Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gugup
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, tampak beberapa kali ia menatap ponselnya, ada rasa khawatir di sana, ada rasa gugup, ada rasa takut. Demi Tuhan ia takut, takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada sang putra.
Apa lagi saat ia melihat foto anak itu, anak itu, dia begitu tampan dan manis, hanya saja wajahnya tidak terlalu jelas. Mungkin ini karena Nita mengambil gambarnya di malam hari. Mungkin juga Nita mengambil gambarnya kejauhan, sehingga wajah sang putra tidak terlalu jelas.
Melihat sang bos begitu khawatir, Sini pun berusaha menghiburnya.
"Jangan khawatir, Tuan, tuan muda pasti baik-baik saja Tuan," ucap Sini, berusaha menguatkan bosnya.
"Aku nggak tau nanti mau ngomong apa, Son. Aku takut, aku khawatir, aku gugup, kamu lihat sendiri kan tanganku gemetar," ucap Jonathan sembari menunjukkan tangannya yang gemetar.
"Ini wajar, Tuan, apa lagi anda baru tahu kalo punya putra. Saya saja yang nggak di posisi anda juga gugup. Tapi saya yakin, kalian pasti bahagia nanti," ucap Soni penuh harap.
"Ya, semoga dia bisa menerima kehadiranku ya Son. Kamu tahu kan, aku benar tidak tahu kalo dia ada. Aku ga tau kalo saat kami bercerai, ternyata mantan istriku dalam keadaan hamil. Yang lebih menyakitkan, dia melahirkan sendirian di rumah sakit, Son. Sampai orang lain yang azanin anakku. Kamu bisa kan banyangin betapa menyesalnya aku. Dia pasti takut kasih tahu aku, karena aku dulu begitu jahat padanya, Son," ucap Jonathan, penuh penyesalan.
Jujur, sebenarnya Soni sedikit terkejut saat Jonathan mengatakan bahwa dia pernah menikah. Tetapi melihat ekpresi kesedihan yang terasa sangat dalam itu, Soni jadi yakin jika sikap protektif Jonathan pada dirinya sendiri, sebenarnya adalah ia sedang menjaga kesetiaannya pada sang mantan istri. Ya, pantas saja dia tak mau menikahi pacarnya, apakah ini alasannya? gumam batin Soni, akhirnya mulai mengerti.
"Asal anda mau minta maaf, mau mengalah, mau mengakui kesalahan, saya yakin mantan istri anda pasti bakalan maafin anda, Tuan. Apa lagi saat ini kalian punya anak. Saya yakin mantan istri anda pasti bakalan memaafkan," ucap Soni lagi.
"Semoga saja, Son. Oiya, tolong siapkan hadiah untuk putraku, aku benar-benar ingin membuatnya senang. Dia harus dapatkan apa yang selama ini tidak dia dapatkan Son. Aku ingin putraku bahagia, Son. Aku nggak mau putraku kekurangan," ucap Jonathan meminta.
"Baik, Tuan, semua akan saya siapkan," jawab Soni, patuh.
Jonathan kembali mengelus layar ponselnya. Ia masih terlihat begitu khawatir. Menurut Soni, ini wajar, apa lagi dipertemuan pertama mereka anak itu dalam keadaan sakit, pasti ini menjadi beban tersendiri untuk bosnya.
Dua jam berkendara, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit tempat anak itu di rawat. Tak menunggu waktu lagi, Soni pun segera ke resepsionis, tentu saja untuk menanyakan di mana kamar putra majikannya ini di rawat.
"Tuan, ini nomer kamar putra anda di rawat, mari saya antar," ucap Soni sembari menunjukkan jalan untuk di lewati sang bos.
Jonathan tak menjawab ucapan itu, tetapi ia mengikuti arahan dari sang asisten. Kali ini Jonathan lebih percaya pada Soni. Karena ia sendiri harus menyiapkan mentalnya untuk bertemu dengan orang-orang yang sangat ia rindukan itu.
Tepat di depan ruang rawat inap itu, terlihat sangat sepi. Tak ada seorang pun yang ada di depan ruangan itu.
Meski ragu, Soni tetap mengetuk pintu kamar itu. Namun sebelum pintu kamar itu di buka, Tiba-tiba saja dari lorong sebelah kamar mereka berdiri, Kiara datang dan langsung melihat mereka. Kiara terkejut, pun dengan Soni, tapi tidak dengan Jonathan. Pria ini memang tegang sedari awal, tapi dia tidak kaget melihat mantan istrinya itu.
"Ngapain kalian ke sini?" tanya Kiara dengan nada ketus, membuat Soni gelagapan.
"Eh Nona, sorry, kami ke sini mau ketemu sama... " jawab Soni, masih belum menyangka bahwa mantan istri bosnya ini adalah wanita yang bertanya ketus pada mereka.
"Sama siapa? ngapain kalian di depan pintu kamar anakku?" tanya Kiara lagi, kali ini menatap Jonathan. Menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Itu Non, anu, ini Tuan Bos mau ketemu sama... " Soni menatap bosnya, menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
"Nggak boleh!" bentak Kiara marah. Tatapan matanya berubah nanar, membuat Soni kebingungan.
Jonathan menghela napas kasar. Ia tahu Kiara pasti sangat marah padanya. Jonathan tau jika kekasih hatinya ini pasti shock melihat kedatangannya.
"Kamu tunggu di sini," ucap Jonathan pada Soni.
"Ba, baik Tuan," jawab Soni terbata. Lalu Jonathan segera meraih tangan Kiara dan mengajaknya menjauh dari Soni. Di detik yang sama barulah Soni tersadar bahwa Kiara adalah mantan istri bosnya.
"Astaga! kenapa aku baru sadar sekarang? pantas si bos perhatian sekali sama Kiara, ternyata... huffff!" ucap Soni, tak habis pikir dengan kebodohannya...
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat