setelah apa yang terjadi terakhir kali. Ia bahkan tidak mengucapkan kata maaf selepas pertemuan waktu itu.

Kevin mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi Kanaya untuk memastikan jika Kanaya berada di apartemennya. Cukup lama Kevin menghubungi Kanaya. Tak ada satu jawaban dari Kanaya. Bahkan ponselnya tak bisa dihubungi.

"Sudahlah. Lain kali saja aku meminta maaf dan menjelaskan hal ini pada Naya." Kevin memutar mobilnya dan kembali ke rumahnya.

1
nita
lanjut thor biar rasa penasaran yg sudah sekian lama bs terobati
Meliala Kolompoy
kok ga ada kelanjutanny lagi
Alfiani Purnama
hahaha Entang kapan endingnya 🤣
Fa Rel
peran utama nya siapaa she hadeh🙄
Puspa Trimulyani
Kanaya ternyata jahat,barisan sakit hati,Kanaya dan Shella,tenang saja,Kevin dan Diandra masih punya papa Raka dan Rizal untuk menghantam kejahatan kalian
Puspa Trimulyani
aihh....Kevin ini,sdh mau bangkrut juga masih sombong
Puspa Trimulyani
bego banget sih Kanaya, harusnya cepat beritahu Kevin,Kanaya sdh lepas ini
Puspa Trimulyani
bener Vin, jgn dikasih celah untuk pelakor
Puspa Trimulyani
hahaha 🤣🤣🤣🤣🤣
Puspa Trimulyani
terima aja Vin,biar Diandra sama rizal
Puspa Trimulyani
seperti bego saja Diandra, menolak yg baik seperti Rizal,malah menerima yg playboy seperti kevin
Puspa Trimulyani
kemana Rizal tadi?? telat deh,harusnya Rizal yg dansa dengan dian
Puspa Trimulyani
nyebelin sikap diandra
Puspa Trimulyani
😭😭😭😭😭😭😭
Puspa Trimulyani
aku sedih😥😭😭😭lihat Rizal, segitu tulusnya dia mencintai diandra
Puspa Trimulyani
Kevin kalah dari Rizal,tapi Rizal mengalah untuk Diandra,jadi nanti Diandra yg menang.... hehehe....ini mah pemikiran ku Thor...🙏
Puspa Trimulyani
sdh mendingan ikuti perjodohan dari papa Raka saja,Krn sdh jelas orang yang dijodohkan sangat mencintai diandra
Puspa Trimulyani
Diandra nya dibuat jadi orang yg gampang dilecehkan di novel ini,jauh dengan novel yg menceritakan jiana dan Raka😥
Puspa Trimulyani
kenapa disini Diandra jadi yg tertindas dan justru yg baik itu Kanaya,ini cerita Diandra apa Kanaya ??kenapa peran utamanya jadi gadis yg nyebelin,lemah,kurang cantik kalah dengan temannya si Kanaya,
Puspa Trimulyani
jangan jangan nanti Kanaya memusuhi Diandra karena Kevin,sdhlah di.... mendingan sama Rizal saja,yg jelas jelas sangat mencintai mu,sama seperti papamu ke bundamu dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!